NovelToon NovelToon
ISTRI KEENAM

ISTRI KEENAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Office Romance
Popularitas:116k
Nilai: 5
Nama Author: Melon Milk

Sisi Caldwell dipaksa keluarganya mengikuti pesta kencan buta demi menyelamatkan perusahaan, hingga terpilih menjadi istri keenam Lucien Alastor, miliarder dingin yang tak percaya pada cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melon Milk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

Sisi langsung naik ke kamar tanpa menyalakan lampu. Lampu meja sudah menyala, padahal ia yakin telah mematikannya pagi tadi.

Sisi meletakkan tas dan ponsel di atas tempat tidur, lalu masuk ke kamar mandi karena tubuhnya terasa lengket.

Setelah hampir setengah jam berendam, ia keluar hanya mengenakan jubah mandi yang panjangnya sebatas paha, dengan belahan dada yang sedikit terlihat tipis, tapi tetap ada.

Ia mengeringkan rambutnya sambil duduk di tempat tidur Lucien.

Selesai, ia meletakkan handuk di meja samping lalu berbaring sambil mengutak-atik ponsel barunya. Ia langsung memasang kembali kartu SIM lamanya. Terlalu malas menyimpan nomor baru.

Kring… kring…

“Raja Neraka menelepon,” gumam Sisi kaget.

“Dijawab atau tidak ya?” gumamnya ragu.

Namun jarinya malah menekan tombol jawab.

“NOMOR YANG ANDA TUJU SEDANG BERADA DI LUAR BUMI. SILAKAN HUBUNGI LAGI SAAT ANDA MENJADI PRIORITASNYA,” ucap Sisi nyaris tertawa.

Ia langsung menutup telepon dengan senyum puas.

“Pasti Raja Neraka itu sedang kesal sekarang,” gumamnya senang.

“Kau benar-benar suka mengejekku, ya, wanita?”

Suara bariton yang sangat familiar itu membuat seluruh tubuh Sisi membeku.

Napasnya tercekat.

Ponselnya terlepas dari tangan.

Lucien berdiri di salah satu sudut ruangan.

“Dan kau juga berani tidur di tempat tidurku?” tambahnya dingin.

Mulut Sisi terbuka, tapi tak satu kata pun keluar. Semua keberaniannya lenyap seketika.

Lucien melangkah mendekat.

Sial. Sisi benar-benar mati sekarang.

“Begini penampilanmu saat aku pergi, Istri?” ucap Lucien serak. “Hanya memakai jubah mandi? Kau berniat tidur denganku seperti itu?”

Sambil bicara, ia melepas dasinya.

Jantung Sisi berdebar liar, bukan karena senang, melainkan karena takut.

“L-Lucien…” Kenapa ia gagap?

“Ya, Istri,” jawab Lucien dengan nada menggoda.

Ia melepas jasnya dan melemparkannya entah ke mana.

“A-apa yang kau lakukan?” tanya Sisi tergagap.

Lucien hanya menyeringai.

Tiga kancing kemejanya sudah terbuka. Ia naik ke atas tempat tidur dari arah kaki, tatapannya tak lepas dari Sisi.

Sial. Apa ini saatnya?

Lucien merangkak mendekat. Sisi panik dan cepat-cepat menarik selimut menutupi tubuhnya.

“Ahhh, sial kau, Raja Neraka! Menjauh dariku! Kembali ke kerajaanmu!” teriak Sisi dengan mata terpejam dan jari menyilang saat Lucien menarik selimutnya.

Tubuh Sisi menegang saat merasakan berat tubuh Lucien di atasnya.

“Istri…” Suaranya membuat tubuh Sisi melemas.

Tuhan, kalau ini saatnya aku kehilangan segalanya, tolong beri aku anestesi dulu…

“Lucien, maaf… aku akan keluar dari tempat tidurmu… tolong pergi…”

Namun dalam sekejap, bibir Lucien menempel ke bibirnya.

Ia menciumnya.

Ciuman itu keras. Menghukum. Bibir Sisi terasa perih, seolah berdarah.

Ia mencoba memberontak, tapi Lucien menahan kedua pergelangan tangannya.

Sisi bergidik ketika tangan pria itu menyentuh kakinya.

“Lucien, lepaskan aku,” ucap Sisi nyaris menangis.

Lucien menatapnya kosong, lalu kembali melumat bibirnya. Amarah terasa di setiap sentuhan.

Ciuman itu turun ke leher. Giginya menggigit kulit Sisi, membuatnya meringis kesakitan.

Dengan sisa tenaga, Sisi mendorong tubuh Lucien sekuat tenaga.

Ia berhasil.

Sisi segera bangkit dari tempat tidur dan menatap Lucien dengan marah. Namun pria itu justru menyeringai.

“Itu hukumanmu, wanita,” ucapnya dingin dan mengerikan.

Sisi menelan ludah.

“Kau hampir memperkosaku!” teriaknya, meski tubuhnya masih gemetar.

“Aku suamimu. Wajar bagi pasangan suami istri melakukan itu,” jawab Lucien santai sambil berbaring, seolah tak terjadi apa-apa.

“Suami keparat!” bentak Sisi sambil berbalik hendak masuk ke kamar rahasianya.

Namun langkahnya terhenti saat Lucien berkata,

“Mari kita makan malam besok.”

Sisi membeku.

Dia… mengajaknya makan malam?

Tidak mungkin.

Bagaimana dengan Jericho?

“Terima kasih atas tawarannya, tapi aku menolak, suami tercinta,” ucap Sisi dengan tenang.

Lucien terkejut.

Ini pertama kalinya ia mengajak Sisi kencan, namun wanita itu menolaknya tanpa sedikit pun ragu.

“Apa katamu?” tanya Lucien tidak percaya.

“Aku tidak bisa makan malam denganmu. Aku sudah punya janji besok malam,” jawab Sisi tetap tenang.

Lucien tertawa sinis.

“Kau tahu siapa yang kau tolak, wanita?” tanyanya dingin.

“Tentu saja suamiku.”

Berani sekali.

Wanita yang menarik.

“Batalkan,” perintah Lucien.

“Maaf, tidak bisa. Itu ulang tahun sahabatku. Jadi maaf. Selamat malam,” ujar Sisi, lalu langsung pergi tanpa menoleh lagi.

Lucien terpaku.

Wanita itu lebih memilih sahabatnya daripada dirinya. Apa Sisi tidak tahu betapa berharganya waktunya? Berapa banyak wanita yang memohon hanya untuk makan malam bersamanya, namun Sisi menolak tanpa keraguan sedikit pun.

Wanita yang luar biasa.

1
Mira Hastati
bagus
Enong Nuraini
iyaa kenapa buka selvar sja yg di jodohkan dneg. lucien🤭
Enong Nuraini
kasian sisi
cutriara
seru
Surmanti Surmanti
kenapa gambar novelnya diubah? padahal gambar awal lebih cocok dengan karakter Lucien yg datar, dingin 🤭
Ana Akhwat
Miris juga seorang perempuan berstatus istri tapi kelakuannya pada laki-laki lain seperti perempuan murahan
Ana Akhwat
🤣🤣🤣astage sisi sungguh luar biasa usilmu
Ana Akhwat
Bagus Sisil tingkat kan sifat tengilmu biar si Lucian yang sombong itu bertekuk lutut padamu
Ana Akhwat
Saya suka sikap sisi yang berani😁
kalea rizuky
emang kayak lacur
kalea rizuky
sisi kayak lacur
kalea rizuky
MC sok kuat tp ngemis ngemis males ddh
Nesysila_088
/Drool/
fau.syifa20
seruu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!