Realitanya,kita tidak pernah tahu bagaimana jalan menuju takdir itu sendiri
yang membuat kita menerka-nerka dimana kaki ini akan menapak esok hari.
'Tuhan tidak pernah salah dan tidak pula terlambat dalam menetapkan suatu takdir kepada hamba-Nya'
'Kamu tahu sayang?aku bertaruh dengan diriku sendiri bahwa suatu saat hatimu yang sempit itu akan menjadikanku tempat pulang yang paling nyaman untuk kamu singgahi'.~ Elvita
'pernikahan ini hanya sementara,Sampai Kakak pertamaku melahirkan anak pertamanya mari mengurus surat perceraian'~Bian
Pernikahan yang awal nya berdasarkan kesepakatan itu akhirnya mengungkap tabir lama kedua keluarga yang hampir diambang kehancuran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twdyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
first kiss
"Jangan terlalu baik padaku Bi..."
Elvita berusaha menjauhkan diri dari Bian saat laki-laki itu hanya diam tanpa berniat menjawab ucapannya.
Dia tidak ingin Bian melihat wajah kecewanya.
Baru saja ingin berjalan menjauh, tiba-tiba Bian menarik pinggangnya dan memeluk nya dari belakang,menaruh Kepala nya di atas bahu Elvita.
"Biarkan seperti ini sebentar..."
Hening
Elvita hanya diam,berusaha menetralkan perasaannya yang naik turun dibuat Bian.
Dia pikir bagaimana bisa laki-laki dihadapannya ini membuat nya menjadi gadis yang bodoh seketika!
"Bisakah kamu hanya percaya padaku Elv,aku tidak akan menyakiti apalagi mengkhianati dirimu.."
Kamu tahu? dibanding saudaraku yang lain,aku adalah anak yang paling susah dalam mengekspresikan perasaanku...aku tidak tahu bagaimana perasaanku atau lebih tepatnya mungkin aku masih merasa ragu...jadi untuk sekarang biarlah aku melindungi kamu dengan caraku sendiri....*Bian
mendengar ucapan Bian seketika Elvita memutarkan badannya menatap Bian dengan lekat.
Dia bukan tidak tahu maksud dari perkataan suaminya,tapi bisakah dia memastikan lebih dalam agar tidak ada kesalahpahaman kedepannya?
di saat Elvita berusaha menyelami isi pikiran Bian, tiba-tiba saja laki-laki itu memajukan kepalanya secara perlahan dan menempelkan kedua bibir mereka dengan lembut yang membuat Elvita reflek memejamkan mata.
'ohh yaampun,dorong Elv!dorong! kenapa kamu malah menikmatinya' rutuk Elvita
Ketika Bian melepaskan ciumannya,Elvita masih enggan membuka matanya membuat Bian tertawa melihat tingkah gadis yang ada dihadapannya ini.
'bukankah dia begitu menggemaskan' batin Bian
"Kamu masih mau di cium ya rupanya.." goda Bian yang sontak membuat Elvita membuka matanya dan melotot ke arah Bian.
"Aku malu Bian..."teriaknya kesal
Elvita lantas melayangkan pukulan keras ke dada bidang sang suami dan berlari menuju kamar mereka dengan perasaan yang berdebar.
'Bian mencuri ciuman pertamaku...' pekiknya
Elvita memilih masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri lebih dulu dan tidur agar bisa menghindari Bian.
Tapi rupanya rencana nya jelas tidak berjalan mulus,ketika sudah selesai dan keluar dari kamar mandi Elvita dibuat terkejut saat Bian sudah berdiri dihadapannya hanya memakai handuk yang menutupi pinggang sampai paha nya.
'astaga,tampan sekali...'
ehemm.Bian berdehem menyadarkan Elvita yang terbengong melihat dirinya.
"ahhh...aku sudah menyiapkan air hangat untuk mu Bi,mandilah...aku rasa akan tidur sekarang" ucap Elvita sedikit salah tingkah.
dia lantas tidur di kasur berusaha memejamkan mata yang nyatanya masih sangat segar tidak mengantuk.
setelah beberapa saat,setelah Bian telah menyelesaikan mandinya dia langsung ikut merebahkan tubuhnya di samping Elvita.
"selamat malam Elv,Tidurlah..." Bian mencium pelan kening istrinya.
bagaimana mengatakannya?
Hati Elvita tiba-tiba menghangat diperlakukan dengan hangat oleh Bian,sehingga membuat dia merasa dicintai.
Dia yang awalnya pura-pura tertidur akhirnya benar-benar menuju ke alam mimpinya dengan lelap.
......................
Pagi ini Bian mengajak Elvita untuk menjenguk Aisyah dirumah sakit,yang jelas saja langsung disetujui oleh Elvita.
rasanya dia sangat ingin menghibur wanita yang pasti sangat bersedih itu.
setelah kedua nya sampai dirumah sakit,sudah ada Arga yang tengah berbincang dengan Bian di depan pintu kamar tempat Aisyah di rawat.
Elvita dan Bian menyapa kedua laki-laki itu sebentar dan meminta izin untuk masuk melihat Aisyah.
"Masuklah,aku ada urusan sebentar...jangan keluar sebelum aku jemput" ucap Bian sambil menyentuh kepala Elvita.
mendengar itu Elvita menganggukan kepalanya,setelah melihat Daddy Arga,Brian serta suaminya berjalan menuju keluar Elvita langsung masuk untuk menemui Aisyah.
"Assalamualaikum kak..."
Elvita menyapa Aisyah yang terlihat begitu senang akan kedatangannya.
"Waalaikumsalam..." balas Aisyah
Elvita duduk di kursi tepat disamping kasur Aisyah.Dia tahu wanita ini pasti berusaha kuat agar tidak membuat semua orang khawatir.
"Apakah suami mu juga ikut keluar bersama Daddy dan suamiku?" Tanya Aisyah saat mendapati Elvita masuk seorang diri.
"Iyaa kak,mereka sudah pergi saat aku masuk" jawab Elvita yang langsung mendapatkan anggukan dari Aisyah.
"aku dengar kalian membatalkan rencana bulan madu kalian Elv..." Aisyah bertanya dengan nada yang lirih.
ketika dia tahu adik ipar nya Bian dan Elvita memundurkan jadwal bulan madu mereka karena dirinya,jelas saja Aisyah merasa bersalah.
"Hanya memundurkan jadwal kak,kami akan pergi setelah semua nya selesai"
Elvita dan Bian sudah membicarakan tentang ini kemarin malam dengan Daddy nya,sebab ikut merasa sedih atas kejadian yang menimpa saudara laki-lakinya.
"Kamu tahu Elv..?"
Elvita menatap wajah Aisyah yang tengah berbicara dengan suara yang begitu lembut.
"Awalnya aku ingin marah atas takdir yang menimpa ku...Tapi ketika melihat suami ku yang berusaha menenangkan dan menyabarkanku,aku jadi sadar...Bukankah setiap tiap manusia pada akhirnya akan mati?Mungkin bayi kecil yang sedang kami nantikan itu adalah ujian untuk ku dan suamiku,apakah kami bisa bersabar dan tetap berpegang teguh pada sang ilahi atau justru memutar arah dan mengutuk takdir...aku percaya Allah merencanakan sesuatu yang jauh lebih indah untuk kami setelah kehilangan kemarin Elv"
Elvita tertegun melihat betapa sabar nya wanita dihadapannya ini meskipun sedang ditimpa musibah yang berat.
Wajar saja jika Brian kakak ipar nya itu begitu mencintai istrinya.
"Karena itu...kalian tidak perlu membatalkan rencana bulan madu kalian...justru aku berdoa semoga secepatnya kalian mendapatkan momongan"
ketika berbicara,bisa Elvita lihat bagaimana tulusnya senyum Aisyah.
Dia jadi sangat kagum pada kakak ipar nya.
"Aku akan membicarakannya pada Bian nanti kak"
Elvita pikir dia tidak enak jika menolak perkataan Aisyah,jadi dia memilih akan membicarakannya nanti pada Bian.
Tapi kata 'momongan' membuatnya sedikit merasa takut.
apakah Bian sudah melupakan perjanjiannya atau justru masih melanjutkannya sesuai rencana di awal pernikahan mereka.
jika sesuai perjanjian,jelas saja ini akan membutuhkan waktu yang lama setelah kejadian kemarin yang menimpa kakak iparnya.
dia masih bingung dengan sikap Bian!
Jika saja laki-laki itu dengan tegas memutuskan kontrak diantara mereka,jelas saja Elvita akan senang sebab entah sejak kapan dia sudah menaruh perasaan pada suaminya sendiri.
"Elv..."
panggilan Aisyah membuatnya tersadar dari pemikiran panjangnya.
"Kamu sedang memikirkan sesuatu?" tanya Aisyah
"apakah begitu terlihat kak..." Elvita justru tertawa saat Aisyah begitu perhatian pada dirinya yang sedang dilanda kebingungan.
'seperti inikah jika memiliki saudara perempuan?'
setelah menikahi Bian dan mengenal Aisyah serta Khanza,Elvita merasa seperti memiliki saudara perempuan yang saling menyayangi.
"Jangan terlalu mengkhawatirkan sesuatu Elv,jalani dengan tulus dan ikhlas...percayalah pada rencana Allah..." ucap Aisyah
"Terima kasih kak..." Elvita lantas mendekat kepada Aisyah dan memeluk wanita itu dengan perlahan.
hatinya seakan mendapatkan jawaban tanpa perlu dia ceritakan permasalahannya pada Aisyah,wanita itu seakan tahu yang sedang dia alami.
......................
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
*maaf jika ada typo atau kesalahan dalam penulisan kata