NovelToon NovelToon
Antagonis Cantik Tawanan Mafia Kejam

Antagonis Cantik Tawanan Mafia Kejam

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita / Mafia / Obsesi / Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: MTMH18

Lala mengalami kecelakaan yang membuat jiwanya terjebak di dalam raga seorang antagonis di dalam novel dark romance, ia menjadi Clara Shamora yang akan mati di tangan seorang mafia kejam yang mencintai protagonis wanita secara diam-diam.

Untuk menghindari nasib yang sama dengan Clara di dalam novel, Lala bertekad untuk tidak mengganggu sang protagonis wanita. Namun, ternyata ia salah langkah dan membuatnya diincar oleh malaikat mautnya sendiri—Sean Verren Dominic.

“Sekalinya milik Grey, maka hanya Grey yang bisa memilikinya.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian empat

Mobil mewah yang membawa Clara, memasuki gerbang berwarna hitam yang menjulang tinggi. Elios tidak membawa gadis itu ke Mansion utama milik keluarga Sean, tetapi Mansion pribadi Sean.

Kali ini Clara tidak bisa menyembunyikan kekagumannya pada Mansion yang terlihat sangat megah, dengan nuansa hitam yang tidak terlihat menyeramkan.

“Mari Nona!” Kata Elios sambil menoleh ke belakang.

Pintu mobil dibukakan oleh salah satu penjaga yang memiliki perawakan yang cukup menyeramkan, dengan bekas luka di rahangnya.

Clara menatap deretan pria-pria berbadan besar yang berdiri di beberapa titik, semuanya terlihat menyeramkan.

“Nona Clara?” Suara Elios menyadarkannya.

Segera, gadis itu mengikuti langkah Elios yang akan membawanya ke tempat Sean. Ternyata di dalam Mansion terlihat sedikit menyeramkan, bahkan Clara sampai merinding.

Mereka menaiki lift untuk naik ke lantai lima, di mana kamar Sean berada. Sejak tadi Clara tidak mengeluarkan suara, gadis itu sedang mencoba menekan rasa takutnya.

Clara memasuki kandang singa, jadi ia harus bisa membaca situasi. Jangan sampai dirinya mati lebih cepat, karena membuat Sean marah.

“Apa saja yang Nona Clara butuhkan untuk mengobati Tuan Sean?” Tanya Elios untuk memecahkan keheningan.

Clara menyebutkan beberapa benda yang dibutuhkan, sedangkan Elios terlihat mengetikkan sesuatu di ponselnya. Pria itu sedang menyuruh orang untuk membawakan apa yang dibutuhkan oleh Clara.

Ting!

Mereka akhirnya sampai di lantai lima, Elios keluar lebih dulu dan Clara menyusul di belakangnya. Gadis itu memperhatikan Elios yang sedang mengetuk pintu yang diyakini kalau di sana adalah kamar Sean.

Setelah beberapa saat, Elios membuka pintunya dan menyuruh Clara untuk ikut masuk. Mau tidak mau, gadis itu ikut masuk ke dalam dan benar saja, Sean terbaring di tempat tidur yang sangat luas dengan keadaan perutnya yang kembali mengeluarkan darah.

“Kau keluar!” Titah Sean kepada Elios.

Clara menatap kepergian pria itu, sebenarnya ia tidak mau hanya berduaan dengan Sean. Meskipun Sean masih terluka, tetapi pria itu sangat berbahaya.

“Aku lupa mengatakan, kalau mulai sekarang kau akan menjadi dokter pribadiku. Kartu yang aku berikan kepadamu, sudah resmi menjadi milikmu sebagai bayaran menjadi dokter pribadiku,” ujar Sean yang setelahnya langsung terdiam.

Pria itu baru sadar kalau dirinya terlalu banyak bicara, pantas saja mulutnya terasa pegal sejak tadi bertemu dengan Clara. Dan yang membuat Sean begini, hanya memberikan tatapan terkejutnya.

Lucu, itulah kata yang cocok untuk menggambarkan ekspresi Clara saat ini.

“Tapi aku bukan dokter,” kata gadis itu.

“Aku tidak peduli, mulai sekarang kau adalah dokter pribadiku!” Tegas Sean.

“Sampai kapan aku menjadi dokter pribadi Kak Sean? Atau sekarang aku harus memanggil Tuan Sean?” Tanya Clara yang sudah mengembalikan kesadarannya.

Gadis itu sangat terkejut saat mendengar pernyataan pria itu. Padahal ia sangat ingin menghindari Sean, tetapi dirinya malah menjadi dokter pribadi pria itu.

“Selamanya. Dan kau bisa memanggilku seperti biasanya.”

Jawaban itu hampir membuat Clara jantungan, jadi seumur hidupnya ia akan menjadi dokter pribadi Sean dan itu artinya dirinya akan terus bersama pria itu?

“Tapi, aku juga memiliki kehidupan—”

“Aku tidak suka penolakan!” Potong Sean dengan nada arogannya.

“Dan aku akan membiayai kuliahmu, jika kau ingin menjadi dokter,” lanjutnya.

Clara tentu saja tergiur dengan tawaran tersebut, karena biaya untuk menjadi dokter tidaklah sedikit.

Gadis itu juga tidak bisa menentang Sean, jadi ia menerima tawaran tersebut.

“Baiklah, aku mau menjadi dokter pribadi Kak Sean,” Clara tersenyum begitu manis.

Mata biru Sean terlihat berkilat tajam, saat melihat senyuman manis itu. Pria itu menyukai senyuman Clara yang membuat jantungnya berdebar dengan sangat gila.

Tak lama kemudian, Elios datang sambil membawakan beberapa benda yang dibutuhkan Clara. Jadi, gadis itu langsung mengobati luka Sean yang ternyata kembali terbuka.

Sean terus memperhatikan wajah serius Clara yang sedang mengobatinya, gadis itu terlihat emakin cantik saat sedang serius.

‘Dia benar-benar menarik.’

Entah sudah berapa kali Sean melontarkan pujian yang sama untuk Clara. Pria itu merasa kalau keluarga Clara benar-benar sangat pintar menyembunyikan permata berbakat, mereka selalu mengatakan kalau Clara itu sangat buruk.

Justru sebaliknya, Sean melihat Clara adalah gadis yang bisa melakukan apa saja dan juga mandiri.

Pria itu menyukai sisi Clara yang berbeda dengan kebanyakan putri dari keluarga terpandang.

“Apa tidak sakit?” Tanya gadis itu saat tidak mendengar ringisan atau rintihan dari Sean.

“Sedikit,” bohong pria itu.

Sebenarnya Sean tidak merasa sakit sama sekali, karena ia sudah terbiasa mendapatkan luka—bahkan ada yang lebih parah dari saat ini.

“Sudah selesai. Apa aku bisa pulang sekarang?” Tanya Clara yang masih harus belanja.

“Kau akan tetap berada di sini sampai lukaku sembuh,” Sean merubah posisinya menjadi duduk.

“Apa?!” Kali ini Clara tidak bisa menahan suaranya.

“Ada yang perlu kita bicara, jadi duduklah!” Pria itu menarik tangan Clara agar duduk di dekatnya, ia mengabaikan tatapan protes gadis itu.

“Ini adalah surat perjanjian! Kau harus menandatanganinya!” Sean menyerahkan kertas yang ada di atas nakas.

Clara membaca isi dari surat perjanjian tersebut, di mana ia tidak boleh membocorkan rahasia Sean yang merupakan seorang mafia.

“Jika kau melanggarnya… bagian ini akan aku putuskan!” Bisik pria itu sambil mengusap pelan leher jenjang Clara.

Gadis itu membeku, ia segera menandatanganinya. Sean menyeringai puas saat melihat tanda tangan cantik milik Clara.

Meskipun ia menyukai Clara, tetap saja rahasianya sebagai Grey harus dirahasiakan. Sean hanya memberi ancaman, agar Clara tidak bermain-main dengannya.

“Jadi Kakak adalah mafia?” Tanya gadis itu yang berpura-pura tidak tahu.

Sean menarik sudut bibirnya, ia menyentuh pipi Clara yang terasa hangat. “Apa luka di perutku ini terlihat biasa? Jadi, jangan berpura-pura Clara.”

Clara baru menyadarinya, ternyata pria itu memiliki kepekaan yang cukup tinggi.

“Maaf, aku tidak akan mengulanginya,” ucap gadis itu.

Sean menarik tangannya, ia menekan tombol di jam tangannya dan tak lama kemudian seorang wanita paruh baya memasuki kamar Sean.

“Kau ikut dengannya!” Titah pria itu kepada Clara.

Gadis itu bergegas keluar dari kamar Sean, ia benar-benar takut dengan tatapan Sean yang seakan ingin memakannya hidup-hidup.

Sean menatap pintu kamarnya yang baru saja tertutup, pria itu sudah mencari tahu tentang kehidupan Clara bersama keluarganya.

“Pilihan yang tepat, Clara. Biarkan mereka menyesal, karena lebih menyayangi orang asing daripada anak kandungnya sendiri.”

Sean beranjak dari tempat tidur, ia harus menyelesaikan pekerjaannya yang masih menumpuk. Pria itu memang sengaja membuat luka di perutnya terbuka, karena ingin membawa Clara ke Mansion pribadinya.

“Aku tidak akan membiarkan mereka untuk merebutmu kembali,” seringainya saat melihat foto keluarga Clara yang dikirim oleh orang suruhannya.

“Sekalinya menjadi milik Grey, maka hanya Grey yang bisa memilikinya.”

Bersambung

Noted: Saat Sean menyebut dirinya Grey, itu artinya Sean dalam mode posesif.

1
Hariyanti
thanks Thor 🥰🥰🙏 ceritanya penuh warna
Erna Masliana
Elios cinta Clara tapi dia diam tidak obsesi tidak pula ngobrol berlebihan atau so akrab..soal cinta mana bisa diatur hati milih sendiri kok
Erna Masliana
Clara tidak beruntung Clara asli tetap mati...ini jiwa Lavanya jadi hasilnya beda bisa bales dendam
Erna Masliana
satukan dg napi yang guy
Erna Masliana
makanya kudu dibunuh
Erna Masliana
eta paehan heula s Joan..sok dagorkn huluna nepi ka bocor.. minimal hiji biang masalah paeh
Erna Masliana
nya salah s Olivia anj.. pelakor gak tau diri.. sakit jiwa
Erna Masliana
atuh bikin pingsan dulu s Joan nya atau langsung bunuh kalo bisa baru megang pintu
Erna Masliana
bawa mobil tabrak mereka
Erna Masliana
udah ketebak
Erna Masliana
oh gitu... memang keluarga Lexander harus hancur sehancur hancurnya kalo gitu
Erna Masliana
itu pasti salah satu pegawai rumah mu .. tidak mungkin batu terbang dari lingkungan luar..rumahmu berupa Mansion kan pasti dikelilingi halaman
Erna Masliana
heh .. nanti ketemu anak aslimu disana Jes
Erna Masliana
ngeunah ngomong kesempatan kedua..nyeri hate 10th masa iya poho kitu bae.. mana maraneh kan geus ngusir
Erna Masliana
belom 10th.. Clara aja sanggup sampe 10th dihina diabaikan ditampar difitnah kalian..
Erna Masliana
pengkhianat kah
Erna Masliana
memang Grey yang cinta Clara bukan Sean kayaknya.. otaknya Sean isinya Luna 😛
Erna Masliana
betul sangat tidak masuk akal
Erna Masliana
hoax banget... terlalu berlebihan hanya karena Laluna mati semuanya harus mati aneh
Erna Masliana
di belokin nya kejauhan nih kayaknya penulis pro banget ke Sean masa iya Laluna adiknya.. mana ada pelepasan naninu ngebayangin adik sendiri kecuali memang Sean cinta adik sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!