NovelToon NovelToon
MENIKAHI PEWARIS ARROGANT

MENIKAHI PEWARIS ARROGANT

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa / Kontras Takdir / Office Romance
Popularitas:825.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

ZUA CLAIRE, seorang gadis biasa yang terlahir dari keluarga sederhana.

Suatu hari mamanya meninggal dan dia harus menerima bahwa hidupnya sebatang kara. Siapa yang menyangka kalau gadis itu tiba-tiba menjadi istri seorang pewaris dari keluarga Barasta.

Zua tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah dalam semalam. Tapi menjadi istri Ganra Barasta? Bukannya senang, Zua malah ketakutan. Apalagi pria itu jelas-jelas tidak menyukainya dan menganggapnya sebagai musuh. Belum lagi harus menghadapi anak kedua dari keluarga Barasta yang terkenal kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 3 Ganra mabuk

Ganra meneguk segelas wine. Habis pertemuan keluarga yang melelahkan dan menguras emosinya tadi, kini ia berada di sebuah bar yang biasa ia kunjungi. Ia ingin menenangkan diri dengan minuman. Pria itu merasa tidak berguna karena tidak bisa melawan perintah kakeknya. Tidak bisa menolak perjodohan itu. Sialan, ia paling benci dengan hidupnya yang begitu membosankan. Ia merasa selama dia hidup, dirinya selalu dikekang dan hidup dalam tekanan. Kalau tidak oleh kakek dan papanya, pasti mamanya. Mereka selalu mau dia hidup seperti yang mereka inginkan, tanpa menanyakan apa pendapatnya.

Seperti halnya menikah. Lagi-lagi dia yang harus berkorban, menikahi perempuan yang sama sekali tidak dia kenal. Dan yang bodohnya lagi, dia sama sekali tidak bisa melawan sang kakek. Akhirnya yang bisa pria lakukan adalah, melampiaskan semua kekesalannya dengan minum-minum.

"Segelas lagi." ucap pria itu.

"Tampaknya kau ada masalah," kata sih bartender sekaligus temannya. Namanya William. Selama bersahabat dengan Ganra, ia lihat lelaki itu selalu tertekan.

"Aku akan menikah," gumam Ganra lalu tersenyum sinis. Matanya sesekali tertutup, menandakan bahwa dia sudah mabuk. William menatapnya kaget.

"Menikah? Memangnya ada wanita yang kau sukai? Siapa wanita beruntung itu?" pria itu berseru semangat. Tapi aneh, kalau mau menikah kenapa laki-laki di depannya ini malah terlihat tidak senang? Harusnya dia bahagia kan?

"Masih anak kecil. Dadanya saja baru tumbuh. Hah!" Ganra mendengus keras. Ia sempat mengamati penampilan Zua tadi, dan di matanya gadis itu memang masih anak-anak. Bagaimana dia bisa menikahi anak-anak? Laki-laki dewasa sepertinya, yang wanita seksi saja tidak bisa membangkitkan gairahnya, apalagi gadis kecil yang delapan tahun lebih muda darinya.

"Apa kakekmu berulah lagi dengan menjodohkanmu?" tanya William kemudian.

Ganra tidak menjawab. Tapi senyum miringnya sudah mewakili jawabannya. William menghembuskan napas panjang dan menatap pria itu iba. Kasihan sekali nasib sahabatnya yang satu ini. Hanya statusnya saja yang pewaris perusahaan terbesar di kota itu, tapi hidupnya penuh tekanan di akibatkan oleh keluarganya sendiri.

Habis minum-minum William menelpon Leon, sepupu Ganra untuk menjemput laki-laki yang sudah mabuk berat itu. Saudara Ganra yang satu ini memang paling setia pada Ganra.

"Astaga, kau sudah mabuk berat. Bagaimana kalau ketahuan tante Dian? Memangnya kau tidak bosan diceramahi terus apa?" celetuk Leon. Untung malam-malam begini semua orang sudah tidur. Jadi ia tidak perlu takut ada yang melihat sepupunya ini saat pria itu mabuk berat. Biasanya kalau Narin, adiknya yang lihat, gadis itu akan langsung melapor ke tante Dian. Tapi ini sudah tengah malam, pasti sudah tidak ada yang bangun. Apalagi Narin.

"Aku kepanasan," gumam Ganra di sela-sela mabuknya. Kebetulan mereka melewati kolam renang yang berada di lantai dua. Leon yang memapah tubuh besar Ganra merasa kewalahan, ia akhirnya melepaskan sepupunya dan membiarkan pria itu berjalan ke arah kolam.

Ternyata ada orang lain yang duduk di tepi kolam itu. Leon mengamatinya dari jauh. Tidak mungkin Narin, mamanya, atau tante-tantenya akan duduk bersantai di pinggir kolam malam-malam begini. Ini sudah tengah malam, mana mereka berani coba.

Leon terus menatap lurus ke depan. Semakin dekat dia berjalan, sosok itu makin jelas. Oh, itu adalah sih anggota keluarga baru. Calon istrinya Ganra. Leon mengakui keberaniannya menyendiri di tempat remang-remang tengah malam begini.

"Zua, apa yang kau lakukan di sini?" gumam Leon pelan. Meski tidak ada yang seorangpun yang akan mendengarnya kalau dia bersuara keras, ia tetap memilih memelankan suaranya. Pria itu menatap gadis didepannya dengan heran. Zua menoleh. Ia melirik Leon sebentar lalu berpindah ke sosok yang berdiri tiga meter di belakang pria itu.

Ganra.

Zua masih ingat jelas nama calon suaminya. Keningnya berkerut. Sepertinya pria itu mabuk.

"Jangan hiraukan dia. Kau belum menjawab pertanyaanku. Kenapa belum tidur dan menyendiri di sini?" Leon menatap gadis itu lurus.

"Aku nggak bisa tidur, ingin cari udara segar." sahut Zua. Leon tertawa.

"Cari udara segar? Di sini? Yang ada kamu malah masuk angin. Sebaiknya kau masuk sekarang. Jangan sampai sakit karena masuk angin." ujar Leon. Dia yang paling dewasa dan ramah di antara Ganra dan Danta. Padahal dia yang paling muda. Mungkin sifatnya menurun dan mamanya yang rendah hati dan ramah.

"Bagaimana dengan dia?" Zua menunjuk Ganra. Pria itu sedang berdiri membelakangi mereka.

"Dia mabuk, tapi tenang saja ada aku." sahut Leon. Zua mengangguk lalu berdiri dan berjalan hendak meninggalkan kolam.

Tapi sebelum berhasil pergi dari situ, tangannya tiba-tiba di raih oleh Ganra.

"Oh, siapa ini? Aku mengenali wajahmu." gumam Ganra dalam mabuknya. Sesekali matanya tertutup, khas orang mabuk pada umumnya. Zua berusaha bersikap tenang. Dan Ganra membuka matanya lagi. Kali ini ia memajukan kepalanya ke depan wajah Zua.

Sangat dekat hingga Zua bisa merasakan napas pria itu yang berbau alkohol. Refleks Zua mundur. Ia tidak suka mencium bau alkohol, tidak suka dengan laki-laki yang suka mabuk-mabukan. Ia sangat benci aroma alkohol.

"Anak kecil, calon istriku." gumam Ganra di depan wajah Zua. Lalu pria itu tertawa merendahkan

Anak kecil?

Zua kesal dibilang anak kecil, tapi ia berusaha tidak menanggapi karena tahu lelaki itu sudah mabuk berat.

Ia ingin segera pergi dari situ, namun tangannya masih digenggam kuat oleh lelaki itu.

"Kau mabuk, lep ... Lepaskan aku."  Zua berusaha melepaskan diri. Pandangannya berpindah ke Leon, seolah meminta bantuan pria itu. Mata Ganra kini fokus ke bagian dada Zua yang tertutupi kaos longgar. Pria itu kembali tersenyum remeh.

"Aku masih tidak percaya akan menikahi seorang gadis kecil yang dadanya bahkan belum tumbuh."

Perkataan tersebut sukses membuat mata Zua melotot. Ia malu karena mata Ganra terus menatap ke arah dadanya, dan kesal karena perkataan pria itu. Dadanya belum tumbuh? Enak saja. Belum lihat saja pria itu kalau dia pakai baju ketat.

Lelaki ini sangat menyebalkan. Saat sadar, ia sangat angkuh dan menyebalkan. Ketika mabuk, jadi suka merendahkan orang lain dan makin menyebalkan. Zua tambah gondok. Nasibnya sangat miris, kenapa kehidupannya yang sederhana tiba-tiba harus berupa begini sih.

"Ahhh!"

Byuur ...

Zua berteriak. Tubuhnya sudah melayang ke dalam kolam renang bersama laki-laki itu. Astaga, apa-apaan! Airnya sangat dingin. Untung airnya tidak dalam. Kalau tidak dia bisa tenggelam karena tidak tahu caranya berenang. Gadis itu segera melepaskan diri dari cengkeraman Ganra dan berusaha naik. Ia tidak tahan dengan rasa dingin yang menembus kulitnya.

Leon yang ikut kaget, buru-buru meraih handuk di dekat situ dan menyodorkannya ke Zua. Ia ikut membantu gadis itu keluar dari kolam.

"Pakai ini. Cepat masuk dan ganti pakaianmu. Biar dia aku yang urus." kata Leon. Zua menatap Ganra sebentar yang masih asyik berlama-lama di dalam kolam, lalu pergi dari situ. Menyebalkan sekali.

1
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
*Septi*
narin mulai menunjukkan perhatiannya
Heni Mulyani
lanjut
Dwi Winarni Wina
Kehamilan zua disambut sangat baik dan semua keluarga barasta sangat happy skl,,,terutama sang kakek barasta akan memberikan hadiah kezua...

Mama dian hanya mengucapkan selamat sikapnya msh dingin dan datar kezua.....
suatu hari nanti mama diam dibukakan hatinya melihat ketulusan hatinya zua....

pada dasarnya hati narin baik krn pernah dikecewakan tmn2nya dan dibully jd membentengi dirinya bersikap sombong dan arogan....
Baguslah narin berubah lbh baik lagi...

lanjut thor.....
Dian Rahmawati
Wah Narin kamu ternyata baik..Cocok kakek ga suka si Bunga
memei
jangan lupa ganra beri bodyguard buat zua
Hanima
👍👍
Ilfa Yarni
syukurlah Narin sudah berubah tinggal mama Dian nih oh ya kakek jg tau bunga ya hebat jg si kakek tau aja klo bunga berbahaya
kyo
syukur Narin sdh bisa menerima Zua di keluarga mereka,
semoga rencana Bunga ga berhasil utk menculik/mencelakai zua ya thor
ardiana dili
lanjut
Bunda Abi
semoga Suatu gak diapa-apain sama si Bunga😢
Setyowati Setyowati
selalu terbaik
Desmeri epy Epy
lanjut thor
yuning
aku yakin mama Ganra sudah mulai baik
partini
kakek you the best 👍👍👍👍
Aurora
narin tanpa sadar jadi lembut,emang aslinya baik karna dia dikecewakan jadi berubah,dalam hati dian pasti senang cuma disembunyiin aja,suka sama kakek barasta yg peka,betul lbih baik putuskan kontrak dan pakai bodyguard,ga kebayang kalo anak zua lahir pasti ramai suasana rumahnya 🥰
Sleepyhead
Hormon sexual selama kehamilan mengalami perubahan meningkat
Estrogen
Progesterone
Testosterone
Libido
mang tri
semoga ,zua ga knp2
mang tri
gila banget si bunga
Ang Ma
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!