NovelToon NovelToon
Tanda Huruf 'S' & Misteri Kayu Ilegal

Tanda Huruf 'S' & Misteri Kayu Ilegal

Status: tamat
Genre:Misteri / Tamat
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Seorang pemulung menemukan jasad tanpa wajah di Kampung Kemarin. Hanya ada cincin bertanda 'S' dan sehelai kertas tentang "kayu ilegal" sebagai petunjuk.

Detektif Ratna Sari menyadari kasus ini tidak biasa – setiap jejak selalu mengarah pada huruf 'S': dari identitas korban, kelompok tersembunyi, hingga lokasi rahasia bisnis gelap.

Ancaman datang dari mana saja, bahkan dari dalam. Bisakah Ratna mengungkap makna sebenarnya dari 'S' sebelum pelaku utama melarikan diri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2 (two)

Kantor Polres Sukamaju masih tampak sibuk meskipun jam dinding sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Aroma kopi instan yang kuat bercampur dengan bau kertas lama memenuhi ruangan Divisi Investigasi Kejahatan Berat. Detektif Ratna Sari duduk di depan mejanya, menatap papan tulis putih yang masih kosong, kecuali satu huruf besar yang ditulisnya dengan spidol merah di tengah-tengah: 'S'.

Ratna memijat pelipisnya. Pikirannya masih tertuju pada kilatan cahaya di balik pohon cemara tadi sore.

"Bu, ini hasil pemeriksaan awal dari lab forensik," suara Brigadir Teguh memecah keheningan. Ia meletakkan sebuah map cokelat yang sedikit lembap di atas meja Ratna.

Ratna segera membukanya. "Apa yang mereka temukan di jasad itu, Teguh?"

"Identitasnya sudah keluar, Bu. Meskipun wajahnya hancur, sidik jarinya masih bisa diselamatkan sebagian. Namanya Samsul Bahri. Usia 42 tahun. Pekerjaannya..." Teguh menjeda kalimatnya sejenak, menatap Ratna dengan ragu.

"Apa pekerjaannya?" desak Ratna.

"Mantan pengawas lapangan di PT. Silva Maju, salah satu perusahaan pengolahan kayu terbesar di kabupaten ini," jawab Teguh.

Ratna menyandarkan punggungnya ke kursi. "PT. Silva Maju. Inisial 'S' lagi. Dan jangan lupa, perusahaan itu milik Surya Atmadja, kan?"

"Benar, Bu. Tokoh masyarakat yang baru saja menyumbang untuk pembangunan taman kota," tambah Teguh dengan nada skeptis.

Tiba-tiba, pintu ruangan terbuka dengan keras.

BRAKK...

Seorang pria bertubuh tambun dengan seragam yang tampak sesak di bagian perut masuk ke dalam. Ia adalah Komisaris Bambang, kepala divisi mereka.

"Ratna! Apa-apaan ini?" bentak Bambang sambil menggebrak meja. "Saya dengar kamu memasang garis polisi di lahan milik keluarga Cemara? Kamu tahu siapa yang punya lahan itu?"

Ratna berdiri dengan tenang, meski dadanya bergemuruh. "Selamat malam, Pak Komandan. Saya memasang garis polisi karena ada jasad tanpa wajah di sana. Terikat kawat baja dan disiram zat kimia. Itu murni tindakan investigasi."

"Tapi warga jadi heboh! Isu kayu ilegal sudah mulai menyebar di grup WhatsApp warga. Kamu tahu kan, isu lingkungan itu sensitif menjelang pilkada?" Bambang mendekat, suaranya merendah namun penuh ancaman. "Selesaikan ini dengan cepat. Bilang saja itu pembunuhan biasa, perampokan yang gagal, atau urusan asmara. Jangan bawa-bawa kayu ilegal."

Ratna menatap mata komandannya tanpa berkedip. "Izin, Pak. Ada bukti tertulis di lokasi kejadian yang menyebutkan kata itu secara eksplisit. Saya tidak bisa mengabaikan bukti demi ketenangan pilkada."

Bambang mendengus kasar. "Jangan sok pahlawan, Ratna. Ingat, kariermu masih panjang. Jangan sampai satu kasus ini membuatmu 'terpeleset' seperti pendahulumu." Setelah mengatakan itu, Bambang berbalik dan keluar, meninggalkan ruangan yang seketika terasa lebih dingin.

Teguh mendekat setelah memastikan Bambang benar-benar pergi. "Bu, apa Bapak baru saja mengancam kita?"

"Bukan sekadar ancaman, Teguh. Itu peringatan bahwa 'S' punya telinga di kantor ini," sahut Ratna pelan. Ia kembali melihat ke arah map forensik. "Sekarang, ceritakan tentang kertas di saku Samsul."

Teguh membuka kantong bukti transparan. "Kertas itu sobekan dari manifes pengiriman barang. Ada kode koordinat di bagian belakang yang ditulis tangan. Koordinat itu mengarah ke titik di tengah Hutan Lindung Lereng Kemuning. Dan ada satu hal lagi yang aneh..."

"Apa itu?"

"Cincin perak itu. Kami membawanya ke ahli perhiasan lewat foto. Dia bilang itu bukan perak biasa. Itu perak murni dengan campuran paladium, jenis yang sering dijadikan tanda keanggotaan kelompok eksklusif. Dan ukiran huruf 'S' itu dibuat dengan teknik grafir laser presisi tinggi."

Ratna mengambil penjepit dan mengangkat cincin itu. "Artinya, ini bukan perhiasan pasar loak. Samsul bukan sekadar korban; dia bagian dari mereka. Tapi dia tahu terlalu banyak, dan akhirnya dibungkam."

Percakapan mereka terhenti ketika seorang polwan muda masuk membawa bungkusan plastik berisi barang bukti tambahan. "Bu Detektif, ini barang-barang yang ditemukan di saku celana belakang korban yang sempat tertinggal di lab."

Ratna membongkar isi plastik itu. Ada korek api, beberapa keping uang logam, dan sebuah foto kecil yang sudah lecek dan terkena noda darah. Ratna mengamati foto itu dengan teliti.

Di dalam foto, Samsul tampak merangkul seorang pria lain di depan sebuah tumpukan kayu gelondongan yang sangat besar. Pria di sampingnya memakai topi rimba, namun wajahnya tidak terlalu jelas.

Namun, yang menarik perhatian Ratna adalah latar belakang foto tersebut. Ada sebuah papan peringatan berwarna merah yang bertuliskan: AREA TERLARANG - PROYEK S.K.

"Teguh, apa kamu tahu apa itu Proyek S.K.?" tanya Ratna.

Teguh menggeleng. "Baru dengar sekarang, Bu. Tapi saya bisa coba tanya ke Dinas Perhutanan besok pagi."

"Jangan," potong Ratna cepat. "Kalau komandan sudah mulai menekan kita, itu artinya orang luar juga sudah tahu. Kita bergerak sendiri. Aku ingin kamu cari tahu tentang pemilik sepatu hak tinggi yang bisa berjalan di lumpur tanpa terperosok. Cari di daftar tamu hotel mewah di sekitar Sukamaju dalam tiga hari terakhir."

"Siap, Bu. Tapi, ada satu hal lagi yang mengganjal di pikiran saya," kata Teguh sambil menggaruk kepalanya. "Soal parfum bunga yang dibilang Mbah Mansur. Saya sudah cek, itu bukan parfum sembarangan. Itu aroma Night-Blooming Cereus atau Wijayakusuma. Bunga yang hanya mekar di malam hari."

Ratna terdiam. Pikirannya melayang pada sosok di balik pohon tadi sore.

"Wijayakusuma... bunga para bangsawan. Dan dia ada di sana saat jasad Samsul ditemukan."

Ratna berjalan ke jendela kantor, melihat ke arah jalanan kota Sukamaju yang mulai sepi. Ia merasa seperti sedang berjalan di atas tali tipis. Di satu sisi, ia harus mengungkap kebenaran bagi Mbah Mansur yang ingin membelikan cucunya kue ulang tahun. Di sisi lain, ia sedang menghadapi monster raksasa yang mungkin adalah atasannya sendiri.

"Teguh," panggil Ratna tanpa menoleh. "Apa kamu takut?"

Teguh terdiam sejenak sebelum menjawab dengan tegas. "Takut itu manusiawi, Bu. Tapi membiarkan orang jujur seperti Mbah Mansur hidup dalam ketakutan itu jauh lebih mengerikan."

Ratna tersenyum tipis. "Bagus. Karena besok pagi, kita akan masuk ke kandang macan. Kita akan mengunjungi kantor PT. Silva Maju. Aku ingin melihat bagaimana reaksi Surya Atmadja saat aku tunjukkan foto mantan karyawannya yang tewas tanpa wajah."

Tiba-tiba, ponsel Ratna bergetar di atas meja. Sebuah nomor tidak dikenal mengirimkan pesan singkat.

Satu langkah lagi ke arah Hutan Kemuning, dan kamu akan berakhir seperti Samsul. Pilihan ada di tanganmu, Sari. S.

Ratna menatap layar ponselnya dengan tangan yang mengepal. Ia tidak takut. Justru, pesan ancaman itu adalah bukti bahwa dia sudah berada di jalur yang benar.

"Teguh, siapkan mobil," perintah Ratna dengan nada suara yang bergetar karena amarah dan tekad.

"Sekarang, Bu? Ini sudah hampir tengah malam."

"Sekarang. Kita tidak ke kantor Surya Atmadja. Kita ke rumah duka Samsul Bahri. Aku yakin istrinya tahu lebih banyak daripada yang dilaporkan polisi lingkungan. Dan aku ingin kita sampai di sana sebelum 'orang-orang S' itu datang untuk 'membersihkan' sisa buktinya."

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Sungguh akhir yg sangat indah😭😭 pada akhirnya, Ratna bisa kembali pulang dan bisa berkumpul dengan orang² terkasihnya😭😭
Terima kasih untuk cerita yg luar biasa ini thor🤧
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: awww sama sama🥰 aku juga gk mw sad ending🤧🤧🤧
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Tahun 2035,dan aku masih kepikiran: Hendra, teguh, Ares, tidak beristri😭😭

Makasih Othor untuk ceritanya yang setiap bab selalu bikin degdegan, tegang dan tertawa pastinya...
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: auuu terimakasih 🥰🥰🥰
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Halahhh, jangan kasih bakso tuh si hendra, guhh
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: 🤣🤣🤣🤣 biar kelaparan 🤣🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Aku kemarin2 nunggu mbah Mansyur, aku kira dia udah isthettttt🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: masih kok masih hidup
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Othorrrr/Curse/ masa bahas bakso jam segini, aku jadi ngiler/Scream/
makasih buat double upnya thor/Kiss/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: iya🤣🤣
total 3 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Au ahh aku mewek😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: yg sanar sabar🤣🤧
total 1 replies
yosh—
👍👍👍👍👍
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: terimakasih
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
booom apa Ratna atau jendral ikut meledak mati 😱🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
serius gw ikut ketawa gara gara gerutuan Ares sama kolonel Baskoro 🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Halahhh pak Tua😭😭🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: memanfaatkan kesempitan dalam kesempatan eh🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Ya lagiann warna ungu banget ya Res, bikin sakit mata🤣😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: nah iya thu😐🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
yang penting bukan dugong
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: buhahahhaha🤣🤣🤣
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
biar kalian ada kerjaan
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: jangan keras keras atuh🤣
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
suka2 dia lah mau warna apa juga 🤨
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: 😱 asal jangan pink anu ehhh🏃🏃🏃
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hehh sempet²nya pak tua satu ini/Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: mmg dasar mata makanna😐🤣
total 1 replies
Rembulan menangis
aku fikir ending nya si ratna dan teguh bisa mnagkap para pnjilat dan pnjahat dan mmasukkan k pnjara sesuai hukum krn judul nya kan tntg kayu ilegal
gk taunya jdi crita kyak film robot²
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/Kan itu juga termasuk berhasil, bu jenderal
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: 🤣🤣🤣🤣 betul itu betul
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Halahhh, aku pun rindu sama aksi kalian berdua, Guh. maksudku pak Pol
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ratna tidak benar² pergi, ia masih tetap ada diantara kalian. Melindungi dan melihat kalian dari kejauhan🤧
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: jadi hantu di satelit
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ntun kenapa sih, kok gak ada notif ini up🤧
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Malahan tadi sempet gak bisa komen
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!