NovelToon NovelToon
Dipaksa Jadi Yang Kedua

Dipaksa Jadi Yang Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: heni

Keinginan Zella, dia ingin tetap menjalani kehidupan tenang dan damainya dengan status janda. Namun hal itu terbentur oleh keadaan yang memaksanya harus menjadi istri kedua pria yang tak dia kenal. Zella dipaksa keadaan masuk dalam rumah tangga orang lain.

Hal ini sangat Zella benci, biduk rumah tangganya dulu hancur karena orang ketiga, namun kini dirinya malah jadi yang ketiga. tapi Zella tak berdaya menolak keadaan ini.

Akankah kehidupan damai berpoligami bisa Zella jalani dengan keluarga barunya? Ataukah malah masuk ke dalam sebuah neraka yang tak berdasar? Ataukah ada keajaiban yang membuka jalan pilihan lain untuk Zella, agar tak masuk dalam paksaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Kini Kalian Punya Tante

Mendengar cucunya di Rumah Sakit, Melvita langsung pergi meninggalkan kelompok arisannya dan langsung menuju Rumah Sakit. Setelah mendapat informasi di ruangan mana cucunya di rawat, kakinya melangkah cepat menuju ruangan itu. Setelah sampai ruangan, di sana dia melihat Abi berada di samping ranjang yang ditempati Rihana.

"Mana Rayhan?"

"Rayhan masih di ICU, ada Miko yang jaga dia," jawab Abi.

"Kamu gimana sih jaga adik kamu, sampai dia kejang gitu?? Kamu kasih makan sembarangan ke adikmu?? Atau kau sengaja bikin celaka Rayhan! Kamu dendam apa sama adikmu?? " maki Melvita pada Rihana.

Zella selesai mengganti baju, saat keluar dari kamar mandi dia disambut kata-kata pahit dari mulut Melvita. Zella seketika meradang. "Bu! Ibu jangan salahin Rihana atas musibah yang dialami Rayhan! Rihana juga menderita karena hal ini!" sambar Zella.

Melvita berjalan kearah Zella. "Kamu orang luar jangan ikut campur urusan keluarga kami!" makinya sambil mendorong bahu Zella, membuat wanita itu mundur selangkah.

"Saya adalah calon ibu sambung mereka! Siapa saja yang mengusik anak-anak saya! Maka akan berhadapan dengan saya! Saya tidak takut sama Anda! Sekali pun Anda ibu dari laki-laki yang akan menikahi saya!" ucap Zella dengan nada yang lebih tinggi.

Melvita terpaku mendengar jawaban Zella. "Akhirnya kamu menampakan wujud iblis kamu! Kemaren saat pertama bertemu kamu tampil bak malaikat di depanku!" ucap Melvita.

"Terserah Anda lihat saya seperti apa! Anda sopan saya segan, Anda kurang ajar, saya akan lebih kurang ajar sama Anda!"

Abi termanga menyaksikan pedebatan di depan matanya, biasanya wanita yang dikenalkan padanya sangat segan dan sopan pada Melvita. Sedang Zella seberani itu melawannya.

"Kamu tahu saya ini calon mertua kamu! Berani sekali kamu sama saya!" maki Melvita.

"Saya akan menikahi Abi, visi misi saya kebahagiaan dia, Rihana dan Rayhan bagian kebahagiaan Abi! Anda berani menyakiti salah satunya, sama saja Anda mengusik ketenangan Abi! Dan calon suami saya di usik, saya tidak akan diam saja!"

"Abi! Lihat seperti ini wanita yang akan kamu nikahi!" teriak Melvita.

"Ibu yang salah! Datang-datang marahin Rihana! Zella hanya membela apa yang sepatutnya dia bela!" sahut Abi.

"Yang harus Anda tahu, Rihana juga sakit! Apakah ada Anda menanyakan keadaan dia??" Zella berdecih kesal. "Jangankan menanyakan keadaannya, Anda malah menyalahkan dia atas kondisi Rayhan."

"Bu, lebih baik ibu ikut saya, kita lihat Rayhan di ICU," Ajak Abi .

Melvita masih kesal pada Zella. Tapi dia segera meninggalkan ruangan mengikuti Abi.

Zella langsung memeluk Rihana yang nampak syok karena dimarahi neneknya.

"Nenek benar. Aku salah karena nggak bisa jaga adik."

Zella melepaskan pelukan mereka. "Kamu nggak salah, kamu juga sakit. Dengar kata dokter kalau ada yang iseng masukin obat pencuci perut ke minuman kamu? Kamu juga korban sayang." Tangan Zella membelai lembut sisi kepala Rihana.

"Terima kasih, tante udah bela aku."

"Kamu anak yang luar biasa, tante nggak bela kamu. Tante hanya bicara fakta."

"Tante." Rihana langsung mendekap Zella begitu erat. "Aku menerima tante sebagai mamaku."

"Tante merasa dapat hadiah besar, karena mempunyai anak sehebat kamu dan Rayhan."

Rihana melepas dekapannya, "Aku nggak hebat, aku pengecut."

"Kamu hebat. Saat anak seusia kamu diwaktu libur menghabiskan waktu untuk kesenangannya sendiri. Tapi kamu, kamu malah memanfaatkan waktu liburmu untuk bersama adikmu. Kamu hebat!"

"Dia hanya punya aku, dan aku hanya punya dia."

Zella mengusap lembut pucuk kepala Rihana. "Kini kalian punya tante."

Rihana mengangguk cepat, menyetujui pernyataan Zella. "Kami sekarang punya tante yang akan menjadi ibu kami! Aku sayang tante." Rihana kembali terisak.

"Tante harus berterima kasih sama siapa? Karena tante mendapat dua anak yang sudah besar dan hebat, tanpa proses melahirkan dan membesarkan keduanya."

"Tante ...." Rihana merasa Zella mengejeknya.

"Tante serius. Sepertinya tante harus berterima kasih sama almarhumah ibu kalian. Nanti ajak tante ziarah ke makam ibumu, ya."

"Aku juga mau, tante. Tapi Nenek dan Ayah nggak suka ibu, mereka tak pernah memberitahuku alamat makam ibu. Dulu saat ibu meninggal, aku terlalu sedih jadi nggak mengingat wilayah mana pemakaman itu."

"Nanti tante bicara sama Ayahmu, dan minta om Miko antar kita."

"Aku sangat berterima kasih sama tante kalau tante berhasil bujuk Ayah kasih tau di mana kubur ibu."

"Tante tak bisa janji bisa bawa kamu ke pusara ibumu, tapi tante akan berusaha membujuk Ayahmu agar mengizinkan kita mengunjungi pusara ibumu."

***

Di bagian lain Rumah Sakit.

Abi dan Melvita baru keluar dari ruang ICU. Keduanya lega mendengar keadaan Rayhan semakin membaik, dan mereka diminta menunggu di ruang perawatan. Mereka memutuskan untuk kembali ke ruang perawatan Rihana sambil menunggu ke ruangan mana Rayhan nanti akan dipindahkan.

"Sebelum Rayhan kejang, ada orang yang memasukan obat ke minuman Rihana. Hingga Rihana sakit perut dan lama di kamar mandi. Saat yang sama ada orang yang melempar sesuatu kearah Rayhan, membuat Rayhan kejang. Entah memang rencana orang yang sama atau kebetulan, saat yang sama Restoran menerima laporan ada ular di area kolam renang, sebab itu di area kolam renang tidak ada orang. Hingga saat Rayhan kejang tak ada yang menyadarinya, aku pun tahu keadaan Rayhan saat Zella lebih dulu menyadarinya."

"Kamu sudah tahu siapa pelakunya?" tanya Melvita.

"Belum, masih ku buru. Akan ku balas perlakuan mereka pada kedua anakku, pastinya dengan rasa sakit yang berkali-kali lipat!"

"Kamu perhatian pada anakmu??" Melvita heran dengan Abi yang tiba-tiba peduli.

"Harusnya aku peduli pada mereka sejak dulu."

"Jadi kamu sudah memaafkan Fatma?"

"Aku memperhatikan anakku memang seharusnya dan itu kewajibanku sebab mereka darah dagingku. Harusnya ini ku lakukan sejak dulu, karena kehadiran mereka di dunia ini tak ada kaitan dengan kebencianku pada ibu mereka."

"Jadi kamu akan mengambil mereka dari ibu?"

"Aku akan bawa mereka bersamaku kalau mereka mau ikut aku. Kalau mereka mereka memilih bersama ibu aku tetap menghormati pilihan mereka."

Sesampai di ruang perawatan Rihana, Abi dan Melvita disambut pemadangan hangat. Di sana Zella dan Rihana tengah bermain. Zella duduk begitu nyaman di ranjang pasien yang Rihana tempati.

"ABC 5 dasar!" ucap Rihana semangat. Dia langsung mengeja abjad sesuai jumlah jarinya dan Zella."

"K!" seru Rihana.

"K, hewan kangguru! K benda, kursi! K buah, kasturi!"

"Nggak ada ya nama buah kasturi!" potong Rihana.

"Ada! Kamu mau tante cari di google buah kasturi?" tantang Zella.

"Nggak ada ih tante!"

"Ada!" Zella tak mau kalah, dia segera meraih handphonenya dan mencari informasi tentang buah kasturi.

"Lihat nih hasil pencarian tante, Mangga kasturi (Mangifera casturi) adalah jenis mangga endemik Kalimantan Selatan yang terancam punah di alam liar (Extinct in the Wild) karena deforestasi, namun masih dibudidayakan untuk konservasi dan memiliki nilai ekonomi tinggi karena rasa manis dan aroma khasnya."

"Dan ini foto buahnya."

"Aduh seru banget kalian," sela Melvita.

Zella dan Rihana langsung menyudahi permainan mereka. Zella turun dari ranjang Rihana dan menjauh dari sana. Menjaga jarak dengan Melvita lebih baik bagi Zella.

"Bagaimana keadaan Rayhan?" tanya Zella pada Abi.

"Membaik, sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan, lagi di urus sama Miko."

"Syukurlah kalau membaik."

"Tante, tante berapa lama lagi di kota ini?" tanya Rihana.

"Belum tahu, sampai proses pembebasan Ayah tante selesai. Tante untuk sementara tinggal di rumah Ayah kamu."

"Aku boleh menginap di rumah Ayah selama tante Zella di sana?" tanya Rihana pada Abi.

Rihana merasa permintaannya kelewatan. "Maaf Ayah, bukan mau ganggu Ayah. Aku hanya ingin bersama tante Zella selama aku masih libur."

"Kenapa tidak boleh? Rumah yang Ayah tinggali juga rumah kalian. Datanglah saat kalian mau."

Air mata Rihana seketika merembes. Entah kenapa nada bicara Ayahnya terasa sangat hangat dan penuh kasih sayang, dan ini salah satu hal yang dia nantikan selama ini.

"Kenapa nangis? Ayah salah bicara?" Abi meluncurkan kursi rodanya mendekat pada Rihana. Tangannya meraih tangan Rihana dan menepuk lembut tangan itu. "Maafin Ayah jika kata-kata Ayah melukaimu."

"Ayah!" Rihana langsung turun dan memeluk Abi.

"Hei! Tali infusmu perhatikan sayang. Nanti berdarah loh."

Rihana tertawa menertawakan dirinya yang lupa kalau satu tangannya dipasang infus. "Aku terlalu bahagia. Jadi lupa kalau lagi diinfus."

"Maafkan Ayah selama ini tak peduli sama kalian. Sampai Ayah bingung sendiri bagaimana memperbaiki hubungan sama kalian. Akhirnya ada yang memotivasi Ayah, agar Ayah jangan takut untuk memulai." Abi menatap sekilas pada Zella.

"Maafin aku juga, karena selama ini egois nggak mau tahu tentang Ayah, sampai nggak bisa lihat niat baik Ayah yang berusaha memperbaiki segalanya."

1
Ma Em
Semangat Thor semoga menjadi yg terbaik dan selalu mendapatkan rating 🤲🤲🤲.
ᗰIՏՏ ᘜᗩᑭTᗴK ᵖⁱⁿⁿ: Aamiin, makasih😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!