NovelToon NovelToon
ENIGMA

ENIGMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Manusia Serigala / Dokter Genius / CEO Amnesia / Cinta pada Pandangan Pertama / Transformasi Hewan Peliharaan / Pengasuh
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ceye Paradise

Di sebuah fasilitas penelitian bawah tanah yang terisolasi dari peradaban, seorang peneliti jenius bernama Esmeralda Aramoa terjebak dalam dilema moral dan ancaman nyawa. Demi bayaran besar untuk kelangsungan hidupnya, ia setuju memimpin Proyek Enigma, sebuah eksperimen ilegal untuk menyatukan gen serigala purba ke dalam tubuh seorang pria bernama AL. Selama satu bulan, Esme menyaksikan transformasi mengerikan sekaligus memikat pada diri AL, yang kini bukan lagi manusia biasa, melainkan predator puncak dengan insting Enigma yang jauh lebih buas dari Alpha mana pun. Hubungan antara pencipta dan subjek ini menjadi permainan kucing dan tikus yang berbahaya, di mana batas antara benci, obsesi, dan insting liar mulai memudar saat AL mulai menunjukkan tanda-tanda perlawanan terhadap kurungan kacanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceye Paradise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Definisi Cinta

Pagi itu, suasana di perkebunan apel Paman Silas terasa lebih mencekam daripada biasanya. Esme berjalan dengan langkah yang menghentak tanah, tangannya mengepal erat di sisi tubuh. Di belakangnya, AL mengikuti dengan wajah bingung, memegangi kantong bekalnya. Esme tidak menuju ke pohon-pohon apel yang perlu diteliti, melainkan langsung menuju ke gubuk istirahat tempat Bang Togar dan para pria desa sedang berkumpul minum kopi pagi.

"BANG TOGAR!" teriak Esme dengan suara yang sanggup menghentikan detak jantung burung di pohon.

Bang Togar yang sedang asyik tertawa hampir saja tersedak kopinya. Ia menoleh dan melihat Esme berdiri dengan wajah yang memancarkan aura kegelapan, sementara AL berdiri di belakangnya seperti pengawal raksasa yang tidak tahu apa-apa.

"Eh, Nak Esme... sudah sembuh? Bagaimana khasiat madunya? Manjur, kan?" tanya Bang Togar dengan cengiran tanpa dosa.

Esme mendekat, lalu menghantam meja kayu di depan Bang Togar dengan botol kosong bekas madu semalam. "Manjur matamu! Kau hampir saja membuat rumahku terbakar dan aku hampir mati kedinginan! Berhenti memberikan barang-barang aneh pada suamiku, atau aku akan melaporkanmu ke kantor desa karena mengedarkan ramuan ilegal!"

Bang Togar langsung ciut. "Waduh, maaf Nak Esme. Aku kan cuma ingin membantu hubungan kalian biar lebih... yah, greget sedikit."

"Cukup! Aleksander, ikut aku!" Esme menarik lengan AL menjauh dari kerumunan itu.

Namun, AL tidak bisa begitu saja melupakan rasa penasarannya. Saat Esme sedang sibuk memeriksa akar pohon di ujung kebun, AL perlahan kembali ke arah Bang Togar. Dia masih teringat sesuatu yang dia dengar di jalan tadi—sepasang kekasih yang saling berbisik sambil berpegangan tangan.

"Bang Togar," panggil AL pelan.

Bang Togar yang sedang memijat dadanya karena kaget tadi, menoleh. "Eh, Aleks. Istrimu itu galak sekali kalau lagi marah, ya? Tapi itu tandanya dia sayang."

"Bang, tadi di jalan aku melihat orang saling menyentuh dahi dan berkata 'Aku mencintaimu'. Cinta itu apa?" tanya AL dengan wajah sangat serius. "Apakah itu sejenis pupuk untuk manusia agar tidak marah-marah?"

Bang Togar tertawa terbahak-bahak, lalu ia menarik AL duduk di sampingnya. "Bukan, Aleks. Cinta itu bukan pupuk. Cinta itu... gairah. Itu adalah dorongan di dalam dada yang membuatmu ingin selalu menempel pada istrimu. Cinta itu kalau kau melihat dia, kau merasa ingin memilikinya seutuhnya. Dari ujung rambut sampai ujung kaki."

AL menyimak dengan mata kuning yang fokus. "Memiliki seutuhnya?"

"Iya! Dan yang paling penting," Bang Togar mendekatkan mulutnya ke telinga AL, membisikkan hal-hal yang lebih vulgar. "Orang yang saling mencintai itu harus sering bilang 'Aku mencintaimu'. Itu bensin dalam pernikahan, Aleks. Kalau kau tidak pernah bilang begitu, istrimu akan merasa kau ini cuma menganggapnya seperti lemari baju. Apa kau pernah bilang begitu pada Esme?"

AL menggeleng lemah. "Tidak pernah. Moa tidak pernah mengajariku kata itu."

"Wah, parah!" Bang Togar menggeleng-gelengkan kepala. "Pantas saja dia uring-uringan tadi. Seorang suami harus sering membisikkan kata cinta di telinga istrinya, apalagi saat sedang... yah, kau tahu sendiri lah, saat suasana intim. Itu akan membuat gairahnya meledak!"

AL mengangguk-angguk paham. Di otaknya yang cerdas, ia langsung menyimpulkan: Kata Cinta \= Bensin Pernikahan \= Esme Tidak Marah.

----

Malam itu, saat mereka sudah kembali ke pondok, Esme sedang duduk di meja kerjanya sambil menulis laporan. Suasana sangat sunyi, hanya ada suara derik jangkrik di luar. Tiba-tiba, AL berjalan mendekat. Dia tidak berdiri di depan meja, tapi dia menarik kursi Esme dan memutarnya hingga wanita itu menghadap ke arahnya.

"Aleksander? Ada apa lagi? Aku sedang sibuk," tanya Esme sambil membetulkan kacamatanya.

AL tidak bicara. Dia mencondongkan tubuhnya, meletakkan kedua tangannya di sandaran kursi Esme, mengurung wanita itu. Wajahnya sangat dekat, membuat Esme kembali merasa panas dingin.

"Moa, kenapa kita tidak pernah menggunakan bensin?" tanya AL tiba-tiba.

Esme melongo. "Bensin? Untuk apa? Kita tidak punya mobil, Aleksander."

"Bukan bensin itu," AL menatap mata Esme dengan dalam, suaranya berubah menjadi bariton yang sangat menggoda. "Bang Togar bilang, pernikahan kita kering karena tidak ada kata cinta. Dia bilang, aku harus mengatakan 'Aku mencintaimu' agar gairahmu meledak dan kau tidak marah-marah lagi padaku."

Esme hampir saja jatuh dari kursinya. "B-Bang Togar lagi?! Kenapa kau masih mendengarkan pria itu?!"

AL mengabaikan protes Esme. Dia malah maju selangkah lagi, hingga lutut mereka bersentuhan. AL berbisik tepat di telinga Esme, suaranya sangat rendah dan penuh vibrasi. "Aku mencintaimu, Moa. Aku mencintai rambutmu, aku mencintai caramu marah, dan Bang Togar bilang aku juga harus mencintai bagian yang membuatmu mengeluarkan suara burung semalam."

Esme menutup wajahnya yang kini merah padam hingga ke telinga. "Stop! Tolong berhenti bicara, Aleksander! Kau... kau tidak tahu apa yang kau katakan!"

"Aku tahu," sahut AL dengan tegas. "Aku mempelajarinya dengan cepat. Cinta itu adalah keinginan untuk memilikimu seutuhnya, kan? Bang Togar bilang, suami yang mencintai istrinya akan menunjukkan dominasi di ranjang. Moa... apakah kau mau aku menunjukkan gairahku sekarang agar pernikahan kita tidak kering lagi?"

AL menarik tangan Esme dari wajahnya, menggenggamnya dengan jari-jarinya yang besar dan kuat. "Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Kenapa kau tidak membalasnya? Apakah kau tidak mencintaiku?"

Esme speechless. Dia merasa seperti sedang disidang oleh seorang anak kecil yang sangat cerdas namun memiliki tubuh pria dewasa yang sangat menggoda. Dia tidak bisa menjawab "tidak", karena itu akan merusak kebohongannya. Tapi jika dia menjawab "iya", dia takut AL akan langsung mempraktekkan "ilmu gairah" Bang Togar lebih jauh lagi.

"Aku... aku juga menyukaimu, Aleksander," jawab Esme dengan suara yang nyaris hilang.

"Bukan menyukai. Bang Togar bilang harus 'Mencintai'. Katakan, Moa," tuntut AL dengan tatapan mata kuning yang seolah bisa menembus jiwa Esme.

"I-iya... aku... aku mencintaimu juga," ucap Esme akhirnya, merasa seluruh harga dirinya sebagai ilmuwan runtuh seketika.

AL tersenyum puas. Senyum yang sangat lebar hingga taringnya terlihat sedikit. "Bagus. Sekarang, Bang Togar bilang kalau kita sudah saling mencintai, kita harus mempererat hubungan dengan sering bersentuhan kulit ke kulit. Mari kita mulai sekarang."

Tanpa peringatan, AL mengangkat Esme dan membawanya menuju sofa di depan perapian. Esme hanya bisa ngebatin dengan pasrah, "Bang Togar... jika aku mati karena serangan jantung malam ini, hantuku akan menghantuimu selamanya!"

Ocan yang sedang menjilat bulunya di pojokan hanya bisa menghela napas panjang. Dia menatap ke arah penonton seolah-olah ingin berkata, "Ini baru permulaan dari kegilaan raksasa yang baru belajar konsep cinta ini. Kasihan pelayanku, otaknya sudah mencair."

Bagaimana Esme menghadapi "praktik cinta" AL yang semakin berani dan polos di saat yang bersamaan? Apakah kebohongan ini akan membuat mereka benar-benar saling jatuh cinta, atau justru akan menjadi bumerang bagi Esme?

-------

1
Ceye Paradise
🫶😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!