• No Plagiat
• Budayakan Vote dan Like setelah baca
• Budayakan sabar
Happy reading semua🤗
Sequel dari My Crazy Wife, menceritakan hubungan Aldi dan Lolita setelah mempunyai anak pertama mereka yang di beri nama Aksa Randian Putra.
Bagaimana kehidupan Aldi dan Lolita yang sudah berganti status menjadi papa muda dan mama muda?
Akankah mereka tetap bisa mempertahankan hubungan mereka di kehidupan selanjutnya? Dengan status Aldi yang masih mahasiswa dan menjadi incaran semua para cewek?
.
.
.
.
.
gas baca kuyyy!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indri Antika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Kedua
Satya menghentikan mobilnya tepat di depan Lobi rumah sakit.
Laki laki langsung membuka pintu mobilnya lalu menggendong tubuh Nara yang masih sangat lemas.
"Suster tolong" Teriak Satya dengan begitu paniknya.
Dua suster pun datang dengan kasur dorong.
Satya langsung meletakkan tubuh Nara diatas kasur. Dengan dibantu Satya dan Indah kedua suster tersebut mendorong kasur dorong Nara menuju ke ruang UGD.
"Maaf kalian berdua tidak bisa ikut masuk" Ucap sang suster sesampainya mereka di sampai ruang UGD.
Suster itu langsung menutup pintu UGD meninggalkan Satya dan juga Indah.
Satya terus mondar mandir di depan pintu UGD menunggu dokter untuk keluar, sedangakan Indah menundukan dirinya di kursi tunggu yang sudah disediakan.
Lima belas menit berlalu, tapi dokter tak kunjung keluar juga. Tiba tiba seorang satpam datang menghampiri mereka berdua.
"Permisi" ucap seorang satpam. "Iya kenapa?" Tanya Satya. "Maaf Tuan pemilik mobil yang ada di depan?", Tanya satpam tersebut.
"Iya" balas Satya. "Bisa tolong dipindahkan? Soalnya mobilnya menghalangi jalan Tuan" Pinta satpam tersebut dengan sopan.
"Oh iya maaf pak, tadi saya buru buru" Ucap Satya yang memang merasa bersalah.
"Iya tidak apa apa Tuan" ucap Satpam itu yang kemudian pergi meninggalkan Satya dan juga Nara.
"Indah, aku mau parkirin mobil dulu, nanti kalau seandainya dokter keluar kamu kasih tau mas ya" pinta Satya pada Indah yang kini sudah berganti posisi menjadi berdiri.
"Iya, mas Satya parkirin mobilnya, nanti Indah kasih tau" Ucap Indah. Satya pun mengangguk dan berjalan meninggalkan Indah sendiri.
Tak berselang lama Satya pergi, Dokter pun keluar dari dalam ruang UGD.
"Keluarga pasien?" Tanya sang dokter yang baru saja keluar. "Saya adiknya dok" Balas Indah.
"Oh iya, Pasien terkena tifus, kecapekan dan juga banyak fikiran juga" Jelas sang dokter.
"Nanti setelah dipindahkan keruang inap pasien sudah bisa di jenguk, kalau begitu saya permisi dulu" pamit sang dokter.
"Iya dok, Terimakasih" Ucap Indah sambil tersenyum, dokter tersebut mengangguk dan membalas senyum Indah.
🌼
Satya baru saja selesai memindahkan mobilnya, ia juga sudah mengurus biaya administrasi Nara.
Laki laki itu sekarang berjalan menuju ke ruang rawat Nara setelah mendapat pesan dari Indah.
Satya menghentikan langkahnya ketika Handphonnya tiba tiba berdering menandakan ada sebuah telfon masuk.
Setelah melihat nama si penelpon, Satya segera menggeser tombol hijau dan meletakkan ponselnya ketelinganya.
"Iya ma?" Ucap Satya ketika telfon sudah tersambung.
"......" Tanya sang mama.
"Nara kena tifus, banyak pikiran dan juga kecapekan" Ucap Satya.
"......" Ucap sang mama.
"Iya, ya udah Satya mau lihat Nara dulu" Ucap Satya.
"....." Satya langsung memutuskan sambungan telfonnya setelah mendapat jawaban dari sang mama.
Satya melanjutkan langkahnya menuju ke ruang inap dimana Nara di rawat.
Hingga kini langkah Satya terhenti tepat di depan pintu bercat putih.
Satya memutar knop pintu hingga pintu tersebut terbuka dan menampilkan sosok Nara yang sedang terbaring lemah dengan selang infus di tangannya dengan di tunggui Indah di sampingnya.
"Mas Satya" Sapa Indah, gadis itu kemudian merubah posisinya menjadi berdiri dan memberikan Satya tempat untuk duduk di sebelah Nara.
"Biar aku yang jaga Nara, kamu mending ke toko aja" Ucap Satya. "Tapi mas..." Belum selesai Indah mengucap kalimatnya, Satya sudah menukasnya terlebih dahulu.
"Sudah tidak apa apa, kamu mending ke toko aja" Ucap Satya. "Ya udah, nanti Indah balik sekalian bawain barang barang Mbak Nara ya mas" Putus Indah akhirnya yang di balas anggukan oleh Satya.
Selepas kepergian Indah, Satya mendudukkan dirinya di kursi sebelah brankar Nara. Tangan laki laki itu bergerak untuk menggenggam tangan Nara yang terbebas dari selang infus.
🌼
"Loli sama Aldi berangkat dulu ya Bund, Ma" Pamit Lolita pada Bunda Wilna dan juga Mama Nita.
"Iya kalian hati hati di jalan" Balas Nita. Setelah menyalami kedua orangtuanya, Lolita mencium dahi dan kedua pipi Aksa dengan gemas.
"Mama pergi dulu sayang" Ucap Lolita. "Ya udah ayo berangkat" Ajak Lolita pada Aldi, Aldi pun mengangguk dan mereka berdua masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan.
"Nanti Sisi, Amel, Yolan, Regan sama Evan dapat jam kuliah yang sama dengan kita ya" Ucap Lolita di tengah tengah perjalanan.
"Iya" Balas Aldi seadanya. "Mantap" ucap Lolita sambil tersenyum. Aldi sekilas menatap ke arah Lolita, kemudian kembali fokus dengan jalanan depan. "kenapa?" Tanya Aldi.
"Ya ngga papa, kangen aja sama mereka semua" Balas Lolita. "Oo, aku kira mau kamu jadikan pasukan baku hantam melawan Disa dkk" Balas Aldi tanpa menatap kearah Lolita.
Lolita menoleh ke sebelah, tepat di tempat Aldi mengemudi. "Nggg-- eh tapi boleh juga, kayaknya seru kalau kita baku hantam rame rame iya kan?" Saut Lolita sambil tersenyum.
"Udah, baru hari kedua tidak usah buat ulah" Saur Aldi sambil menatap Lolita sekilas. "Tadi yang kasih ide siapa sekarang yang ngelarang siapa" ucap Lolita dengan gerakan bibir mencibir serta melirik Aldi yang sudah menatap ke depan dengan ujung matanya.
🌼
Mobil Aldi sudah terparkir dengan rapi di tempat yang sudah disediakan. Mereka berdua segera turun dari dalam mobil.
Banyak pasang mata yang memperhatikan mereka berdua. Karena ini kali pertamanya mereka melihat Lolita dengan jelas turun dari mobil barengan dengan Aldi.
Tanpa banyak bicara atau pun merasa tidak percaya diri, Aldi langsung menggandeng tangan Lolita dan mengajaknya masuk ke dalam universitas.
"Jadi beneran ya mereka itu sepasang kekasih" Ucap salah satu mahasiswi A
"Iya, lihat tuh mereka bahkan bergandengan dengan begitu mesra" Saut mahasiswi B
"Tapi mereka beneran cocok, Aldi yang keren dan juga tampan, ceweknya juga cantik, keren juga bodynya juga bagus banget lagi" Timpal mahasiswi C
"Pantes saja ya kalau si Disa sama Rere di tolak mentah mentah sama Aldi, ceweknya aja keren begitu" Saut Mahasiswi A.
🌼
"Aldi, kita jadi pusat perhatian ini, kamu lepasin lah tautan tangan kamu" ucap Lolita berbisik bisik.
"Udah ngga papa santai aja kali, emang kenapa sih kalau kita gandengan, kita kan suami istri" Balas Aldi yang juga ikut berbisik bisik.
"Bukan gitu..." Lolita menghentikan ucapannya ketika ia berpapasan dengan Disa dkk.
Disa yang kebetulan berada tepat di sebelah Lolita. Dengan tatapan tajam setajam elang Disa menatap kearah Lolita. Begitu pula Lolita yang membalas tatapan Disa.
"Ya udah ayo sayang kita ke kelas" Ucap Lolita yang sengaja di buat agak keras supaya sampai di pendengaran Disa.
"Iya sayang" Balas Aldi sambil tersenyum. Ia tahu maksud Lolita berbicara keras keras seperti itu.
Disa yang mendengar itu pun di buat panas, ia tidak suka dengan Lolita. Jujur saja Disa juga merasakan cemburu.
Dan dengan mesranya Lolita dan Aldi berjalan meninggalkan Disa dkk.
🌼
"Ada apaan sih ini rame rame?" tanya Rere yang baru saja masuk kedalam Universitasnya.
"Kamu ketinggalan berita terhangat pagi ini Re" Balas seorang mahasiswi.
"Berita apaan? Buruan cerita!" Perintah Rere, gadis itu sungguh merasa sangat penasaran.
"Aldi tadi berangkat ke kampus bersama kekasihnya, orangnya cantik banget loh Re, kamu mah tidak ada apa apanya" ucap Mahasiswi itu.
"WHAT" teriak Rere, Caca yang berada di sebelahnya serta gadis yang berada di depannya itu sampai menutup telinga.
"DEMI APA ALDI BERANGKAT KE KAMPUS SAMA CEWEK LAIN?" Tanya Rere yang masih tak percaya.
"Kalem Re kalem, jangan ngegas mulu nanti gendang telinga kita bisa rusak" Ucap Caca.
"Emang bener kok, kalau lo ngga percaya lo cek aja sendiri ke kelas Aldi. Dia mahasiswi baru, cantik, body goals juga" Saut Mahasiswi itu.
"Eh eh eh diem lo diem. Dikampus ini ngga ada yang lebih cantik, lebih keren dan juga lebih body goals dari pada gue. Rere Jovanka Kusuma" Ucap Rere.
"Dan satu lagi, cewek Aldi itu hanya gue. Mana ada cewek yang lain" Ucap Rere dengan begitu sombongnya.
"Halah Re...re, lo ini kalau mimpi jangan ketinggian nanti jatuh sakit Re" Saut Mahasiswi itu.
"Tenang aja, nanti di tangkap sama pangeran Aldi, ya udah Ca, ayo kita cek siapa sih gadis yang dibilang ceweknya Aldi, yang lebih cantik dari gue" Ucap Rere sambil menarik tangan Caca dan membawanya menuju ke kelas Aldi.
.
.
.
.
.
Minal Aidzin Walfaizin semua...
Maaf jika author banyak salah sama kalian semua, ngga perlu panjang lebar intinya author minta maaf yang sebesar besarnya🙏
Info nih, author beberapa hari ini ngga online soalnya gaada kuota wkwkwk.
author juga lagi nyiapin bukunya Sisi yang author janjikan akan up setelah bulan puasanya.
dan insyaallah setelah isi kuota nanti novelnya akan di publish.