NovelToon NovelToon
Saat Istriku Tak Bodoh Lagi

Saat Istriku Tak Bodoh Lagi

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Poligami / Selingkuh / Bullying dan Balas Dendam / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Itha Sulfiana

Firman selama ini berhasil membuat Kalila, istrinya seperti orang bodoh yang mau saja dijadikan babu dan tunduk akan apapun yang diperintahkan olehnya.

Hingga suatu hari, pengkhianatan Firman terungkap dan membuat Kalila menjadi sosok yang benar-benar tak bisa Firman kenali.

Perempuan itu tak hanya mengejutkan Firman. Kalila juga membuat Firman beserta selingkuhan dan keluarganya benar-benar hancur tak bersisa.

Saat istri tak lagi menjadi bodoh, akankah Firman akhirnya sadar akan kesalahannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Shopping

"Bagianmu sudah aku berikan, kan? Jadi, dimana sisa uangku? Aku ingin uang itu sekarang juga!"

"Pak Glen, begini..." Keringat dingin mulai membasahi dahi Firman. Kata-katanya pun terhenti, seolah tercekat di tenggorokan.

"Jangan bilang kalau uangku tiba-tiba dicuri orang, Firman! Aku tidak akan pernah menerima alasan bodoh semacam itu," kata pria bernama Glen tersebut.

Firman semakin ketar-ketir. Barusan, dia memang ingin memberikan alasan yang sama persis dengan apa yang diucapkan oleh pria dihadapannya itu.

Namun, rupanya Glen lebih dulu menebak dan membuat Firman semakin merasa gusar.

"Sa-saya tidak berniat bilang begitu, Pak," sangkal Firman berbohong.

"Bagus kalau begitu. Sekarang, dimana uangku?"

Otak Firman dituntut untuk berpikir cepat. Ia harus memikirkan satu alasan sebelum Glen semakin mencurigai dirinya.

"Uangnya belum saya ambil dari bank," jawab Firman pada akhirnya. Hanya itu alasan yang bisa ia pikirkan untuk saat ini.

"Oh, ya?" Pria didepannya itu tampak menatap Firman dengan mata menyipit. Seolah-olah, mencurigai sesuatu.

"Iya, Pak," angguk Firman. "Bagaimana kalau Anda kembali satu minggu lagi?"

"Satu Minggu?" Glen tersenyum kecil. Ia kemudian melangkah mendekati Firman lalu mencekik leher pria itu secara tiba-tiba.

Bugh!

Punggung Firman terbentur keras pada tembok yang ada dibelakangnya. Glen, pria itu yang mendorong keras Firman sambil terus mencekik leher Firman tanpa berniat melepaskannya.

"Jangan coba-coba mempermainkan aku, Firman!" peringat Glen.

"Ti-tidak," geleng Firman. "Sa-saya tidak berbohong, Pak Glen!" lanjutnya sembari berusaha melepaskan cekikan pria itu dari lehernya.

"Satu minggu terlalu lama. Aku ingin uangnya besok pagi!"

"I-iya, Pak," angguk Firman.

Glen akhirnya mau melepaskan cengkraman tangannya dari leher Firman. Pria itu tidaklah bodoh. Dia tahu, telah terjadi sesuatu terhadap uang yang telah susah payah ia dapatkan dari hasil korupsi di lembaga tempatnya bekerja.

Dan, tentu saja Glen tak ingin rugi. Apalagi, Firman sudah lebih dulu mendapatkan bagiannya sebagai pemilik rekening untuk menyembunyikan hasil korupsi milik Glen agar tak terendus oleh pihak manapun.

"Besok pagi aku akan kembali. Awas kalau uangku sampai tidak kembali. Nyawamu yang jadi taruhannya," peringat Glen seraya menepuk pipi Firman sedikit keras.

"Iya, Pak Glen!" angguk Firman ketakutan.

Akhirnya, Glen dan anak buahnya pergi meninggalkan tempat itu. Sementara, Firman tampak semakin gelisah karena ancaman yang ditinggalkan Glen.

"Darimana aku bisa dapatkan uang dua ratus juta itu?" tanya Firman bermonolog.

Kemudian, sebuah ide terlintas begitu saja dalam benaknya.

"Ahhha!! Aku bisa pinjam ke teman-temanku dulu!" ucapnya dengan nada optimis.

Diteleponnya orang-orang yang dianggap teman itu satu per satu. Sayangnya, tak ada seorang pun yang mau meminjamkan uang sebanyak itu kepada Firman. Bahkan, sepuluh juta saja tak ada.

"Sorry, Bro! Bukannya gue nggak mau bantu. Tapi, duit segitu gue emang nggak ada."

"Lu butuh duit segitu banyak buat apa, Man? Jangan-jangan... Lu bangkrut, ya? Sorry, deh! Gue nggak bisa bantu apa-apa. Gue juga lagi susah, nih. Jadi, minta bantuan sama yang lain aja, ya!"

"Dua ratus juta? Mau lu apain duit segitu banyak, Man? Memangnya, lu sanggup bayar kalau misalnya gue pinjemin? Dengar-dengar, sekarang lu udah punya dua bini. Jadi, otomatis pengeluaran lu juga semakin besar, kan? Gue nggak mau ambil resiko. Apalagi, kebanyakan pria yang selingkuh itu rata-rata pasti jadi kere dan akhirnya jatuh bangkrut. Dan mungkin... lo sekarang juga udah jatuh bangkrut makanya nekat cari hutangan."

"Berengsek!!" umpat Firman frustasi ketika jawaban semua teman-temannya selalu sama. Penolakan.

"Apa aku harus jual salah satu cabang tokoku?"

Solusi terakhir kini hanya dengan melepaskan salah satu toko meubel yang ia punya. Meski merasa sayang namun nyawa jauh lebih berarti dibanding satu toko itu.

"Eko! Ke sini!" teriak Firman sekencang mungkin.

"Iya, ada apa, Pak?" tanya pria yang segera menghampiri Firman dengan sigap.

"Toko yang ada di jalan Cempaka mau dijual. Segera, carikan calon pembeli sekarang juga! Saya mau, toko itu harus sudah terjual sebelum matahari terbenam."

"Hah?" Pegawai itu tampak melongo. Permintaan sang atasan dirasa terlalu berat. Menjual toko dalam waktu setengah hari? Mustahil. Yang ingin dijual adalah sebuah tempat dan barang dengan harga yang cukup fantastis. Bukan kacang goreng ataupun jagung rebus yang bebas dijual murah di pinggir jalan.

"Kamu tidak sanggup?" tanya Firman saat melihat Eko yang tampak tercengang. "Kalau tidak sanggup, resign saja!" ancamnya.

Eko tak berani berkomentar apapun lagi. Dia hanya mengangguk, menyanggupi permintaan sang atasan walaupun rasanya sangat mustahil.

"Semoga saja toko itu benar-benar bisa terjual sebelum malam," ucap Firman dengan penuh harap.

*

Ditempat lain, tepatnya disebuah gedung perkantoran yang begitu elit, seorang pria tertawa senang saat mendengarkan sebuah berita yang sebenarnya tidak terlalu mengejutkan.

Semuanya telah ia prediksikan dengan sangat baik dari jauh-jauh hari. Dan kini, semua itu akhirnya benar-benar terjadi.

"Panggil Kalila ke ruangan saya sekarang juga!" titah Kalandra kepada seseorang.

Tak berselang lama, pintu ruangan miliknya akhirnya terbuka. Lalu, Wajah ditekuk sang adik muncul dari balik pintu.

"Kenapa lagi sih, Bang?" ketus Kalila.

"Shopping, yuk!" ajak Kalandra dengan seringai di wajah tampannya.

"Shopping? Sekarang?" tanya Kalila.

"Ya, sekarang."

"Abang mau beli apaan, sih? Kok, ngajak shoppingnya tiba-tiba banget?"

Pria itu tersenyum lagi. Dengan tatapan matanya yang terlihat penuh dengan tipu muslihat, ia menjawab, "sebuah toko meubel. Tentunya, dengan harga yang paling murah."

1
Novi Partusia
ceritanya bagus🙏
Rino Wengi
mampusssssd
Rino Wengi
di anjing istrinya mau dijual
Rino Wengi
si setan mau naik haji???? nggak takut kualat?
Rino Wengi
kesel banget sama Kalila... sudah dikhianati masih betah disitu.mending pulang kerumah kakaknya minta cerai
Rino Wengi
kenapa nggak cerai saja bego
Lucy
😄😄😄😄mantap kalila
Siska Eta
jangan jangan Lia punya pria lain ya
Siska Eta
mantap lawan terus ,puas aku baca
Siska Eta
keluarga iblis di otak mareka hanya untuk memanfaatkan harta orang
Siska Eta
belum sadar dia kalau istrinya tengah menjatuhkanya
Siska Eta
pastikan jatuh sampai titik terendah
Siska Eta
Kalau su banyak uang lupa diri
Siska Eta
Cinta tanpa restu keluarga ternyata lebih sakit
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙤𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙞𝙙𝙖𝙝2 𝙪𝙩𝙚𝙠𝙚 𝙜𝙚𝙨𝙚𝙧 𝙨𝙖𝙠 𝙖𝙣𝙖𝙠2 𝙢𝙖𝙣𝙩𝙪2 𝙣𝙚 😭😭🤣🤣🤣
Melinda Corra Febrina
/Smile/
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙞𝙗𝙪𝙠 𝙠𝙤𝙠 𝙠𝙚𝙢𝙥𝙡𝙤 🤣🤣🤣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙠𝙖𝙧𝙢𝙖 𝙙𝙞𝙗𝙮𝙧 𝙩𝙪𝙣𝙖𝙞 𝙡𝙞𝙖 𝙡𝙞𝙖 🤣🤣🤣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙨𝙤𝙮𝙤 𝙜𝙚𝙨𝙚𝙧 𝙪𝙩𝙚𝙠𝙚 𝙠𝙚𝙡𝙪𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙠𝙞, 𝙟𝙚𝙣𝙚𝙣𝙜𝙚 𝙬𝙤𝙣𝙜 𝙨𝙪𝙜𝙞𝙝 𝙠𝙚𝙗𝙖𝙣𝙮𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙞𝙣𝙩𝙚𝙧 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙨𝙩𝙞 𝙥𝙣𝙮 𝙘𝙞𝙧𝙘𝙡𝙚 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜2 𝙝𝙚𝙗𝙖𝙩 𝙮𝙜 𝙣𝙜𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙝𝙪𝙠𝙪𝙢 🤣🤣🤣𝙠𝙤𝙠 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙖𝙧𝙚𝙥 𝙙𝙞𝙥𝙚𝙧𝙚𝙨 🤣🤣🤣𝙙𝙪𝙣𝙜𝙪 𝙖𝙣𝙘𝙚𝙣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙞𝙣𝙞 𝙢𝙞𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙪𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖 𝙤𝙩𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙪𝙙𝙝 𝙜𝙚𝙨𝙚𝙧 𝙠𝙖𝙡𝙞 𝙮𝙖, 𝙙𝙞𝙖 𝙮𝙜 𝙣𝙮𝙞𝙠𝙨𝙖 𝙆𝙖𝙡𝙞𝙡𝙖 𝙚𝙝 𝙜𝙞𝙡𝙞𝙧𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙠𝙞𝙩 𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙙𝙞𝙟𝙢𝙥𝙩 𝙙𝙞 𝙠𝙨𝙝 𝙨𝙪𝙧𝙥𝙧𝙞𝙨𝙚 𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙪𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖 𝙗𝙖𝙪 𝙩𝙖𝙣𝙖𝙝 𝙜𝙠 𝙩𝙖𝙪 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙜𝙠 𝙥𝙣𝙮 𝙤𝙩𝙖𝙠😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!