NovelToon NovelToon
Menikah Karena Hutang

Menikah Karena Hutang

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:511.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: senja.21

Cerita ini menceritakan tentang. Seorang lelaki yang selalu disuruh agar cepat mencari pendamping di umurnya yang hampir mengajak ke 29tahun.

Bagaimana kah kisah selanjutnya!

apakah dia bisa mencari seorang wanita idaman keluarganya?

Atau justru dia harus menerima perjodohan dari keluarganya?

Semakin aku sering bersamanya.
Maka semakin besar rasa cinta yang ku berikan kepadanya.

Semakin besar cintaku padanya.Maka akan semakin besar pula rasa sakit yang akan kurasakan nantinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja.21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kediaman Wiratama.

Pagi ini tepatnya hari minggu. Hari seminggu Xiodi menyandang sebagai seorang istri sekaligus Ibu di keluarga Jackson.

Pagi yang cerah menggambarkan suasana hati seorang wanita cantik itu. Pasalnya hari ini wanita itu akan ke rumahnya yang dulu.

"Ayo adik bangun." ucap wanita itu membangunkan sang Anak.

"Emmmm." bocah kecil itu hanya  menggeliat saja. Apa lagi yang ada di sebelah bocah itu dia sangat nyenyak.

Anak sama Daddy sama aja, sama-sama susah dibangunkan, ini juga si bochil, biasanya juga enggak seperti begini susah di bangunin kenapa hari ini susah banget.

Xiodi pun membaringkan badannya di samping Al, dia berpikir bagaimana cara agar Aldi bangun dan...

"Haha.. Haha.. Deli Emmomy Deli hahahaha Emmomy Cimoal, cudah Al akan angun." ucap bocah kecil itu, yang kegelian saat Emmomynya menggelitik tubuhnya.

Adit yang mendengar tawa itu bangun dari tidur lelapnya.

"Ayo bangun enggak kalau enggak Emmomy Cimoal akan menggelitik adik lagi." ucap Xiodi yang mau menggelitik anaknya. Dengan cepat Aldi bergeser dekat Daddy Adit. Otomatis Xiodi tak berani karena dia sangat takut dengan Adit.

"Al kenapa ketawa pagi-pagi." tanya Adit sambil mengucek matanya dengan kedua tangannya.

"Tadi Emmomy getikin Al,Dad." mengadukan kepada Daddy Adit.

Kalau enggak dengan cara begitu kalian enggak akan bangun, aku harus berterima kasih, kepada Tuhan karena dia membuat kalian bangun, satu panahan dua sasaran sekaligus.

"Emang ini sudah jam berapa, masih pagi kan." tanya Adit.

"Sudah jam 07: 00." jawab Xiodi, sambil memunguti bantal yang berserakan karena Al tidurnya enggak bisa diam, untung saja ranjang yang dipakai tidur sangat luas. Setelah beberapa jam akhirnya keluarga baru itu sudah selesai bersiap-siap karena hari ini akan ke rumah Xiodi. Mereka pun turun dari tangga. Dan Xiodi melihat sudah ada Ny.Rinba yang ada di ruang tamu.

"Pagi, Mah." sapa Xiodi

"Pagi juga." jawab Ny.Rinba sambil tersenyum.

"Al mau kemana kamu nak."tanya Ny.Rinba, kepada cucunya itu yang sudah membawa tas punggung kecil dengan gambar Power Rangers tidak tahu apa yang ada di dalamnya.

" Al au telumah Abula, Oma." ucap bocah cilik itu yang tak bisa bilang Abuela.

"Oh.. Sini cium Oma dulu kalau begitu." ucap Ny.Rinba, sambil merentangkan tangannya. Aldi pun mencium Oma dahulu.

"Papah dimana Mah." tanya Xiodi, yang celingak-celinguk mencari Papah mertuanya, dia ingin berpamitan kepada Tuan Jinsin.

"Papah baru keluar, nak." ucap Ny.Rinba kepada menantunya.

"Oh... Ya sudah, kalau begitu kita pamit ya Mah." ucap Xiodi, tak lupa Ny.Rinba mencium pipi menantunya itu.

"Baiklah hati-hati." ucap Ny.Rinba.

"Tolong masukan ke bagasi Yan." ucap Adit menyuruh asisten Ayan untuk menaruh barangnya ke bagasi.

"Baik Tuan." ucap Ayan. Ayan pun langsung melajukan mobil itu dengan kecepatan sedikit pelan.

Aldi yang ada di dalam mobil bocah itu tidak bisa diam seperti saat ini..

"Emmomy Cimoal,Al au di ekat endela." ucap Aldi kepada Xiodi.

"Kenapa emangnya, adik mau duduk dekat jendela." tanya Xiodi, kepada anaknya yang tak bisa diam, sekarang saja bocah itu berdiri di kursi mobil.

"Al au iat obil." ucap bocah itu, yang sudah meloncati Xiodi. Mau tidak mau Xiodi sedikit bergeser agar Aldi juga sedikit nyaman. Namun hal itu membuat Xiodi mepet dekat Adit. Jujur saja Adit tidak nyaman dengan posisi itu, apalagi asisten Ayan yang sedang mengemudikan mobil ia melihat dari kaca spion membuat Adit tambah sensi di posisi ini. Begitupun dengan Xiodi dia juga sedikit canggung. Selama perjalanan Aldi tak henti-hentinya menanyakan apa yang dia lihat kepada Xiodi maupun Adit.

Setelah menempuh beberapa menit akhirnya mereka pun sampai ke kediaman Wiratama. Mereka pun turun dari mobil.

"Biar Aldi yang gendong, saya saja." ucap Adit kepada Xiodi. Karena si bocah kecil itu tidur saat mau sampai ke kediaman Wiratama.

"Baiklah." ucap Xiodi yang menyetujui omongan suaminya.

Mereka pun jalan beriringan dengan Adit menggendong Aldi dan Xiodi yang membawa tas kecil yang dibawa Al tadi. Di belakang di susul dengan asisten Ayan yang membawa barang Adit.

"Ayah, Ibu, Zila Zelu." teriak Xiodi yang masih di depan pintu utama.

Tuan Wiratama yang ada di ruang keluarga dia yang semula duduk di sofa, saat mendengarkan suara putri pertamanya itu langsung bangkit dari duduknya, dan berjalan menghampiri putri pertamanya.

"Odi kamu kok teriak-teriak." ucap Tuan Wiratama kepada Xiodi.

"Tuan Adit dan Tuan Ayan silahkan masuk." ucap Tuan Wiratama.

"Terima kasih Tuan." ucap asisten Ayan, Adit hanya tersenyum saja.

"Odi, kasihan Tuan Adit menggendong Aldi, ajaklah ke kamarku nak." ucap Tuan Wiratama

Xiodi pun mengajak Adit ke kamarnya.

"Cekklek" Xiodi membuka pintu kamarnya dan alangkah terkejutnya dia, saat melihat kamarnya yang berantakan, padahal waktu itu dia merapikannya terlebih dahulu sebelum dia nikah.

Tapi dibawah selimut seperti ada seseorang yang tengkurap di balik selimut itu.

Dengan bokong yang di angkat keatas dan buk di angkat lagi dan buk.

Adit yang melihat hal itu dia berpikir, apa mungkin istrinya itu menyimpan pinguin di kamarnya.

Xiodi pelan-pelan mengambil gebukan kasur yang terbuat dari rotan.

Adit yang melihat hal itu hanya mengernyitkan dahinya, kenapa istrinya mengambil gebukan kasur itu.

Xiodi berjalan kearah samping kiri ranjang, perlahan tangan kanannya diangkat ke atas yang sudah ada gebukan kasur itu, pada saat itu orang yang ada di bawah selimut itu mengangkat bokongnya dan...

Buk!! Xiodi memukul bokong orang yang ada di bawah selimut itu.

"Awwww." teriak orang yang ada di bawah selimut itu. Orang yang ada di bawah selimut itu pun bangun dengan selimut yang masih menyelimuti sekujur tubuh orang itu.

"Ibu kenapa Zila di gebukin seperti kasur." ucap orang itu dengan membuka selimutnya.

"Kakak." ucap Zila yang kaget, ternyata Kakaknya bukan Ibunya.

Zila pun bangun dari ranjang sambil memegangi bokongnya, yang masih sakit karena di gebuk dengan gebukan yang berbahan rotan.

"Baringkan dulu Aldi nya Tuan, nanti saya akan merapikan setelah Aldi bangun tidur." ucap Xiodi kepada Adit agar membaringkan Aldi. Adit pun langsung membaringkan anaknya.

"Zil kenapa kamar Kakak berantakan." tanya Xiodi kepada adiknya itu.

" Maaf Kak, soalnya kamar Kakak sangat nyaman, jadi Zila tidur di kamar Kakak."jawab Zila.

"Baiklah, kalau bisa itu di rapikan ya! Sesudah tidur, jangan awut-awutan seperti ini." ucap Xiodi yang memberi tahu adiknya.

"Iya Kak." jawab Xiodi.

"Ya sudah kamu turun dulu Zil, nanti Kakak juga akan turun." ucap Xiodi kepada adiknya.

Xiodi pun membereskan kamarnya yang berantakan karena ulah adiknya itu. Adit jangan tanya dia sedang berbaring di samping anaknya sambil memeluknya. Namun Adit ingat satu hal yang membuatnya bangun. Dia pun langsung keluar kamar dan kebawah buat bertemu asisten Ayan dan Tuan Wiratama, dan di susul dengan Xiodi yang ada dibelakangnya.

"Duduklah Tuan Adit." ucap Tuan Wiratama.

Adit pun duduk di sofa.

"Terima kasih." ucap Adit kepada Tuan Wiratama.

"Ayah, Ibu ada dimana." tanya Xiodi dari belakang.

"Ibumu sedang ada di dapur." jawab Tuan Wiratama.

"Kalau begitu Odi ke dapur dulu ya, Yah." ucap Xiodi kepada Tuan Wiratama.

"Baiklah." jawab Tuan Wiratama. Xiodi pun jalan menuju dapur untuk bertemu Ibunya.

"Bu." panggil Xiodi.

"Iya ada apa nak." jawab Ny.Clea.

"Sini bantu Ibu masak." ucap Ny.Clea.

"Mana Bu, Xiodi bantu agar cepat selesai." ucap Xiodi membantu Ibunya.

1
Yati Yati
si Adit aneh utang mo di byr lunas gk mau mlh ngehina odi alat penebus hutang dasar kutukupret
Suari Suari
istri sendiri panggil tuan
Jeankoeh Tuuk
puji Tuhan
ceritanya bagus
walau tidak selurus jalan raya
terima kasih untuk author
yang sudah buat cerita nya bagus
dan agak dikit lain.
🙏🙏
sukses selalu buat authornya
Tuhan memberkati selalu🙏
Firman Riski
bagus
Meiske Akay
Seru banget ceritanya.
Elvin: Kak mampir di pena baru yuk. Pena Senja 21 tidak bisa masuk.
total 1 replies
Putri Auren
ga suka sifat nya Adit... ga ada menghargai odi
Putri Auren
mampir thooorrr.
salam kenal 🙏
Citra Ayu
suka critanya tidak terlalu melebar dalam menyampaikan crita, apalagi diakhir cerita...happy ending... good job ....
Elyana Elyana
awal baca udh keliatan nih bakalan seru😍
Elyana Elyana
Aku mampir nih ya thor🤗
Kartika Sari
2 tahun tp ngmongnya lncr bgitu ya ci al..
Kartika Sari
msh penasaran aja sbenernya,adit cerai sm isteri sblmnya knpa ya
Kartika Sari
kirain td belah duren na uttk spasang kekasih gt
Elvin: Kak mampir di pena baru yuk. Pena Senja 21 tidak bisa masuk.
total 1 replies
Kas Gpl
semangat terus kak..
Sephiamu Sephiamu
sukses trus
Hujan: Thanks Kaka
total 1 replies
alvalest
ok nanti mampir thor aq
Hujan: Sehat terus Ka
total 1 replies
nobita
aduh aq nd muak baca sikapnya Adit.. yg galak dan berkata kasar.. huff
Hujan: Hehehe sabar disayang Tuhan plus Bunda
total 1 replies
nobita
awal yg menarik.
Wulan cueexx...😉😉
Thor udah jauh kok aq belum tau ya ibunya al tu siapa...!?!?😅😅😅
Wulan cueexx...😉😉
Adit jngan galak"nanti kalo udah bucin malu maluin looo.....😂😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!