NovelToon NovelToon
Kutukan Cinta Istri Tak Dianggap

Kutukan Cinta Istri Tak Dianggap

Status: tamat
Genre:Tamat / Poligami / Cinta Paksa / Penyesalan Suami
Popularitas:548.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Bareta

(Revisi)

Merasa akhirnya bebas dari ikatan pernikahan dengan Elsa, wanita pilihan orangtuanya, Edward, berniat menata ulang hidupnya dan membangun rumah tangga bersama Lily, sang kekasih.

Namun tanpa disadari saat tangannya menggoreskan tandatangan di atas surat cerai, bukan sekedar perpisahan dengan Elsa yang harus dihadapi Edward tapi sederetan nasib sial yang tidak berhenti merudungnya.

Tidak hanya kehilangan pekerjaan sebagai dokter dan dicabut dari wasiat orangtuanya, Edward mendadak jadi pria impoten padahal hasil pemeriksaan dokter, dirinya baik-baik saja.

Ternyata hanya Elsa yang mampu mengembalikan Edward menjadi pria sejati tapi sayangnya wanita yang sudah terlanjur sakit hati dengan Edward, memutuskan untuk menikah kembali dengan Erwin, adik iparnya.

Apakah Edward akan memaksa Elsa kembali padanya atau memutuskan tetap menjadi pria mandul dan menikahi Lily ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bareta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan yang Tiba-tiba

Edward menatap keluar jendela pesawat menuju Yogykarta. Tidak ingin menunda masalah one night stand di hotel yang mungkin melibatkan daddy Robert, Edward memutuskan untuk menyusul orangtuanya ke Yogya sekalian bertemu dengan adiknya yang berencana akan menikah.

Entah sudah berapa kali dokter muda itu menghela nafas, memikirkan masalah yang bertubi-tubi datang akhir-akhir ini dan pengakuan Lily semalam membuat Edward seperti dihantam godam yang membuat kepalanya langsung sakit.

“Kalian berdua yakin tidak tahu siapa yang membawaku pergi dari restoran malam itu ?”

Edward menatap Fahmi dan Joko bergantian. Firasat Edward mengatakan kalau kedua orang kepercayaan di hadapannya ikut terlibat masalah dengan Lily tapi selama tidak ada bukti, Edward hanya bisa berasumsi dan menebak-nebak.

“Apakah selama ini daddy menyuruh orang mengawasiku ?”

“Tidak pernah ada perintah seperti itu lewat saya, dokter,” sahut Joko tanpa keraguan.

“Saya juga tidak pernah diminta melaporkan kegiatan anda pada dokter Robert,” sahut Fahmi penuh keyakinan.

“Tapi malam itu ada orang yang menjemputku di restoran dan membawaku ke hotel. Aku yakin Lily tidak terlibat malah membuatnya kesal karena orang itu sudah membuat semua rencananya gagal total.”

Ekspresi kedua asisten itu sudah terlatih hingga Edward tidak bisa menebak apakah mereka jujur atau berpura-pura.

Edward mengedarkan pandangan saat tiba di area penjemputan. Terakhir ia datang ke Yogya sekitar 6 tahun yang lalu untuk menemui Lily sebelum ia berangkat untuk mengambil program spesialis di Amerika.

Waktu itu pesawat masih mendarat di Bandara Adi Sucipto dan sekarang untuk pertama kalinya Edward menginjakkan kakinya di Yogyakarta International Airport.

Tidak ada orang yang menjemputnya karena Edward datang tanpa pemberitahuan bahkan Fahmi dan Joko dilarang bicara pada daddy Robert.

(JOKO) Dokter Robert sedang berada di Rumah Sakit Panti Rapih bersama nyonya dan tuan Erwin.

(EDWARD) Ok, terima kasih.

Edward menggunakan taksi yang ada di bandara langsung menuju lokasi yang diberitahukan Joko. Rasanya tidak sabar ingin bertanya langsung pada daddy-nya sekalian bertemu dengan wanita yang menjadi calon istri adiknya.

**

Begitu tiba di rumah sakit, Edward baru menghubungi daddy Robert dan memberitahu kalau ia sudah ada di Yogya bahkan di rumah sakit tempat daddy dan mommy-nya berada.

“Untuk apa kamu datang kemari ?” daddy Robert menautkan alisnya, melihat Edward datang sambil membawa koper.

“Ada masalah penting yang ingin aku tanyakan pada daddy sekalian bertemu dengan Erwin. Kenapa tidak ada yang memberitahuku kalau Erwin sudah pulang ke Indonesia sejak sebulan yang lalu ?”

“Kamu sedang sibuk dengan perempuan itu, lagipula Erwin memilih langsung terbang kemari.”

“Karena calon istrinya orang sini ? Aku dengar dari Fahmi, Erwin akan segera menikah.”

Daddy Robert menatap putranya dengan alis menaut tapi tidak memberikan jawaban pasti atas pertanyaan Edward.

“Dimana mommy dan Erwin.”

“Sedang ke poliklinik. Kita susul ke sana, tadi daddy habis terima telepon.”

Edward mengangguk dan mengikuti daddynya menyusul mommy dan Erwin. Tidak lama alisnya menaut saat membaca papan bertuliskan “Kebidanan dan Penyakit Kandungan”.

“Kenapa kita kemari, Dad ? Mommy sakit apa ?”

Daddy Robert tidak menjawab, terus berjalan menuju pintu salah satu ruang pemeriksaan yang tidak lama terbuka.

Dari dalam ruangan bukan hanya mommy dan Erwin yang keluar, mata Edward langsung membola melihat Elsa berada di samping Erwin.

“Ed, kamu ngapain di sini ?” tanya mommy Silvia terkejut melihat putranya sudah berada di samping daddy Robert.

Edward tidak menjawab karena masih terpana melihat Erwin dan Elsa keluar dari ruang periksa dokter kandungan.

“Apa kabar kak Edward ?” Erwin langsung memeluk kakaknya yang masih terpaku dan tidak percaya pada penglihatannya sementara Elsa bergeming di tempatnya malah membuang muka, enggan bertatapan dengan Edward.

“Eh baik… Kamu gimana kabarnya ? Kenapa nggak kasih tahu kalau sudah di Indonesia sejak bulan lalu ?”

Erwin tertawa sambil melirik Elsa. “Maaf agak sibuk Kak lagipula aku dengar kakak juga sedang banyak urusan di Jakarta.”

“Mommy ada masalah apa sampai ke dokter kandungan ?” Mommy tersenyum sambil menggelengkan kepala.

“Mommy baik-baik saja hanya menemani Elsa periksa kandungannya.”

Mata Edward langsung membola lalu berpaling pada Erwin yang kelihatan tenang-tenang saja.

“Kalian…” Erwin tidak menjawab malah kembali tertawa. Daddy Robert yang berdiri di belakang Edward menarik satu sudut bibirnya sambil geleng-geleng kepala. Anak sulungnya benar-benar tidak peka.

Ooeekk… oooeekkk…

Elsa yang tidak bisa menahan rasa mual buru-buru lari ke kamar mandi, disusul Erwin yang sengaja berlagak seperti suami siaga.

“Mom, apakah mereka…..” Edward tidak bisa menyelesaikan kalimatnya.

“Mereka kenapa ? Kamu senang kan akhirnya Elsa tidak akan menganggumu lagi karena sudah ada Erwin di sampingnya ?”

“Tapi dia….”

“Dia siapa ?” tanya mommy dengan alis menaut.

“Bagaimana bisa mommy dan daddy mengijinkan Erwin menghamilinya sebelum menikah ?”

“Kalian sudah sama-sama dewasa, daddy dan mommy hanya bisa berharap kalian bertanggungjawab pada keputusan yang sudah diambil. Lagipula daddy dan mommy senang karena Elsa masih menjadi menantu kami.”

“Bukankah kamu sudah minta Joko dan Fahmi untuk mengurus perceraianmu dengan Elsa ? Begitu semuanya beres, kamu bisa menikahi dokter Lily dan Erwin menikah dengan Elsa,” ujar daddy Robert.

Tidak lama Erwin kembali hanya sendiri. “Elsa dimana, Win ?”

“Kami berdua pulang naik taksi saja, Mom, Elsa tidak tahan mencium bau badan kak Edward, perutnya langsung mual. Kita langsung ketemu di rumah saja.”

Spontan Edward menciumi dirinya sendiri dan tidak ada bau yang menyengat bahkan ia tidak memakai parfum seperti biasanya. Mommy langsung tertawa sedangkan daddy tersenyum sambil geleng-geleng kepala.

“Sepertinya bayi yang ada di perut Elsa paham kalau kamu adalah laki-laki yang sudah menyakiti maminya,” sindir mommy di sela-sela tawanya.

**

“Kenapa dia ada di sini ?” tanya Elsa saat berada di dalam taksi bersama Erwin. “Siapa yang memberitahunya ?”

“Tidak ada dan kak Edward belum tahu kalau kamu hamil anaknya. Dia malah berpikir akulah yang membuat perutmu buncit.”

Elsa menghela nafas dengan wajah kesal. Rasa mualnya tidak dibuat-buat, begitu hidungnya mencium bau tubuh Edward yang semakin dekat, perutnya langsung terasa campur aduk.

“Terus kenapa dia di sini bahkan tahu kalau kita sedang di rumah sakit ?”

“Aku juga nggak tahu, El, baru juga ketemu. Belum sempat tanya-tanya kamu udah oek-oek lari ke kamar mandi.”

“Apa dia akan tinggal di rumah juga ?”

“Kayaknya begitu, tidak mungkin tidur bareng aku di tempat kost.” Elsa langsung menghela nafas kesal.

“El, Daddy baru aja wa, ngajak kita makan siang dulu sama kak Ed juga, gimana ?”

“Memangnya bisa menolak ?” ketus Elsa dengan bibir mengerucut.

“Ya nggak bisa sih,” sahut Erwin sambi terkekeh sementara tangannya membalas pesan daddy lalu memberitahu sopir taksi tujuan baru mereka.

“Mau kerjasama untuk menguji perasaan dan kepekaan kak Ed soal anaknya yang ada di dalam perutmu itu ?

“Buang-buang waktu ! Dia nggak pernah menganggap aku manusia selama di sampingnya.”

“Maksudmu selama ini kak Ed melihatmu seperti mahluk halus yang kasat mata, iya ?” Erwin kembali tertawa saat Elsa menganggukan kepala.

“Makanya kita tes apakah kak Ed masih begitu padahal sudah ada anak benihnya di dalam rahim mahluk halus yang cantik ini atau tidak.

Kalau nggak berubah sedikit pun berarti kak Ed perlu dimusiumkan karena tergolong manusia berhati batu.”

“Terserah kak Erwin aja !” Erwin menganggukan kepala sambil tertawa.

1
aryuu
karya otor sangat luar biasa bagus ... terimakasih sudah berkarya 🙏
aryuu: sama sama otor... tetap semangat berkarya 🤗
Baretta: Terima kasih Kakak Aryuu
total 2 replies
kriwil
heran sama si elsa mau mau nya mencintai laki laki bekas si lily yang menjijikan 😀
kriwil
elsa juga ga bener udah tau yang di pilih jadi suami punya pacar juga di pilih padahal masih ada adiknya yang jomblo siapa pun juga akan jijik hanya atas dasar dia cinta sama si edward padahal udah tau lakinya punya pcr ngapain si elsa maju milih nikah sama si ed
Alif
katanya kuliah kedokteran klo orang g diatas pinter itu g bisa, lah sedangkan dokter satu ini ambil gelar spesial isinya aj diLN, tp logok bego, authornya ini yg nyari gara2..
Jaya Purba
Luar biasa
Leni
Kinan keras kepala
murni l.toruan
Lily yang disayang ternyata bau busuk yang menjijikan
Leni
gilang
Leni
ganti jodoh a Erwin thor kurang respect sm yg nm a kinan
murni l.toruan
Syukurlah ortunya memiskinkan anaknya sendiri, aku berharap impoten seumur hidup..... hehehe jahattt banget kutukan para netizen
Leni
Kinan tuuu
kompiang sari
satu kata buat Hilda thor ... nyahok
kompiang sari
thor yg sakit tuh di Hilda bukan Omanya x
kompiang sari
kasi pelajaran buat suami yg macam Edward El ...
kompiang sari
adeehh induknya pelakor datang
Tutuk Isnawati
keren
Woro Wardani
Luar biasa
Arya Al-Qomari@AJK
klo q jadi Edward, udah ku jorokin si Cindy biar nyungsep sekalian walaupun Cindy sedang mabuk karena sudah lancang sekali. setelah itu akan menjauhi Cindy daripada ntar jadi masalah
Baretta: Salam kenal Kak
Terima kasih sudah mampir di karya saya 🙏🙏
total 1 replies
Arya Al-Qomari@AJK
klo seandainya Erwin tunangan mungkin bukan Elsa perempuannya, mungkinkah Erwin dan Kinan?
Arya Al-Qomari@AJK
Edward oh Edward kau seorang dokter tp diperdaya lili-mbut alias lelembut alias setan gk sadar2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!