Xuan Hao adalah putra Pangeran yang keberadaannya tidak diakui.
Wajahnya memang tampan, tapi dia pemalas dan suka minum, ditambah dia tidak tau apa-apa tentang beladiri, sastra, maupun strategi perang.
Benar-benar pemuda tidak berguna, tapi setelah tanpa sengaja tersambar petir dan mendapatkan berkah langit berupa Sistem, segalanya berubah~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hadiah Untuk Ibu Suri
Setelah sambutan dari Kaisar Xuan Ruihan serta ucapan selamat ulang tahun pada Ibu Suri yang dipimpin langsung sang Kaisar, pesta malam ini resmi dimulai.
Musik, tarian, dan segala hidangan terbaik disajikan demi memuaskan tamu yang hadir langsung di acara pesta ulang tahun Ibu Suri.
Hari ini hanya akan ada pesta dan pesta, sementara besok akan ada pertandingan beladiri, pertandingan melukis, pertandingan tari, juga pertandingan catur yang masih termasuk dalam rangkaian acara ulang tahun Ibu Suri.
Terakhir, akan ada acara berburu yang dilakukan di hari ketiga, di hari penutupan acara ulang tahun Ibu Suri.
Xuan Hao yang duduk dengan tenang sambil menikmati jalannya pesta, ternyata ia diam-diam sedang memilih hadiah yang akan diberikan pada Ibu Suri, sebuah hadiah luar biasa yang hanya dapat diperoleh oleh pemilik Sistem terbaik.
Pemilik Sistem biasa, bahkan mereka tidak memiliki akses memasuki Toko Sistem.
[Ding!]
[Tuan, berikan saja pada Ibu Suri sebuah belati yang bisa memotong benda apapun, termasuk memotong sebuah kutukan yang selama ini membuat dada Ibu Suri sesak dan sakit di malam-malam tertentu.]
[Sebuah kutukan yang muncul bersama dengan bangkitnya kekuatan keabadian miliknya.]
“Em, belati seperti itu memang ada, tapi harganya cukup mahal. Cukup mahal bukan berarti tidak bisa dibeli, hanya saja itu akan menguras Poin Sistem milikku,” gumam Xuan Hao, tapi pada akhirnya ia tetap membelinya.
“Oh iya, apa setelah kutukan itu berhasil dipotong, bagaimana dengan kekuatan abadi milik Ibu Suri, apa kekuatan itu akan lenyap?” tanyanya penasaran.
[Ding!]
[Kecuali diambil oleh orang lain secara paksa, kekuatan keabadian milik Ibu Suri tidak akan pernah lenyap!]
Jawaban itu terasa sangat memuaskan, membuat Xuan Hao tenang menyerahkan belati indah di tangannya pada Ibu Suri, dimana ia mengingat kalau wanita itu memang sangat menyukai yang namanya senjata.
Beberapa waktu kemudian, akhirnya tiba waktu penyerahan hadiah, dan sejak dimulainya acara pemberian hadiah, sama sekali tidak ada hadiah yang membuat Ibu Suri berkesan, sampai akhirnya tiba giliran Xuan Hao maju.
Sebenarnya ia bisa saja meniru putra dan putri Pangeran Xuan Lie yang hanya sekedar memberikan ucapan selamat, tapi Xuan Hao berbeda dengan mereka.
Setelah memberi ucapan selamat dengan tulus. Xuan Hao mengeluarkan sebuah kotak kayu yang tampak begitu indah, lalu ia menyerahkan benda itu pada Ibu Suri.
“Semoga Ibu Suri menyukai hadiah dari cucu kecil ini!” ucap Xuan Hao, dan ia memang cucu Ibu Suri, sebab ayahnya adalah putra kandung Ibu Suri.
“Cucuku Pangeran Xuan Hao, sudah lama kamu tidak mengunjungi nenekmu ini. Lain kali sering-seringlah datang menemui nenekmu ini!” ucap Ibu Suri.
“Cucu ini akan sering mengunjungi Ibu Suri,” balas Xuan Hao sopan, dan suaranya terdengar tulus, membuat Ibu Suri tersenyum senang.
Tetapi sebenarnya ia sejak tadi penasaran dengan hadiah yang diberikan oleh cucunya itu. “Cucuku, apa nenek boleh membuka kota ini dan melihat isinya?”
“Ibu Suri bisa melakukannya, tapi sebelumnya cucu ini meminta maaf jika nanti hadiah itu mengecewakan Ibu Suri,” jawab Xuan Hao.
Ibu Suri hanya mengangguk kecil, lalu ia cepat membuka kotak yang tidak terkunci, dan begitu kotak terbuka dan jelas terlihat isi di dalam kota itu, seketika itu juga Ibu Suri terperangah dengan apa yang ia lihat, tapi sesaat kemudian ia tersenyum sangat lebar.
“Cucuku, setelah ini datanglah menemuiku!” titah Ibu Suri.
“Baik, cucu ini akan menemui Ibu Suri,” ucap Xuan Hao lalu ia pamit undur diri kembali ke tempat duduknya.
Pembicaraan Xuan Hao dan Ibu Suri terdengar jelas oleh sebagian besar tamu undangan, dimana mereka saat ini dibuat penasaran hadiah apa yang diberikan sang Pangeran sampah pada Ibu Suri, apalagi saat ini tampak jelas Ibu Suri memegang erat-erat kotak kayu di tangannya, seolah ia akan kehilangan benda itu jika lepas dari genggaman tangannya.
“Apa yang kamu berikan sebagai hadiah pada Ibu Suri?” tanya Pangeran Xuan Lie penasaran.
“Sesuatu yang selama ini sangat diinginkan oleh Nenek,” jawab Xuan Hao tenang, dan tak ada penjelasan yang lebih jelas.
Lagipula Pangeran Xuan Lie tidak bertanya lebih lanjut, jadi gugur keharusan Xuan Hao menjelaskan lebih jelas pada ayahnya itu.
Ternyata selain Xuan Hao. Ibu Suri juga mengundang Putri Agung dan Putri Yan Yueling untuk menemuinya begitu pesta malam ini selesai.
Tetapi belum juga pesta malam ini selesai. Ibu Suri sudah lebih dulu meninggalkan aula dengan diikuti dia Putri dan seorang Pangeran.
Tidak ada yang tau pasti kenapa Ibu Suri memanggil mereka, apalagi tampak jelas jika Ibu Suri buru-buru pergi, seolah sudah tidak sabar melakukan sesuatu.
Segala hiburan dan hidangan terbaik masih menghiasi aula istana setelah kepergian Ibu Suri, dan sepertinya pesta malam ini belum akan berakhir dalam waktu dekat.
Sementara itu, suasana yang jauh lebih hangat kini tersaji di Istana tempat tinggal Ibu Suri, dimana sosok perempuan nomor satu di Kekaisaran Tian Yuan itu sedang mendengar kabar baik tentang perjodohan Putri Yan Yueling dan Xuan Hao.
“Kalian sangat serasi dan aku yakin kalian bisa saling melengkapi kekurangan masing-masing!” ucap Ibu Suri yang bernama asli Bai Shuanghua, dimana ia masih satu keluarga dengan Bai Yuxian Permaisuri saat ini.
Putri Yan Yueling yang baru tau kalau ia akan dijodohkan dengan Xuan Hao, ia tampak tenang, seolah ia tidak terkejut dengan kabar yang sebenarnya sejak awal sudah pasti akan terjadi.
Dia adalah Putri yang diabaikan, setidaknya itulah yang selama ini terlihat di permukaan. Keadaannya hampir sama dengan Xuan Hao yang merupakan Pangeran tak dianggap, tapi sebenarnya banyak yang menganggap penting keberadaannya.
Sedangkan Xuan Hao. Ia yang sejak awal sudah mengetahui tentang perjodohan itu. Sedikitpun ia tidak menunjukkan reaksi terkejut, apalagi Sistem telah memberitahunya kalau Putri Yan Yueling adalah jodoh terbaik untuknya.
Ibu Suri dan Putri Agung yang melihat ketenangan dua orang di hadapan mereka. Keduanya sama-sama yakin kalau dua orang itu akan menjadi pasangan terbaik yang mampu mengguncang Dunia.
Tetapi Ibu Suri ekspresinya tiba-tiba berubah menjadi serius, lalu ia begitu saja menunjukkan sebuah belati pemberian Xuan Hao di hadapan semua orang.
“Cucuku, darimana kamu mendapatkan benda pusaka ini?” tanya Ibu Suri.
“Cucu ini mendapatkan benda pusaka itu dari seorang petapa tua yang saat itu aku temukan dalam keadaan terluka parah, dan setelah aku mengobatinya sampai ia kembali pulih, belati ini ia serahkan padaku, dimana sebelum pergi ia berpesan untuk menyerahkan benda ini pada sosok Nenek yang masih terlihat muda~”
“Dari situlah cucu ini terpikirkan sosok Nenek, dan akhirnya benda ini aku jadikan hadiah untuk Nenek!” jawab Xuan Hao.
‘Semoga Nenek percaya! Kalau sampai tidak percaya, akan sulit bagiku menjelaskan darimana sebenarnya benda itu aku dapatkan!’ batinnya gelisah, tapi di luar ia tetap menunjukkan ketenangan.