NovelToon NovelToon
Pura Pura Buta

Pura Pura Buta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahkontrak / Poligami / Tamat
Popularitas:33.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nafsienaff

Demi membongkar perselingkuhan istrinya Marfel chandra seorang pengusaha kaya raya terpaksa harus bersandiwara dengan pura pura buta.

Namun siapa sangka istrinya Ariana chandra justru mengenalkanya dengan seorang gadis kampung bernama Laura yang harus di nikahi oleh marfel dengan alasan agar bisa merawat marfel dengan baik.

Laura lusiana datang dan dengan kebesaran hatinya mau di nikahkan dengan marfel demi kesembuhan nenek tercintanya tanpa mengharapkan apapun termasuk cinta.

Seiring berjalanya waktu marfelpun berlahan mulai bisa melupakan rasa kecewa juga sakit hatinya pada ariana berkat kehadiran laura di sampingnya. Hingga akhirnya marfel melupakan misi utamanya berpura pura buta dan terus melanjutkanya demi laura. Istri kecilnya.


Musim ke 2
Cinta berhasil membuat Marfel sadar bahwa tidak seharusnya Marfel terus menghindar dari masa lalu. Dan Trio kembarnya adalah jendela untuk Marfel berdamai dengan masa lalu yang sempat membuatnya terluka dan kecewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

Paginya seperti biasa, laura bangun kemudian bergegas membersihkan diri untuk kemudian menunaikan tugasnya sebagai pengasuh suaminya.

“Selamat pagi laura..”

Marfel menyapa laura dengan senyuman manis yang terukir di bibirnya. Entahlah, marfel merasa sangat berbunga bunga setiap pagi semenjak menikah dengan laura. Marfel merasa di perhatikan dan di sayangi karna laura yang begitu tulus merawat dan menyiapkan semua kebutuhanya.

“Pagi tuan..” Saut laura yang sedang melipat selimutnya di atas sofa.

Setelah selesai membereskan sofa yang menjadi tempat tidurnya, laura pun segera mendekat pada marfel yang masih duduk dengan selimut yang menutupi sebagian kakinya di atas ranjang.

“Bagaimana tidurnya tuan? Apakah tuan merasa nyenyak.”

“Tentu saja. Aku sangat nyenyak.” Senyum marfel menjawab.

“Syukurlah kalau begitu. Ah ya tuan, siang ini saya ada janji temu dengan teman. Saya izin keluar sebentar ya tuan.”

Marfel diam sejenak. Kepalanya menoleh ke arah laura. Marfel benar benar kagum dengan wajah alami juga manis laura. Terasa damai di pandang. Tidak membosankan dan selalu membuat marfel ingin selalu tersenyum sepanjang hari.

“Mau ketemu dimana?” Tanya marfel penasaran.

“Yang jelas bukan di caffe nyonya ariana tuan.”

Marfel mengangguk. Marfel menebak seorang teman yang ingin laura temui adalah nana. Orang yang semalam menelpon laura.

“Aku boleh ikut?” Tanya marfel lagi.

“Hah?! Tuan mau ikut?”

Laura terkejut mendengarnya. Bagaimana mungkin marfel ikut denganya. Bisa bisa nanti nana curiga bahkan tau bahwa dirinya sudah menikah. Laura bukan tidak mau nana tau. Laura hanya belum siap jika sampai orang lain tau termasuk nana.

“Memangnya kenapa? Kamu malu sama temen kamu karna aku buta?”

Marfel menatap laura sendu. Marfel merasa ingin tau apapun tentang istri kecilnya itu. Marfel juga ingin tau siapa saja yang dekat dengan laura termasuk teman laura yang bernama nana.

“Aduh.. Bukan begitu tuan.. Cuma..”

“Kamu takut aku nyusahin kamu?” Sela marfel bertanya.

Laura menghela napas. Laura bukan takut di repotkan ataupun malu karna marfel buta. Laura hanya belum siap jika nana tau bahwa dirinya sudah menikah dengan marfel. Suami dari mantan bosnya yaitu ariana.

“Atau kamu takut teman kamu tau kalau kamu sudah menikah sama aku?”

Marfel kembali menyerang laura dengan pertanyaan yang sangat sulit untuk laura jawab.

“Ya udah deh iya iya tuan boleh ikut.. Tapi tuan nggak boleh ilang ilangan..”

Laura berkata dengan wajah kesalnya. Marfel benar benar sangat bawel.

“Ya sudahlah. Ngirit ongkos juga.” Batin laura.

Menjelang siang laura mendandani marfel yang dengan patuh duduk di kursi saat laura menyisir rambutnya. Marfel tersenyum diam diam. Marfel merasa seperti anak asuh laura bukan suami laura. Tapi tidak bisa di pungkiri marfel merasa senang dan bahagia. Marfel bahkan bisa dengan mudah mengalihkan rasa kecewa dan sakit hatinya karna di hianati oleh ariana. Dan semua itu tentu saja karna laura.

“Tuan..” Panggil laura sambil menyisir rambut marfel.

“Ya..”

“Ini menurut saya ya tuan. Menurut saya rambut tuan sudah terlalu panjang. Harus di potong.”

Marfel meluruskan pandanganya ke arah kaca besar di seberangnya. Memang benar, rambutnya sudah sangat panjang. Dulu ariana yang selalu memperhatikanya juga penampilanya. Ariana juga tidak segan menemani marfel saat potong rambut. Tidak perduli menunggu lama atau sebentar di salon.

Marfel tersenyum miris. Semua keindahan antara dirinya dan ariana hancur begitu saja setelah marfel melihat sendiri ariana bersama david.

“Memangnya kamu mau temani saya ke salon buat potong rambut?”

Laura tampak berpikir sebelum menjawab pertanyaan marfel.

“Tuan lama nggak kalau ke salon?” Tanya laura.

Marfel ingin sekali tertawa. Padahal biasanya pertanyaan yang di lontarkan laura adalah pertanyaan yang bersarang di kebanyakan pria yang enggan menemani pasanganya ke salon.

“Nggak lama kok. Paling cuma satu jam.”

“Apa?! Satu jam? Satu jam nggak lama?”

Marfel menganggukan kepalanya. Lucu sekali melihat wajah terkejut istri kecilnya itu.

“Tuan, satu jam buat orang seperti saya berharga. Buat kerja saja lumayan tuan dapat tuh tiga puluh ribu satu jam.” Kata laura menggelengkan kepala.

Marfel hanya tersenyum saja. Laura dan ariana memang berbeda dari segala segi.

Selesai mendandani marfel, laura kemudian membantu marfel bangkit dari duduknya. Laura dengan sangat telaten menuntun marfel keluar dari kamar dan menuruni satu persatu anak tangga menuju lantai bawah kediaman keluarga chandra.

“Marfel..”

Laura menghentikan langkahnya begitu juga dengan marfel saat mendengar suara ariana.

Marfel menghela napas. Marfel benar benar sudah merasa muak dengan sikap sok manis ariana.

“Kamu mau kemana fel?”

Laura menelan ludahnya. Dengan sangat hati hati laura membantu marfel berbalik menghadap pada ariana yang berdiri di belakang mereka.

Ariana menatap laura yang menundukan kepalanya. Wanita itu menatap remeh pada penampilan laura yang hanya mengenakan rok pendek selutut model payung yang di padukan denga kaos pendek warna pink bergambar hello kitty.

“Dasar kekanak kanakan.” Batin ariana.

“Kita mau pergi sebentar.” Jawab marfel.

Ariana mengeryit.

“Pargi kemana?” Tanyanya.

“Mencari udara segar di luar. Oh iya ariana, kalau nanti mamah nanyain aku tolong bilangin aku lagi jalan jalan sama laura. Nggak usah di tungguin makan siang juga. Mungkin kita pulang ke rumah nenek dan makan siang disana.”

“Laura ayo.”

Marfel langsung mengajak laura pergi karna tidak mau berhadapan dengan ariana terlalu lama. Marfel benar benar tidak bisa tahan dengan rasa kecewa dan sakit hatinya jika terlalu lama menatap wajah cantik istri pertamanya.

“Ah iya tuan. Nyonya saya permisi.”

Laura mengangguk sopan pada ariana sebelum menuntun marfel berlalu. Laura juga sebenarnya mulai kesal pada ariana yang semakin hari semakin menatapnya dengan tatapan meremehkan.

Ariana berdecak. Kesal sekali rasanya melihat marfel yang sering menghabiskan waktunya bersama laura dari pada bersama dirinya. Marfel bahkan bersikap dingin padanya tidak hangat dan penuh cinta lagi seperti dulu sebelum ada laura di antara mereka.

“Laura, marfel hanya milikku. Kamu tidak boleh memiliki perasaan apapun. Marfel hanya boleh mencintaiku. Bukan kamu atau siapapun.” Gumam ariana menatap penuh kebencian pada punggung laura.

Ariana sebenarnya juga merasa penasaran. Marfel tidak pernah menanyakan tentang malam itu. Marfel bersikap seolah tidak tau apa apa.

“Apa mungkin memang marfel tidak menaruh curiga apa apa pada aku dan david?”

Ariana mulai bertanya tanya. Marfel adalah pria yang suka berterus terang. Marfel tidak pernah mau memendam apapun yang membuatnya tidak nyaman.

“Tapi kalau memang begitu kenapa marfel mengejarku dan david?”

Ariana menelan ludahnya. Ariana mengakui dirinya sangat bodoh malam itu. Padahal ariana bisa beralasan apa saja tanpa harus lari menghindari marfel yang sudah memergokinya sedang besama david.

“Andai aku tidak lari dengan david mungkin kecelakaan itu tidak akan terjadi. Kamu juga nggak akan buta fel.. Aku minta maaf..”

1
223
sukaaa
223
sukaa
evita19
udah baca sejauh ini blm ada tindakan yg pasti dari pura pura buta nya
Retno Palupi
Luar biasa
Retno Palupi
yg cari wanita lain kan kamu sendiri? kenapa jd g rela?
Zur Thoib
ceritanya bagus Thor..... semangat 💪
Zur Thoib
Kecewa
Zur Thoib
Buruk
Rhaniie
Luar biasa
Bang Ken
sangat sangat sangat menyentuh
Rosnaeni Ros
cerita nya bosankn / kurang greget
Rosnaeni Ros
ihh laura ny trllu munafik
Siti Nurlelah
kok aku jadi gereget sendiri sih?
si Ariana itu selingkuh kenapa gak terciduk coba. malah seperti tidak terjadi apa2.
harusnya si Jo itu selidiki setiap ariyana selingkuh dan rekam juga perbuatannya buat bukti.
Abis itu ya gimana kek si Marfel bertindak tegas gitu loh.
ceraikan sekaligus penjarain si David karna nidurin istri org🤦
plis deh Thor yg tegas gitu loh ceritanya jgn di situ2 mulu
Nur Lela
❤️❤️❤️❤️
Dewiefatmawati Istri Mohamad Kuswantoro
lha si david jg go*lok...udh tau noh ariana cinta mati m lakinya...elu cuma dimanfaatin doang...sadarrr
Dewiefatmawati Istri Mohamad Kuswantoro
lah si marvelnya jg gitu..udh ditantang ariana cere gc dikabulin...toh bukti" jg udh kuat...aneh
Hijrah Dwi Rahayu
kembar 3 knp ngk sc ya, resiko banget yak
Mami Ani Aryani
nana koq goblok banget sih..
mosok daffa pria yg hampir sempurna koq bisa bisanya di tolak jd menantu..
trus, yg mo dijodohin sm klara cowok yg sperti apa.
Mami Ani Aryani
😂😂😂😂😂😂😂
Mami Ani Aryani
laura, sosok ibu yg hebat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!