NovelToon NovelToon
PEWARIS TERHEBAT 7

PEWARIS TERHEBAT 7

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Crazy Rich/Konglomerat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Sci-Fi / Balas Dendam
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: BRAXX

Lorcan (pemimpin Ultra Tech) yang terluka parah harus bertahan dari kejaran Galata bersama sisa anak buahnya, sambil berusaha mencapai Mondeno. Sementara itu, Xander dan kelompoknya—termasuk Osvaldo Tolliver, Lance, George, dan yang lain—berusaha melindungi diri dan menyelidiki misteri sosok hitam yang menjadi sumber kekuatan Draco.

Galata kini menggunakan "orang-orang berkemampuan khusus" yang telah dimodifikasi untuk melacak dan menyerang musuhnya. Luc dan Graham berusaha meretas sistem Galata, sementara Lorcan terpaksa bekerja sama dengan mantan musuhnya untuk bertahan hidup. Di sisi lain, Osvaldo Tolliver justru menyerahkan diri sebagai umpan untuk mengelabui Draco.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Semua anggota Galata seketika terdiam. Mereka sepakat dengan perkataan anggota 004. Nyaris sangat mustahil bagi kalangan biasa memiliki alat-alat canggih dan mengetahui informasi yang sangat terbatas, pikir mereka.

Anggota 001 mendengkus kesal. "Seperti biasa, aku selalu jengkel setiap kali aku melihat dan mendengarkan suaramu."

"Kau jengkel karena kau hanya memiliki otot besar, berbeda dengan otakmu yang sangat kecil sehingga kau tidak mampu mencerna informasi dariku dengan benar." Anggota 004 tertawa terbahak-bahak.

"Dasar bajingan tengik! Aku seharusnya menghabisimu sejak dahulu!"

"Kita seharusnya membawa alat pengembali kemampuan," sahut anggota 002.

"Kita tidak membutuhkan hal itu. Kita bisa menghancurkan mereka sekarang juga! Jangan menghalangiku!" Anggota 001 menatap tajam semua orang, melesat terbang menuju bangunan kediaman utama. "Mereka melarikan diri."

Anggota Galata yang lain saling melirik sekilas, mengikuti anggota 001.

Anggota 004 mengawasi keadaan sekeliling. "Aku menduga jika Alexander bekerja sama dengan anggota UltraTech atau anggota kelompok lain karena hanya mereka yang memiliki informasi mengenai Galata. Salah satu alasan kenapa pasukan Alexander bisa bertahan hingga sejauh ini adalah karena mereka memiliki informasi mengenai Galata."

Anggota 004 menyentuh hidungnya beberapa kali. "Aku masih belum bisa menggunakan kemampuanku sekarang. Berbeda dengan orang-orang berkemampuan khusus yang sudah berlatih kemampuan mereka sejak lama, aku dan yang lain baru mendapatkan kemampuan khusus ini dalam waktu kurang dari dua bulan. Aku dan yang lain masih membutuhkan waktu untuk membiasakan diri."

Di waktu yang sama, rombongan pasukan Xander terus bergerak. Kendaraan dan para robot bergerak melewati sebuah lorong panjang.

Alexis mengamati keadaan sekeliling dari layar hologram yang ditampilkan sebuah robot. Anak kecil itu tampak cemberut, menggoyang-goyangkan kaki berkali-kali. "Tidak ada yang menjawab di mana Axo, Axe, dan Aeon. Padahal aku sangat ingin bertemu dengan mereka sekarang. Kenapa aku tiba-tiba melupakan mereka?”

"Apa mungkin ini kekuatan Paman Baba?" Alexis semakin cemberut. "Paman mengatakan bahwa keadaan sedang berbahaya. Namun, kenapa aku dan semuanya harus pergi sekarang? Bukankah seharusnya aku dan yang lain bisa bersembunyi di ruangan yang biasanya kami masuki?"

Alexis menoleh ke belakang sesaat, duduk di kursi. Ia mengabaikan robot kecil yang terbang di sekelilingnya. "Kenapa aku selalu terpisah dengan ayah setiap aku pergi? Ini tidak menyenangkan. Aku juga terpisah dari ibu sekarang."

Alexis mengambil kotak dari bawah kursi, mengamati saksama. "Paman Larson juga berada di mobil lain sekarang."

Alexis bersandar di kursi, menguap beberapa kali, sampai akhirnya tertidur.

Lizzy mengamati Alexis dari layar hologram. Ia sangat ingin berada di samping Alexis, tetapi keadaan tidak memungkinkan saat ini. "Alexis, kau harus bertahan meski tanpa kehadiranku di sampingmu. Aku yakin kau kuat."

Larvin terus mengamati keadaan dari layar hologram, mengepalkan tangan erat-erat. "Selama aku hidup, aku baru pertama kali berada di posisi seperti ini. Robot dan alat canggih itu masih menjadi barang asing bagiku."

Larvin menoleh pada Larson yang duduk di sampingnya. Ia melihat putra semata wayangnya itu tampak sangat tegang, takut, dan marah. "Kau harus mengingat pesanku dan menjalankan pesanku dengan baik, bajingan! Aku akan menghantuimu jika kau bertindak bodh dalam keadaan seperti ini!"

"Aku tahu, Ayah." Larson mengepalkan tangan semakin erat, tidak mengalihkan pandangan dari layar hologram.

"Miguel dan pasukannya sedang menahan orang-orang itu. Aku tidak bermaksud meremehkan mereka, tetapi para penyerang itu jauh lebih kuat dibandingkan mereka. Hal yang bisa mereka dan kita lakukan sekarang adalah melarikan diri, bertahan, sekaligus, menunggu sampai bantuan datang," ujar utama Larvin.

"Kau jadi cerewet di saat seperti ini. Aku tidak sebodoh yang kau kira."

"Orang bodoh sepertimu harus terus diingatkan agar tidak bodoh."

Keadaan menjadi sangat hening, hanya terdengar suara mesin mobil dan suara dari layar hologram yang menayangkan keadaan jalan.

Samuel merasakan ketegangan yang sangat luar biasa saat ini. Ia mengkhawatirkan keluarganya, tak terkecuali Xander. Ingatannya mengenai kejadian bertahun-tahun lalu kembali bermunculan. Ia tidak ingin berpisah dengan keluarganya melalui cara yang sama.

Xander mengawasi keadaan di layar hologram, bersikap setenang mungkin. "Aku hanya harus bertahan sampai bantuan datang. Aku yakin Lance, George, dan yang lain sudah menyiapkan sesuatu."

Xander mengembus napas panjang. Sejujurnya, pria itu tidak begitu yakin bisa mengalahkan Galata, mengingat kelompok seperti UltraTech saja bisa kalah dengan telak. Akan tetapi, melihat perjuangan Miguel dan pasukannya, harapan itu semakin tumbuh.

"Semua yang sudah terjadi hanya ada dalam bayanganku saja selama ini, tetapi semua ini menjadi kenyataan. Jika aku berharap bahwa aku bisa mengalahkan Galata, maka aku harus percaya hal itu bisa terjadi," gumam Xander.

Xander mendapatkan notifikasi. "Pasukan Galata mengejar dari atas. Edward dan yang lain berada dalam pasukan itu sekarang."

"Semua masih dalam kendali, Tuan," ujar Govin dengan wajah yang masih tampak tenang. "Pasukan kita dan para robot sudah mengaktifkan pelindung tingkat maksimal."

Govin tiba-tiba terdiam sesaat. "Aku harus mengabarkan berita ini padamu, Tuan. Semua penduduk Vistoria dan beberapa negara lain mendadak tidak sadarkan diri, Tuan. Mereka bahkan bergelimpangan di berbagai tempat."

"Apa?" Xander sontak menahan napas. "Galata pasti dalang di balik semua itu."

Pasukan pengejar masih bergerak di atas hutan. Dalam satu komando, mereka mulai melayangkan serangan ke arah tanah.

Edward mengepalkan tangan erat-erat. "Aku tidak sabar menghabisimu dan keluargamu, Xander. Aku tidak akan membiarkan kau lolos sekarang.”

Di waktu yang sama, pasukan berkemampuan khusus dan pasukan Galata baru saja mengalahkan pasukan Xander di kediaman utama.

"Sampah seperti kalian tidak akan bisa mengalahkan kami," ujar anggota 001 sembari mendekati Miguel yang terkapar tidak sadarkan diri di atas sebuah lubang sisa ledakan.

Anggota 001 menginjak wajah Miguel, tersenyum kecut.

Rombongan mobil Xander mulai keluar dari terowongan. Di detik itulah, sebuah portal mendadak terbuka, menampilkan siluet pria bertopeng naga.

"Aku datang, Xander.”

Asap hitam masih terlihat membumbung tinggi ke langit. Dari kejauhan terlihat banyak pohon tumbang, bangunan roboh, dan tanah yang berlubang. Kawanan burung dan hewan-hewan lain tampak menjauh dari hutan bersamaan dengan pasukan Galata yang menyisir keadaan sekeliling.

Anggota 0011 mendapatkan informasi di layar hologram. Ia mengamati anggota-anggota lain yang berada di dekat bangunan utama. "Sialan! Mereka bertingkah karena mereka adalah orang-orang berkemampuan khusus.”

Anggota 0011 mengamati anggota 001 yang tengah menghajar sosok Miguel yang sudah tidak sadarkan diri sejak beberapa menit lalu. Pria itu beralih pada layar, mengamati sebuah cuplikan video.

1
Nathan Grdn
tarik nafas
Nathan Grdn
masa kalah terus jagoan nya,persis di konoha penjagat selalu di depan
MELBOURNE
saksikan terus
jangan lupa juga baca novelku yang lain yaa👍👍
aim pacina
Miguel Mikael dan govin berikan kekuatan khusus thor biar seru karna fisik mereka kuat
Glastor Roy
update ya torrr ku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!