NovelToon NovelToon
MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Wanita perkasa / Crazy Rich/Konglomerat / Kehidupan di Kantor / Romansa / Rebirth For Love
Popularitas:696
Nilai: 5
Nama Author: nhatvyo24

Ryuga Soobin Dewangga adalah CEO dingin yang terjebak dalam trauma masa lalu dan konspirasi bisnis yang mengancam nyawanya. Hidupnya yang kaku berubah total saat ia bertemu Kiara Adiningrat, asisten pribadi tangguh yang lebih ahli memegang senjata dan memperbaiki jam antik dari pada menyeduh kopi.

​Di tengah ancaman pembunuhan dan pengkhianatan orang terdekat, keduanya terpaksa menjalin kesepakatan tengah malam yang berbahaya. Antara tuntutan profesional, hobi yang saling bersinggungan, dan ego yang setinggi langit, mereka harus menghadapi musuh yang mengintai di balik bayang-bayang.

​Mampukah cinta tumbuh di antara peluru dan rahasia, ataukah kesepakatan ini justru menjadi awal kehancuran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nhatvyo24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: Ryuga Tak Pernah Tidur

​Lampu-lampu jalan Jakarta mulai padam satu per satu digantikan semburat ungu fajar, namun di apartemen Kiara, suasana masih terasa terjaga. Setelah lembur panjang di kantor, Ryuga menolak untuk diantar pulang ke mansion nya. Ia berakhir di sofa sempit Kiara, duduk tegak dengan laptop di pangkuan dan beberapa sketsa jam yang berserakan di lantai.

​"Anda benar-benar tidak berniat tidur, Pak?" tanya Kiara, muncul dari arah dapur dengan dua cangkir kopi hitam pekat. Rambutnya sudah diikat asal-asalan, dan ia masih mengenakan kaos kebesaran yang ia gunakan sejak semalam.

​Ryuga mendongak. Lingkaran hitam di bawah matanya tampak jelas, namun tatapannya masih setajam silet. "Tidur adalah kemewahan yang tidak bisa kumiliki saat ini, Kiara. 

Setiap kali aku memejamkan mata, aku melihat roda-roda gigi itu berputar ke arah yang salah. Aku merasa ada yang terlewat dari laporan keuangan Bramasta kemarin."

​Kiara meletakkan kopi itu di meja, lalu duduk di lantai, tepat di samping kaki Ryuga. Ia memperhatikan jemari Ryuga yang terus mengetik dengan ritme yang konstan.

​"Ayah saya dulu juga begitu," bisik Kiara pelan. "Dia bilang, seorang ahli jam tidak boleh tidur sebelum detak jamnya kembali sinkron dengan detak jantungnya. Tapi itu perlahan menghancurkannya, Pak. Anda bukan mesin."

​Ryuga menghentikan gerakannya. Ia menatap kopi yang mengepul, lalu beralih menatap Kiara. "Sejak kecelakaan sepuluh tahun lalu, aku kehilangan kemampuan untuk tidur nyenyak. Aku selalu merasa ada seseorang yang mengawasi dari balik kegelapan. Itulah kenapa aku melukis di malam hari. Melukis adalah caraku tetap 'terjaga' tanpa harus merasa takut."

​Ia kemudian mengambil buku sketsanya, menunjukkan halaman yang penuh dengan coretan abstrak. 

"Ini adalah visualisasi dari insomnia-ku. Berantakan, bukan?"

​Kiara mengambil buku itu, membaliknya perlahan. "Ini bukan berantakan, Pak. Ini adalah kejujuran. Tapi jika Anda terus begini, restorasi yang kita lakukan akan sia-sia karena 'mesin' utamanya yaitu Anda akan meledak."

✨✨✨

​Di sudut ruangan, Dino mendengkur dengan sangat keras di atas karpet bulu. Tiba-tiba, ia berteriak dalam tidurnya.

​"JANGAN! JANGAN TAMBAHKAN CUKA KE BUBURNYA!" Dino menendang udara, hampir menjatuhkan vas bunga di dekatnya. "Siti... ampuni tilang ku... aku cuma fotografer miskin..."

​Ryuga menghela nafas panjang sambil memijat pelipisnya. 

"Bagaimana kau bisa hidup dengan makhluk berisik seperti dia selama bertahun-tahun?"

​Kiara terkekeh. "Dino adalah alarm alami saya. Kalau dia berhenti berisik, berarti ada sesuatu yang salah. Justru karena dia 'hidup', saya merasa aman. Mungkin Anda butuh sedikit 'keberisikan' Dino dalam hidup Anda yang terlalu sunyi, Pak."

​Sentuhan di Tengah Fajar

​Ryuga terdiam, meresapi perkataan Kiara. Ia perlahan meletakkan laptopnya dan bersandar pada sofa. Kepalanya terasa sangat berat.

​"Kiara..." panggilnya lirih.

​"Ya, Pak?"

​"Bisakah kau... bercerita tentang sesuatu? Apa saja. Tentang jam tangan, tentang masa kecilmu, atau tentang bagaimana cara membuat kopi yang tidak terasa seperti racun ini."

​Kiara tersenyum lembut. Ia mulai bercerita tentang pengalamannya pertama kali membongkar jam dinding milik neneknya saat berusia tujuh tahun. Suaranya yang tenang dan rendah mengalun di ruangan itu, menjadi melodi yang asing bagi telinga Ryuga yang biasanya hanya mendengar suara mesin dan angka.

​Tanpa sadar, kepala Ryuga terkulai ke samping. Untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun, Ryuga Soobin Dewangga jatuh tertidur di tengah cerita tentang pegas dan roda gigi. Kepalanya bersandar di bahu Kiara.

​Kiara membeku, namun ia tidak menjauh. Ia membiarkan pria yang "tak pernah tidur" itu menemukan kedamaiannya sejenak. Hubungan ini terasa begitu hangat di tengah dinginnya pagi Jakarta.

​Kejutan Pagi Hari

​Tepat saat matahari terbit sepenuhnya, Dino terbangun dengan rambut yang lebih berantakan dari biasanya. Ia mengucek mata dan melihat pemandangan di depannya: Ryuga tertidur pulas di bahu Kiara, sementara Kiara juga ikut terlelap dengan kepala bersandar di atas kepala Ryuga.

​Dino langsung menyambar kameranya. Cekrek!

​"Wah, ini foto legendaris," bisik Dino sambil menahan tawa. "Judulnya: 'CEO Kulkas yang Akhirnya Mencair'. Ini bakal jadi bahan negosiasi bonus akhir tahun yang sangat kuat!"

​Namun, saat Dino melihat layar kameranya, senyumnya hilang. Di latar belakang jendela apartemen, ia melihat sebuah titik merah kecil sinar laser yang sedang mengarah tepat ke dada Ryuga.

​"KIARA! TIARAP!" teriak Dino sekuat tenaga.

​Suara teriakan Dino memecah keheningan fajar secepat peluru yang sedetik kemudian menghantam bingkai jendela kaca.

​PRANG!

​Serpihan kaca berterbangan. Kiara, dengan insting yang sudah terasah bertahun-tahun, langsung menarik kerah kemeja Ryuga hingga pria itu terjatuh dari sofa ke lantai yang dingin. Tubuhnya menindih Ryuga, melindunginya dari kemungkinan tembakan kedua.

​"Apa yang\_\_" Ryuga terbangun dengan kesadaran yang belum penuh, matanya mengerjap bingung melihat wajah Kiara yang hanya berjarak beberapa sentimeter dari hidungnya.

​"Jangan bergerak! Ada sniper!" desis Kiara.

​Dino merangkak dengan gaya komedi yang tragis di atas lantai, menyeret tas kameranya seperti sedang merayap di medan perang. 

"Aku bilang juga apa! Mbak Siti tidak mungkin mengirim laser mainan ke jendela kita! Itu asli, Pak Bos! Asli!"

​Titik merah laser itu menyapu dinding apartemen, mencari target yang kini bersembunyi di balik sofa butut. 

Kiara melirik ke arah tas taktisnya yang berada di atas meja makan terlalu jauh untuk dijangkau tanpa terekspos jendela.

​"Dino, matikan saklar lampu utama! Sekarang!" perintah Kiara.

​"Siap, Kapten!" Dino menendang sebuah sapu ke arah saklar di dekat pintu, dan tek! ruangan menjadi gelap gulita.

​Dalam kegelapan, Kiara bisa merasakan nafas Ryuga yang memburu di bawah tubuhnya. 

Jantung pria itu berdegup kencang, bukan karena takut, tapi karena adrenalin yang mendadak melonjak setelah sepuluh tahun hidup dalam kecemasan yang tenang.

​"Ryuga, Anda bisa mendengarku?" bisik Kiara.

​"Ya," sahut Ryuga, suaranya parau namun mulai terkontrol. "Apartemen ini sudah tidak aman. Mereka tahu kita tidak hanya membawa data, tapi juga 'kunci' fisik dari jam itu."

​"Kita keluar lewat pintu belakang, lalui tangga darurat sampai ke basement," Kiara bangkit sedikit, menarik Ryuga agar ikut merangkak. "Dino, ambil tas saya!"

​Dino berhasil meraih tas Kiara, tapi ia juga tidak lupa menyambar sisa martabak semalam yang masih ada di dalam kotak.

​"Makanan adalah bahan bakar untuk lari, Kiara! Jangan menghakimiku!" seru Dino pelan sambil memasukkan kotak martabak ke dalam tas kamera mewahnya yang berharga puluhan juta.

​Saat mereka mencapai pintu keluar, Dino sempat mengintip ke arah jendela yang pecah. "Pak Bos, kalau kita selamat, tolong ganti kaca jendela Kiara dengan kaca anti-peluru berlapis berlian. Jantungku hampir copot melihat laser itu!"

​Ketegangan di Tangga Darurat

​Mereka berlari menuruni anak tangga dengan cepat. Ryuga, yang "tak pernah tidur", kini merasa seluruh ototnya berteriak protes. Namun, saat ia melihat Kiara yang terus memegang tangannya, memandunya di kegelapan tangga yang hanya diterangi lampu darurat redup, rasa lelah itu kalah oleh tekad untuk melindungi wanita ini.

​Di lantai 3, langkah mereka terhenti. Terdengar suara sepatu bot yang berat mendaki tangga dari bawah. Tidak hanya satu orang, tapi setidaknya tiga orang.

​"Mereka mengepung kita," bisik Ryuga. Ia melihat ke sekeliling, lalu matanya tertuju pada pipa pemadam kebakaran di dinding.

​"Kiara, kau punya alat untuk memicu alarm kebakaran?" tanya Ryuga.

​Kiara tersenyum miring, mengeluarkan sebuah korek api gas dan botol parfum kecil dari sakunya. "Lebih dari sekadar memicu, Pak. Saya akan membuat pesta kecil."

​Kiara menyemprotkan parfum ke arah detektor asap sambil menyalakan api. Dalam hitungan detik, alarm gedung berbunyi nyaring: TEEET! TEEET! TEEET!

​Sistem sprinkler otomatis pecah, menyemburkan air ke seluruh lorong tangga. Di bawah guyuran air yang dingin, Ryuga menarik Kiara mendekat agar tidak terpeleset. Baju mereka basah kuyup, menempel pada kulit, menciptakan momen yang sangat intens di tengah kekacauan.

​Ryuga menatap Kiara, matanya berkilat di bawah guyuran air. "Jika kita keluar dari tangga ini, jangan pernah lepaskan tanganku. Mengerti?"

​Kiara mengangguk, merasakan genggaman Ryuga yang begitu kuat hingga hampir sakit. "Saya tidak berencana pergi ke mana pun tanpa Bos saya."

​Mereka menerjang pintu keluar menuju area parkir, meninggalkan para pengejar yang kebingungan di dalam kepulan asap dan air. Namun, di parkiran, sebuah mobil SUV hitam sudah menunggu dengan mesin yang menderu.

1
Inonk_ordinary
recomended untuk orh2 yg udah jenuh dg cerita yg ngambang. alur nya gak jelas dan yokoh yang itu2 aja
Inonk_ordinary
ya ampuuunnn bagus bangeettt,,pengambaran tokoh nya tu jelas bgt,,kaya ada didepan mata aku...wooooww daebaakkkk
nhatvyo24: terima kasih banyak ka ☺️ semoga suka ceritanya 🙏
total 1 replies
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
hemmm.. bilang aja kamu terpesona Ryu🤭 dan seiring waktu hubungan itu akn berkembang.. hadech mantan datang, hempaskan aj.
ini juga teman kocak si Dino gangguin aja, 🤣🤣
tp seru dan tegang.. penasaran kode apa itu ya?
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
wah sejauh ini ceritanya menarik, penulisannya juga bagus jadi enak bacanya. lanjutlah ..
nhatvyo24: terima kasih ka 🙏
total 1 replies
Inonk_ordinary
okee,,sebelom baca aku follow yaaa
nhatvyo24: 😄🤭 terimakasih ka🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!