NovelToon NovelToon
Miranda Istri Yang Diabaikan

Miranda Istri Yang Diabaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Nikah Kontrak
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Miranda menikah selama 2 tahun berbakti pada suami
membantu suami keluar dari kebangkrutan
sayang sekali setelah sukses suaminya selingkuh
bagaimana kehidupan miranda selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MIA 2

Raka menatap Miranda sebentar lalu pergi ke kamarnya. Dalam hati Miranda bertanya penuh curiga.

“Mungkinkah Mas Raka dan Saras melakukan hubungan badan,” batinnya, namun segera menggelengkan kepala. “kenapa aku jadi berfikiran buruk pada Mas Raka”

Miranda mengusap dada sambil berisigfar membuang pikiran buruk

“Masa bodoh dia mau selingkuh atau tidak, bagus kalau dia selingkuh dengan Saras asal jangan suamiku saja,” ucap Miranda dalam hati sambil menarik napas panjang.

Rizki duduk di sofa, Miranda ikut duduk di samping Rizki. Jarak mereka tidak terlalu dekat, tetapi juga tidak jauh, seolah ada tembok tak kasatmata di antara keduanya.

“Mas kok mobilnya bersih?” tiba-tiba Miranda bertanya seperti itu.

Rizki menoleh pada Miranda dengan heran. Dia mengerutkan dahi, bagi Rizki itu pertanyaan aneh.

“Pertanyaan aneh,” gumamnya dengan raut muka langsung lesu lalu menoleh sekilas ke arah Miranda. “Emang mobil harus kotor apa?” katanya dingin.

Tatapan tajam Rizki tidak membuat Miranda gentar, lantas Miranda kembali bertanya.

“Mas kok pulang malam sih?” tanyanya pelan, berusaha terdengar biasa.

Tampak ada raut muka tak senang dari Rizki. Dia menoleh pada Miranda dengan sorot mata menekan.

“Kan Mas sudah bilang kalau Mas itu mau ngecek proyek galian, memang kamu enggak ingat apa, makanya jangan main ponsel terus sampai-sampai pesan dari suami enggak dibaca,” ucap Rizki kesal.

Miranda menghela napas panjang. Selalu begitu, kalau Miranda banyak bertanya dan mengkritisi Rizki maka Rizki selalu emosi, tetapi Miranda malam ini harus menemukan jawaban pasti.

“Mengecek proyek galian tapi mobil masih bersih, Mas sebenarnya pergi ke mana?” tanya Miranda hati-hati.

Sekilas ada perubahan raut muka dari Rizki, namun segera ditutupi oleh wajah kecewa.

“Kamu ini banyak tanya,” gerutunya. “Tanahnya belum digali jadi tanah dan jalannya masih bersih.”

Miranda tertegun. Rizki mungkin menganggap Miranda hanya wanita bodoh yang gampang ditipu. Miranda semakin menunjukkan keheranannya.

“Proyek galian di mana?” tanya Miranda pelan. “Dua hari yang lalu sudah terbit memorandum perizinan tambang galian.”

Miranda bertanya setengah menyelidik yang membuat Rizki terlihat masam.

“Sudahlah aku capek,” keluh Rizki sambil menarik napas berat. “Kamu tahu apa tentang memorandum?”

Rizki benar-benar meremehkan Miranda hanya karena Miranda tinggal di rumah selama tiga bulan terakhir.

“Memorandum itu sudah viral, masyarakat umum saja tahu, itu bukan informasi sulit didapat,” jawab Miranda datar.

Rizki sepertinya frustrasi dengan argumen Miranda.

“Kenapa kamu selalu bertanya padaku!” sentaknya, suaranya meninggi. “Kamu selalu mencurigai aku.”

“Aku enggak curiga sama kamu, Mas, aku hanya bertanya, tinggal jawab saja, Mas, kenapa kamu emosional begitu,” ucap Miranda tenang.

Wajah Rizki tentu saja semakin menunjukkan kemarahan, namun Miranda sama sekali tidak tertekan. Semakin Rizki emosional, rasa curiga Miranda semakin tinggi.

“Kamu tidak bertanya tapi kamu menuduh,” ujar Rizki kesal, napasnya sedikit tersengal. “Kenapa kamu enggak bertanya aku lelah atau tidak, aku baik-baik saja atau enggak, pertanyaan kamu itu membuatku frustrasi,” lanjutnya dengan suara sedikit meninggi.

Miranda hendak menjawab, namun Saras datang dengan memakai daster tipis. Semua badan tertutup, tetapi daster itu terlalu tipis sehingga siluetnya jelas terlihat. Terlihat bercak merah di leher Saras, rambutnya disanggul asal seolah ingin menunjukkan kalau dia habis bercinta.

“Mas, kopinya,” ucap Saras lembut sambil memberikan kopi pada Rizki. Dia sedikit menunduk sehingga dadanya yang putih terekspose di hadapan Rizki.

“Nah harusnya kamu seperti Saras, suami datang itu sediakan air, kopi, bukan diberondong dengan pertanyaan enggak jelas,” ujar Rizki kesal.

“Maaf, sebaiknya kalau kalian mau ribut di kamar saja, nanti Paman Anton terganggu tidurnya,” kata Saras dengan nada lembut.

Miranda menekan emosinya, padahal ingin sekali dia mencakar Saras si sok manis itu.

Rizki bangkit sambil membawa kopi. “Ayo masuk, jangan ganggu Ayah,” ajak Rizki singkat.

Miranda pun bangkit, namun dia menatap tajam pada Saras.

“Aku belum menemukan bukti nyata, lihat saja aku akan kumpulkan bukti bahwa kamu bukan perempuan baik-baik,” ucap Miranda dalam hati penuh tekad.

Menuduh Saras sembarangan hanya akan berakhir dia dimarahi oleh semua orang yang ada di rumah. Saras itu walau usia lebih muda dari Miranda, tetapi selalu terlihat lebih dewasa dan Miranda yang terkesan arogan dan sombong tampak kekanak-kanakan.

Miranda dan Rizki masuk ke kamar. Saat akan masuk ke kamar, Saras berkata dengan lembut, “Mas Rizki, kalau mau mandi air hangat sudah aku sediakan di kamar mandi dekat dapur”

Miranda tertegun, jemarinya mengepal kuat.

“Membuatkan kopi, menyediakan air. Dia pikir istri Mas Rizki siapa,” gumamnya dalam hati dengan dada bergemuruh.

“Mas Rizki akan langsung tidur, sudah jam dua malam, enggak bagus mandi jam segini, kecuali sudah melakukan hubungan badan,” ucap Miranda tanpa menoleh sedikit pun.

Sindiran itu sengaja dia lontarkan untuk Saras. Miranda tadi jelas mendengar desahan dari kamar Saras. Itu bukan suara orang kesakitan, melainkan suara perempuan yang sedang menikmati sentuhan lelaki. Dan sampai saat ini, siapa lelaki itu masih menjadi pertanyaan besar di kepalanya.

Rizki mendengus pelan lalu melangkah masuk ke kamar. Dalam hatinya terlintas kalimat dingin, “Kamu tidak bisa diandalkan, Miranda.”

Kalimat itu menusuk lebih tajam dari tamparan. Miranda hanya mampu menggenggam tangannya erat. Sejak Saras tinggal di rumah ini, pikirannya tak pernah lepas dari rasa curiga yang menyesakkan.

Di dalam kamar, Rizki membuka bajunya dan mengambil handuk.

“Mas, dingin, enggak usah mandi,” ujar Miranda pelan.

“Aku gerah,” jawab Rizki singkat. “Kamu sudah sediakan air panas di kamar mandi?”

Miranda terdiam. “Aku belum menyiapkannya, Mas.”

Rizki menggeleng kecewa. “Cemburu kamu tinggi, tapi hal sepele seperti ini enggak kamu kerjakan,” ucapnya dingin.

Dia melangkah keluar kamar.

“Kamu ke mana, Mas?” tanya Miranda cemas.

“Mandi di kamar mandi dekat dapur. Saras sudah menyiapkan air panas.”

“Biar aku pindahkan saja air panasnya ke sini, Mas,” ucap Miranda cepat.

“Kelamaan,” gerutu Rizki. “Makanya belajar sama Saras cara melayani suami.”

Rizki terus melangkah pergi, meninggalkan Miranda berdiri kaku.

Dalam hati Miranda bergejolak, “Belajar melayani suami dari Saras? Maksudnya apa? Saras saja belum menikah. Kenapa aku harus belajar darinya? Ini makin mencurigakan.”

Apa Saras pernah melayani Mas Rizki? Melayani dalam hal apa? Jangan-jangan Saras juga melayani Mas Rizki di atas ranjang.

Pikiran itu bergejolak tanpa henti, membuat Miranda tertegun mematung. Dadanya terasa sesak, napasnya tertahan. Saat kesadarannya kembali, Rizki sudah tidak ada di dalam kamar.

Miranda menoleh ke jam dinding. Jarum panjang hampir menunjuk angka setengah tiga. Ia menghela napas pelan, lalu mengambil botol sampo dari rak kamar mandi di dalam kamarnya. Kebiasaan Rizki, setiap mandi selalu ingin keramas.

Dengan langkah ragu, Miranda berjalan menuju kamar mandi dekat dapur. Baru beberapa langkah, ia mendadak berhenti.

Di depan pintu kamar mandi, Saras sudah berdiri di sana. Rambutnya masih sedikit basah, daster tipis melekat di tubuhnya.

Miranda menatap pemandangan itu dengan jantung berdebar kencang.

“Kenapa dia di sini?” gumam Miranda dalam hati, rasa curiganya semakin menguat.

1
partini
beguna lah banyak video itu
partini
wow bisa bela diri teryata Very good 👍👍👍👍
partini
OMG mau eksekusi
Ma Em
Miranda makanya kamu hrs pintar dan cerdas jgn mau di manfaatkan .
partini
good story
partini
OMG kadal semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!