NovelToon NovelToon
Pacarku Seorang Merman Tampan

Pacarku Seorang Merman Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Fantasi / Supernatural / Romansa Fantasi
Popularitas:58.5k
Nilai: 5
Nama Author: SyoChan

Vanya Apride tiba-tiba didorong ke laut oleh kekasih baru mantan pacarnya saat bekerja paruh waktu di kapal pesiar. Dari kedalaman lautan, terlihat ada orang yang menyelamatkannya berwujud sesosok makhluk yang disebut 'Merman'.

"Si . . . siapa kamu? Umm! Umm!" tanya Vanya sambil menahan napasnya karena berada di dalam air.

"Kamu tidak perlu tahu siapa aku," balas Merman sambil memberikan napas buatan melalui mulut ke mulut kepada Vanya.

Merman tersebut pun membawa Vanya ke tepi pantai, lalu setelah itu ia kembali lagi ke lautan. Ketika Vanya hendak kembali melanjutkan pekerjaannya, ia melihat orang yang menyelamatkannya sangat mirip dengan superstar terkenal sekaligus idolanya yang bernama James Haolin.

Apakah benar orang yang telah menyelamatkannya saat dia tenggelam adalah James Haolin? Namun, mengapa James Haolin berkaki seperti ikan ketika di dalam lautan?

~
PERHATIAN
Mohon kepada para pembaca terhormat JANGAN BOOMLIKE karya ini !
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SyoChan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18 - Liburan Bersama

James hanya diam saja setelah mendengar ucapan Vanya tersebut. Ia tak mengeluarkan ekspresi apa pun maupun berbicara sepatah atau dua patah kata. Lalu, tiba-tiba ia menyenderkan kepalanya di pundak Vanya. Raut wajahnya pun kini kelihatan sangat lelah.

"Sepertinya aku sudah benar-benar menyukainya. Dimarahi olehnya pun aku benar-benar tidak bisa berkata apa-apa kecuali diam dan mengungkapkan isi hatiku melalui bahasa tubuh," batin James.

***

"Aku jadi tidak tega jika memarahinya terus-terusan seperti ini. Walau makhluk apa pun identitasnya yang sebenarnya, tapi dia juga pasti punya perasaan. Aku pun berhutang nyawa dua kali padanya. Jika dia memang seorang merman apa aku akan bisa menerimanya. Namun, ya, aku lihat saja nanti ke depannya bagaimana perkembangan hubungan kita. Aku pun tidak bisa membohongi perasaanku sendiri yang perlahan mulai menyukainya," batin Vanya.

Dia tiba-tiba mendorong James yang tengah bersandar dipundaknya, "James, jika kamu memang belum mau mengatakannya sekarang tidak masalah, kok. Aku akan memberimu waktu hingga kamu benar-benar siap mengatakannya," ucap Vanya sambil menatap James dengan tersenyum.

"Terima kasih, Vanya. Namun, aku merasa tidak enak jika membohongimu. Aku pasti akan mengatakannya. Aku janji," pungkas James pada Vanya.

"Sudahlah kita jangan bahas masalah ini lagi! Sebaiknya kamu segera pulang saja!" pinta Vanya.

"Baiklah aku akan pulang dulu," jawab James sambil tersenyum manis.

"Em . . . apa akhir pekan nanti kamu mau liburan ke pantai bersamaku? Rumahku pun tidak jauh dari pantai. Kamu nanti bisa menginap dirumahku sambil menikmati pemandangan pantai di malam hari," ajak James tiba-tiba.

"Aku tidak bisa menginap jika kita pergi sampai malam hari karena masih harus bekerja. Kalau di waktu siang pun palingan cuma ada waktu sekitar dua jam saja," jelas Vanya pada James.

"Hah . . . apa kamu tidak bisa libur sehari saja?" keluh James sedih karena tidak bisa menghabiskan banyak waktu dengan Vanya.

"Libur sehari pun aku akan kesusahan nantinya karena tidak punya uang untuk bekal sehari-hari ke depannya," jawab Vanya.

"Jika aku memberinya uang, mungkin dia akan menyangka aku merendahkannya. Namun, mana bisa terima aku jika kita hanya menghabiskan waktu selama dua jam saja. Baiklah,nanti aku akan mencari cara agar waktu liburan kita menjadi lebih lama," batin James.

"Hmm . . . aku setuju. Tidak apa-apa walau hanya dua jam saja. Kalau begitu, aku pamit pulang dulu," ujar James sambil tersenyum.

***

Kemudian, James pun pergi meninggalkan rumah Vanya. Vanya pun segera menutup pintu rumahnya untuk bergegas membersihkan diri dan segera beristirahat. Di luar rumah Vanya, James melihat salah seorang bawahannya yang sedang mengawasi rumah Vanya tanpa sepengetahuan Vanya. Ia lalu berjalan menghampirinya.

"Edward! Kenapa tadi kamu tidak memimpin anggotamu untuk melindungi Vanya? Hampir saja dia terluka. Beruntungnya aku datang di waktu yang tepat dan bisa menyelamatkannya," tanya James pada bawahannya dengan raut wajah penuh amarah.

"Itu . . . anu . . . tadi kita berniat menyerangnya, Bos. Namun, kami kalah cepat dari anda yang telah maju duluan. Kami pun bersembunyi agar Nona Vanya tidak curiga," jawab Edward dengan gugup.

"Jika kamu dan anggotamu itu berbuat kesalahan satu kali lagi, aku akan benar-benar memecatmu," gertak James.

"Baik, Bos. Kami berjanji tidak akan melakukan kesalahan lagi?" jawab Edward sambil menundukkan kepalanya.

"Baguslah kalau begitu! Jangan hanya berbual saja! Buktikan jika kalian memang layak untuk bekerja di organisasi keamanan milikku!" seru James sambil berjalan meninggalkan anak buahnya lalu menuju mobilnya.

***

Akhir pekan pun telah tiba. Di hari Sabtu yang cerah ini, James mengajak Vanya pergi ke pantai kota San Diego untuk melihat keindahan lautnya. Vanya pun bersiap-siap terlebih dahulu sebelum James datang. Tiba-tiba teleponnya berdering. Ternyata Vanya mendapatkan telepon dari sahabatnya baiknya yaitu Pricilla.

"Ehmz! Cie . . . cie . . . yang mau jalan-jalan berdua nih. Ehmz! Ehmz!" goda Pricilla dalam sambungan telepon.

"Apaan sih! Kamu juga cepetan gih cari pacar lagi! Jangan kelamaan jomblonya!" seru Vanya pada sahabatnya.

"Iya iya . . . nanti aku akan cari lagi yang setampan, sekaya, dan seperhatian James Haolin," jawab Pricilla.

"Ataukah kamu bersama James Haolin saja? Biarkan nanti aku bersama orang lain," ucap Vanya tiba-tiba.

"Eh? Benerin nih boleh ku rebut?" tanya Pricilla kaget.

"Ya nggak bolehlah! Dia itu milikku!" tegas Vanya.

"Haha! Sekarang saja kamu mengakuinya milikmu. Beberapa hari yang lalu kamu bilang tidak dan maunya hanya jadi penggemarnya saja," goda Pricilla lagi pada Vanya.

Tiba-tiba, mobil James mengelaksoni Vanya dari depan rumahnya. Vanya pun segera berbicara pada Pricilla bahwa James telah menjemputnya, "Sil udah dulu, ya! James udah jemput tuh," ucap Vanya.

"Jangan lupa untuk ciu*an di bibir pantai yang indah, ya! Kan romantis tuh, haha!" goda Pricilla.

"Apaan sih? Aku tidak akan melakukannya lagi! Sudah dulu, ya, Sil," jawab Vanya sambil menutup sambungan teleponnya.

***

Vanya pun berjalan keluar dari rumahnya sambil membawa sebuah tas kecil yang ia gendong di punggungnya. James pun telah menunggu Vanya di depan gerbang rumahnya, "Ayo kita berangkat! Agar waktunya tidak terbuang sia-sia," seru James.

Vanya dan James lalu memasuki mobilnya. Lalu, James pun mengemudikan mobilnya menuju arah jalan ke pantai di kota San Diego. Hanya butuh waktu setengah jam saja untuk sampai ke pantai dari rumah Vanya.

Mereka lalu turun dari mobilnya. James menggunakan kacamata hitamnya agar tidak ada orang yang mengenalinya bahwa itu adalah James Haolin yang merupakan seorang publik figur. Vanya berlari mendahului James karena sudah tidak sabar untuk menikmati pemandangan pantai.

"James ayo sini! Ayo cepat," ajak Vanya sambil berlari.

"Haha! Dia berlarian kesana kemari seperti orang yang jarang ke pantai saja. Hmm . . . ngomong-ngomong . . . sejak kapan, ya, kita menjadi lebih dekat seperti ini hingga dia pun kini memanggil namaku. Padahal, beberapa hari yang lalu dia masih memanggilku dengan sebutan kakak," gumam James sambil berjalan cepat mengikuti Vanya.

Vanya kini sedang berdiri di bibir pantai, ia sedang memandang pemandangan laut kota San Diego yang indah. Ia merasa ingin mengambil beberapa foto untuk dijadikan kenang-kenangan. Kemudian, Vanya mengeluarkan teleponnya dari dalam tasnya.

"James apakah kamu bisa mengambil beberapa foto untukku?" tanya Vanya sambil memberikan teleponnnya.

"Hmm . . . baiklah. Mari aku fotokan!" jawab James sambil mengambil telepon milik Vanya.

Lalu, Vanya pun berdiri di pinggir pantai yang terdapat ombak kecil. James memberikan kode agar Vanya bersiap untuk difoto, "Satu . . . dua . . . tiga . . . ." "Cekrek!" suara kamera telepon Vanya yang berbunyi.

Tiba-tiba, ada ombak besar yang datang menghampiri tempat Vanya berdiri. Vanya pun segera berlari ke arah James, "Aaa! Ada ombak besar," teriak Vanya panik. Secara tidak terduga, kaki Vanya tersandung batu lalu terjatuh hingga menindih tubuh James dan bibir mereka pun saling bertabrakan.

Brug!

James tidak menyia-nyiakan kesempatan langka yang datang tersebut. Bibir yang selalu ia harapkan untuk ia cium, kini berada didepannya tanpa ada jarak satu senti pun. Ia langsung mencium bibir Vanya yang berada didepan bibirnya itu. Vanya sangat terkejut karena James tiba-tiba menciumnya.

***

BERSAMBUNG.....

● LIKE🖒 dan tambahkan KOMENTAR📩 agar author rajin update setiap harinya🙏

● Mohon kritik dan sarannya semua reader🙏

● Klik FAVORIT ❤

● VOTE novel ini ☆☆☆☆☆

TERIMA KASIH.....🙏🙏🙏

1
Mami Vanya Kaban
hadech akhirnya up juga ya thor, hampir lupa juga thor ceritanya..☺☺🤭
syochan: author pun yang bikin sampe lupa😫🙏 gara2 sibuk kerja dunia nyata:')🙏
total 1 replies
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
jujur rada lupa alurnya... tapi liat update lagi jadi seneng



Semangat yaa Thor
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ: 𝚗𝚐𝚐𝚊 𝙿𝙿 𝚃𝚑𝚘𝚛... 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚖𝚊𝚔𝚑𝚕𝚞𝚔 𝚋𝚞𝚖𝚒 𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚑𝚊𝚕𝚞𝚞... 𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚝𝚎𝚝𝚎𝚙 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝...



𝙶𝚘𝚘𝚍 𝚕𝚞𝚌𝚔 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚊 𝚖𝚞 𝚢𝚊𝚊 𝚃𝚑𝚘𝚛...
total 3 replies
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
𝙱𝚞𝚊𝚝 𝙰𝚞𝚝𝚑𝚘𝚛...

𝚂𝙴𝙼𝙰𝙽𝙶𝙰𝚃 𝚢𝚊𝚊...
𝚔𝚊𝚛𝚢𝚊𝚖𝚞 𝚒𝚗𝚍𝚊𝚑, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚒𝚋𝚞𝚛 𝚔𝚑𝚞𝚜𝚞𝚜𝚗𝚢𝚊 𝚊𝚔𝚞 𝚢𝚐 𝚜𝚞𝚔𝚊 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚏𝚊𝚗𝚝𝚊𝚜𝚒...
𝚊𝚔𝚞 𝚙𝚊𝚜𝚝𝚒 𝚗𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚞𝚙 𝚍𝚊𝚝𝚎 𝚋𝚊𝚋 𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚛𝚢𝚊²𝚖𝚞... 𝚖𝚊𝚊𝚏 𝚔𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚊𝚔𝚞 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚛𝚎𝚊𝚍𝚎𝚛 𝚊𝚍𝚊 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝚢𝚐 𝚗𝚢𝚒𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐...
𝙶𝚘𝚘𝚍 𝙻𝚞𝚌𝚔 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚊 𝚖𝚞
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
luar biasa.... cerita fiktif yg bener² membuat reader berfantasi dengan segala keajaiban dan romantisme pada cerita ini... Good luck thor
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
eh... busettt.., kya petasan lebaran nyrocosnye neng
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
auto ngakak...
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
ganggu aja Sus😄😃
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
ngeri ngeri sedap euy...
up thor
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
ada yaa saudara kembar jahat kek Vania/Selena/Jasmine,,,, cuma demi cinta,,, bukannya nolong malah ngancam... sodara kejam
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
jejak jempol dan komen gak pentingnya aku Thor,,,, makasih udah buat aku berhalusinasi,,, semangat Thor
syochan
Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para pembaca setia🙏🙏🙏
sepertinya saya tidak tahu kapan melanjutkan karya saya ini dikarenakan sedang mencari pekerjaan.
Yanti Azha
kapan lanjutnya ni
syochan: saya lanjut ko pasti kaka
mohon maaf author lagi cari kerja di real life🙏🙏🙏
total 1 replies
El_Enleia
'Menarik'
El_Enleia
Kebetulan beruntun macam apa ini 😶😶
El_Enleia
Kayak Ariel pas nyelamatin pangeran
syochan: tapi ini cowonya kaka
total 1 replies
El_Enleia
Aduh maksa banget, tonjok aja Vanya
Naura
lanjut thor aku menunggumu
syochan: terima kasih atas dukungannya kaka
total 1 replies
Raffi Ahmaad
lanjut Thor
syochan: Terima kasih kaka atas segala dukungannya
total 1 replies
Raffi Ahmaad
aduh Thor ko jdi horor merinding aq😣
syochan: hehe ada plot twist nya biar pembaca penasaran
total 1 replies
Raffi Ahmaad
aduh Thor aq masih bingung emang y ada masalah ap sih. sampai si jams begitu. n orang yg mencelakai vanya kn kembaran y Vanya. selain kedekatan jams n Vanya ap ad masalah lain.🤔
syochan: Coba baca dengan teliti kenapa si james kesel banget sama itu perempuan kaka. Pasti bakalan ketemu jawabannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!