SEASON 2 JIN PERUSAK RUMAH TANGGA DAN JIN BAJANG.
Rahi dan Daaris mulai bisa menerima satu sama lain dan berkomitmen untuk tidak bercerai meski batas waktu pernikahan mereka telah berakhir.
Apakah mereka bisa mempertahankan biduk rumah tangga mereka jika jin perusak rumah tangga mulai masuk merecoki mereka, ditambah lagi dengan keberadaan jin bajang didalam rahim Rahi, apakah mereka bisa menang melawan mereka atau justru Rahi dan Daaris yang akan dikalahkan dengan mudah oleh musuh-musuh manusia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kegerahan atau Kepanasan?
Keesokkan harinya, kondisi Rahi sudah membaik, karena tadi malam Rahi tertidur dengan nyenyak, dan pagi ini Rahi tiba lebih awal di rumah Tjandra Aila seperti hari-hari biasanya. Saat ini Rahi langsung menuju ke teras halaman belakang rumah ini. Sesampainya disana Rahi melihat Ny.Aila ke-6 sedang duduk di salah satu kursi meja di teras belakang, karena sejak tadi pagi Ny.Aila ke-6 sedang menunggu kedatangannya Rahi.
"Assalamualaikum Ny.Fatma" ucap Rahi mengucapkan salam
Ny.Aila ke-6 hanya tersenyum saja dalam menanggapi s**** yang Rahi ucapkan barusan.
"Sini duduk, Ra!" perintah Ny.Aila ke-6
Rahi langsung mematuhi perintahnya Ny.Aila ke-6, dan saat ini Rahi sudah duduk di salah satu kursi meja di teras belakang rumah ini.
"Nyonya, apakah ada sesuatu yang ingin anda sampaikan kepada saya?" tanya Rahi yang saat ini sedang merasa penasaran karena Ny.Aila ke-6 tidak biasanya berada di teras belakang di jam-jam seperti ini.
Ny.Aila ke-6 tersenyum ke arahnya Rahi, "Ra, aku ingin meminta bantuan dari-mu!" ucap Ny.Aila ke-6
"Bantuan apa, Nyonya?" tanya Rahi
"Aku ingin kamu membantuku untuk menghilangkan rasa takutnya Daaris terhadap hantu atau setan" jawab Ny.Aila ke-6
"Maafkan aku Nyonya. Sepertinya aku tidak bisa membantu Tuan Muda Daaris dalam menghilangkan rasa takutnya terhadap hantu atau setan, karena aku bukanlah seorang psikiater atau-pun psikolog, Nyonya" tolak Rahi halus
"Aku tahu Ra, kamu itu memang bukanlah seorang yang ahli dalam bidang ini, akan tetapi kamu adalah satu-satunya orang yang bisa membantuku untuk menyembuhkan rasa takutnya Daaris kepada hantu (setan)" ucap Ny.Aila ke-6
"Dulu sewaktu Daaris masih kecil, Daaris pernah pingsan gara-gara melihat penampakkan hantu (setan) di area rumah tua yang sedang kamu tinggali saat ini, yang akhirnya membuat dia menjadi t**** dan sangat takut sekali dengan hal-hal yang berbau m****, khususnya hantu (setan). Nah, kamu kan sekarang tinggal di rumah tua itu, dan kamu juga sangat terkenal sekali dengan julukanmu yang di juluki sebagai gadis hantu penunggu rumah tua oleh semua orang di kompleks ini. Aku berharap jika Daaris selalu bersama denganmu dan kamu bisa membuat Daaris tidak takut lagi kepadamu, maka kesempatan Daaris sembuh dari rasa takutnya terhadap hantu akan semakin besar kemungkinannya" ucap Ny.Aila ke-6 menjelaskan
"Tapi Nyonya, aku bukanlah gadis hantu. Aku hanyalah gadis biasa saja" ucap Rahi mengklarifikasi
"Iya Ra, aku tahu kok kalau kamu itu hanyalah gadis biasa, akan tetapi Daaris dan sebagian besar orang di komplek cempaka 5 ini menganggap bahwa kamu adalah seorang gadis hantu, karena saat kemunculanmu dulu dari dalam rumah tua itu sangat menggemparkan seisi penghuni komplek Cempaka 5 ini" ucap Ny.Aila ke-6
"Aku tidak percaya bahwa kau hanyalah gadis biasa saja, Ra. Jika kamu hanyalah seorang gadis biasa-biasa saja, kamu tidak akan mungkin bisa bertahan lama tinggal di dalam rumah tua itu" ucap Ny.Aila ke-6 di dalam hatinya
"Bahkan aku saja yang sudah menguasai ilmu kesaktian level paling tinggi, tidak bisa mengalahkan pemimpin penunggu rumah tua itu, dan Tuan-ku (Iblis se**mb*han keluarga Tjandra Aila) juga melarangku untuk bersinggungan langsung dengan pemimpin penunggu (Jin/Setan/Iblis) rumah tua itu" ucap Ny.Aila ke-6 di dalam hatinya
"Huh... Seharusnya dulu (pada saat pindah ke rumah tua) aku langsung mengunjungi mereka (para tetangga)" jawab Rahi dengan ekspresi wajahnya yang merasa bersalah.
Rahi merasa sangat bersalah karena dulu saat dia baru pindah ke komplek ini, Rahi tidak sempat untuk mengunjungi/berkenalan dengan para tetangganya di komplek ini, karena Rahi terlalu sibuk dengan sekolahnya (sibuk belajar), sehingga ketika Rahi tiba-tiba muncul dari dalam rumah tua itu, membuat kaget semua penghuni komplek Cempaka 5.
Melihat Rahi yang sedang bersedih, Ny.Aila ke-6 meraih salah satu tangannya Rahi dan langsung menggenggamnya dengan hangat, "Sudahlah Ra... Itu bukan salahmu. Mungkin memang sudah takdirnya kamu muncul dengan cara seperti itu, yang pada akhirnya membuatmu memiliki julukan si gadis hantu, sehingga kamu bisa membantuku dalam menangani Daaris yang sifat buruknya (main perempuan) sudah di luar batas kewajaran, dan kamu juga bisa menjadi orang yang akan membantuku dalam menghilangkan rasa takutnya Daaris yang sangat berlebihan terhadap hantu (setan)" ucap Ny.Aila ke-6 menghibur Rahi
"Iya Nyonya" ucap Rahi yang saat ini sudah mulai sedikit terhibur dengan perkataannya Ny.Aila ke-6
"Ra, kamu mau-kan membantuku? (menghilangkan rasa takutnya Daaris terhadap hantu)" tanya Ny.Aila ke-6
"Aku mau Nyonya. Akan tetapi aku tidak tahu bagaimana caranya agar Tuan Muda Daaris tidak takut lagi kepada hantu" jawab Rahi
"Kamu hanya perlu bersikap baik saja kepadanya (Daaris), dan kamu harus menunjukkan semua perilakumu yang terlihat seperti manusia normal pada umumnya" ucap Ny.Aila ke-6
"Baiklah kalau begitu Nyonya, aku akan berusaha sebaik mungkin" jawab Rahi yang pada akhirnya menyanggupi
"Terimakasih ya, Ra" ucap Ny.Aila ke-6 sambil tersenyum
"Iya Nyonya, sama-sama" jawab Rahi
Saat ini Rahi dan Ny.Aila ke-6 mulai memandangi Raga yang sedang berlari mengitari taman halaman belakang rumah keluarga Tjandra Aila, padahal tubuh Raga sedang terluka, akan tetapi Raga masih tetap berolahraga meski hanya berlari saja olahraga yang bisa dia lakukan saat ini.
Ny.Aila ke-6 menanyakan pendapatnya Rahi tentang Raga, "Menurutmu, Raga itu orangnya seperti apa?" tanya Ny.Aila ke-6
"Dia itu orangnya baik dan terkadang terlihat sangat menggemaskan" jawab Rahi
"Apakah kamu menyukai Raga, Ra?" tanya Ny.Aila ke-6
"Iya, aku sangat menyukainya" jawab Rahi sambil tersenyum.
Waktu terus bergulir, dan saat ini Rahi dan seluruh anggota keluarga Tjandra Aila sedang menyantap sarapan pagi mereka.
Tiba-tiba Ny.Aila ke-6 mendapatkan panggilan telepon dari Pak Andre yang mengabarkan bahwa dirinya tidak bisa masuk kerja untuk sementara waktu, karena orang tuanya di kampung sedang sakit keras, sehingga Pak Andre ingin meminta ijin untuk cuti sementara waktu. Selain itu Pak Andre juga akan mengirimkan salah satu kerabatnya untuk menggantikan posisinya sebagai sekretaris pribadinya Daaris untuk sementara waktu.
Pak Andre adalah karyawan yang sudah bekerja cukup lama di perusahaan Tjandra Aila, dan dia juga sudah menjadi salah satu orang kepercayaannya Ny.Aila ke-6 yang kelak akan di jadikan oleh Ny.Aila ke-6 untuk menjadi tangan kanan-nya Daaris. Selain itu Pak Andre juga sangat jarang sekali mengambil cuti, sehingga saat dia meminta ijin untuk cuti sementara waktu, Ny.Aila ke-6 langsung mengijinkannya, dan Ny.Aila ke-6 juga menyetujui rencana Pak Andre yang akan memperkerjakan salah satu kerabatnya untuk mengisi posisinya sementara waktu, sebab Ny.Aila ke-6 sangat percaya sekali dengan semua pilihannya Pak Andre.
Setelah mendengar kabar itu, Ny.Aila ke-6 memerintahkan Daaris dan Rahi untuk menjenguk orang tua Pak Andre yang sedang sakit keras di kampungnya Pak Andre.
"Daaris, hari ini kamu tidak usah berangkat ke kantor dulu ya!" perintah Ny.Aila ke-6
"Loh, memangnya kenapa Nek?" tanya Daaris
"Lebih baik kamu jenguk orang tuanya Andre saja, yang saat ini sedang sakit. Biar nanti pekerjaan kamu, nenek yang akan mengambil alih" jawab Ny.Aila ke-6
"Apakah aku wajib menjenguk mereka Nek?"
tanya Daaris
"Tentu saja kamu wajib menjenguk mereka, karena pengabdiannya Pak Andre kepada keluarga kita sudah bertahun-tahun lamanya. Dia juga telah Nenek persiapkan untuk menjadi tangan kananmu. Selain itu bukankah sebagai seorang majikan yang baik kita harus memperhatikan pegawainya" jawab Ny.Aila ke-6
"Baiklah Nek, aku akan menjenguk orangtuanya Pak Andre" ucap Daaris mengiyakan
Saat ini Ny.Aila ke-6 langsung beralih ke arahnya Rahi, "Rahi kamu tahu-kan rumahnya Pak Andre?" tanya Ny.aila ke-6
"Iya Nyonya, aku tahu rumahnya" jawab Rahi
"Temanilah Daaris kesana ya!" perintah Ny.Aila ke-6
"Baik Nyonya" jawab Rahi patuh
****
Saat ini Rahi dan Daaris sudah berangkat menuju ke kampung halamannya Pak Andre, yang tidak lain adalah kampung halamannya Pak Ahmad, dan ternyata Pak Andre adalah adik iparnya Pak Ahmad.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya Daaris, Rahi, dan supir pribadinya Daaris telah tiba di kampung halamannya Pak Andre, bahkan mereka bertiga tiba lebih awal beberapa menit di bandingkan dengan Pak Andre, sehingga membuat Pak Andre merasa terkejut saat mendapati Daaris sudah berada di dalam rumahnya.
Malam ini Daaris dan Rahi tidak bisa langsung pulang ke kota J, sebab akan sangat melelahkan jika langsung melakukan perjalanan kembali pulang ke kota J tanpa beristirahat terlebih dahulu semalam di kampung ini. Karena di rumahnya Pak Andre tidak ada kamar yang kosong, akhirnya dengan terpaksa Pak Andre membawa Daaris, Rahi dan supir pribadinya Daaris ke rumahnya Pak Ahmad untuk menumpang tidur semalam saja di rumah itu.
Saat ini Daaris begitu tercengang ketika menyaksikan orang-orang di rumahnya Pak Ahmad menyambut kedatangannya Rahi dengan sorak-sorai penuh kegembiraan, dan yang paling sangat membuat Daaris terkejut adalah ketika mengetahui bahwa Rahi ternyata mempunyai orangtua.
"Jadi gadis hantu ini punya orangtua juga ya. Apa mungkin semua ucapannya (Rahi) dahulu itu memang benar adanya, bahwa dia bukanlah seorang gadis hantu" ucap Daaris di dalam hatinya.
***
Saat ini matahari sudah lebih condong ke arah barat, dan dalam waktu 2 jam lagi matahari itu akan tenggelam.
Zulfikar adalah anak tertuanya Pak Ahmad, dan saat ini dia baru saja kembali pulang ke rumahnya setelah selesai mengajar murid-murid di pondok pesantren di samping rumahnya.
Saat Zul masuk kedalam rumahnya, dia merasa heran ketika mendapati Pamannya (Pak Andre) berada di dalam rumahnya dan di temani oleh dua orang pria asing yang tidak dia kenali sebelumnya.
Zul langsung menyalami satu-persatu tamu di rumahnya, setelah selesai bersalaman, Pak Andre meminta Zul untuk ikut duduk bersama dengan mereka semua di ruang tamu rumah ini. Saat ini Pak Andre langsung mengenalkan Daaris dan supir pribadinya Daaris kepada Zul.
"Zul, kenalkan ini Bos-nya Paman, namanya adalah Tuan Muda Daaris" ucap Pak Andre sambil menunjuk sopan ke arahnya Daaris
Zul dan Daaris saling tersenyum sopan satu sama lain dan sedikit membungkukkan badannya sedikit.
"Dan yang ini adalah Ryan, supir pribadinya Tuan Muda Daaris" ucap Pak Andre sambil menunjuk sopan ke arahnya Ryan
Zul dan Ryan pun langsung tersenyum sopan satu sama lain dan sedikit membungkukkan tubuhnya sedikit.
"Oh iya Zul, mulai besok kamu tolong gantikan posisi Paman ya sebagai sekretarisnya Tuan Muda Daaris untuk sementara waktu!" pinta Pak Andre
"Paman, maaf aku belum bisa menjawabnya sekarang, karena aku harus meminta ijin dulu dari para pengurus pondok" jawab Zul
"Kamu tenang saja Zul, tadi Bapakmu sudah meminta ijin cuti untukmu, dan para pengurus pondok mengijinkannya. Jadi kamu mau kan menggantikan posisinya Paman untuk sementara waktu?" tanya Pak Andre
"Iya Paman, aku mau" jawab Zul patuh
Meskipun Zul adalah lulusan pondok pesantren, akan tetapi Zul juga pandai menjadi seorang sekretaris.
"Kalau begitu saya pamit undur diri dulu ya!" ucap Zul sopan
"Iya silahkan" ucap semua orang yang sedang berada di ruang tamu
Saat ini Zul mulai beranjak dari duduknya dan mulai melangkahkan kakinya untuk menuju ke ruangan kamarnya, dan Zul langsung kaget ketika mendapati Rahi sedang berada di dalam rumah ini. Mereka berdua saling menyapa satu sama lain, dan dari kejauhan Daaris mengamati interaksi di antara Rahi dan Zul yang masih bisa tertangkap oleh pandangan matanya.
Malam harinya, Daaris yang baru saja selesai menerima panggilan telepon dari tunangannya, mulai berjalan masuk kembali ke dalam rumahnya Pak Ahmad, karena tadi Daaris sengaja menerima panggilan telepon itu di luar rumahnya Pak Ahmad, sebab Daaris takut jika topik obrolannya dengan tunangannya kurang enak di dengar oleh anggota keluarganya Pak Ahmad.
Saat dalam perjalanan untuk kembali ke ruangan kamarnya, Daaris melewati kamarnya Zul dan mendengar suara Zul dan suaranya Pak Ahmad sedang menyebut-nyebut nama Rahi, sehingga membuat Daaris merasa penasaran, dan pada akhirnya Daaris memutuskan untuk sedikit mencuri dengar obrolan mereka berdua.
"Zul, apakah kamu menyukai Rahi?" tanya Pak Ahmad
"Jika kamu menyukai Rahi, Bapak akan melamarkan Rahi untukmu!" tawar Pak Ahmad
"Iya Pak, aku memang menyukai Rahi" jawab Zul dengan nada suara yang malu-malu
Daaris tidak menyangka bahwa masih ada orang yang mau menjadikan Rahi si gadis hantu itu untuk menjadi seorang istri.
Setelah mendengar jawabannya Zul, Daaris melanjutkan jalannya kembali, akan tetapi lagi-lagi langkahnya terhenti, karena Daaris merasa penasaran dengan obrolannya Rahi dan kedua orangtuanya Rahi, yang saat ini sedang menyebut-nyebut nama Zul di dalam ruangan kamarnya Rahi, dan Daaris mencoba mencuri dengar dari balik pintu kamarnya Rahi.
"Seandainya ya Ra, mm kalau kamu di lamar sama Zul, kamu mau nggak Nak?" tanya Ibu Sani
"Ya mau lah Ma, Zul kan orangnya baik" jawab Rahi yang di sertai dengan tawa kecilnya.
"Hah... Jadi gadis hantu itu bisa suka juga sama seseorang" gumam Daaris yang saat ini sedang terkejut dengan jawabannya Rahi
"Dan anehnya lagi, dia malah suka sama orang yang religius kaya dia (Zul), apa nggak panas tuh nantinya? (setankan biasanya kepanasan jika dekat-dekat dengan orang yang beriman)" gumam Daaris, yang tanpa sadar merasa tidak suka dengan jawaban yang baru saja di lontarkan oleh Rahi kepada kedua orangtuanya Rahi. Saat ini hawa panas mulai memenuhi hatinya Daaris saat ini.
"Kok malem ini pa**s banget yah?" ucap Daaris yang tiba-tiba merasakan kep*na*an karena hatinya sedang di b*k*r ap* cemburu.
x seperti ilham yg ku kenali 😒,, suka guna kekurangan utk raih impati org spt aku 😔.. wlu Bkn dgn Wang ringgit tetapi mencuba agar x jatuh, motivasi utk bangun..
rupa nya selama ni, ku buang masa pd org yg x hargai aku.. ku x minta cinta,cuma ku x suka di tipu
Orang ingin ramai untuk hilangkan rasa takut, dia malah usir demi mo jalankan misi berduaan dgn Rahi
bertahan kah