NovelToon NovelToon
Warisan Mutiara Hitam 4

Warisan Mutiara Hitam 4

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:58.2k
Nilai: 4.7
Nama Author: Kokop Gann

(WARISAN MUTIARA HITAM SEASON 4)

Chen Kai kini telah menapakkan kaki di Sembilan Surga, namun kisahnya di Alam Bawah belum sepenuhnya usai. Ia mempercayakan Wilayah Selatan ke tangan Chen Ling, Zhuge Ming, dan Gui. Sepuluh ribu prajurit elit yang berhutang nyawa padanya kini berdiri tegak sebagai benteng yang tak tergoyahkan.

Sebuah petualangan baru telah menanti. Sembilan Surga bukanlah surga penuh kedamaian seperti bayangan orang awam; itu adalah medan perang kuno para Kaisar Agung, tempat di mana Mutiara Hitam menjadi incaran seluruh Dewa.

Di Sembilan Surga, hukum duniawi tak lagi berlaku. Di sana, yang berkuasa hanyalah Kehendak Mutlak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai Bintang

Kegelapan yang menyelimuti saluran merkuri itu bukanlah jenis kegelapan yang tenang. Saat tubuh Chen Kai, Mo Yan, dan Ah-Gou meluncur jatuh bersama Tungku Sembilan Langit yang raksasa, dunia di sekitar mereka seolah-olah diputar balik oleh tangan dewa yang tak terlihat. Merkuri cair yang dingin menyelimuti permukaan luar tungku, bertindak sebagai bantalan sekaligus konduktor bagi energi spasial yang luar biasa padat.

"Tahan napas kalian! Jangan biarkan setetes pun merkuri ini menyentuh meridian kalian!" teriak Chen Kai, suaranya bergema di dalam ruang sempit tungku yang kini berfungsi sebagai kapsul penyelamat.

Di dalam Dantiannya, Jantung Alkimia yang baru saja ia asimilasi berdenyut dengan frekuensi yang mengerikan. Benda itu bukan sekadar kristal statis; ia adalah mesin kehidupan yang haus akan energi. Setiap tetes Esensi Dewa yang masuk ke dalam tubuh Chen Kai langsung disedot, dimurnikan, dan ditembakkan kembali ke seluruh sel tubuhnya dengan kepadatan sepuluh kali lipat.

KRAK! KRAK!

Suara tulang yang bergeser dan tumbuh kembali terdengar jelas di tengah desingan angin spasial. Chen Kai merintih, keringat peraknya menguap menjadi cahaya saat bersentuhan dengan udara tungku.

"Sabar, Chen Kai... proses ini memang menyakitkan karena raga fanamu sedang dipaksa untuk benar-benar menghilang dan digantikan oleh Raga Ilahi yang sejati," suara Kaisar Yao terdengar lebih jernih dari sebelumnya, diperkuat oleh keberadaan Jantung Alkimia. "Merkuri ini adalah 'Darah Bumi' dari Surga Pertama. Ia akan membawa kita ke titik di mana hukum gravitasi melengkung ke arah Lembah Bintang Jatuh."

Tiba-tiba, tungku itu berguncang hebat. Goncangan tersebut begitu kuat hingga Mo Yan dan Ah-Gou terlempar menabrak dinding logam.

"Tuan! Kita keluar dari saluran!" teriak Ah-Gou panik saat melihat melalui celah ventilasi tungku.

Cahaya menyilaukan meledak saat Tungku Sembilan Langit meluncur keluar dari lubang pembuangan di bawah fondasi kota melayang. Mereka kini jatuh bebas dari ketinggian puluhan ribu meter menuju permukaan benua yang tertutup kabut tebal. Di belakang mereka, pilar cahaya emas memancar dari Menara Alkimia Pusat, tanda bahwa Raja Ilahi yang mengejar mereka sedang mencoba mengunci koordinat ruang untuk mengejar.

"Belum selesai," desis Chen Kai.

Ia meletakkan tangannya pada dinding tungku. Melalui Jantung Alkimia, ia kini memiliki kontrol yang jauh lebih halus terhadap artefak ini.

"Hukum Ruang: Pengaburan Jejak!"

Seketika, Tungku Sembilan Langit yang bersinar itu menjadi transparan, menyatu dengan warna awan di sekitarnya. Riak energi yang ditinggalkan oleh jatuh mereka dihapus secara paksa, membuat radar Jaring Takdir kehilangan target selama beberapa detik krusial.

Lembah Bintang Jatuh — Wilayah Terlarang Sektor Selatan.

Tungku raksasa itu menghantam permukaan tanah dengan dentuman yang seharusnya bisa meratakan sebuah kota kecil. Namun, berkat manipulasi gravitasi Chen Kai di detik terakhir, benturan itu diredam oleh jutaan butiran debu kristal yang menumpuk di dasar lembah.

Pintu tungku terbuka, mengeluarkan uap panas yang beraroma herbal. Chen Kai melangkah keluar pertama kali. Rambut peraknya kini benar-benar memancarkan cahaya, dan matanya yang memiliki lingkaran emas tampak lebih dalam, seolah-olah di dalamnya terdapat galaksi kecil yang sedang berputar.

Mo Yan dan Ah-Gou merangkak keluar dengan tubuh lemas. Mereka menatap sekeliling dan seketika tertegun.

Lembah Bintang Jatuh bukanlah sebuah lembah biasa. Sesuai namanya, tempat ini dipenuhi oleh pecahan-pecahan meteorit dewa yang jatuh dari Sembilan Surga di masa lalu. Tanah di sini berwarna perak kebiruan, dan setiap beberapa menit, seberkas cahaya melesat di langit—bukan bintang jatuh sungguhan, melainkan sisa-sisa energi murni yang mencoba mencari jalan kembali ke atas.

"Tempat ini... energinya sangat liar," gumam Mo Yan, mencoba mengumpulkan sedikit Qi namun segera terbatuk karena kepadatan udaranya.

"Ini adalah tempat pembuangan energi yang gagal diintegrasikan oleh hukum semesta," jelas Chen Kai. Ia berjalan menuju sebuah formasi batu nisan raksasa yang sebenarnya adalah pecahan menara kuno. "Tempat terbaik bagi kita untuk bersembunyi. Jaring Takdir tidak bisa memetakan area ini karena gangguan magnetik dari meteorit."

Chen Kai duduk bersila di atas batu datar yang memancarkan hawa dingin. Ia harus segera menstabilkan Jantung Alkimia sebelum energinya meledak dan menghancurkan tubuhnya sendiri.

"Mo Yan, Ah-Gou, jaga sekitar. Jangan biarkan apa pun mendekat, termasuk binatang esensi tingkat rendah," perintah Chen Kai.

Ia memejamkan matanya, memasuki alam kesadarannya sendiri. Di sana, ia melihat Jantung Alkimia—sebuah bola cahaya perak yang sangat padat—sedang berputar di samping Mutiara Hitam. Kelima fragmen kunci dari dunia bawah mulai berputar mengelilingi Jantung tersebut, membentuk sebuah sistem tata surya mini di dalam tubuhnya.

Esensi Dewa di Lembah Bintang Jatuh mulai tersedot ke arah Chen Kai. Bukan dalam bentuk aliran sungai, melainkan badai pusaran yang masif. Debu perak dari tanah terangkat, berputar mengelilingi Chen Kai hingga membentuk kepompong cahaya yang menyilaukan.

Di dalam batinnya, Chen Kai melihat visi masa lalu. Ia melihat Kaisar Yao yang sedang berdiri di depan takhta emas di Surga Kedelapan, dikelilingi oleh ribuan alkemis yang berlutut. Namun, di balik kemegahan itu, terdapat bayangan para kaisar yang sedang menenun jaring pengkhianatan.

"Mereka takut pada Jantung ini, Chen Kai," suara Yao bergema di tengah visi tersebut. "Benda ini bukan hanya pengolah energi. Ia adalah 'Nadi Penciptaan'. Dengan Jantung ini, kau bisa mengubah materi mati menjadi energi hidup, dan energi hidup menjadi hukum alam. Itulah alasan kenapa mereka menghapus namaku dari sejarah."

Chen Kai menarik napas dalam. Ia bisa merasakan setiap selnya terbakar dan dibangun kembali. Lapisan kulit fana yang paling dalam di meridiannya hancur, digantikan oleh jalinan esensi yang sekeras kristal namun selentur air.

Seketika, sebuah gelombang energi menyapu seluruh lembah. Tekanan gravitasi di sekitar Chen Kai mendadak menjadi nol, membuat batu-batu besar di sekitarnya melayang ke angkasa. Rambut perak Chen Kai memanjang, dan di dahinya, muncul simbol kuali perak kecil yang bersinar sesaat sebelum menghilang di bawah kulit.

Namun, di tengah kemajuan yang luar biasa ini, indra spasial Chen Kai yang tajam menangkap getaran di langit.

Tiga kapal perang kristal kecil milik Sekte Kuali Awan telah menembus kabut lembah. Mereka membawa artefak sensor yang sangat besar di bagian haluan, memindai setiap inci tanah perak.

"Ketemu kalian, tikus-tikus bawah," sebuah suara yang diperkuat oleh Qi bergema dari salah satu kapal.

Itu adalah Komandan Zuo, salah satu eksekutor dari Unit Penegak Hampa yang memiliki ranah Manifestasi Dao Tahap Akhir. Ia berdiri di ujung dek kapalnya, memegang busur besar yang terbuat dari tulang naga angin.

"Tuan! Mereka menemukan kita!" teriak Mo Yan panik, menghunus pedangnya.

Chen Kai membuka matanya perlahan. Pupil lingkaran emasnya kini tidak lagi hanya bersinar, tapi seolah-olah bisa menembus waktu itu sendiri. Ia tidak berdiri. Ia hanya menggerakkan satu jarinya ke arah langit.

Jantung Alkimia di tubuhnya berdenyut.

"Hukum Gravitasi: Runtuhnya Langit!"

Seketika, hukum gravitasi di Langit lembah tersebut berbalik total. Kapal-kapal perang yang tadinya meluncur mulus tiba-tiba merasakan berat mereka bertambah sejuta kali lipat. Logam kristal mereka merintih, dan kapal-kapal itu jatuh menukik ke tanah seperti batu yang dijatuhkan dari tebing.

BOOOOM!

Dua kapal meledak saat menghantam bukit meteorit. Kapal induk tempat Komandan Zuo berada berhasil melambat menggunakan formasi darurat, namun mendarat dengan kondisi hancur separuh.

Chen Kai berdiri dengan tenang. Ia merasakan kekuatannya kini jauh lebih padat. Jika sebelumnya ia harus memeras seluruh tenaganya untuk mengalahkan musuh ranah Manifestasi, sekarang, dengan bantuan Jantung Alkimia, ia bisa memanipulasi hukum alam Surga Pertama seolah-olah ia sedang memindahkan bidak catur.

"Mo Yan, Ah-Gou, mundurlah," kata Chen Kai, suaranya kini mengandung otoritas yang mampu menggetarkan jiwa. "Sudah waktunya aku menunjukkan pada mereka... kenapa tempat ini dinamakan Lembah Bintang Jatuh."

Ia melangkah maju menembus debu perak. Di depannya, Komandan Zuo merangkak keluar dari puing kapal, wajahnya penuh darah namun matanya memancarkan kegilaan.

"Kau... kau mencuri Jantung itu... kau akan membawa kiamat pada dunia ini!" raung Zuo, menarik tali busurnya meskipun lengannya gemetar.

Chen Kai hanya menatapnya dingin. "Kiamat bagi kalian, adalah fajar bagi mereka yang kalian tindas."

Chen Kai mengangkat tangannya, memanggil Pedang Meteor Hitam yang kini diselimuti oleh aura kelabu hampa. Pertempuran di Lembah Bintang Jatuh baru saja dimulai, dan kali ini, Sang Raja Hitam tidak akan lagi hanya berlari. Ia akan memanen setiap nyawa yang berani mencoba mengusik perjalanannya menuju Takhta Pencipta.

1
MyOne
Ⓜ️🤜🏻💥🤛🏻Ⓜ️
Cak Rokim Dakas
jangan lama² nyambungnya Thor ..
Dobi Papa Sejati
✔️
nyoman suta wirawan
mantap
Wahyu Roro Ireng.
aku suka banget alur ceritanya ,ya walau terkadang penulisan nama aktor keliru ,iru wajar..

dan semoga kedepannya lebih bagus lagi
Sibungas
mantab
MF
💪/Drowsy/💪💪💪💪💪
Dian Purnomo
tetap setia sampai akhir thor
Dian Purnomo
up.. lanjutkan thor semangat💪💪💪
Jojo Firdaus
💪💪💪
jaka saba jati
/Bomb//Bomb//Bomb/
Jeffie Firmansyah
hadeuhhh .... jd ikutan sesek bacanya... seolah q ,jd ikutan perang
Kai.... sikat semua dewa2 palsu nya
BTW.... pasti dewa2 Asli nya jadi tahanan mereka ya ?.......... 💪💪💪💪
rosidi didi
keren
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Taklukkan 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
🔥🌽🔥🦀🔥🦑Hentooopz
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
saniscara patriawuha.
gassssd...
Eka Haslinda
besok lagi.. 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!