NovelToon NovelToon
Terjebak Di Tubuh Sang Antagonis

Terjebak Di Tubuh Sang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / CEO / Time Travel / Mengubah Takdir
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Sabrina Rasmah

Yang Chi, seorang mahasiswi sekaligus penulis novel amatir, terbangun di dalam dunia ceritanya sendiri setelah menyelesaikan bab tragis tentang kematian sang Permaisuri, Yang Nan. Namun, bukannya menjadi pahlawan, ia justru terjebak dalam tubuh Xiao Xi Huwan, putri dari kerajaan tetangga sekaligus antagonis utama yang baru saja membunuh Permaisuri tersebut.
Kini, Yang Chi harus berhadapan dengan murka Kaisar Long Wei, pria yang seharusnya menjadi pelindung permaisurinya namun kini bersumpah akan memenggal kepala Xiao Xi dengan tangannya sendiri. Berbekal pengetahuannya sebagai penulis tentang rahasia istana dan plot masa depan, Yang Chi harus memutar otak untuk membersihkan namanya, menghindari hukuman mati, dan mengungkap konspirasi gelap yang ternyata jauh berbeda dari apa yang ia tulis di atas kertas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sabrina Rasmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

"Kaisar Posesif dan Tawanan yang Salah Ucap"

"Aduh, Om... eh, Baginda, beneran deh saya masih capek banget. Nulis—maksud saya, mikir itu butuh energi banyak," keluh Yang Chi dengan suara yang sengaja dibuat lemas.

Bukannya bangun, Yang Chi malah makin melorot dan memposisikan kepalanya lebih nyaman di paha Long Wei. Ia bahkan sempat menguap lebar tanpa menutup mulut, benar-benar tidak ada wibawanya sebagai seorang putri kerajaan, apalagi sebagai tahanan.

Long Wei hanya bisa melongo. Ia adalah Kaisar yang ditakuti, pria yang bisa membuat ribuan prajurit gemetar hanya dengan satu tatapan. Tapi sekarang, ada seorang gadis aneh yang menjadikannya bantal sofa sambil mengeluh capek.

"Kau... kau tahu tidak sedang bicara dengan siapa?" tanya Long Wei, suaranya antara marah dan tidak percaya.

"Tahu kok. Sama Long Wei, Kaisar paling ganteng tapi paling galak se-jagad novel ini," jawab Yang Chi enteng sambil memejamkan mata lagi. "Tuan, diam sebentar ya. Kasih saya waktu lima menit buat recharging nyawa. Kalau Tuan berisik, nanti saya makin pusing dan nggak bisa ingat rahasia-rahasia si Paman Li Xuan itu lho."

Long Wei hendak memarahi gadis itu lagi, tapi melihat wajah Yang Chi yang tampak benar-benar kelelahan (padahal sebenarnya dia cuma malas), Long Wei mengurungkan niatnya. Ia hanya mendengus kasar dan bersandar pada kepala ranjang, membiarkan Yang Chi tetap di pangkuannya.

"Lima menit. Jika lebih dari itu kau tidak bangun, aku akan menyeretmu ke kolam teratai agar kau bangun," ancam Long Wei pelan.

Yang Chi hanya bergumam tidak jelas, "Iya... iya... bawel banget sih si Om ini," sambil diam-diam tersenyum kemenangan.

Hadeh, ternyata jadi penulis yang terjebak di dalem novel sendiri seru juga, batin Yang Chi. Kapan lagi bisa dapet bantal paha Kaisar yang harganya mahal begini?

Namun, kedamaian itu terganggu karena tangan mereka masih terikat tali sutra merah. Setiap kali Yang Chi bergerak sedikit saja untuk mencari posisi tidur yang lebih enak, tangan Long Wei ikut tertarik, membuat suasana di kamar itu jadi sangat canggung dan lucu di saat yang bersamaan.

Long Wei masih terduduk kaku di ranjangnya, membiarkan Yang Chi (di tubuh Xiao Xi) yang mengaku "capek" itu tetap bersandar pada pahanya. Matanya menatap langit-langit kamar dengan bingung.

Kenapa Xiao Xi jadi wanita ceroboh seperti ini? batin Long Wei heran.

Biasanya, Xiao Xi Huwan adalah wanita yang sangat menjaga image, dingin, dan tangannya selalu siap menampar pelayan yang berbuat salah. Dia wanita yang licik dan haus kekuasaan. Tapi wanita di pangkuannya sekarang? Dia baru saja menguap lebar, memanggilnya "Om", dan bersikap seolah-olah Kaisar hanyalah guling empuk yang tidak berbahaya. Perubahan drastis ini membuat Long Wei mulai ragu, apakah ini benar-benar Xiao Xi atau ada roh lain yang masuk ke tubuhnya.

Di sisi lain, Yang Chi yang sedang memejamkan mata sebenarnya sedang memutar otak dengan keras.

Gimana caranya aku benar-benar bisa kabur darinya? batin Yang Chi gelisah.

Meskipun pahanya empuk dan wajahnya ganteng, tapi ini kaisar pembunuh! Begitu dia tahu aku nggak berguna lagi atau kalau aku salah sebut plot, kepalaku taruhannya. Tali sutra ini bener-bener pengganggu. Aku harus cari gunting atau pisau kecil tanpa dia sadar.

Tiba-tiba, Yang Chi merasakan pergerakan. Long Wei memegang tali sutra yang mengikat tangan mereka dan menariknya sedikit.

"Sudah lima menit. Bangun," suara Long Wei kembali dingin dan tegas. "Aku harus menghadiri rapat militer dan kau tidak boleh lepas dariku."

Yang Chi perlahan membuka satu matanya. "Hah? Rapat militer? Saya ikut juga? Nanti kalau saya bosan dan ketiduran di sana gimana, Tuan?"

"Kau akan duduk di samping singgasanaku. Jika kau macam-macam, tali ini akan kutarik kencang agar kau jatuh di depan semua jenderal," ancam Long Wei sambil berdiri, memaksa Yang Chi ikut berdiri dengan sempoyongan.

"Duh, galaknya kumat lagi," gumam Yang Chi pelan.

Saat mereka berjalan menuju ruang rapat, melewati lorong istana yang megah, Yang Chi melihat sebuah vas bunga besar di sudut lorong. Di dalamnya ada beberapa ranting hias yang tajam.

Nah, itu dia! Kalau aku bisa ambil ranting itu atau sesuatu yang tajam, mungkin aku bisa mutusin tali ini pas dia lagi sibuk rapat, pikir Yang Chi optimis.

Namun, baru saja ia melirik vas itu, Long Wei sudah menarik tangannya lebih kuat. "Jangan coba-coba, Xiao Xi. Aku tahu matamu itu sedang mencari jalan keluar."

Yang Chi meringis. Sial, kaisar ini punya mata di mana-mana apa ya?

Di ruang rapat yang megah, suasana terasa sangat mencekam. Para jenderal berpakaian zirah lengkap berdiri berderet, sementara Li Xuan berdiri di barisan depan dengan senyum tipis yang sulit diartikan.

Long Wei duduk di singgasananya yang gagah, dan tepat di sampingnya—di sebuah kursi kecil yang sangat dekat—Yang Chi duduk dengan tangan yang masih terikat tali sutra merah ke pergelangan tangan sang Kaisar.

"Baginda," Li Xuan melangkah maju, suaranya menggema di seluruh aula. "Kehadiran Putri Xiao Xi di ruangan suci ini adalah sebuah penghinaan. Dia adalah pembunuh Permaisuri kita yang tercinta. Para jenderal dan rakyat di luar sana menuntut keadilan. Mengapa dia masih bernapas, bahkan duduk di sebelah Anda?"

Seorang jenderal tua yang emosional ikut menggebrak meja. "Benar, Baginda! Darah harus dibayar darah! Jika Anda tidak menghukumnya sekarang, kewibawaan kekaisaran akan runtuh!"

Yang Chi merasa keringat dingin mulai mengucur. Aduh, ini dia bagian yang paling aku takutkan. Li Xuan bener-bener pinter manasin suasana, batinnya panik.

Ia melirik ke arah Long Wei. Wajah pria itu tetap datar seperti es, namun genggamannya pada tali sutra di tangannya terasa semakin erat.

"Kaisar," bisik Yang Chi pelan, hampir tak terdengar oleh yang lain. "Kalau Anda menyerahkan saya sekarang, Anda tidak akan pernah tahu di mana pamanmu menyimpan bukti kerja sama dengan organisasi Burung Gagak itu. Dia hanya ingin saya mati supaya rahasianya terkubur."

Long Wei tidak menjawab, tapi ia mengangkat tangannya, memberi isyarat agar ruangan kembali tenang.

"Dia adalah saksi kunci," suara Long Wei berat dan penuh wibawa. "Kematian Permaisuri Yang Nan memiliki banyak kejanggalan yang belum terungkap. Siapa pun yang mendesak eksekusi ini dengan terburu-buru, aku akan menganggapnya sebagai orang yang ingin menutupi kebenaran."

Li Xuan tersentak, matanya berkilat marah. "Tapi Baginda, bukti-bukti sudah jelas—"

"Cukup!" potong Long Wei.

Tiba-tiba, Yang Chi yang merasa terpojok mendapat ide gila. Ia berdiri dari kursinya (yang otomatis membuat tangan Long Wei ikut tertarik).

"Para Jenderal sekalian!" teriak Yang Chi dengan percaya diri yang dibuat-buat. "Kenapa kalian sibuk mengurusi hukuman saya, sementara di perbatasan utara, pasokan logistik kalian sedang disabotase oleh orang dalam? Bukankah itu lebih penting daripada nyawa saya?"

Seluruh ruangan mendadak sunyi. Li Xuan tampak pucat pasi. Informasi tentang sabotase logistik di utara adalah rencana rahasia yang bahkan belum diketahui oleh Long Wei.

Mampus, aku beneran keceplosan plot bab 15! batin Yang Chi sambil menutup mulutnya sendiri dengan tangan yang bebas.

Long Wei menoleh ke arah Yang Chi dengan tatapan yang seolah ingin menguliti rahasia di kepalanya. "Dari mana kau tahu tentang sabotase di utara?"

Li Xuan berteriak, "Dia berbohong! Dia hanya mencoba mengalihkan perhatian!"

1
Fatur Fatur
thor bikin adegan romantis thor bikin adegan dia pas namnya pulih bikin dia kabur dari istana itu bikin kaisar kejar dia thor
Fatur Fatur
cepat update lagi thor cerita seru
Nur Sabrina Rasmah: like aja kagak /Sob/🙏🙏🙏🤣, bercanda
total 1 replies
Fatur Fatur
cepat bersihkan nama mcnya thor bikin kaisar itu jatuh cinta pada mcnya bikin mcnya pergi dari istana kaisar itu thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!