NovelToon NovelToon
Akan Ku Buat Dia Menyesal

Akan Ku Buat Dia Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Fantasi Wanita / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:45.6k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

"Aku yang menghancurkan keluargaku sendiri."
"Aku yang membuat semua orang mengetahui tentang hubungan gelap kalian."
"Aku yang membuatmu berlutut meminta ampun saat ini."

Fransisca menikahi seorang milyarder yang mengalami cacat mental hanya untuk membalaskan dendam kematian ibunya. Menganggap lebih baik hidup sebagai pengasuh pria cacat, tapi mendapatkan kekuasaan mutlak.

Karena cinta baginya hanya... Bullshit!

Tapi mungkin tanpa disadarinya mata pria yang dianggapnya mengalami cacat mental itu hanya tertuju padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Sama

"Musuh!? Dasar anak durhaka! Susah payah aku menyekolahkan dan membesarkanmu. Tapi setelah dewasa kamu malah membantah ayahmu sendiri. Sama sekali tidak mengakuinya. Dosa apa yang telah aku lakukan ya Tuhan....!" Teriak Wijaya menangis seperti orang yang paling disakiti.

Fransisca harus malu, seperti di tempatnya dulu bekerja. Harus bersedia menuruti kata-katanya dan menunduk. Dasar anak sial yang begitu kotor. Anak ini berhutang banyak padanya.

Beberapa orang yang lewat di loby mulai mengamati.

"Bukankah itu staf baru di bagian keuangan."

"Kasihan ayahnya. Ayahku bersusah payah menyekolahkanku. Jadi aku bahkan selalu menghormatinya. Tapi orang ini..."

"Definisi anak durhaka."

"Inilah anak jaman sekarang. Saat aku menikah nanti aku lebih baik tidak punya anak daripada memiliki anak yang memukul orang tuanya di depan umum."

Berbagai cercaan dan hinaan yang terdengar membuat telinga Fransisca gatal. Kalau kalian memiliki ayah yang selalu mencambuk dan memukul kalian dari kecil. Ditambah pernah memaksa kalian untuk minum dan tidur dengan pria sebagai kesepakatan bisnis. Apa kalian dapat berkata seperti itu?

Dirinya bersusah payah menyelamatkan diri. Jika tidak dari usia 18 tahun sudah pasti dijadikan pe*lacur profesional oleh ayah komodo ...maaf salah komodo lebih terhormat. Ayah mokondonya.

"Jadi kamu yang membiayai dan membesarkanku? Seingatku kamu menggunakan uang ibuku untuk membelikan bibi dan Mira villa. Lalu berapa uang pribadi yang kamu habiskan untuk membesarkan anak?" Tanya Fransisca mengangkat sebelah alisnya.

"I...itu uang bersama. Uang ibumu adalah uangku." Ucap Wijaya tidak akan kalah. Kali ini menitikkan air matanya dan berucap."Aku selalu menerima perlakuan kasar darimu di rumah..."

"Ayah... video ayah menghajarku saat di acara pernikahanku pasti ada rekamannya. Ingat! Ada CCTV di ballroom. Dan tujuan ayah kemari bukankah meminta persetujuan jual beli saham milik ibu, agar bisa dijadikan mahar untuk menikahi bibi." Fransisca mengangkat sebelah alisnya.

Beberapa orang kembali tersebut mencemooh.

"Jadi begitu...ayah tidak bertanggung jawab. Ternyata komedo."

"Bukan komedo tapi mokondo."

"Komedo, Komplotan Minta Emas istri Doang!"

Ayahnya memang seperti ini. Begitu menyebalkan. Karena berani mempermalukannya. Apa salahnya mempermalukan balik?

"Kamu hanya iri pada Mira! Karena Mira menikah dengan Doni. Doni sebentar lagi akan menjabati posisi wakil CEO!" Tegas ayahnya.

"Apa yang perlu diirikan dari wanita penyakitan yang hamil di luar nikah?" Lagi-lagi Fransisca menjawab dengan tenang.

Semua orang kembali berbisik. Tidak banyak tapi karena loby memang dilewati karyawan yang baru datang dari area cafetaria.

"Aku pernah dengar, pak Doni menikah. Ternyata pasangannya hamil duluan."

"Hamil di luar nikah kok bangga."

"Biasa...Komedo. Kelakuannya memang dongo."

Wijaya mengepalkan tangannya. Dirinya tidak bisa memukul Fransisca sama sekali. Tapi bocah kotor hasil pelecehan seksual ini, memang begitu keji dan menjijikkan.

"Ayah mau mengatakan apa lagi? Apa mengatakan kalau Mira lebih baik dariku? Tapi pada kenyataannya dia menjadi juara desain karena mencuri karyaku, mencuri jatah beasiswaku, ditambah mencuri calon suamiku. Tidak punya inisiatif dan kreativitas sama sekali. Rawatlah anak...dari orang yang kamu cintai. Karena aku tidak punya ayah yang membunuh istrinya sendiri." Fransisca tersenyum cerah, lebih tepatnya senyuman mengejek melangkah hendak meninggalkan ayahnya.

Benar-benar cukup malas berhadapan dengan orang ini. Sama sekali tidak pantas sebagai seorang ayah. Salahkah jika dirinya meragukan identitasnya sebagai anak kandung?

Dapat menebak semuanya setelah ini sang ayah akan semakin dendam dan mencari cara untuk membalas dirinya.

Tidak ada harimau yang menerkam anaknya sendiri. Tapi berbeda dengan ayahnya. Sang ayah menjadikan sepupunya sebagai tuan putri sedangkan dirinya hanya budak hina yang begitu menjijikkan.

***

Hari di kantor berlangsung seperti biasanya. Sama sekali tidak ada hal khusus selain orang-orang yang bergosip tentangnya.

Tapi satu hal yang disadari oleh Fransisca. Tidak ada satu orang pun yang bicara dengannya, bagaikan ketakutan entah dengan apa. Mungkin hanya Rendi yang bicara begitu dekat dengannya. Itupun karena orang ini adalah mata-mata ganda yang berakting.

Menatap ke arah laporan keuangan sebuah proyek. Tidak ada yang salah dengan laporan ini. Sama sekali tidak ada...tapi di sanalah letak masalahnya.

Seluruh kantor ini sudah bagaikan jaring laba-laba raksasa. Semua orang bekerja sama untuk mengelabuinya. Akan begitu sulit untuk menyingkirkan hama.

Jika ditanyakan bagaimana bisa seorang petani membakar lumbungnya, bukan menyingkirkan tikusnya saja. Itu karena lumbung dipenuhi oleh tikus. Sama sekali tidak ada padi yang tersisa.

Seperti saat ini. Perusahaan dipenuhi dengan pengkhianat. Jika ini adalah perusahaannya, dirinya akan lebih baik menjual saham. Membiarkan perusahaan bangkrut kemudian merestorasi total dengan membangun perusahaan baru.

Karena, jika hanya sekedar memecat karyawan. Itu tidak berguna sama sekali. Karyawan baru akan diancam untuk ikut melakukan korupsi. Ini rantai yang sulit diputuskan.

Mengigit kukunya sendiri. Fransisca mulai berpikir...

Tangannya bergerak cepat menyelesaikan laporan keuangan. Gila! Dirinya tidak dapat membakar lumbung. Karena itu lebih baik membunuh tikus ganas menggunakan pedang dan gada. Biar mereka merasakan ketajaman pedang dan geprekan dari gada milik seorang Fransisca.

"Fransisca apa yang kamu lakukan?" Tanya direktur bagian keuangan menatap ke arah komputer milik Fransisca.

"Hanya menyimpan beberapa laporan." Fransisca tersenyum pada sang direktur.

"Menyimpan!? Dilarang menyimpan data perusahaan! Lebih baik kerjakan ini secara manual!" Bentak sang direktur keuangan meletakkan kertas pena dan penggaris, serta sebuah map. Jelas orang ini berusaha mempersulit dirinya. Mata Fransisca menelisik, nama orang ini adalah Jeki, terlihat dari name tagnya

Masalah benar-benar tidak kunjung usai. Terlebih perusahaan ini dipenuhi dengan para tikus.

Semua orang menunduk diam. Memandang sinis ke arahnya.

Sejenak pesan masuk ke handphonenya. Lebih tepatnya pesan dari Randy.

'Semua staf di bagian keuangan, gajinya ditambah 150.000 rupiah per bulan. Tambahan sedikit, tapi jika tidak menerimanya akan dipecat. Jika sudah menerimanya, maka harus diam melihat kelakuan atasannya. Karena mereka terlanjur menerima suap yang sebenarnya tidak seberapa. Korupsi terbesar diterima oleh para direktur dan wakil CEO.'

"Jadi... itulah yang terjadi. Korupsi berstruktur di perusahaan suamiku. Sungguh besar sekali nyali Kalian..." Tawa Fransisca terdengar cukup kencang, setelah membaca pesan dari Randi.

Semua orang staf bagian keuangan menoleh padanya. Sejenak kembali bekerja. Lagipula orang ini tidak memiliki kekuasaan. Hanya memiliki status sebagai istri orang cacat. Apa yang perlu ditakutkan?

Berbeda dengan Randy yang menelan ludah. Nyonya bos tidak dapat dianggap enteng sama sekali.

"Fransisca! Kembali bekerja! Kalau tidak kamu aku pecat!" Perintah Jeki.

"Pecat lah! Maka kalian akan kehilangan pekerjaan. Apa kakak ipar tidak mengatakan, aku punya kendali atas 72% saham perusahaan? Jika aku dipecat, maka aku akan membawa semua saham itu pergi bersamaku..."

"Kamu! Berani-beraninya!" Bentak Jeki.

"Tuan Jeki... sepertinya suamiku saat masih normal terlalu jinak pada kalian. Tapi aku bukan tipikal orang yang baik hati seperti suamiku."

1
Alishe
tokohnya pinter manipulasi semua njay🤣🤣🤣🤣
Alishe
makin kepoo ihhhh
Alishe
lopeee sm beb author gue😘😘😘😘😘😘
Alishe
pantesan di bab awal sela nongol bilangnya mantan calon menantu ya🤔
Alishe
ikutan goyanggg ahay🤣🤣
Alishe
bantai yg mulia bantaiiii tikusssss🔥🔥🔥🔥
Alishe
selalu bikin gue... whoaaahhhhh/Drool/
Ufiyyyy
y ampun bgung y... arkan kmu ktrlaluan pdhl aslinya suhu... /Grin//Grin//Grin//Tongue/
ari sachio
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ari sachio
aku yakin rendi terlihat 5L krn habis dilatih mental maupun fisikny olh arkan🤭
Alishe
iyalah bapaknya gemes org selingkuhannya aja kerja nyambi ehem🤣🤣🤣
Alishe
ahahahaha semua mertua bakal ampeg keles tiap hari disuguhin sakit2 an trus rebahan bae sehat maah shoping wkwk auto kesel jg nanti🤣🤣🤣🤣🤣
Ayu Rahayu
nah kan... kemarin2 ngaku2 kanker stadium akhir,, lah ini di kasi gejala kanker beneran di tambah HIV lagi😄😄 selamat mira.. doamu terkabul🙏
ari sachio
bisa aee km thor....😁😁😁
Sulati Cus
les privat sm akyuu aja Arkan🤣
Alishe
/Applaud//Applaud//Applaud//Applaud/
Alishe
ihihihi cosplay drakula klo mlm🤭🤭🤭
Sulati Cus
wah 😅mira dpt jackpot
Sulati Cus
itulah kt nenek moyang " ucapan adalah doa " kena tulah nggak tuh🤣
Imas Karmasih
benar adanya omongan adalah doa, Mira benar-benar sakit malah lebih matikan🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!