NovelToon NovelToon
Variabel Yang Mencari Nilai Sejati

Variabel Yang Mencari Nilai Sejati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos
Popularitas:296
Nilai: 5
Nama Author: Erna Lestari

Oskar Biru Arkais sorang pemuda yang berusaha mencari arti cinta Sejati,
Dan Si Mahira Elona Luis si Gadis Tomboy yang Tak Pernah Percaya akan Adanya cinta Sejati

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

"di sana ombak tak berteriak ia datang dan pergi dengan irama yang jujur membuat diri belajar cara bernafas selaras"

Sinar matahari sudah mulai tinggi menyinari lokasi bakti sosial. Setelah beberapa jam bekerja, para peserta mulai beristirahat di bawah pepohonan yang rindang, menikmati makanan dan minuman yang telah disiapkan.

Elona mendekat ke arah Biru yang sedang duduk bersama Rekai dan Kalash, membawa dua gelas jus buah dingin di tangannya. Dia memberikan salah satu gelasnya kepada Biru dengan senyum ramah.

“Pak Ketua, terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan untuk acara hari ini,” ujar Elona dengan suara lembut namun jelas. “Bantuan barang dan uang yang kamu kirimkan sangat membantu kami menyelesaikan semua kegiatan dengan baik. Anak-anak desa juga sangat senang dengan buku dan alat tulis yang diberikan.”

Biru menerima jus dengan sedikit terkejut, lalu tersenyum kembali. “Sama-sama. Saya hanya melakukan hal yang seharusnya dilakukan sebagai ketua OSIS yang peduli dengan kegiatan sekolah".

Dia melihat ke arah Elona dengan pandangan yang sedikit bingung sebelum melanjutkan," bagaimana dengan mahkota bunga yang saya kirimkan? Kamu tidak suka dengan hadiah itu kah?”

Elona hanya mengangguk perlahan dan sedikit menjauhkan tubuhnya dari Biru – sesuatu yang tidak luput dari perhatian Rekai dan Kalash yang sedang menyimak percakapan mereka dari samping.

“Mahkota bunganya sangat cantik sekali, Pak Ketua,” ujar Elona dengan nada yang lebih formal dari biasanya. “Saya sangat menghargainya dan bahkan mengenakannya saat berinteraksi dengan anak-anak desa. Mereka sangat suka melihatnya.”

“Kalau begitu kenapa kamu tidak memakainyaa?” tanya Biru dengan rasa penasaran yang jelas terlihat di wajahnya.

Elona terdiam sejenak tersenyum sebelum akhirnya pergi. Meninggalkan tanda tanya besar bagi Biru

Rekai segera mendekati Biru."kayaknya Elona lagi jaga jarak deh pak ketu,Dia tidak ingin menjadi bahan gosip di sekolah ,apalagi berurusan dengan SiLuna

Kalash juga ikut menambahkan dengan senyum menyeringai. “Kalau Elona jauh dari Pak Ketua, nanti dia jadi kesepian dan malah fokus terus pada pekerjaan OSIS aja!”

Biru memberikan tatapan tajam pada Kalash yang langsung membuatnya terdiam dan menutup mulutnya dengan cepat. Dia kembali menatap Elona yang sudah menjauh dengan pandangan yang penuh dengan penghargaan.

"saya tidak akan membiarkan Elona menjadi salah paham dengan saya dan Luna saya akan menjelaskannya"ucapnya segera berlari mengejar Elona

"yahhh ungkapin aja pak ketuuu nanti diambil orangg kalau kelamaan teriak Kalish sambil tertawa dengan Rekai

Elonaaa Tungguuuu.....sebentarrrr Elonaaa,teriakk Biruu

"ada apa pak Ketua"tanya Elonaa

Sayaaa....sayaa ingin menjelaskan sesuatu

saya tidak memiliki hubungan apapun dengan luna"ucap biru ngos ngosan mengejar Elona

Elona mengangguk dengan sopan. “Saya mengerti itu, Pak Ketua. Saya juga tidak memiliki kesalahpahaman terhadapmu. Hanya saja saya merasa lebih baik jika kita tetap menjaga hubungan yang profesional saja. Saya tidak ingin ada orang lain yang salah mengartikan hubungan kita dan kemudian menyebabkan

Biru menghela napas perlahan tapi tetap menghormati keputusan Elona. “Baiklah, jika itu yang membuat kamu merasa nyaman, saya akan menghormatinya. Namun saya ingin kamu tahu bahwa saya selalu siap membantu jika kamu membutuhkan bantuan apapun – baik sebagai ketua OSIS maupun sebagai teman.”

Elona memberikan senyum hangat padanya. “Terima kasih banyak, Pak Ketua. Saya sangat menghargainya.”

Setelah itu, Elona berdiri dan mengatakan bahwa dia harus kembali memeriksa persiapan untuk kegiatan selanjutnya.

Kalash segera berbisik dengan suara rendah ke arah Rekai “Waduh Pak Ketua, kalah nih sama prinsip Elona yang kuat! Gimana nih sekarang mau bagaimana?”

Rekai segera menepuk bahu Kalash agar dia berhenti berbicara. “Jangan mengganggu Pak Ketua dong! Elona memang seperti itu – sangat fokus pada tujuan dan tidak ingin terlibat dalam masalah yang tidak perlu.”

Biru hanya tersenyum sedikit dan menatap ke arah Elona yang sedang sibuk bekerja dengan teman-temannya. Meskipun dia merasa sedikit kecewa karena Elona memilih untuk menjaga jarak, dia juga merasa semakin kagum dengan sikapnya yang tegas dan jelas tentang apa yang dia inginkan dalam hidupnya. Di dalam hatinya, dia berjanji bahwa dia akan menunggu dengan sabar dan tidak akan pernah memaksakan diri pada Elona.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!