akhir zaman tiba, gerbang dimensi terbuka dan monster menghancurkan dunia, Rey kembali ke waktu sebelum gerbang pertama terbuka dan memiliki kekuatan baru untuk menghadapi zaman Akhir. Dia diberi kesempatan kedua untuk hidupnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsyTamp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29 – Lahirnya Tim Cosmic
Langit kota perlahan kembali biru.
Bukan biru bersih seperti sebelum kehancuran, tetapi cukup cerah untuk memberi harapan. Puing-puing masih berserakan, gedung-gedung runtuh berdiri seperti monumen kegagalan manusia, kemenangan telah diraih.
Di pusat kota, regu superhero resmi membantu warga membersihkan sisa kehancuran. Kamera media menyorot setiap gerakan mereka, namun sorotan utama bukan lagi pada seragam resmi pemerintah.
Nama yang terus disebut—di layar, radio, dan jaringan komunikasi—adalah satu.
Rey dan timnya.
“Tanpa mereka, kita sudah kehilangan kota ini sepenuhnya.”
“Tameng dimensi Rey menyelamatkan ratusan orang.”
“Si anak yang menghentikan waktu… dia pahlawan.”
Narasi publik berubah drastis. Dari pembangkang menjadi penyelamat. Dari buronan menjadi simbol harapan.
Namun, di gedung pemerintahan, suasananya justru semakin tegang.
Ruang sidang utama dipenuhi pejabat tinggi. Layar besar menampilkan rekaman pertarungan terakhir—monster kalajengking raksasa runtuh, disambar listrik Sila, dibakar api Boy, ditembus tembakan presisi Leoni, tim yang terluka disembuhkan oleh Leo, dan Deva yang menghentikan waktu.
“Keputusan kita salah,” kata seorang menteri dengan suara berat.
“Hampir saja kita menjadikan Rey musuh negara itu adalah kesalahan strategis.”
Jenderal tua mengangguk pelan.
“Dan semua itu berawal dari satu orang.”
Nama itu tidak perlu diucapkan.
Kolonel Armand.
Dokumen-dokumen rahasia kini terbuka di meja rapat. Perintah sepihak. Penahanan ilegal. Proyek-proyek yang tidak pernah dilaporkan ke dewan pengawas.
“Mulai hari ini,” ujar pemimpin pemerintahan,
“Kolonel Armand dicopot dari jabatannya. Semua hak dan pangkatnya dicabut.”
Tidak ada yang menentang.
Armand telah jatuh.
Di ruang tahanan militer, Armand duduk dengan tangan terborgol energi. Wajahnya tetap dingin, namun matanya menyimpan api yang belum padam.
Seorang penyelidik berdiri di depannya.
“Kami menemukan bukti keterlibatan Anda dalam penciptaan monster dan gangguan dimensi.”
Armand mengangkat alis.
“Penciptaan?” ulangnya ringan.
“Bukankah monster itu muncul dari retakan dimensi?”
Penyelidik menekan tombol, menampilkan hologram.
"Ya, tapi tidak semua, sebagian dari hasil penelitian illegal"
Rekaman lama diputar.
Laboratorium tersembunyi. Tangki-tangki besar berisi makhluk setengah jadi. Simbol genetika bercampur energi dimensi.
Dan Armand… berdiri di tengahnya.
“Itu monster ciptaanmu,” kata penyelidik.
“Kau memanipulasi energi dimensi dan DNA makhluk lain. Kau sengaja menciptakan ancaman… lalu menawarkan diri sebagai solusi.”
Untuk pertama kalinya, senyum Armand muncul.
“Dunia membutuhkan musuh,” katanya pelan.
“Tanpa ketakutan, mereka tidak akan patuh.”
Penyelidik menatapnya ngeri.
“Kau mengkhianati umat manusia.”
Armand mencondongkan badan.
“Aku menyelamatkan mereka… dan lihatlah mereka berevolusi.”
Tak lama setelah itu, keputusan resmi diumumkan ke publik.
Armand adalah pengkhianat.
Flashback – Awal Pengkhianatan
Bertahun-tahun lalu.
Armand berdiri di depan panel holografik yang menampilkan sesosok identitas asing dengan kekuatan misterius. Saat itu, mereka masih menganggap itu sebagai aset penelitian—bukan ancaman.
“Energi dari dalam portal dimensi terlalu berbahaya,” kata seorang ilmuwan.
“Kita harus menutup proyek ini.”
Armand mengepalkan tangan.
“Justru karena berbahaya, kita harus mengendalikannya.”
Ia berjalan keluar laboratorium malam itu… membawa data rahasia.
Di fasilitas lain, jauh dari pengawasan resmi, Armand memulai eksperimennya sendiri. Ia tidak mencari pahlawan.
Ia menciptakan monster.
Makhluk-makhluk itu tidak lahir secara alami. Mereka dibentuk. Dipaksa. Didorong oleh energi dimensi yang tidak stabil.
Tujuannya satu.
Menciptakan kekuatan sekaligus ancaman agar pemerintah bergantung padanya.
Namun, semua itu runtuh. Dunia tergoncang dan gerbang dimensi terbuka besar di tengah kota yang sibuk lalu kemunculan Rey dan timnya yang tumbuh melampaui rencana Armand.
Kembali ke masa kini, dunia nyata sibuk dengan politik dan pengadilan. Di ruang dimensi Rey, kehidupan justru berkembang.
Cahaya energi Cosmic menyinari ladang luas yang sebelumnya hanya padang rumput. Barisan tanaman singkong berdiri kokoh, daunnya hijau dan sehat. Tomat-tomat merah menggantung di ranting, siap dipanen.
Boy mengangkat satu singkong besar.
“Gila… ini lebih besar dari yang di dunia nyata.”
Leoni memeriksa hasil panen dengan alat sederhana.
“Energi dimensi mempercepat pertumbuhan. Tapi tetap stabil.”
Sila tersenyum kecil sambil memetik tomat dan sesekali memakannya.
“Tomat yang sangat lezat, untuk pertama kalinya… kita tidak cuma bertarung.”
Leo membawa keranjang penuh hasil panen ke gudang penyimpanan.
“Persediaan makanan kita bertambah pesat. Kita bisa bertahan lama di sini.”
Gudang itu kini penuh. Singkong disusun rapi, tomat dikeringkan sebagian, sayuran lain disimpan dalam ruang dingin energi.
Ruang dimensi bukan lagi hanya tempat pelarian.
Ia telah menjadi rumah, markas dan tempat latihan terbaik mereka.
Di tengah ladang, Rey berdiri menatap timnya.
“Kita sudah melewati banyak hal,” katanya.
“Kita bukan lagi sekadar tim yang bersembunyi dari pemerintah.”
Semua berhenti bekerja, menoleh padanya.
“Nama lama kita… lahir dari pelarian dan rasa ingin menolong,” lanjut Rey.
“Tapi sekarang, kita berdiri untuk sesuatu yang lebih besar.”
Ia mengangkat tangan. Energi kosmik berputar lembut di sekelilingnya—bukan agresif, melainkan stabil dan luas.
“Kita berurusan dengan dimensi. Dengan ruang. Dengan energi kosmik.”
Rey tersenyum.
“Mulai hari ini… kita adalah Tim Cosmic.”
Hening sejenak.
Lalu Boy tersenyum lebar.
“Tim Cosmic… keren.”
Sila mengangguk.
“Lebih dari sekadar nama. Itu identitas.”
Leoni menambahkan,
“Dan dunia akan mengingatnya.”
Deva, yang berdiri sedikit di belakang, mengangkat tangan kecilnya.
“Kalau gitu… aku bagian Tim Cosmic, kan?”
Rey berlutut di depannya.
“Tentu saja.”
Di dunia nyata, pemerintah mengumumkan permintaan maaf resmi.
“Kami mengakui kesalahan kami terhadap Rey dan timnya,” ucap pemimpin pemerintahan di depan kamera.
“Mereka adalah sekutu umat manusia.”
Nama Tim Cosmic pun diumumkan secara global.
Bagi sebagian orang, mereka adalah pahlawan.
Bagi sebagian lain, mereka adalah kekuatan yang harus diawasi.
Di ruang dimensi, sinar energi mulai padam perlahan. Ladang-ladang hijau bergoyang diterpa angin.
Di gudang, persediaan makanan bertambah.
Di markas, Tim Cosmic berdiri lebih solid dari sebelumnya.
Dan di dunia nyata, bayangan pengkhianatan Armand masih menyisakan luka.
Monster telah dikalahkan.
Namun ancaman… belum sepenuhnya hilang.
Karena pengkhianat sejati tidak pernah berhenti merencanakan.