Seorang gadis kecil,harus menerima nasib buruk ketika ibu nya tiada.Sebut saja namanya Melisa gadis malang yang di asing kan ke luar negeri oleh Danu ayah nya sendiri ketika usia nya baru beranjak lima tahun.
Setelah beberapa minggu ibu nya meninggal,ayah nya memutuskan untuk menikah lagi dengan selingkuhan nya yang sudah mempunyai anak.
Di luar negeri,Melisa sendiri diurus oleh bibi nya yang bernama Rosa sekaligus sahabat ibu nya.
Setiap hari ingatan Melisa selalu membayangkan kejadian saat ibu nya tewas di bunuh.
Jangan lupa baca karya ku ya🙂
Jangan lupa Like Vote Rate and Comment
terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin mangaToon Wiyola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili MangaToon sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ༂𝑾𝒊𝒚𝒐𝒍𝒂❦ˢQ͜͡ᵘⁱᵈ༂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17
Hana kemudian menyiapkan makanan untuk suaminya itu,tak lama setelah menyiapkan makanan di meja makan Danu yang seusai mandi langsung menemui istri nya.
"Kau benar-benar istri yang rajin,padahal di rumah ini banyak pembantu,tapi kau selalu menyiapkan makanan untuk ku!"puji Danu.
"Tidak apa mas,kemari lah dan makanlah!"pinta Hana.
Danu lalu menarik kursi dan segera menyuap makanan.Sambil menikmati makan,Danu selalu terbayang-bayang dengan ucapan Mirna.
"Aku sudah sedari tadi menunggu kepulangan mu untuk makan bersama mas!"papar Hana yang duduk makan di hadapan Danu.Namun Danu terus saja termenung tanpa menghiraukan ucapan istri nya.
"Kau kenapa ma?"tanya Hana namun Danu tetap saja diam."Mas!"gertak Hana.
"Oh...ya....iya maafkan aku karena sudah membuat mu menunggu!"sahut Danu seperti orang canggung.
"Ku perhatikan dari tadi nampak nya kau diam terus seperti orang memikirkan sesuatu.Ada apa sebenarnya mas?"tanya lagi Hana.
"Tidak apa-apa sayangku,aku hanya sedikit pusing hari ini."balas Danu berbohong.
"Em begitu rupanya.Kalau begitu sebaiknya istirahat lah dulu mas.Kau sangat kelelahan mungkin!"pinta Hana.
"Tidak usah sayang,aku sudah selesai makan nya dan aku juga sudah kenyang.Aku mau pergi ke kantor dulu."ucap Danu menyeruput segelas air putih lalu beranjak berdiri.
"Ya baiklah mas!"sahut Hana juga beranjak berdiri.
Danu kemudian pergi melangkahkan kaki nya keluar.Sedang Hana duduk kembali sambil melanjutkan makan nya.
"Kenapa mas Danu tampak seperti orang gelisah,apakah ada sesuatu yang di rahasiakan dari ku?"lirih Hana berperang dengan pikirannya.
Selang beberapa saat setelah mengendarai mobil menuju kantor,Danu sampai di kantor nya.Baru saja sampai ruangan nya dan ingin membuka pintu tiba-tiba ia dikejutkan dengan kedatangan Mirna.
"Bagaimana mas,apakah kau sudah mengambil keputusan dan membicarakan nya kepada Hana?"tanya Mirna tersenyum sambil duduk di kursi Danu.
"Mirna kenapa kau ada disini,bagaimana jika orang lain melihat mu?"tanya Danu panik.
"Aku tidak mau menunggu lama-lama!"seru Mirna beranjak berdiri.
"Pergilah dulu,aku mohon!aku akan menghubungi mu nanti."pinta Danu.
Mirna dengan kesal langsung melangkah pergi meninggalkan Danu di ruangan tersebut sambil melirik tajam bingkai foto Danu dan Hana yang terpajang di atas meja.
Beberapa hari berlalu,siang ini Hana berniat untuk datang ke kantor suami nya.Di waktu bersamaan,Mirna juga akan datang ke kantor Danu.
"Hana,kenapa kau kemari?"tanya Danu yang sedikit kaget.
"Tidak apa-apa mas,aku hanya ingin mengajak mu makan siang bersama.Bukankah juga ini jam istirahat mu?"tanya balik Hana tersenyum sambil memandangi suasana ruangan kantor Danu.
"Boleh,kebetulan aku juga lapar!"tutur Danu beranjak berdiri.
Mereka pun melangkah keluar bersama,dari arah samping Mirna yang hendak masuk keruangan Danu tiba-tiba jengkel karena melihat Danu sedang bersama Hana.
"Sialan,ada Hana ternyata.Mau kemana mereka?"tanya Mirna geram kemudian mengikuti dari belakang.
Sampailah mereka di restoran dekat kantor Danu.Mereka makan siang bersama dengan dengan penuh kemersaan.Mirna yang mengikuti sejak tadi,hanya berdiri di balik tiang sambil menatap orang yang dicintai nya.
"Tega kau mas,kau sangat mesra bersama dia sedangkan aku harus sembunyi-sembunyi bertemu dengan mu!"tutur Mirna kesal.
Lanjut
kasihan melisa,
bapak nya terlalu di butakan wanita sampah