NovelToon NovelToon
Incaran Bos Sendiri

Incaran Bos Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Diam-Diam Cinta / Romansa
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nita03

bekerja di sebuah perusahaan besar tentunya sebuah keinginan setiap orang. bekerja dengan nyaman, lingkungan kerja yang baik dan mempunyai atasan yang baik juga.
tapi siapa sangka, salah satu sorangan karyawan malah jadi incaran Atasannya sendiri.
apakah karyawan tersebut akan menghindar dari atasan nya tersebut atau malah merasa senang karena di dekati dan disukai oleh Atasannya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Halaman Delapan Belas

***

Laudya dan Maxim sudah kembali ke Jakarta, Baru saja Maxim mengantarkan Laudya Pulang. Padahal Laudya sudah mengatakan ia bisa naik Taxi, tapi Maxim tetap kekeh ingin mengantarkan nya Pulang. lagian ia juga menggunakan supir bukan dirinya sendiri yang menyetir.

Maxim juga merasa harus bertemu dengan Bu Mayang, karenakan sebelum nya ia juga meminta izin langsung kepada Bu Mayang untuk mengajak Laudya ke Jepang dan berjanji akan menjaganya.

Begitu juga sekarang, ia harus memulangkan Laudya dan memastikan nya dalam keadaan Baik.

Laudya sudah berada di dalam kamarnya, ia tidak langsung mengemas barang-barang nya. karena ia di minta untuk langsung beristirahat Oleh Ibu nya.

Mereka sampai di Jakarta itu pada Jam Tujuh Malam, dan sampai di Rumah Laudya sekitar jam Delapan lebih karena terjebak Macet.

Besok juga harus tetap kembali bekerja, walaupun baru pulang perjalan bisnis. Laudya harus bersikap Profesional dalam bekerja.

“Besok Malam aja cerita ke Ibu nya.” Gumam Laudya.

Laudya memang akan bercerita kepada Ibu nya soal Maxim, menurutnya cerita lebih nyaman itu hanya kepada Ibu nya.

.

Maxim tidak Pulang ke Apartemen nya, karena Bu Arumi terus meneror nya untuk pulang ke Mansion.

Maxim baru saja sampai dan ternyata Bu Arumi sudah menunggu di Ruang tamu.

“Tumben banget Mama nunggu disini, biasanya Juga kalau baru pulang dari luar kota atau luar negeri belum pernah di tungguin gini.” Ucap Maxim.

“Mama penasaran soal kamu sama Laudya.” Balas Bu Arumi.

“Ya Nanti aku ceritain.” Ucap Maxim.

Maxim berjalan ke arah lift, dan di ikuti oleh Bu Arumi. ia hanya bisa menghela nafasnya, bukannya di kasih minum terus di minta untuk istirahat, malah mau bahas yang lain.

Maxim sudah berdiri di depan Kamarnya, ia masuk begitu saja tanpa menghiraukan keberadaan Mama nya.

Sementara Bu Arumi, ia kembali membalikan tubuhnya. Maxim tetap masuk kamarnya.

Sampai di dalam, Maxim langsung Mandi karena tubuhnya sudah terasa sangat lengket dan Rasanya ia juga ingin cepat-cepat tidur.

Hanya beberapa Menit, Maxim sudah selesai. ia hanya memakai Handuk. Saat keluar dari kamar mandi berapa terkejutnya saat melihat keberadaan Mama nya.

“Sana Pakai baju nya dulu.” titah Bu Arumi.

Maxim berjalan ke arah Walk-In Closet untuk memakai bajunya, setelah selesai kembali menghampiri Mamanya.

Bu Arumi memberikan satu gelas wedang jahe kepada Putranya. “Biar lebih rileks.”

Maxim menerima gelas tersebut dan tidak lupa mengucapkan terima kasih.

“Mau Mama masakin apa buat Makan Malam?” Tanya Bu Arumi.

“Nasi Goreng Seafood aja.” Jawab Maxim.

Tadinya ia ingin cepat-cepat beristirahat, tapi tiba-tiba saja perut nya terasa lapar. Apalagi kalau di ingat-ingat terakhir ia makan itu di jam Tiga Sore.

“Kalau gitu Mama masak dulu ya, nanti mau makan disini atau di bawah?”

“Di bawah aja, Nanti aku turun.” Jawab Maxim.

Bu Arumi keluar kamar Putranya, beruntungnya masih ada Udang di lemari pendingin nya. Jadi masih bisa memasak Nasi Goreng Seafood sesuai permintaan Putranya.

Bu Arumi mulai memasak Nasi Goreng, beliau terkejut saat merasakan ada yang memeluk nya dari belakang.

Mencium Aroma parfum nya, Bu Arumi sudah menduga suaminya lah yang sedang memeluk nya itu.

“Bukannya sudah Makan, kenapa masak lagi?” Tanya Pak Bara.

“Buat Maxim, katanya Mau Nasi Goreng Seafood.” Jawab Bu Arumi.

“Sudah pulang ternyata, tumben pulangnya kesini biasanya juga ke Apartemen nya.” Ucap Pak Bara.

“Mama yang minta, soalnya kalau ke Apartemen pasti akan ke urus asupan Makanan nya.” Balas Bu Arumi.

Tapi, Bu Arumi juga sering berkunjung ke Apartemen Maxim. Setiap satu Minggu sekali pasti akan kesana untuk mengisi isi lemari pendingin nya.

Soal urusan beres-beres sudah ada orang suruhan nya, tapi tidak setiap hari. Hanya seminggu dua kali saja, dan itu Juga harus di saat Maxim sedang tidak ada di Apartemen, sesuai permintaan dari Maxim nya sendiri. Karana kurang nyaman kalau harus ada dirinya di Apartemen terus ada yang datang untuk bersih-bersih.

“Ekheemm.”

Pak Bara memutar kepala nya dan melihat Putranya sudah duduk di meja Makan.

“Sudah tua malah pelukan di dapur, gak malu apa sama umur.” Ucap Maxim.

Pak Bara menatap sinis Maxim. “Syirik aja, makanya sana cari Istri biar bisa kaya gini.”

“Nah udah tahu kita itu sudah tua, makanya cepat-cepat nyari istri terus kasih kita Cucu yang banyak.” Lanjut Pak Bara.

Maxim nya memutar matanya malas, ia lebih baik menaikan Ponsel nya dari pada harus berdebat dengan Papanya.

Setelah menunggu, nasi goreng nya sudah selesai di buat. Bu Arumi menghidangkan di atas piring dan memberikannya kepada Maxim.

Pak Bara dan Maxim tidak langsung kembali ke kamar, mereka malah ikut bergabung di Meja Makan dengan Maxim. Tapi tidak ikut malan hanya memperhatikan Maxim saja.

Maxim mendongkakkan kepalanya menatap kedua orang tuanya. “Mama sama Papa kenapa masih disini?” Tanya Maxim.

“Kamu ngusir kita?” Tanya Pak Bara.

Maxim menghela nafasnya, “Bukan ngusir, tapi kan ini sudah malam. Waktunya Istirahat. kalau mau ada yang di bicarakan besok saja.” Jawab Maxim.

Pak Bara dan Bu Arumi saling tatap, Pak Bara menganggukan kepalanya. “Yaudah kita ke kamar dulu, padahal Mama udah lama loh pengen Manjain kamu.”

Bu Arumi langsung beranjak dari tempat duduknya, tanpa menunggu suaminya atau Maxim bicara.

Pak Bara menatap Maxim. “,Hayooo Mama kamu ngambek, Mama kamu itu dari beberapa hari yang lalu pengen segera ketemu kamu, dan itu gara-gara dengar cerita teman arisannya. katanya ada salah satu teman Arisan nya gak pernah akur sama Ibu nya, Karena ngerasa Ibu nya itu gak perhatian, jadi memilih menjauh. Eh Minggu yang lalu dapat kabar katanya Ibu nya meninggal, dan dapat pakta katanya Ibu nya itu sayang sama dia, tapi gak tahu aja cara menunjukkan kasih sayang nya itu, nah teman arisan ini itu tahunya dari Adik nya, kalau selama ini Ibu nya gak pernah berbuat apa yang di tuduh sama teman Arisan Mama kamu itu, kalau ibu nya tidak adil, padahal si Ibu ini selalu berusaha mengupayakan untuk dia, dan ternyata Ibu nya itu malah bersikap tidak adil kepada Adik nya.”

“Mama kamu itu takut, takut kamu ngerasa apa yang di rasa oleh teman arisan nya.” Lanjut Pak Bara.

Pak Bara berdiri, sebelum pergi menyusul Istri nya ke kamar, beliau lebih dulu mendekati Maxim.

“Habisin Makan nya, setelah itu langsung Istirahat. Besok kan harus kembali kerja.” Ucap Pak Bara sambil menepuk Pundak Maxim.

1
Nita
happy reading guys, semoga suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!