NovelToon NovelToon
Penguasa Terakhir

Penguasa Terakhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Dunia Lain / Romansa Fantasi / Epik Petualangan / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:170
Nilai: 5
Nama Author: Kon Aja

Zoran Shihai adalah pemuda 19 tahun dari Bumi yang hidup sebagai perampok jalanan. Ia mencuri bukan karena rakus, melainkan demi bertahan hidup. Namun satu kesalahan fatal yakni merampok keluarga kaya yang terhubung dengan dunia gelap membuat hidupnya berubah selamanya.

Dikejar para pembunuh bayaran, Zoran terjebak dalam pelarian putus asa yang berakhir pada sebuah retakan ruang misterius. Ketika ia membuka mata, ia tidak lagi berada di Bumi, melainkan di Dunia Pendekar, sebuah dunia kejam tempat kekuatan menentukan segalanya.

Terlempar ke Hutan Angin dan Salju, Zoran harus bertahan dari cuaca ekstrem, binatang buas, manusia berkuasa, dan kelaparan tanpa ampun. Di dunia ini, uang Bumi tak berarti, belas kasihan adalah kelemahan, dan bahkan seorang pemilik kedai tua bisa memiliki kekuatan mengerikan.

Tanpa bakat luar biasa, tanpa guru, dan tanpa sistem,

Ini adalah kisah tentang bertahan hidup, ironi, dan kebangkitan seorang manusia biasa di dunia yang tidak memberi ampun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kon Aja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membunuh Babi Hutan Salju Kosong

Tubuh Zoran terseret beberapa meter saat Babi Hutan Salju Kosong berlari, karena belatinya masih tertancap di mata makhluk itu dan Zoran refleks masih menggenggam gagangnya.

Namun perbedaan kekuatan mereka terlalu besar.

Dengan satu tangan saja, Zoran mustahil menahan tarikan makhluk sekuat itu. Otot lengannya menegang, bahunya terasa seperti akan tercabut.

“Keparat…!” geramnya.

Akhirnya, demi menyelamatkan diri, Zoran melepaskan pegangannya dan terlempar jatuh ke salju.

Dia terdiam sejenak, dada naik turun hebat, paru-parunya terasa terbakar oleh udara dingin.

Lalu...

Wajahnya berubah drastis. “Sialan… pedangku!” serunya.

Baru saat itu dia menyadari sesuatu yang jauh lebih mengerikan daripada rasa sakit.

Pedangnya masih tertancap di punggung Babi Hutan Salju Kosong.

Belatinya… tertinggal di mata makhluk itu.

Itu adalah satu-satunya pedang dan satu-satunya belati yang dia miliki. Tanpa senjata, di tempat seperti Hutan Angin dan Salju, dengan satu tangan saja, Zoran tidak lebih dari makanan berjalan bagi binatang spiritual.

Keringat dingin mengalir di punggungnya.

Tanpa ragu sedikit pun, Zoran mengerahkan sisa tenaganya dan langsung melesat mengejar arah larinya Babi Hutan Salju Kosong.

Salju terhambur di setiap langkahnya.

Tidak lama kemudian, Zoran tiba di sebuah area terbuka di antara pepohonan. Dan pemandangan di hadapannya membuat sudut bibirnya berkedut.

Babi Hutan Salju Kosong itu sedang menggesek-gesekkan kepalanya ke batang pohon, berusaha mencabut belati yang masih tertancap di matanya. Makhluk itu meringkik kesakitan, tubuh besarnya bergetar hebat.

Namun,

Alih-alih terlepas, belati itu justru terdorong semakin dalam setiap kali babi itu menggesekkan kepalanya.

“Apa dia bodoh…?” gumam Zoran terpana.

Babi itu tampak benar-benar tersiksa. Darah mengalir dari matanya, bercampur salju yang terciprat setiap kali ia bergerak.

Melihat kesempatan itu, mata Zoran menyipit. Dengan gerakan cepat, dia melesat ke belakang babi itu dan mencabut pedangnya dengan paksa dari punggung makhluk itu.

Rawr!

Raungan kesakitan langsung meledak.

Belum sempat babi itu bereaksi, Zoran mengayunkan pedangnya ke arah leher.

Tebasan itu mengenai sasaran.

Namun...

“Sangat keras…” pikir Zoran, wajahnya mengeras.

Pedangnya hanya menyayat kulit leher babi itu, gagal menembus sepenuhnya. Percikan darah tetap keluar, tapi jauh dari cukup untuk menjatuhkannya.

Babi Hutan Salju Kosong memekik keras, suaranya menggema di antara pepohonan bersalju.

Zoran menggertakkan giginya.

Makhluk ini… benar-benar monster Raga Spiritual tingkat empat.

Babi Hutan Salju Kosong tentu tidak pasrah diserang begitu saja.

Meski terlihat malas dan bodoh, begitu nyawanya benar-benar terancam, naluri bertahan hidupnya bangkit sepenuhnya. Tubuh besarnya bergerak liar, menyeruduk tanpa pola, menghantam apa pun yang ada di depannya.

Entah sudah berapa kali Zoran terseruduk hingga terlempar ke salju. Entah sudah berapa kali tulang-tulangnya terasa hampir retak karena dihantam tubuh babi itu. Dan entah sudah berapa kali pula Babi Hutan Salju Kosong menerima tusukan dan sayatan Zoran, darahnya memercik, napasnya semakin berat, raungannya semakin serak.

Pertarungan berlangsung brutal dan kacau.

Tidak ada teknik indah.

Tidak ada strategi rapi.

Hanya bertahan atau mati.

Akhirnya,

Dengan satu serangan terakhir yang penuh tekad, Zoran menancapkan pedangnya ke titik vital di bawah leher babi itu.

Bruk

Tubuh besar itu bergetar hebat, lalu ambruk ke tanah bersalju dengan suara berat.

Zoran ikut terjatuh tidak jauh dari bangkai babi itu. Tubuhnya terbaring telentang, dada naik turun keras, napasnya terengah-engah seolah paru-parunya akan robek.

Pertarungan ini benar-benar menguras seluruh tenaganya hingga batas terakhir.

Beberapa saat berlalu sebelum Zoran akhirnya mampu duduk. Dia menatap bangkai Babi Hutan Salju Kosong itu dengan napas masih berat, lalu mendengus kesal.

“Walaupun cuma seekor babi…” gumamnya, “ternyata kuat juga.”

Setelah napasnya sedikit stabil, Zoran bangkit dan berdiri di depan bangkai itu. Dia menutup matanya, lalu mulai menyerap energi yang tersisa.

Wus,

Energi berwarna kelabu kusam keluar dari tubuh Babi Hutan Salju Kosong. Warnanya aneh, tidak terang, tidak gelap, seperti kabut dingin yang kehilangan tujuan.

Perlahan, untaian demi untaian energi itu mengalir dan masuk ke tubuh Zoran.

Zoran berdiri diam, sangat fokus.

Energi spiritual di dalam tubuhnya mulai bergejolak. Alirannya semakin deras, memenuhi setiap bagian tubuhnya, bahkan terasa meluap-luap.

Boom!

Sebuah ledakan kecil terdengar dari dalam tubuhnya.

Boom!

Ledakan kedua menyusul.

Zoran membuka matanya dengan napas tertahan.

Raga Spiritual tingkat tiga.

Namun Zoran tidak berhenti. Dia kembali menarik sisa energi yang masih tersisa, memaksa semuanya masuk hingga benar-benar habis.

Baru setelah tidak ada lagi energi yang keluar dari bangkai babi itu, Zoran menghela napas panjang dan tersenyum puas.

“Raga Spiritual tingkat tiga,” gumamnya pelan, dengan nada tak percaya.

Zoran benar-benar tidak menyangka bahwa makhluk yang tampak bodoh dan malas seperti Babi Hutan Salju Kosong menyimpan energi spiritual sebanyak ini.

Namun setelah dipikirkan kembali, itu masuk akal.

Bagaimanapun juga, Babi Hutan Salju Kosong adalah binatang spiritual tingkat empat. Bahkan secara logika, Zoran seharusnya bisa naik satu tingkat lagi, atau bahkan dua, jika penyerapan berjalan sempurna.

“Aku beruntung bisa bertemu babi ini,” gumam Zoran sambil terkekeh pelan, tawanya terdengar aneh di tengah hutan bersalju.

Perlu diketahui, Babi Hutan Salju Kosong adalah binatang spiritual independen yang sangat jarang terlihat. Makhluk ini hampir tidak pernah berkelompok dan selalu bersembunyi di wilayahnya sendiri. Kalaupun muncul, itu biasanya hanya untuk satu tujuan sederhana, mencari makan, lalu kembali menghilang tanpa meninggalkan jejak.

Banyak pendekar bahkan seumur hidup tidak pernah melihatnya secara langsung.

Namun Zoran… justru bertemu dan membunuhnya.

\*\*\*

Hari-hari berikutnya, Zoran menetap di area yang sama.

Setiap hari, dia masuk ke hutan, mencari binatang spiritual untuk berlatih bertarung sekaligus mengasah tekniknya. Tidak lagi sekadar bertahan hidup, kini Zoran mulai hidup sebagai seorang pendekar, meski masih berada di tahap paling dasar.

Binatang spiritual yang ia temui sebagian besar berada di Raga Spiritual tingkat tiga atau empat. Dia tidak tahu mengapa tidak menemukan yang lebih tinggi, namun justru merasa cukup lega akan hal itu.

Setidaknya… keselamatannya masih sedikit terjamin.

Di Hutan Angin dan Salju, binatang spiritual tidak hidup secara acak. Wilayah mereka secara alami terbagi berdasarkan tingkatan kekuatan. Semakin kuat binatang spiritual tersebut, semakin dalam pula wilayah yang mereka kuasai.

Karena Zoran berlatih di area pinggiran dan zona peralihan, wajar jika dia hanya bertemu binatang spiritual tingkat rendah hingga menengah. Bahkan dalam kondisi paling ekstrem sekalipun, kemungkinan tertinggi yang bisa ditemui di wilayah ini hanyalah tingkat enam, dan itu pun sangat jarang.

Berbeda halnya jika seseorang masuk lebih dalam ke hutan.

Di sana, binatang spiritual tingkat Jiwa atau bahkan tingkat Bumi bisa ditemui dengan mudah. Bahkan berjalan tanpa tujuan pun hampir pasti akan berpapasan dengan makhluk semacam itu.

Namun bagi Zoran, masuk ke wilayah tersebut sama saja dengan bunuh diri.

Dengan kekuatan yang baru mencapai Raga Spiritual tingkat tiga, dia bahkan mungkin tidak akan sempat menarik napas sebelum dibunuh.

Binatang-binatang di wilayah dalam itu bukan hanya kuat, tetapi juga memiliki kemampuan unik masing-masing, banyak di antaranya mampu membunuh hanya dengan satu serangan atau satu tatapan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!