NovelToon NovelToon
Sistem Tangan Dewa

Sistem Tangan Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur / Sistem
Popularitas:27.6k
Nilai: 5
Nama Author: SiPemula

Xuan Hao adalah putra Pangeran yang keberadaannya tidak diakui.

Wajahnya memang tampan, tapi dia pemalas dan suka minum, ditambah dia tidak tau apa-apa tentang beladiri, sastra, maupun strategi perang.

Benar-benar pemuda tidak berguna, tapi setelah tanpa sengaja tersambar petir dan mendapatkan berkah langit berupa Sistem, segalanya berubah~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Tantangan Terbuka

Ibu Suri antara percaya dan tidak percaya dengan cerita Xuan Hao, tapi ia tidak menemukan keanehan dari cerita itu, apalagi ekspresi yang ditunjukkan Xuan Hao begitu tenang, sama sekali tidak terlihat dia sedang berbohong.

“Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan Pangeran Xuan Hao. Kalian berdua bisa kembali, tapi besok pagi kalian datang temani wanita tua ini melihat pertandingan beladiri!” ucap Ibu Suri yang di masa lalu adalah seorang Jenderal, satu-satunya Jenderal wanita dalam sejarah Kekaisaran Tian Yuan.

Oleh karena itu ia lebih tertarik dengan pertandingan beladiri dibandingkan pertandingan lainnya.

Sementara itu, dikarenakan Ibu Suri menyuruh mereka pergi, Putri Agung dan Putri Yan Yueling pamit undur diri meninggalkan Paviliun tempat tinggal Ibu Suri.

Kini hanya tersisa Ibu Suri dan Xuan Hao.

“Aku sudah mengirim pesan pada ayahmu kalau malam ini kamu akan bermalam di Paviliun ini,” ucap Ibu Suri.

“Semoga Nenek tidak kerepotan dengan keberadaan cucu ini!” ucap Xuan Hao sopan dan lembut.

“Kamu memang Putri Yulan. Sopan dan lembut dalam memperlakukan wanita tua ini, berbeda dengan kedua istri ayahmu yang bahkan sudah sangat lama tidak datang hanya sekedar untuk memberi hormat!” ungkap Ibu Suri.

“Nenek, cucu ini tidak akan membela mereka, dan lagi Nenek pasti sudah tau kenapa mereka tidak melakukan itu!” ucap Xuan Hao.

Ibu Suri mengangguk sembari tersenyum kecil. “Sangat mudah mengetahui semua itu, tapi sampai saat ini aku masih belum mengerti kenapa belati ini akhirnya bisa sampai di tanganku, dan apa kamu sudah tau kegunaan belati ini untuk nenekmu?” tanyanya.

Xuan Hao menganggukkan kepala. “Belati ini berguna memotong sebuah kutukan yang menyertai kebangkitan kekuatan abadi milik Nenek. Semua itu cucu ketahui dari petapa tua yang sebenarnya juga merupakan guru cucu Nenek,” jawabnya.

Ibu Suri tersenyum. “Memiliki guru yang luar biasa. Pantas saja kamu jauh berbeda dibandingkan kali terakhir pertemuan kita. Sekarang kamu tampak lebih tenang, lebih dewasa, lebih berwibawa, dan aura kuat seorang bangsawan terpancar jelas dari tubuhmu!" ucapnya bersungguh-sungguh.

“Cucu ini bisa merasakan perubahan pada diri sendiri, dan ini memang perubahan yang baik,” ucap Xuan Hao.

“Besok, hadiahkan kemenangan untuk Nenekmu ini!” pinta Ibu Suri begitu tiba-tiba.

“Cucu tidak akan mengecewakan Nenek!” balas Xuan Hao, dan karena hari sudah malam, ia diantarkan ke sebuah kamar tamu oleh salah satu pelayan di sisi Ibu Suri.

***

Pagi hari ini lapangan latihan Kekaisaran telah di penuhi oleh tamu undangan yang ingin menyaksikan jalannya pertandingan beladiri.

Kaisar Xuan Ruihan secara resmi telah membuka jalannya pertandingan beladiri, dimana ia mempersilahkan siapa saja maju duluan untuk melakukan tantangan.

Baru juga Kaisar Xuan Ruihan duduk di kursinya, Yan Tianze yang merupakan Pangeran Kedua Kekaisaran Yan Zhong kelompok ke arena pertandingan beladiri.

Setelah memberi hormat pada mereka yang memiliki kekuasaan di atasnya, Yan Tianze segera menyapukan pandangan ke arah penonton, dan tak lama kemudian pandangannya tertuju ke arah Xuan Hao yang duduk di dekat ayahnya, Pangeran Xuan Lie.

“Aku menantang Xuan Hao, putra ketiga Sang Jenderal Agung, Yang Mulia Pangeran Xuan Lie!” teriak Yan Tianze.

Suasana menjadi heboh begitu orang-orang tau siapa yang ditantang oleh Yan Tianze.

Pangeran Yan Tianze yang memiliki kemampuan luar biasa justru memilih menantang lawan yang merupakan sampah Kekaisaran Tian Yuan.

“Sepertinya Pangeran Kedu Yan Tianze tidak sedang mengincar kemenangan, tetapi ia mengincar hal lain!”

“Tentu saja itu Pangeran itu sedang mengincar harga diri Pangeran Xuan Lie melalui putra sampahnya, meski sejak beberapa hari terakhir aku tidak lagi mendengar kabar tentang ulah barunya!”

“Besar kemungkinan dia memang telah berubah, tapi dengan tiba-tiba harus melawan sosok Pangeran Yan Tianze, aku merasa ia sudah selesai sampai di sini!”

“Dia akan kalah kalau memutuskan maju, tapi jika tidak maju, dia akan membuat ayahnya menanggung malu selama bertahun-tahun ke depan!”

Disaat orang-orang sedang ramai membicarakan bahkan tak sedikit yang menghina, mencemooh serta meremehkannya. Dengan langkah kaki yang begitu tenang Xuan Hao berjalan ke hadapan Yan Tianze.

Tidak ada tombak, tidak ada pedang, tidak ada juga perisai. Ia maju dengan tangan kosong, bahkan menolak pedang ataupun tombak yang diberikan padanya.

“Bagiku tidak perlu menggunakan senjata macam-macam untuk mengalahkannya!” ucap Xuan Hao seketika menyulut emosi Yan Tianze yang merasa diremehkan.

“Cih, meremehkan orang lain sementara diri sendiri tidak memiliki kemampuan apa-apa. Sungguh kata-kata besar yang tak memiliki arti!” seru Yan Tianze, “Begitu pertandingan dimulai, aku akan membuatmu babak-belur!” lanjutnya.

“Kalau begitu mari kita mulai!” balas Xuan Hao tenang.

Pengadil yang menyaksikan kedua petarung telah siap memulai pertandingan, ia pun berbicara, “tidak boleh membunuh atau membuat cacat lawan! Siapa yang menyerah, dia yang dianggap kalah!”

Xuan Hao menganggukkan kepala tanda mengerti, dan hal serupa dilakukan Yan Tianze.

“Kalau begitu, pertandingan dimulai!” ucap pengadil pertandingan.

Saat itu juga Yan Tianze mengeluarkan pedang dari sarungnya, dan cepat ia menerjang maju menyerang Xuan Hao.

Serangannya cepat dan bertenaga, memperlihatkan ayunan pedang yang indah tapi juga mematikan, sayangnya setelah berkali-kali menyerang, tak satupun serangan berhasil membuat lawan terluka.

“Kau!! Mau sampai kapan kau terus menghindar! Ini pertarungan bukan ajang pamer cara menghindar!” bentak Yan Tianze.

Sama sekali tidak emosi, Xuan Hao justru tersenyum, dan tiba-tiba arah angin berubah, dimana ia kini tak lagi hanya bertahan, tapi dengan cepat ia melakukan serangan balasan, meski saat ini hanya menggunakan tak lebih dari seperempat kecepatan puncaknya.

Bagi para pendekar yang menyaksikan jalannya pertandingan sampai sekarang, mereka bisa melihat jalannya pertandingan telah berbalik arah, dimana mereka yang awalnya yakin Yan Tianze bakalan keluar sebagai pemenang, tapi saat ini keyakinan itu sirna tak berbekas.

Yang ada mereka justru semakin yakin Xuan Hao akan keluar sebagai pemenang, apalagi setelah tampak jelas bagaimana sang Pangeran sampah menghajar lawannya.

Awalnya Xuan Hao hanya menunjukkan kekuatan yang biasa-biasa saja, tapi saat serangan yang dilakukannya semakin mendekati lawan, kecepatannya meningkat, berkali-kali lebih cepat dari kecepatan awal yang seketika membuat lawan tak berdaya.

Tak bisa menghindar, tak juga bisa menahan serangan.

Yan Tianze pada akhirnya dihajar habis-habisan oleh Xuan Hao, mengejutkan banyak orang yang sebelumnya memprediksi kemenangan mudah akan didapatkan Yan Tianze.

Tetapi kenyataannya. Bukan hanya gagal menang, tapi Yan Tianze kini justru menjadi bulan-bulanan Xuan Hao, sampai akhirnya pengadil menghentikan jalannya pertandingan, dan jelas ia menyampaikan jika pemenang pertandingan pertama adalah Xuan Hao, putra ketiga Pangeran Xuan Lie.

Yan Tianze segera mendapatkan perawatan, sementara itu saat Xuan Hao ingin kembali ke tempat duduknya, tiba-tiba muncul pria yang cepat menghentikan langkah kakinya, dan dengan lantang ia bicara, “Aku menantangmu dalam pertarungan hidup atau mati!~”

1
Iwa Kakap
cm satu bab thor???
𝓡𝓪𝓲𝓷𝓪 (来奈)
Next 👍🏻
Orimura Ichika
bagus
Orimura Ichika
bagus
Eko
ditunggu update terbaru nya thor
Eko
Thor tolong perhatikan tulisan banyak kesalahan
Eko
hahaha..mereka baru tau siapa yg di lawan
Eko
bangun kekuatan
Eko
ayoooo lebih kuat lagi👍
Eko
memulai semua dr awal...lanjut Thor mantap👍
Eko
alur ceritanya bagus dan menarik
Eko
alur cerita di awal bagus dan menarik
𝓡𝓪𝓲𝓷𝓪 (来奈)
Next
Ardi Provision
saran thor, kalau buat cerita sistem setiap peningkatan mc dijelaskan status peningkatan mc jangan hanya buat hadiah mc tapi tidak jelas peningkatannya, semoga kedepan tambah baik sehingga banyak pembacanya
Ardi Provision
setelah dapat hadiah misi kasih tau dong thoor status mc, apalagi poinnya sudah melebihi 100
Ardi Provision
seharusnya masing-masing 3 apa satu lagi sudah dikorupsi ya 😂😂😂
Ardi Provision
author sudah lupa sama hadiah misi untuk mc
Naga Hitam
minum es teh manis thor
𝓡𝓪𝓲𝓷𝓪 (来奈)
Next 👍🏻
𝓡𝓪𝓲𝓷𝓪 (来奈)
Next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!