NovelToon NovelToon
Ranum

Ranum

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Balas Dendam / Mafia
Popularitas:359.4k
Nilai: 5
Nama Author: khebeleteee

Sebuah perjalanan hidup anggota keluarga black economy.

Ranum Anatoly anak ketiga dari keluarga Loshad. Ranum adalah pria yang selalu fokus dalam setiap misinya. Dia tidak pernah melibatkan orang banyak untuk membantu misinya.

Misi pertama yang diberikan untuk Ranum saat usianya 18 tahun adalah bertemu dengan pembeli senjata terbesar di Australia yaitu Master Wu.

Tapi dari pertemuan itu, Ranum melihat banyak sekali kejanggalan yang merujuk pada hilangnya truk keluarga Loshad yang berhasil dicuri oleh orang tak dikenal disekitar Cowwabie.

Setelah berhasil menemukan fakta tentang truk keluarga Loshad yang hilang, Ranum segera menyerang Krowned Towers milik Master Wu. Setelah penyerangan Krowned Towers, Ranum menghilang bertahun - tahun.

Kemanakah Ranum menghilang? Apakah dia tewas saat penyerangan?

Ikuti terus novel Ranum untuk mengetahui perjalanan hidup Ranum Anatoly yang semakin penuh rintangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khebeleteee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SELAMAT DATANG 2 JUTA DOLLAR

Hari telah berganti, Ranum melihat jam yang berada di pergelangan tangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul 08.23 waktu setempat, Jarrett masih tertidur di ranjangnya. Ranum berganti pakaian lalu pergi ke restoran hotel tersebut.

“Permisi, aku tidak memiliki koin seperti milik kalian, apa aku bisa membayarnya menggunakan uang biasa?” Ranum bertanya ke seorang pelayan.

“Maaf tuan, kami tidak menerima mata uang negara apapun, kami hanya menerima koin khusus.” Pelayan itu berbicara ke Ranum.

“Biar aku yang traktir.” Seorang wanita memberikan satu koin emas ke pelayan tersebut secara tiba – tiba. “Berikan dia salad, udang panggang dan susu.” Lanjut wanita tersebut.

“Baik akan segera kami antarkan pesanan anda nona.” Pelayan itu meningglakan Ranum dan wanita tersebut.

“Terima kasih.” Ranum berbicara datar, lalu duduk di salah satu kursi yang menghadap ke jalan.

“Butuh perlindungan disini karena memiliki harga kepala 2 juta dollar?” Wanita itu duduk di sebelah Ranum. “Hailey Jade Kennedy.” Lanjut wanita yang memiliki tubuh langsing seperti model itu sambil menjulurkan tangannya.

“Ranum, Ranum Anatoly.” Ranum menjabat tangan wanita yang memiliki paras seperti Charlotte McKinney itu. “Aku kesini karena di ajak seorang teman dan lari dari kejaran polisi.” Lanjut Ranum.

“Karena kamu membantai krowned towers?” Wanita itu bertanya sambil tersenyum.

Ranum mengangguk.

“Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu disini.” Hailey berbicara ke Ranum. “Kenapa kamu menyerang krowned towers lagi?” Lanjut Hailey bertanya.

“Mencari pembunuh istriku.” Ranum menjawab dengan singkat.

Pelayan datang membawa makanan yang sudah siap dimasak, pelayan itu menaruh makanan di meja Ranum.

“Terima kasih.” Ranum berbicara ke pelayan tersebut.

“Sama – sama tuan, silahkan dinikmati.” Pelayan itu tersenyum, lalu bergegas pergi.

“Terima kasih untuk makanannya.” Ranum berbicara ke Hailey.

“Tidak usah di pikirkan, silahkan di makan.” Hailey tersenyum ke arah Ranum.

“Kenapa kamu memberikan koin berwarna emas ke pelayan tadi?” Ranum bertanya ke Hailey. “Kemarin Jarrett memesan kamar hotel dengan koin perak.” Lanjut Ranum sambil mengambil saladnya.

“Seharusnya harga makanan ini hanya 3 koin perunggu, sisanya untuk tip saja. Disini ada 2 tipe kamar, koin perak itu kamar hotel normal, kalau koin emas itu untuk kamar hotel elite, perbedaan di antara keduanya juga tidak banyak.” Hailey menjelaskan ke Ranum. “Kembali ke istrimu tadi, kapan kalian menikah?” Lanjut Hailey bertanya.

“Sekitar 3 tahun yang lalu.”

“Kalian tinggal dimana?” Hailey bertanya ke Ranum.

“Di pinggiran kota Melbourne.”

“Kamu menggunakan identitas baru?”

Ranum mengangguk.

“Nyalimu sangat luar biasa, setelah membantai Master Wu, langsung membangun keluarga. Itu hal yang sangat sulit dilakukan.” Hailey melihat Ranum dengan kagum. “Dan kamu bisa bertahan selama tiga tahun itu sungguh hebat.” Lanjut Hailey.

“Sebenarnya itu suatu kebodohan anak berusia 18 tahun yang nekat untuk menikahi seorang wanita, aku tidak berpikir panjang, dan akhirnya berdampak buruk ke pasanganku.” Ranum berhenti memakan makanannya.

“Maafkan aku sudah membahas hal ini.” Hailey meminta maaf ke Ranum. “Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?” Hailey lanjut bertanya.

“Aku akan pergi ke Singapura untuk menemui Aiguo Wu.” Ranum menjawab sambil membakar sebatang rokok.

“Dengan perban sebanyak itu di tubuhmu?” Hailey melihat perban yang berada di bawah leher dan kaki Ranum. “Bukankah tulang kering di kakimu itu retak?” Lanjut Hailey bertanya.

Ranum hanya terdiam, menghisap rokoknya.

“Dengan siapa kamu akan ke Singapura?” Hailey bertanya lagi ke Ranum.

“Sendiri.” Ranum menjawab datar sambil menghisap rokok yang ada di jarinya.

“Sebenarnya kamu itu gila atau terlalu percaya diri?” Hailey bertanya bingung akan kenekatan Ranum.

“Mungkin keduanya.” Ranum sambil membuang abu rokoknya.

“Keluargamu memiliki banyak anak buah yang sangat berpengalaman, kenapa kamu tidak menggunakan mereka?” Hailey bertanya ke Ranum.

“Lebih baik mengorbankan diri sendiri daripada mengorbankan nyawa orang lain.” Jawab Ranum datar.

“Tapi kamu penerus keluarga Loshad.”

Ranum menggeleng. “Aku memiliki 3 orang saudara kandung yang lebih baik dalam hal ini, aku tidak berharap menjadi apapun, aku hanya menghadapi apa yang ada di hadapanku saat ini.” Ranum berbicara sambil tersenyum menatap Hailey.

“Mau menemaniku jalan – jalan?” Hailey bertanya ke Ranum sambil mengambil rokok yang berada di tangan Ranum lalu mematikan rokok tersebut.

Ranum mengangguk.

Hailey mengajak Ranum ke Kuins park yang hanya berbeda beberapa blok dari hotel netral ground dan beberapa blok lagi bisa tiba di pacuan kuda markas satelit keluarga Loshad. Mereka duduk di bangku taman yang berada di pinggir kolam taman tersebut.

“Kamu sering kesini?” Ranum bertanya ke Hailey.

“Lumayan.” Hailey menjawab singkat.

“Apa taman ini selalu sepi seperti saat ini?” Ranum bertanya, melihat beberapa bebek yang sedang berenang.

“Tidak, saat ini sepi hanya karena sedang jam kerja. Di luar jam kerja biasanya banyak orang yang melakukan aktivitas disini.” Hailey menjelaskan ke Ranum.

“Apa kamu melihat apa yang aku lihat?” Ranum bertanya ke Hailey.

“Kolam, bebek, anak bebek, taman?” Hailey bingung dengan pertanyaan Ranum. “Pepohonan, bunga, kupu –kupu? Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud.” Lanjut Hailey semakin bingung.

“Aku melihat ada dua pistol yang sedang membidik ke arahku.” Ranum tersenyum. “Tidak ada yang melihat seperti apa yang kamu lihat, bahkan saat kita melihat hal yang sama.” Lanjut Ranum yang dengan cepat mengambil pistol di gun holster milik Hailey, lalu Ranum mengarahkan pistol itu ke bawah dagu Hailey.

“Apa yang kamu lakukan Ranum?” Hailey bertanya, tubuhnya gemetar.

“Suruh mereka turunkan senjata mereka.” Ranum tetap menekan pistol ke bawah dagu Hailey. “Atau taman ini akan menjadi makam kalian bertiga.” Lanjut Ranum tersenyum.

“Aku tidak tahu apa yang kamu maksud.” Wajah Hailey mulai pucat.

“Lalu apa tujuanmu membawaku kemari?” Ranum bertanya ke Hailey.

“Aku hanya ingin menghirup udara segar, tadi di netral ground aku hanya menghirup asap rokokmu.” Hailey menjawab Ranum dengan wajah semakin pucat.

Ranum mendorong punggung Hailey, membuat Hailey membungkuk. Ranum menembak ke arah pohon yang berada di kanan Hailey, jarak antara Ranum dan pohon tersebut sekitar 40 meter, Ranum berhasil mengenai sasaran pertamanya tersebut, lalu dengan cepat Ranum membidikkan pistolnya ke arah pepohonan di seberang kolam yang ada di depannya, Ranum melepaskan dua tembakkan ke arah bidikannya tersebut. Dua peluru itu gagal mengenai targetnya, pria menggunakan tuxedo hitam berhasil bersembunyi di balik pepohonan.

“Apa kamu tahu tentang dua orang ini?” Ranum bertanya ke Hailey yang sedang menunduk.

“Ya aku tahu.” Dengan cepat Hailey menangkap tangan Ranum, lalu merebut pistol yang dipegang Ranum, belum sempat Hailey menggenggam pistol dengan tepat, Ranum menendang tangan Hailey yang sedang memposisikan pistol. Pistol itu terlempar ke pinggir kolam, Hailey langsung mengunci leher Ranum dengan kakinya. Pria bertuxedo yang berada di seberang kolam melihat perkelahian antara Hailey dan Ranum, pria itu mengambil kesempatan tersebut, pria itu menghujani peluru ke arah Ranum. Ranum berdiri dengan leher yang masih terlilit kaki Hailey, Ranum berusaha membuka kuncian Hailey, tapi belum sempat menghindar, peluru pria bertuxedo itu berhasil mengenai lengan dan paha kiri Ranum, yang membuat Ranum terjatuh, lututnya menyentuh tanah.

“Maafkan aku Ranum, aku sangat tergiur dengan harga kepalamu.” Hailey menyeringai sambil menghantamkan sikunya ke kepala Ranum berkali - kali.

Dalam keadaan berlutut, Ranum langsung mengantamkan tubuh Hailey ke kursi taman, kuncian Hailey masih belum terlepas, Ranum kembali menghantamkan tubuh Hailey ke kursi taman itu sekali lagi yang membuat Hailey melepas kunciannya. Ranum mengambil pistol Hailey yang berada di pinggir kolam. Hailey sudah berhasil bangun, dia berlari ke arah Ranum dan menendang punggung Ranum. Ranum tersungkur di pinggir kolam, Hailey mengambil pistolnya yang tergeletak di lantai dan mengarahkan pistol itu ke Ranum.

“Selamat datang 2 juta dollar.” Hailey sambil menodongkan pistol ke Ranum.

Dari belakang muncul Jarrett yang langsung menembak kepala Hailey sebanyak dua kali, jari Hailey menarik pelatuk pistol yang ada ditangannya, membuat Ranum tertembak di perut bagian kirinya.

“Oh sial!” Jarrett berlari ke arah Ranum. “Maafkan aku kawan.” Lanjut Jarrett sambil menembak pria bertuxedo yang sedang berlari ke arah mereka. Pria yang mengenakan tuxedo itu tertembak tepat di bagian hidungnya.

“Apa kamu baik – baik saja?” Jarrett bertanya sambil membantu Ranum berdiri.

Ranum mengangguk. Jarrett membawa Ranum ke bangku taman, mereka duduk disana. Ranum membuka bajunya, lalu merobek baju itu menjadi 3 bagian. Ranum melilitkan sobekan baju ke luka tembak yang ada di tubuhnya.

“Bagaimana kamu bisa tahu aku disini?” Ranum bertanya ke Jarrett sambil menutup luka di pahanya.

“Hanya feeling saja.” Jarrett menjawab singkat. “Lebih baik kita kembali ke netral ground sebelum datang masalah lainnya.” Lanjut Jarrett.

Ranum mengangguk, Jarrett menopang tubuh Ranum untuk membantu Ranum berjalan.

Ranum dan Jarrett tiba di hotel netral ground, resepsionis menghubungi dokter di netral ground tersebut untuk merawat Ranum. Semua peluru di tubuh Ranum sudah di keluarkan, bekas luka Ranum sudah dijahit semua, termasuk beberapa jahitan Ranum yang kembali terbuka.

“Anda tidak diperbolehkan melakukan aktivitas berat selama seminggu dan semua obat ini harus dihabiskan untuk mempercepat pemulihan luka – luka anda.” Dokter itu berbicara ke Ranum.

Ranum mengangguk.

“Orang ini tidak akan mendengarkan omonganmu dok, dia sangat keras kepala.” Jarrett tertawa.

Ranum mengacungkan jari tengahnya ke Jarrett.

“Tolong tuan, organ tubuh anda banyak yang rusak dan memerlukan waktu lama untuk pulih, saya harap anda bisa lebih berhati – hati, jika anda masih berbuat nekat kemungkinannya hanya kematian.” Dokter itu berbicara dengan serius.

“Terima kasih atas bantuannya dok.” Ranum tersenyum ke dokter tersebut.

“Saya permisi dulu.” Dokter itu keluar dari kamar.

Ranum mengangguk.

“Aku akan pergi ke bar, apa kamu mau ikut?” Jarrett bertanya ke Ranum.

Ranum menggeleng.

Jarrett keluar dari kamar untuk pergi ke bar di hotel tersebut, sedangkan Ranum tetap tinggal di kamar, mencoba untuk istirahat.

Jarrett duduk di kursi bar, Lenny menghampiri Jarrett lalu duduk di sebelahnya.

“Aku butuh alasanmu membunuh Hailey dan dua orang lainnya.” Lenny sambil menghisap cerutunya.

Jarrett menggeleng. “Ranum yang membunuh mereka, bukan aku.” Jarrett menghisap rokoknya. “Mereka bertiga mencoba membunuh Ranum, jadi dia membela dirinya.” Lanjut Jarrett berbicara ke manager hotel netral ground itu.

“Baiklah kalau seperti itu.” Lenny berdiri dari kursinya.

“Ini untuk membersihkan 3 makanan tadi.” Jarrett memberikan 3 koin emas ke Lenny untuk biaya pembersihan mayat – mayat yang ada di Kuins park tadi.

Lenny menerima koin tersebut, lalu beranjak pergi. Jarrett kembali menikmati rokoknya ditemani dengan scotch yang berada di mejanya.

1
Yanti
anak sultan emang beda
Callista Ayu
huhh bapak nya si chen sok tau skg liat nihhh anak mu aja sampai mau lempar aja badan nya keranum tp ranum gk mw tuhh
yanneBee
bgini ni orng kaya beneran...bukan orang yg pura2 kaya🤭
mami bilqis
lebih sedih bab ini dari miranda
sari
si gampang namanya
Reni acenk
another sad scene
Callista Ayu
sombong sekaapak nya chen pasty si bapak nya itu yg ngebuat chen kerja di rumah bordirr . blm tau aja kau tun siapa ranum olivia saja geram
emma
cerita sebagus ini gk trending lho
Yanti
aku setuju dengan Alexa,tiap nyawa berharga, betapa kehilangannya keluarga yg ditinggalkan...Ranum cepat atau lambat harus berhenti membunuh orang
Angel
sedih
Angel
keren ni authornya, risetnya bagus bisa detail samapai ke nama nama tokohnya
febriano
SIAPA YG NAROH BAWANG!
Callista Ayu
huhhh kehilangan wanita yg sangat mencintai ranum untuk kedua kali nyaa knpa ranum kau tidaj mencoba membuka hati mungkn dengan kematian mmwanita yg menyayangikamu bisa merasakan cinta kmu sebelum dia meninggal . alexa dr awal sgt mencintai kamu menunggu kamu bwrtahan dn melindungi kamu sampai kamu menikah dg miranda pun dy masih mencintai kamuu
yanneBee
dan terjadi lagi....satu persatu orang yg mencintai ranum hrus meninggal,smg ranum segera berhenti
Callista Ayu
chen begitu tulus ke ranum tp semua wanita tuluss ke ranum amalagi si himari
Callista Ayu
sllu himari yg ngebantu ranum dg tantangan misi yg tersulitt
Callista Ayu
ini pasty ad adegan berantem nya yaa krna kepemilikan keluarga nya ranum udah di ambil org lain lagi . semoga misi ranum kali ini dipermudah juga yaa jgn temukan ranum dg wanita lg ya terllu byk wanita bingungg thorr
Callista Ayu
gk kerenn dong yaa di panggil paman ranum . daddy ranum aj hha
Callista Ayu
sepeduli itukan ranum ke chen . chen sangat menyukai ranum kan knpa gk menikh aja deh mereka beedua
Callista Ayu
mudah sekali tantangan ranum kali ini . knpa dy gk mw membabtu lyana yaa .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!