Mengisahkan seorang Perwira Angkatan Darat bernama Lucas Abner yang sangat mencintai pekerjaannya. Pengabdiannya sebagai seorang tentara tidak bisa di ragukan. Dia bisa berada di korps pasukan khusus karena kelincahannya. Jatuh cinta kepada seorang perempuan yang dia temui dirumah sakit waktu menjengguk sahabatnya. Apakah Lucas bisa memikat hati perempuan itu ???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Joy Disandera 2
Pesan yabg diterima langsung digunakan untuk mencari pisisi keberadaan pacar kapten Lucas yang disandera. Dan Lucas bersama timnya sudah mendapat titik koordinat dimana Joy berada. Kemudian pesan kedua datang lagi di handphone Lucas yang mengharuskan dia datang seorang diri. Namun strategi lain terjadi keempat anggota timnya juga sudah meluncur ke lokasi.
Dengan kelincahan yang dia miliki, Lucas sudah bergerak cepat dan dia melumpuhkan satu per satu musuh. Betapa kagetnya dia ternyata didalam bangunan megah yang letaknya di tengah - tengah sawah di sebuah perkampungan di daerah luar Jakarta. Disana juga terdapat anak- anak kecil yang disandera bersama Joy. Lucas mulai melumpuhkan penjaga mereka satu per satu.
Kelompok ini, sangat cepat mendapat informasi tentang Joy Debora. Apa maksud mereka menangkap Joy??? Ini yang dipikir Lucas ketika dalam perjalanan menuju Lokasi. Namun ketika melihat anak - anak ini dia mulai berpikir apakah ini berhubungan dengan profesinya sebagai dokter bedah. Apakah sudah ada yang membutuhkan organ - organ dari anak - anak ini. Satu ruangan kembali di cek oleh Lucas, ternyata semacam ruangan steril yang digunakan untuk operasi.
Gerakan Lucas mulai terbaca oleh pihak lawan, dan terjadi aksi tembak menembak. Ketika Lucas sudah hampir mau menyerah dan ketangkap, Daniel, Isak, Ismail dan Usman datang membantu dia, tim elite pasukan khusus bersatu. Dan mereka berhasil melumpuhkan musuh mereka.
Ketika dicek ruangan satu persatu pada ruang CCTV mereka mendapatkan posisi ruangan dimana Joy di ikat. Dan dari situ mereka tahu siapa yang menangkap Joy, ternyata pemimpin mafia yang mereka cari. Dia adalah buronan tentara Rusia yang melarikan diri dan mendirikan organisasi mafia yang bergerak di pasar gelap,penjualan narkoba, senjata bahkan organ tubuh manusia. Dia adalah Kopral Dmitri.
Dmitri perna bertugas bersama Lucas pada satu misi pengamanan dunia. Di kesatuannya Dmitri adalah tentara terbaik, sama seperti dirinya. Namun dia tidak menyangka Dmitri bisa melarikan diri dari kesatuan. Dia sedang dicari oleh semua tentara di dunia.
Dmitri sudah mengetahui bahwa, tempatnya ada penyusup yang masuk. Bersama Joy dan lima anggota tebaiknya mereka berusaha keluar kabur namun dihadang oleh Lucas.
"Aku datang Dmitri."
"Selamat berjumpa Kapten Lucas Abner Gosal."
"Apa mau mu??"
"Aku hanya ingin keluar dari tempat ini. Transportasiku sudah siap."
"Oke, lepaskan dia. Dan aku akan mengawal kamu sampai berangkat?"
"Akan lebih seru jika dokter ini ada. Karena bisa mendatangkan keuntungan pada bisnisku." Lucas yang melihat bahwa bibir kekasihnya sedikit berdarah. Sangat marah dan betapa kagetnya Lucas ternyata di badan Joy sedang di ikat dengan bom yang dirakit pada tas rangsel. Daniel dan Ismail sudah siap di posisi siap menembak. Sebagai penembak terbaik, tidak bisa diragukan keahlian mereka. Namun Lucas menghentikan karena ada bom. Dmitri tertawa senang.
Usman yang jago dalam menjinak bom meminta kepada Lucas untuk mengulur waktu. Karena bom itu terhubung dengan remote yang di pegang oleh Dmitri yang kapan saja bisa dia ledakan. Ketika Usman melihat terdapat kedipan lampu berwarna biru yang diselipkan pada tangan tas di atas pundak sebelah kiri Joy. Dia langsung memberitahu komandannya.
"Sayang, jangan bergerak ya. Kamu tenang dan percaya pada saya. Oke."
Joy mengangguk. Kepintaran Lucas digunakan sebagai penembak jitu, dia membidik tepat sasaran. Dan tembakan yang dilakuan oleh Lucas tepat pada lampu berwarna biru, Signal pemicu agar mudah di kendalikan oleh remote sudah terputus. Daniel dan Ismail langsung menembak semua Dmitri dan ajudannya. Peluru berhamburan kearah mereka. Dan mereka semua tumbang.
Lucas menghampiri Joy. Sekarang Usman sedang berusaha menjinakan bom yang ada.
"Sayang sisa tiga dua puluh menit. Aku takut."Usman yang baru tahu, kalau dokter Joy sudah memanggil kata sayang pada komandannya , dia tersenyum mengingat bagaimana dokter Joy dibuat kesal oleh Komandannya.
"Konsentrasi Usman, ini nyawa calon istriku." Sementara Joy sudah menahan suara tangisannya namun air matanya sudah mengalir deras di pipinya. Tangannya gemetar.
"Sayang, menjauh. Ngak papa aku mati." Lucas memegang tangan Joy.
"Kamu segalanya buat aku. Kamu tidak akan mati. Saya percaya kepada rekan saya ini. Waktu sesingkat apapun, pasti dia bisa."
"Kapten tasnya terbuka saya tidak bisa menjinakan bom ini. Lindungi dokter Joy." Lucas langsung memeluk Hanna dan dia berada dibawa badannya.
"Berlindung."
Dengan sekuat tenaga Usaman melemparkan bom itu sejauh mungkin, agar sepihannya tidak mengenai mereka. Daya ledakannya sangat besar.
"Kapten, Dmitri sebelah kiri." Lucas dengan cepat menutup tubuh Joy dengan tubuhnya. Tembakan Dmitri mengenai punggung Lucas yang dilindungi oleh rompi anti peluru. Dengan cepat dia membalikan badan dan menembak Dmitri tepat disasaran kehidupannya. Dan dia tidak bernyawa lagi.
Dmitri memiliki tubuh yang sama dengan Lucas dan kawan - kawannya. Mereka memiliki tubuh yang terlatih, meskipun tertembak, disiksa habis - habisan. Namun mereka masih bisa berdiri dan memberi perlawanan. Itulah kelebihan tim elite khusus.
Bantuan datang menolong dan mengamankan anak - anak yang di culik agar dijual organnya. Serta menyisir sekitar bangunan dan mengumpul tubuh yang tak bernyawa. Sementara satu lagi heli yang dipiloti oleh Usman menuju ke rumah sakit membawa tim mereka juga dokter Joy Debora kekasih kapten mereka.
Daniel yang sedikit kesal, karena bisa - bisa Lucas sahabatnya membiarkan kekasihnya pulang sendiri malam - malam.
"Kamu menyesal kan dokter kenapa tidak menerima cintaku saja." Lucas langsung memasang muka tajam ke arah Daniel. Sementara Joy masih menangis dia sedikit trauma dengan apa yang baru dia alami. Dalam kesakitan dia hendak memukulnya, namun di tahan oleh kedua rekannya Isak dan Ismail.
"Kamu masih ada urusan dengan Daniel. " Yang di ancam hanya tertawa.
"Sudah tahu, harimau masih aja di godai." Isak menegur Daniel.
"Biarin siapa suruh ngak bisa jaga pacarnya baik- baik. Kan kamu baru pulang ngerawat dia dari rumahnya."
"Temanmu itu yang ngak mau di antar. Karena tahu saya masih sakit. Karena rasa sayang dan cintanya kepada ku Daniel. Iya kan sayang." Joy tersenyum dan mengangguk.
"Bodo amat." Daniel sangat marah kepada Lucas teman dan komandannya. Karena kelalaiannya hampir saja dokter Joy Debora tidak bisa diselamatkan.
Namun misi kali ini penyelamatan Joy, mereka juga menghabisi musuh mereka Dmitri yang mereka cari, dari Bandung, ke Kalimantan, ke Pasuruan dan berakhir di Jakarta.
Mereka sudah dirumah sakit. Tadi Usman langsung mendaratkan heli di rooftop rumah sakit tentara. Untuk sementara Luka di pundak Joy sedang dijahit oleh dokter Agus. Luka akibat tembakan Lucas pacarnya. Meskipun tidak tembus ke tubuhnya namun mengakibatkan luka sobek yang besar. Sementara lukanya di jahit, tiba - tiba Joy merasa mual.
Lucas tidak perna melepas pandangannya dari Joy, ketika melihat reaksinya, langsung dia berlari meskipun lukanya sedang di obati. Dia memeluk kekasihnya dan Joy muntah, seluruh badannya penuh dengan muntah kekasihnya. Seketika Joy Debora tidak sadar.
"Sedikit trauma akibat peristiwa ini. Karena dia berhadapan langsung." Itu yang disampaikan dokter Agus kepada Lucas. Dia menatap perempuan yang membuat hatinya susah melepaskannya walaupun cintanya di tolak, melainkan menambah semangatnya untuk berjuang agar bisa memiliki hatinya.
"I love you Joy Debora. Aku janji ini terakhir kamu mengalami hal seperti ini." Lucas berjanji pada dirinya sendiri di depan tubuh lemah wanita yang sedang mendapat tempat penting di hatinya. Sepuluh menit kemudian Joy sadar, dia sudah berada diruang rawat rumah sakit menggunakan baju rumah sakit.
"Sudah bangun sayang???"
"Aku dimana??"
"Masih dirumah sakit. Semalam kamu muntah- muntah sayang. Dokter Agus periksa katanya kamu trauma dan masuk angin. Pada hal aku berharap kamu hamil." Joy langsung memukul lengan Lucas menggunakan tangan yang pundaknya di jahit.
"Kamu kira aku bunda Maria. Lagian kita ngak perna melakukan itu??"
"Melakukan apa sayang??" Joy sadar dia salah bicara, langsung dia mengalihkan pembicaraannya,namun dia kalah karena Lucas tidak bisa dikalahkan jika sudah bercanda. "Kamu mau merasakannya??"
"Tidaklah. Mimpi terus saja kamu." Lucas tertawa dia memeluk Joy dan menciumnya di bibir.
"Maaf, sudah membuat kamu menjadi trauma dengan tugas pacarmu ini. Maafkan aku ya sayang."
"Iya. Kaget aja semalam. Bagaimana lukamu sayang?? "
"Aman sayang sudah diobati oleh dokter Agus."
Tidak lama dokter Agus datang memeriksa luka Joy dan Lucas. Setelah diganti perban dia pun mengijinkan Joy dan Lucas pulang. Dokter Agus langsung keluar ruangan. Daniel datang dengan muka segarnya.
"Dokter Joy mobil kamu sudah aman. Sekarang ada di parkiran rumah sakit."
"Dan, tolong boleh??"
"Apapun buat kamu boleh."
"Daniel, jangan berlebihan belum rasa palungku masuk di muka." Daniel tertawa.
"Dasar cemburu."
Joy meminta Daniel untuk mengambil tas dibelakang mobil. Di tas itu ada baju ganti yang bisa Joy bawa, takut ada kegiatan mendadak serta perlengkapan mandi dan skincare serta makeup. Semua lengkap dalan tas itu. Lucas sudah lebih dahulu mandi, karena Isak yang membawa baju baginya.
Lucas langsung membawa Joy ke rumah sakit. Karena hari ini dia sudah janji mau temani Erick adik sambungnya berobat. Informasi yang Joy dapat dari dokter Stev, bahwa erick menderita sakit kanker usus stadium awal dan akan di operasi oleh bagian bedah saraf.