NovelToon NovelToon
Identitas Tersembunyi Suamiku

Identitas Tersembunyi Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Komedi / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:75
Nilai: 5
Nama Author: Elrey

Safa, wanita dari keluarga sederhana, memberikan makanan pada seorang pria yang dia anggap pengemis – ternyata adalah Riki, CEO perusahaan besar. Terharu dengan kebaikan Safa, Riki menyembunyikan statusnya, mereka jatuh cinta dan menikah.

Ketika Safa bekerja di kantor Riki, dia bertemu "Raka" – teknisi yang ternyata adalah Riki yang berpura-pura. Setelah menemukan kebenaran, Safa merasa kecewa, tapi Riki membuktikan cintanya tulus dengan memperkenalkannya pada keluarga aslinya. Mereka akhirnya memperpublikasikan pernikahan mereka dan hidup bahagia dengan cinta yang sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Naik Angkot Bareng

Pada malam keenam kunjungannya ke Waroeng Mak Ina, Riki datang dengan wajah yang lebih ceria dari biasanya.

Setelah beberapa hari berjuang dengan tim teknisnya, mereka akhirnya menemukan penyebab masalah pada proyek aplikasi baru dan mulai bekerja untuk memperbaikinya.

Rasa lega yang dia rasakan membuatnya tidak sabar untuk berbagi kabar baik itu dengan Safa, meskipun dia tidak bisa memberitahu secara rinci apa yang sebenarnya terjadi.

Ketika memasuki warung, Safa langsung menyambutnya dengan senyuman lebar. "Halo Pak! Kamu terlihat lebih bahagia hari ini ya? Ada kabar baik apa?"

Riki tersenyum balik, merasa terkejut bahwa Safa bisa melihat perubahan pada wajahnya. "Ya benar sekali. Ada pekerjaan yang sedang saya tangani dan akhirnya menemukan jalan keluarnya. Rasanya sangat lega memang."

"Itu kabar yang sangat baik. Kalau begitu, hari ini kamu harus makan makanan spesial untuk merayakannya kan?" ucap Safa dengan semangat. "Kamu mau coba ikan bakar saus padang? Hari ini ikannya sangat segar lho!"

"Tentu saja! Kalau kamu bilang enak, pasti aku mau coba," jawab Riki dengan antusias.

Sementara menunggu makanan datang, Riki melihat bahwa warung hari ini lebih ramai dari biasanya.

Banyak pelanggan yang datang untuk makan malam, dan karyawan warung tampak sangat sibuk melayani mereka semua.

Safa bergerak dengan sangat cepat dari satu meja ke meja lain, mengambil pesanan, menyajikan makanan, dan membersihkan meja dengan sangat terampil.

Riki merasa kagum melihat bagaimana Safa bisa mengatur waktu dan tenaganya dengan baik meskipun situasi sangat sibuk.

Setelah sekitar sepuluh menit, Safa datang membawa piring ikan bakar yang masih panas dengan saus padang yang berwarna merah cerah dan sangat menggugah selera.

Dia meletakkan piring dengan hati-hati di atas meja dan menyeka keringat yang menetes di dahinya. "Maaf ya Pak, lama sekali ya? Hari ini memang lebih ramai dari biasanya."

"Tidak apa-apa kok," jawab Riki dengan senyuman. "Kamu sudah bekerja sangat keras, aku bisa melihatnya. Kamu harus berhati-hati ya jangan sampai terlalu capek."

Safa tersenyum hangat. "Terima kasih sudah peduli Pak. Tapi tidak apa-apa, saya sudah terbiasa bekerja seperti ini. Selain itu, semakin ramai warungnya, semakin banyak pula uang yang bisa saya dapatkan untuk membantu keluarga."

Mereka mulai berbincang sambil menikmati makan malam. Riki cerita tentang bagaimana dia dan rekan kerjanya bekerja keras selama berhari-hari untuk menyelesaikan masalah pada proyek mereka, sementara Safa cerita tentang bagaimana dia harus belajar cepat untuk bisa bekerja dengan baik di warung setelah dia pertama kali mulai bekerja sana.

Setelah selesai makan dan membayar pesanannya, sudah menunjukkan pukul sebelas tiga puluh malam.

Safa segera membersihkan diri karena tahu bahwa angkot malam yang biasanya dia tumpangi akan segera datang. Riki melihatnya terburu-buru dan merasa khawatir.

"Kamu mau naik angkot ya?" tanya Riki.

"Ya Pak, kalau tidak naik sekarang, saya harus menunggu yang lain selama hampir satu jam lagi. Kalau begitu, saya akan sampai rumah sangat larut," jawab Safa sambil mengambil tas kerjanya.

"Aku juga mau naik angkot kok," kata Riki dengan cepat, tanpa berpikir panjang. "Kita bisa naik bareng aja kan? Lebih aman dan bisa ngobrol lagi sebentar."

Safa sedikit terkejut tapi merasa senang dengan usulan tersebut. "Baiklah Pak, kalau begitu ayo kita cepat pergi sebelum angkotnya datang."

Mereka berjalan cepat menuju halte angkot yang terletak sekitar dua ratus meter dari warung. Ketika mereka sampai di sana, angkot sudah menunggu di sana dengan beberapa penumpang di dalamnya.

Riki melihat angkot dengan pandangan yang sedikit bingung – ini adalah pertama kalinya dia naik angkot dalam hidupnya. Biasanya dia selalu naik mobil pribadi atau taksi jika perlu bepergian.

Safa melihat ekspresi wajahnya dan langsung mengerti. "Kamu jarang naik angkot ya Pak?"

Riki sedikit tersipu karena terbaca oleh Safa. "Ya... memang tidak terlalu sering. Tapi aku ingin mencoba pengalaman baru kok."

Safa tertawa pelan. "Gapapa Pak, saya akan ajari kamu cara naik angkot dengan benar ya. Yang penting jangan sampai salah naik atau salah bayar tiketnya."

Ketika pintu angkot terbuka, Safa masuk terlebih dahulu dan memilih tempat duduk di bagian belakang yang masih kosong.

Riki mengikuti langkahnya dengan sedikit gugup, merasa tidak nyaman dengan ruang yang sempit dan bau angkot yang agak menyengat.

Dia duduk di sebelah Safa dengan hati-hati, berusaha tidak menyentuh tubuhnya secara tidak sengaja.

Setelah angkot berjalan beberapa menit, kondektur datang untuk mengumpulkan uang tiket.

Safa segera mengeluarkan uang dari dompetnya dan memberikannya kepada kondektur. "Dua orang ke Terminal Cililitan ya Pak," ucapnya pada kondektur.

Riki segera mengeluarkan dompetnya untuk membayar bagiannya, tapi Safa menepis tangannya dengan lembut. "Gapapa Pak, kali ini saya yang bayarin aja ya. Sebagai ucapan terima kasih karena kamu selalu mau mengantar saya pulang setiap malam."

Riki merasa tidak tega tetapi tidak bisa menolak karena Safa sudah membayar untuk mereka berdua. "Terima kasih banyak ya. Besok aku yang akan bayarin ya!"

Saat angkot melaju melalui jalan-jalan kota yang semakin sepi, mereka mulai berbincang lagi tentang segala hal.

Safa cerita tentang bagaimana dia harus belajar untuk mengenal rute angkot dengan baik agar tidak tersesat ketika harus pergi ke tempat yang baru, sementara Riki cerita tentang bagaimana dia harus belajar untuk hidup lebih hemat sekarang karena penghasilannya yang tidak terlalu banyak.

"Aku merasa bahwa hidup yang sederhana seperti ini juga memiliki kelebihannya sendiri lho Pak," ucap Safa dengan pandangan yang melihat keluar dari jendela angkot. "Kita bisa lebih menghargai setiap hal kecil yang kita miliki dan tidak terlalu terpaku pada hal-hal yang bersifat materi."

Riki mengangguk setuju. Kata-kata Safa benar-benar masuk ke dalam hatinya dan membuatnya berpikir lebih dalam tentang kehidupan yang dia jalani selama ini.

Dia menyadari bahwa selama ini dia terlalu fokus pada kekayaan dan kesuksesan yang akhirnya membuatnya merasa tidak bahagia dan kesepian.

Setelah sekitar dua puluh menit, angkot sampai di halte yang menjadi tujuan Safa. Mereka turun dari angkot dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki karena rumah Safa terletak di gang kecil yang tidak bisa dilalui oleh kendaraan bermotor.

Di jalan, mereka melihat beberapa anak kecil yang masih bermain di depan rumah meskipun sudah malam larut.

Anak-anak tersebut langsung berlari mendekati Safa dengan senyuman ceria. "Bu Safa! Kamu sudah pulang ya?" ucap salah satu anak kecil dengan suara yang ceria.

Safa menunduk dan membelai kepala anak tersebut dengan lembut. "Ya nak, Bu Safa sudah pulang. Kenapa belum tidur saja? Besok kamu harus sekolah kan?"

"Kita lagi main petak umpet sama teman-teman Bu," jawab anak itu dengan senyumannya yang polos. "Bu Safa mau ikutan main tidak?"

Safa tertawa pelan. "Nanti aja ya nak, besok kalau Bu Safa pulang lebih cepat. Sekarang kamu harus pulang tidur ya, kalau tidak kamu akan mengantuk besoknya."

Anak-anak itu mengangguk dan berlari kembali ke teman-temannya. Riki melihat interaksi antara Safa dan anak-anak tersebut dengan hati yang penuh kehangatan.

Dia bisa melihat betapa banyak anak-anak yang menyukai dan menghormati Safa karena kebaikan hatinya yang tulus.

"Kamu sangat disukai oleh anak-anak di sini ya," ucap Riki dengan rasa kagum.

Safa tersenyum lembut. "Mereka seperti keluarga bagi saya Pak. Saya sering memberikan makanan yang dibawa dari warung kepada mereka ketika mereka lapar, dan mereka selalu sangat senang menerima nya. Anak-anak memang selalu bisa melihat kebaikan hati seseorang dengan sangat jelas kan?"

Riki mengangguk setuju. Mereka melanjutkan perjalanan sampai akhirnya sampai di depan rumah Safa.

Kali ini, sebelum Safa memasuki rumahnya, dia berbalik dan melihat Riki dengan ekspresi yang sangat tulus.

"Terima kasih banyak ya Pak sudah mau mengantar saya sampai ke rumah dan bahkan mau naik angkot bareng saya. Ini adalah pengalaman yang sangat menyenangkan bagi saya," ucap Safa dengan suara lembut.

"Sama-sama," jawab Riki dengan senyuman. "Aku juga merasa senang bisa melakukan itu untukmu. Kamu adalah orang yang sangat spesial, Safa. Jangan pernah berubah ya."

Safa merasa sedikit tersipu mendengar kata-kata tersebut. "Terima kasih Pak. Kamu juga orang yang sangat baik hati. Semoga kita bisa bertemu lagi besok ya."

Setelah Safa memasuki rumahnya, Riki tetap berdiri di depan pintu untuk beberapa saat. Dia melihat cahaya lampu yang menyala dari dalam rumah dan bisa mendengar suara tawa keluarga Safa yang bahagia.

Hatinya merasa sangat penuh dan damai – ini adalah perasaan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya dalam hidupnya yang penuh dengan kesibukan dan tekanan.

Pada perjalanan pulang, kali ini Riki memutuskan untuk naik angkot lagi alih-alih memanggil taksi atau menyuruh sopirnya menjemputnya.

Dia ingin merasakan lagi pengalaman yang sama seperti ketika bersama Safa, merasakan kehidupan yang sederhana dan penuh dengan makna yang mungkin dia lewatkan selama ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!