Warning 21+
Bijaklah dalam membaca!
Clarissa Louise (biasa di panggil Rissa)harus menerima kenyataan pahit. Di usianya yang masih belia orang tuanya meninggal dalam kecelakanan tunggal. Sejak itu ia pun dititipkan pada kakeknya yang bekerja di sebuah mansion megah. Kediaman milik seorang pengusaha kaya raya yang berhati dingin dan juga misterius. Namun diam-diam Rissa jatuh cinta pada pria itu.
Kini setelah lima tahun berlalu, kakeknya pun sakit hingga mengharuskan Rissa mencari biaya untuknya. Kemudian seseorang datang untuk menawarkan perjanjian pernikahan pada Rissa. Seorang pria yang sebenarnya menyimpan dendam yang dalam pada gadis itu. Apa yang akan terjadi dengan Rissa selanjutnya?
Penasaran dengan kisah Rissa? lanjut aja yuk! Author usahakan update setiap hari ya.
Happy reading.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.18 Tidak berdaya
"Lihat aku, aku sedang berbicara padamu!!" Daniel berteriak.
Rissa menatap Daniel lalu gadis itu pun menangis...
Semua orang yang ada di restoran memandangi mereka berdua. Rissa dan Daniel tampak terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar.
"Kenapa kamu menangis? aku hanya berbicara padamu," ucap Daniel pelan.
Daniel merangkul tubuh Rissa. Kemudian Rissa menangis di dalam pelukan Daniel.
Yeeyyyyy....
Riuh suara orang sekitar restoran dan bertepuk tangan melihat mereka.
Mereka berhasil menarik perhatian orang-orang di restoran. Daniel menggandeng Rissa pergi meninggalkan restoran dan kembali ke kamar hotel.
"Apa kamu senang melihat orang-orang menonton kita tadi," tanya Daniel menatap Rissa.
Rissa hanya tertunduk masih terlihat sedih, Wajahnya terlihat memerah akibat menangis tadi.
Daniel masih terlihat kesal saat Rissa bersama seorang pemuda tadi di restoran. Ada rasa aneh di dalam dadanya apalagi dilihat Rissa terlihat sangat manis memakai Mini Dress pemberiannya.
"Lihat dirimu apa kamu ingin menggoda pria lain? kenapa berpakaian sangat minim hingga kaki mulusmu terlihat!!! Teriak Daniel.
"Tetapi, ini kan..." ucap Rissa terhenti.
"Atau kamu sengaja memamerkan tubuhmu seperti wanita ja**ng di pinggir jalan!!!" ucap Daniel.
Tanpa perasaan Daniel terus saja menghina Rissa dengan kata-katanya. Rissa menatap Daniel tidak percaya dengan apa yang di dengarnya terasa begitu menyakitkan hati hingga tidak terasa air mata yang tadi sudah kering kini basah kembali.
"Mulai sekarang kamu tidak boleh menerima apapun dari orang lain, awas saja jika kamu berani melanggarnya!!!" ancam Daniel.
Sebenarnya Daniel tidak bermaksud ia hanya merasa cemburu melihat Rissa bersama pria lain, tetapi Daniel sendiri bingung dengan perasaanya dan dia tidak bisa mengutarakannya.
"Tapi tadi aku hanya minum limun, kenapa anda sangat marah?" tanya Rissa.
"Aku tidak perduli sekalipun limun itu dari orang tuamu!!!" ucap Daniel membentak.
Daniel kelepasan bicara, sedangkan Daniel tahu mereka berdua sama-sama kehilangan karena kejadian na'as itu. Ucapan Daniel membuka kembali luka Rissa yang belum kering.
"Apa anda begitu membenciku?" tanya Rissa dan menatap Daniel lekat-lekat.
"Iya, aku sangat membencimu hingga aku ingin melemparmu kedalam jurang yang paling dalam!!!" ucap Daniel sambil berteriak.
Akhirnya, pria itu mengeluarkan kebenciannya selama ini pada Rissa. Cinta dan benci bercampur aduk menjadi satu dalam perasaan Daniel.
Dert...dert..dert
Suara ponsel Rissa bergetar, Rissa hendak mengambilnya tapi Daniel sudah melempar ponselnya ke arah cermin yang menempel di dinding.
Prraangggg... seketika cermin hancur berkeping-keping berikut dengan ponsel Rissa.
Rissa melihat Daniel sangat murka, jadi ia memalingkan wajahnya dan tak ingin melihat Daniel.
Cukup sudah aku sudah tidak bisa bertahan lagi denganmu, batin Rissa.
Semalam dia sangat dicintai, tetapi hari ini dia begitu dibenci oleh Daniel. Rissa ingin pergi namun dengan cepat tangan Daniel mendorongnya dengan kasar ke arah sofa, tetapi sebelum jatuh ke sofa Rissa sudah membentur meja kaca di depannya.
Brukkk
Seketika pelipis Rissa berdarah.
"Aww" Rissa meringis kesakitan darah mengalir di wajahnya.
Rissa merasakan sakit dan perih, gadis itu bangun dari tempat dia terjatuh.
"Rissa, maafkan aku tidak bermaksud," ucap Daniel panik melihat Rissa berdarah di wajahnya.
Daniel ingin membantu Rissa, tetapi gadis itu menolaknya dengan kasar. Rissa memegang wajahnya yang terluka dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan darahnya. Rissa mengunci pintu kamar mandi.
"Maafkan aku tadi sungguh tidak sengaja, sekarang sebaiknya kita ke rumah sakit," ucap Daniel dibalik pintu kamar mandi sembari menggedor-gedor pintu yang terkunci.
Rissa memandangi cermin dia merasa sangat berantakan, lalu dia membasuh wajahnya dengan air dingin supaya darahnya terhenti. Rissa memandang lama pantulan dirinya di cermin.
"Rissa, buka pintunya," ucap Daniel memelas sambil memutar-mutar pegangan pintu kamar mandi.
Baiklah... aku akan mengambil keputusaan ini, batin Rissa
Kemudian Rissa keluar dari kamar mandi tanpa melihat Daniel lalu mengambil bajunya dan dia mengganti semua pakaian yang diberikan Daniel dengan baju miliknya.
"Rissa, maafkan aku, apa kamu baik-baik saja?" tanya Daniel merasa bersalah.
Rissa merapihkan semua barang-barang dan memasukan ke tas slempangnya.
Saat Rissa hendak pergi Daniel menarik tangannya.
"Lepaskan aku," ucap Rissa memberontak dan mendorong kasar tubuh Daniel.
"Maafkan aku," ucap Daniel bersungguh-sungguh.
Rissa lalu berbalik memandang Daniel.
"Aku akan menjual diriku untuk bisa membayar semua biaya Kakekku," ucap Rissa getir.
"Apa?" Daniel terkejut dengan ucapan Rissa.
Pria itu membelalakkan matanya karena terkejut dan napasnya terlihat cepat menandakan sangat emosi. Daniel tidak bisa membayangkan jika gadis itu akan benar-benar melakukannya.
"Aku akan tidur dengan lima atau sepuluh pria dalam semalam, demi membayar utang kami," ucap Rissa penuh emosi.
"Cukup Rissa sudah hentikan!!!" Daniel berteriak merasa sangat frustasi dengan apa yang didengarnya.
"Jangan khawatir aku akan membayar setiap sen uang yang kami gunakan," ucap Rissa lagi menatap Daniel tajam.
"Rissa, maafkanlah aku," ucap Daniel tiba-tiba memohon.
Daniel tidak bisa menerima jika Rissa serius dengan perkataanya.
Daniel memeluk dan merangkul Rissa sangat erat, tetapi Rissa mendorong Daniel. Pria itu tetap memaksa memeluk Rissa hingga gadis itu tidak kuat menolak. Rissa sungguh tidak berdaya dengan pria ini.
Rissa menangis sejadi-jadinya di dalam dekapan Daniel, gadis itu bingung dengan perlakuan Daniel. Sebentar Daniel bersikap sangat baik dan lembut namun kemudian bisa sangat jahat.
"Hentikanlah semua ini aku sangat lelah, aku tidak ingin melanjutkannya lagi lepaskanlah aku, Tuan Daniel," ucap Rissa terbawa perasaannya.
"Jangan bicara lagi," ucap Daniel pelan.
"Apa Anda tahu jika saja aku bisa memilih, aku ingin mati saja bersama ibu dan ayahku di jurang itu," ucap Rissa parau dan semakin larut dalam tangisannya.
"Sudahlah jangan diteruskan lagi," ucap Daniel pelan.
"Lalu kenapa anda selalu menyalahkan aku atas kejadian na'as itu, asal Anda tahu aku juga sangat terluka kehilangan mereka," ucap Rissa terisak.
"Maafkanlah aku yang selama ini selalu menyalahkan mu," ucap Daniel pelan.
"Dan kenapa anda bilang aku seperti wanita ******?" tanya Rissa.
Gadis itu sakit hati karena Daniel menghinanya.
Daniel terdiam, ia tidak bisa berkata-kata lagi. Daniel memeluk Rissa lama hingga gadis itu merasa tenang.
Daniel mendudukan Rissa di pinggir ranjang, lalu ia berlutut di depan Rissa.
"Maafkan aku yang begitu menyakitimu, karena aku tidak tahu harus bagaimana mengungkapkan perasaan ku padamu," ucap Daniel.
Kemudian Daniel mengecup lembut luka Rissa.
Jika ini bisa berakhir aku ingin mengakhiri ini sekarang juga, batin Rissa.
Bersambung.
Haiii... apa kalian menyukai karyaku ini? jangan lupa dukungannya vote dan commentnya ya biar akyu tambah semangat🙏🙏 mohon maaf TYPO dimana-mana dan EYD nya masih berantakan.
aqu kasih Like 11 x
apa Rissa dan anak ny ada yg melindungi dan menjaga dan menyayangi mereka ?
jujur author aku pengen mereka bahagia . seperti ny cukup Rissa bersusah hati dalam cinta ny. biarkan Rissa bahagia dgn anak ny dan ada seseorang yg mencintai dan saling mencintai walau pun itu bukan Daniel
ditunggu kelanjutannya thor..
bikin nangis anj😭😭
udah gitu ngegantung plis la author kasi s 2😭