NovelToon NovelToon
Istri Bawel Ustadz Galak

Istri Bawel Ustadz Galak

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romansa / Tamat
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Gadis Bar-bar×Ustadz galak+Benci jadi Cinta+Cinta Manis,Komedi Romantis】Karakter Utama Namira Salsabila (Mira) Gadis mungil berusia 18 tahun yang baru saja menanggalkan seragam SMA-nya ini adalah definisi nyata dari kata "unik". Mira dikenal karena sifatnya yang sangat cerewet dan "bawel", namun di balik rentetan bicaranya, ia memiliki hati yang luar biasa penyayang, terutama jika sudah berhadapan dengan anak kecil. Secara fisik, Mira memiliki pesona baby face yang menggemaskan: Wajah & Kulit: Kulitnya putih bersih dengan wajah yang cenderung baby blues (sangat imut dan awet muda). Mata & Alis: Bulu matanya lentik alami layaknya memakai maskara, dipadukan dengan alis tebal yang konon katanya melambangkan sifat boros dalam keuangan—sebuah mitos yang ternyata menjadi kenyataan dalam gaya hidupnya. Hidung & Bibir: Memiliki bentuk bibir yang khas ("bibir terbalik") dan hidung yang proporsional (tidak mancung namun tidak pesek), menambah kesan imut pada wajahnya. Postur Tubuh: Tubuhnya san.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 22

Namira masuk ke ruang kelas dengan langkah percaya diri. Meskipun ia seorang "Ning" dan istri Gus, sifat aslinya yang cerewet, ceplas-ceplos, dan galak kalau diganggu tidak hilang sedikit pun. Baginya, jilbab panjang bukan alasan untuk jadi pendiam kalau ada yang cari masalah.

Saat ia duduk di bangku tengah, seorang mahasiswi di sebelahnya yang berpenampilan sangat tertutup tampak gemetar. Gadis itu terus menunduk, tapi tangan Namira yang cekatan tidak sengaja menyenggol tas gadis itu sampai isinya tumpah.

"Eh, maaf-maaf! Aku nggak sengaja..." Namira membungkuk untuk membantu, tapi gerakannya terhenti seketika.

Di lantai, berserakan foto-foto Namira dan Ayyan. Bukan foto dari internet, tapi foto-foto jarak jauh yang diambil secara diam-diam. Ada foto Namira saat belanja di pasar, foto Ayyan saat memanaskan motor, bahkan foto mereka berdua di teras ndalem tadi pagi!

"Lho... ini kan foto aku sama Mas Ayyan? Kok kamu punya?" tanya Namira dengan nada yang mulai meninggi. Aura galaknya mulai keluar.

Gadis itu, namanya Maya, langsung panik dan mencoba meraup foto-foto itu. "I-itu... aku cuma fans berat kalian, Ning! Aku... aku selalu ngikutin kalian..."

"Ngikutin? Sampai ke depan rumah?!" Namira berdiri, berkacak pinggang.

Suaranya yang melengking membuat seisi kelas menoleh. "Heh, kamu denger ya! Fans itu dukung, bukan jadi mata-mata! Ini namanya stalker, tahu nggak? Kamu mau aku laporin ke polisi karena melanggar privasi, atau mau aku aduin ke Mas Ayyan biar kamu dirukiah satu asrama?!"

Maya hampir menangis. "Maaf, Ning... saya cuma kagum..."

"Kagum sih kagum, tapi nggak gini caranya! Balikin sini kameranya kalau kamu punya foto lain!" Namira sudah siap menyita barang, tapi tiba-tiba pintu kelas diketuk.

"Permisi... apakah ada mahasiswi bernama Namira Salsabila?" ucap seorang petugas kurir yang kewalahan membawa tumpukan bunga.

Namira menoleh, amarahnya sedikit terdistraksi. "Iya, saya sendiri. Kenapa?"

"Ini ada kiriman bunga, Kak. Totalnya 100 buket mawar merah."

Seisi kelas melongo. Namira menghampiri tumpukan bunga itu dan mengambil sebuah kartu ucapan besar yang terselip di sana. Isinya:

"Untuk bidadari yang baru masuk kampus. 100 buket ini belum cukup mewakili 100 juta orang yang memujamu. Tapi cukup untuk memberitahu suamimu kalau saingannya ada di mana-mana. - Pengagum Rahasiamu."

Namira membaca itu dengan wajah merah padam. Bukan merah karena baper, tapi merah karena emosi.

"Heh, mas kurir! Ini dari siapa?!" tanya Namira galak.

"Kurang tahu Kak, pengirimnya anonim," jawab kurir itu takut-takut.

Namira langsung mengambil salah satu buket bunga itu dan melemparkannya ke tong sampah di pojok kelas. "Denger ya semuanya! Siapa pun yang kirim ini, bilangin ke dia: Sayang banget duitnya! Mending buat sedekah ke panti asuhan daripada buat nyampah di kelas aku! Aku nggak butuh bunga, aku butuhnya absen nggak bolong!"

Seluruh kelas langsung hening. Mereka baru sadar kalau Ning Namira yang manis di video itu aslinya galak banget kalau lagi sewot.

Tiba-tiba, HP Namira berbunyi. Video call dari Mas Ayyan.

Namira langsung mengangkatnya dengan wajah yang masih ditekuk. "Apa Mas?! Mau nanya aku udah makan belum?! Nih, aku lagi dikerjain orang, ada stalker di sebelah aku, terus ada orang gila kirim 100 bunga ke kelas!"

Ayyan di seberang layar hanya terdiam sebentar, lalu tersenyum tipis—senyum yang bikin Namira langsung luluh tapi juga malu. "Saya sudah di depan gerbang. Ternyata pengawal saya melapor kalau ada keributan soal bunga. Keluar sekarang, kita pulang. Biar bunga-bunganya dibagikan ke anak-anak yatim di sekitar kampus saja."

Namira langsung melunak. "Mas udah di depan? Kok cepet?"

"Saya nggak tenang ninggalin istri cerewet saya di tempat banyak 'buaya' kampus. Cepet keluar, sebelum saya yang masuk ke kelas kamu buat ambil bunga-bunganya."

1
Ayumarhumah
Hay ... aku sudah mampir tetap semangat ya 💪💪💪
Rina Casper: iya makasih ya kakk sudah mampir🤭 semoga suka dengan novelnya😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!