NovelToon NovelToon
Bangkitnya Pendekar Bintang

Bangkitnya Pendekar Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Reijii

mengisahkan perjalanan Liu Wei, seorang pemuda yang kehilangan desa dan keluarga karena serangan kelompok jahat Pasukan Bayangan Hitam. Setelah bertemu Chen Mei dari Sekte Bintang Penyusun, ia mengetahui bahwa dirinya adalah salah satu dari enam Pendekar Bintang terpilih yang bertugas menjaga keseimbangan alam semesta.

Dengan membawa Pedang Angin Biru pusaka keluarga dan Kalung Panduan Bintang, Liu Wei harus mencari Pendekar lainnya sebelum Pasukan Bayangan Hitam yang dipimpin oleh Zhang Feng menangkap mereka semua dan mendapatkan Lima Batu Kekuatan yang bisa menghancurkan dunia. Perjalanan penuh bahaya menantinya, di mana ia harus menguasai kekuatan batinnya dan menyatukan kekuatan rekan-rekannya untuk menghadapi ancaman kegelapan yang semakin besar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reijii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Warisan Yang Terus Berlanjug

Setelah pertempuran di gua, generasi baru siswa Sekolah Bintang Penyusun semakin percaya diri. Mereka terus berlatih dengan giat, menerapkan nasihat guru-gurunya untuk menguasai kekuatan dengan hati dan kebijaksanaan. Liu Wei dan para Pendekar tua mulai memberikan tugas yang lebih berat, menguji kemampuan siswa dalam situasi nyata.

Suatu hari, kabar datang bahwa wilayah timur mengalami kekeringan parah. Sungai-sungai mengering, ladang-ladang layu, dan penduduk kesulitan mendapatkan air minum. Liu Wei memutuskan untuk mengirim kelompok siswa dipimpin oleh Xiao Ming untuk membantu. “Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa kalian bisa menggunakan kekuatan untuk kebaikan,” ucapnya sebelum kelompok berangkat. “Ingat, kerja sama adalah kunci keberhasilan.”

Xiao Ming, Li Na, Zhang Tao, dan Lin Lin segera bergerak ke wilayah timur. Mereka melihat keadaan yang menyedihkan—orang-orang berkumpul di sumber air yang tersisa, wajah mereka pucat dan lesu. Li Na segera bertindak, menggunakan kekuatan Air untuk menarik uap air dari langit, membentuk awan hujan yang menyiram ladang-ladang. Zhang Tao mengembalikan kesuburan tanah dengan menyebarkan nutrisi, membuat tanaman mulai tumbuh kembali. Lin Lin menerangi langit dengan Cahaya untuk menghilangkan kabut panas, sedangkan Xiao Ming menggunakan kekuatan Api untuk memanaskan air dan membunuh bakteri, membuatnya aman untuk diminum.

Selama tiga hari, mereka bekerja tanpa henti. Penduduk mulai melihat perubahan—sungai kembali mengalir, ladang menjadi hijau, dan harapan muncul di mata mereka. “Terima kasih, anak-anak,” ucap seorang nenek tua, memberinya makanan sebagai tanda terima kasih. Xiao Ming tersenyum, menyadari bahwa tugas mereka tidak hanya tentang mengatasi bencana, tetapi juga tentang memberikan harapan.

Ketika mereka kembali ke sekolah, para guru memberikan pujian. Su Yin mengangkat Lin Lin ke atas bahunya. “Kalian telah menunjukkan bahwa warisan Bintang Penyusun berada di tangan yang tepat,” ucapnya. Namun, kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Kabar datang bahwa sisa-sisa makhluk kegelapan telah berkumpul di Gurun Ruang yang Tak Berujung, mencoba mengumpulkan energi untuk membuka gerbang Dunia Gelap kembali. Kali ini, mereka dipimpin oleh sosok kuat yang bernama Hei Long—mantan pengikut Zhang Feng yang selamat dari pertempuran terakhir.

Liu Wei mengumpulkan semua guru dan siswa. “Kita harus menghadapi musuh ini bersama,” ucapnya dengan tekad. “Generasi tua dan muda akan bekerja sama untuk melindungi dunia.” Mereka segera berangkat ke Gurun Ruang, di mana angin pasir bertiup kencang dan ruang berubah bentuk tanpa sebab. Hei Long menunggu mereka dengan senyum jahat. “Kegelapan akan selalu kembali,” ucapnya. “Kalian tidak akan pernah bisa menghentikannya.”

Pertempuran segera meletus. Para Pendekar tua membentuk garis depan, menggunakan kekuatan mereka untuk melawan makhluk kegelapan. Huang Rong dan Wu Jing mengeluarkan lautan api, Chen Long dan Zhou Yu mengendalikan aliran air, Xie Lan mengangkat batu-batu besar, Yang Fei mengendalikan angin, Su Yin menerangi gurun dengan Cahaya, dan Chen Mei menembakkan peluru kristalnya. Generasi baru bergabung di belakang, memberikan dukungan. Xiao Ming menggunakan kekuatan Api untuk membakar kelompok makhluk kegelapan, Li Na mengendalikan Air untuk membungkus musuh, Zhang Tao mengangkat tanah untuk menghalangi jalan mereka, dan Lin Lin menerangi jalur serangan guru-gurunya.

Hei Long menyerang dengan kekuatan energi gelap yang kuat. Liu Wei menghadapinya dengan Pedang Angin Biru, tetapi musuh ini sangat tangguh. Saat Hei Long siap menyerang Liu Wei dengan serangan mematikan, Xiao Ming bergerak cepat, menahan serangan itu dengan tubuhnya. Dia terluka parah, tetapi kekuatan cinta dan keberanian dari teman-temannya mengalir ke dalam dirinya. Dengan kekuatan yang baru diperoleh, Xiao Ming menyerang Hei Long dengan penuh semangat, mengalahkannya bersama Liu Wei.

Setelah pertempuran selesai, gurun kembali tenang. Xiao Ming duduk di tanah, terluka tapi bahagia. Liu Wei menepuk bahunya. “Kamu telah menunjukkan keberanian yang luar biasa,” ucapnya. “Kamu adalah contoh bagi generasi mendatang.” Semua orang bersorak, menyatakan bahwa warisan Bintang Penyusun akan terus berlanjut, dipelihara oleh generasi tua dan muda yang bekerja sama untuk menjaga perdamaian dunia.

1
sakau
nicee😘
beby
gas lanjuttt
beby
🫡🫡
tyson
💪💪💪
mamak
😘😘
ajanh
🫡🫡
andi
👌👌
andi
mantap
sambo
keren
lukman
uraa
lukman
joss
ciko
👍👍
bara
lanjut👍👍
jarot
lanjuty
andikubro
🫡🫡
andikubro
✊️✊️
bakacimpuang
lumayan bagus👍
bakacimpuang
shap
songcu
shap,lanjutkan
songcu
bagus👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!