NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Tuan Presdir

Istri Pengganti Tuan Presdir

Status: tamat
Genre:Pengganti / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: picisan imut

Arumi tercenung, bimbang antara harus mengikuti permintaan seorang sekretaris pribadi dari Andara Group. Atau tetap menjadi budak seumur hidup, untuk tinggal bersama ibu dan saudara tirinya.

Memiliki kemiripan wajah dengan mendiang wanita yang amat di cintai sang pewaris tunggal Andara Group mungkin bisa menjadi sebuah keberuntungan atau mungkin petaka di kemudian hari. Sebab Pria bernama Arga Sanjaya itu menganggapnya sebagai Alicia bukanlah Arumi. Pria arogan yang belum bisa menerima kematian sang kekasih memang tidak pernah kasar padanya. Namun, ia bisa melakukan apapun demi menyingkirkan orang-orang yang berkemungkinan akan melukainya. Lantas, sampai kapan Arum akan berperan sebagai Alicia, melayani sang suami sepenuhnya. Lalu, apakah ia akan tetap selamat saat Arga mulai tersadar bahwa Arumi bukanlah Alicia-nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon picisan imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

malam pertama di rumah utama

Acara telah selesai, kini keduanya tengah duduk di kursi sudut kamar. Seorang pelayan menuangkan air mineral dengan sopan ke gelas Arga, kemudian gelas satunya untuk Arum.

Pria yang hanya duduk menyandar sementara tangannya sibuk dengan Tab itu membuat Arum terheran-heran.

Ia bisa bersikap biasa saja setelah ciuman yang menurutnya tidak pantas di lakukan di depan orang banyak tadi. Sementara Arum sendiri bahkan merasa malu dengan sekretaris Tomi yang berdiri di dekat mereka sekarang. Juga satu orang lagi. Ya, Pria paruh baya yang tengah sibuk memberikan instruksi pada dua orang pelayan di sana tanpa menimbulkan suara.

Hingga seorang pelayan menuangkan air panas ke dalam cangkir berisi bubuk kopi dan gula.

Crrrrrrrr....

"Aaaaaw–" reflek Arum mengaduh saat air panas itu sedikit terciprat ke tangannya.

"Ya Ampun, Nona. Saya minta maaf– tolong maafkan saya, Nona," ucap pelayan tersebut penuh kepanikan. Lebih-lebih saat manik mata Arga terangkat.

"Ah... tidak apa. Hanya sedikit, kok. Aku juga hanya kaget saja..." Arum tersenyum ramah pada pelayan tersebut. Namun sejurus kemudian terkejut saat Arga tiba-tiba menyiram wajah wanita itu dengan air mineral.

"Kyaaaaaa!" Jerit Arumi kemudian.

"Apa yang kau lakukan? apa kau sengaja melukai tangan istriku dengan air panas ini!?" Sergahnya kemudian.

"T–tuan, sungguh aku tidak sengaja. Mohon ampuni saya, Tuan," gadis berbaju pelayan itu langsung berlutut.

"Pak Ragil, seret dia keluar. Mulai sekarang aku tidak mau melihatnya lagi di rumah ini!"

Arum terbelalak ia pun menoleh sembari menelungkupkan kedua tangannya di depan dada.

"Tu?" Menggeleng cepat. "Sayang, saya rasa tidak perlu seperti itu. Dia tidak sengaja."

"Aku tidak suka adanya kesalahan. Dia menyiram tanganmu dengan air panas..."

"Aku tahu... tapi?"

"sejak kapan kau peduli dengan seorang pelayan rendah seperti ini?" Arga menatap tajam kearahnya. Membuat Arum bungkam.

Dia benar-benar tidak melihatku sebagai Arumi?

"Maafkan saya Tuan Muda, Nona... gadis ini memang baru. Saya akan membawanya keluar."

"Cepat! Aku tidak mau melihatnya ... "

Pak Ragil memberi isyarat dengan tangannya. Menyuruh pelayan yang melakukan kesalahan itu untuk segera keluar. Sementara pekerjaan itu di gantikan olehnya.

"Tomi, tugasmu sudah selesai. Kau bisa kembali besok pagi."

"Baik, Tuan, selamat malam ... " mengangguk sekali sebelum melenggang pergi.

"Dan kalian berdua, cepatlah keluar–" titahnya kemudian. Pak Ragil dan satu pelayan yang tersisa membungkuk sebelum membawa trolinya keluar.

Klaaaap...

Pintu kamar tertutup, kini hanya tersisa keheningan. Juga suara Arga yang tengah mengunyah potongan buah segar.

Arum bergeming, tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ingin menawarkan kopinya, namun itu masih panas. Ingin menawarkan buah, dia sudah makan duluan.

Arga mengarahkan garpu yang menusuk potongan apel ke arah Arumi.

"Makan ini–"

Arum mencoba untuk tersenyum tipis, setelah itu memakannya. Bibir Arga tersenyum, kembali menusukkan potongan buah segar itu sebelum ia masukkan ke mulutnya sendiri.

Dia tidak terlihat galak sih, tapi tetap saja aku takut kalau sampai melakukan kesalahan. Sepertinya Dia bukan tipe manusia yang mudah mentolerir kesalahan orang lain.

Taaaaak... Arga meletakkan garpunya.

"Aku sudah selesai–" beranjak kemudian mendekati ranjang. Arum menghela nafas, ia tahu ini malam pertamanya. Apakah harus langsung, sementara nyalinya untuk melayani belum sepenuhnya hadir.

Aku harus segera mengikutinya. Setelah itu menurut saja, apapun yang akan ia lakukan.

Bangkit dari posisinya, wanita berpiyama hitam itu berjalan pelan. Lalu berhenti di sisi suaminya yang tengah menggerakkan kepalanya menyibak rambut itu dengan gerakan naik.

"S–sayang. Kopi mu belum kau sentuh," ucapnya. Mencoba mengulur waktu. Pria itu berdeham serak, seolah tidak peduli dengan tawaran Arum.

"Air!" Pintanya kemudian.

"Oh, baiklah..." Berjalan cepat mengambil gelas baru lalu menuangkan air ke dalamnya. Buru-buru kembali menghampiri sang suami dengan segelas air di tangan.

Arga meraihnya, lantas meminum itu hingga tandas isinya. Sebelum kembali menyerahkan gelas kosong itu pada Arumi.

Dia haus sekali, ya? (Arumi)

"Aku akan memintamu, melayaniku sekarang," ucapnya tanpa menatap sepasang mata Arumi. Sementara Arumi langsung menunduk, meremas gelas di tangan. "Kau tidak mendengarkannya?"

"I–iya." Arum buru-buru meletakkan gelas itu keatas meja. Namun kemudian, kembali terdiam karena tidak mungkin ia memulainya lebih dulu. Hingga Arga meraih pergelangan tangannya, menarik tubuh Arum hingga terhempas ke ranjang.

Terlihat dada Arumi naik turun saat sebagian tubuh pria itu sudah berada di atasnya. Matanya terpejam takut ketika Arga mencium bagian pipi yang amat dekat dengan telinganya.

Dengan itu ia bisa mendengarkan suara nafasnya yang memburu.

"Aku merindukanmu, Alicia-ku..." bisiknya lirih. Arum sendiri semakin merapatkan bibirnya. Ketika Arga mulai menarik simpul jubah piyamanya. "Aku senang kau kembali, menjadi milikku... jangan pergi lagi, aku mencintaimu."

Tuhan, aku harus apa? Walaupun satu hari sebelumnya aku sudah melakukan suntik penunda kehamilan. Tetap saja aku tidak bisa melakukan ini. Aku tidak bisa menyerahkan hartaku pada laki-laki yang tidak mencintaiku sebagai Arumi.

Tangan Arga mulai menyentuh bagian pundaknya menarik tali busananya turun.

Tidak! Aku tidak mau...

Arumi menjerit dalam hati. Sekonyong-konyong mendorong dada bidang Arga sekuat tenaga. Pria itu pun terhenyak, lalu terdiam dalam posisi terlentang.

Arum beranjak duduk, ia benar-benar panik melihat ekspresi Arga yang hanya diam saja.

"S–sayang. Maafkan aku, aku tidak ..."

"Aku di tolak oleh mu?" Gumam pria itu sebelum tertawa dengan tangan menutupi matanya. "Kau benar-benar mau mati, ya?" Imbuhnya kemudian dengan sorot matanya yang tajam seketika menghentikan tawanya tadi sebelum bangkit.

Arum buru-buru berlutut. "Aku minta maaf, Sayang. Tolong maafkan aku– semua sebab aku gugup. Tolonglah, jangan hukum aku."

Sudut bibirnya terangkat sinis. "Berani sekali kau mendorongku? Apa hal seperti ini ada dalam profil, Alieee-ku?"

Gleeekk... Arum menggeleng.

"Tidak Ada..."

"Apakah ada aturan penolakan dalam surat yang kau tandatangani sendiri?"

"T–tidak ada, Sayang."

"Lalu kenapa kau melakukannya?"

"Aku bilang kan, hanya reflek saja," jawabnya masih menunduk.

Arga mencengkeram kuat dagu Arumi, mengangkatnya naik.

"Reflek?" Tanyanya, gadis itu mengangguk pelan.

"Maafkan Aku, Sayang ... " Lirihnya memohon. Arga menghela nafas sembari melepaskan tangannya.

"Tidurlah, aku sudah tidak berselera. Untuk malam ini kau aman, tapi malam selanjutnya. Jika Kau melakukan hal yang sama, habis Kau!" Ancamnya sebelum merebahkan bahunya yang lebar itu.

Arum menghela nafas lega tanpa menimbulkan sedikitpun suara. Kemudian beranjak lalu memutari ranjang ekstra itu sebelum akhirnya duduk di sisi yang lain.

"Matikan lampunya!" Seru Arga dalam posisi memunggungi.

"B–baik sayang," dengan semangat Arum meraih remote control untuk mematikan lampunya. Lalu dengan gerakan hati-hati masuk kedalam selimut.

Oh my, aku berterima kasih untuk kedamaian malam ini.

Arum merasa senang manakala dirinya bisa terbebas dari cengkraman laki-laki di sebelahnya. Walaupun dia sempat marah, namun sepertinya tidak terlalu. Arum pun berusaha memejamkan matanya sebelum sempat menoleh sejenak melihat punggung itu masih tenang dalam posisinya tidurnya.

Selamat malam, Tuan Muda. Semoga kau mimpi indah... Batin Arumi setelahnya.

1
RIMAWATI
keren alur ceritanya
RIMAWATI
/Sob//Sob//Sob//Sob/.. yaallah kasiannyelh.. akhirnya bisa menyatu cinta mereka????
Lin
Luar biasa
Zulaihah Abidin
ternyata Alicia di bunuh adiknya sendiri
Dhika Ahmad
karya author satu nih tak pernah gagal,rekomendasi banget
Dhika Ahmad
wadawww. jadi curhat nih author satu
Dhika Ahmad
serasa disindir aku tuh
Sastri Dalila
👍👍👍
Runik Runma
jngn mau pulang
Runik Runma
enteng bnget ngomong nya y
Runik Runma
KLO aku ogah balik LGI .udh di usir dn di permalukan
Runik Runma
/Sob/
Runik Runma
jahat egois jde suami
afifah aefa 🇲🇾💜🇵🇸
Luar biasa
Shifa Burhan
kebodohan wanita dalam berpikir
*semua pria lain yang menyukai akan dianggap lelaki baik2 dan cinta nya dinggap tulus dan harus diperlakukan sangat lembut dan baik2
*sedangkan semua wanita lain yang menyukai sang suami akan dianggap wanita pelakor murahan, menjijikan harus diperlakukan kasar, kejam dan dibinasakan

fakta novel mu cerminan pola pikirmu bagaimana pola pikir mu akan bisa dilihat dari novel mu

sampai disini paham akan

polah pikir bodoh kayak gini akan menunjukkan betapa egoisnya nya kalian
Shifa Burhan
pola pikir bodoh wanita
jika ada pria lain yang menyukainya maka dia akan anggap cinta pria itu tulus, dan akan memperlakukan pria itu secara lembut dana akan menolak dan menjelaskan secara lembut
tapi saat ada wanita lain yang menyukai suami otomatis wanita itu adalah wanita murahan, menjijikan pelakor, harus diperlakukan kasar dan harus dibinasakan

dengan pola pikir ini kalian berkarya novel maka jadi novel kayak gini yang begitu lembut memperlakukan pebinor

miris
Sunarti Sunarti
🤭🤣🤣🤣😂😂😂😂
Mami Pihri An Nur
Huuu, klw aku g mau lg, biarin dia tu merenung dn menyesali, tp si arumi malah ky murahan
inda kurniati
gimana tidak gugup

klu di hati tuan muda cuma Alicia 🥺
solihin 78
cerita yang sangat menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!