NovelToon NovelToon
Transmigrasi Alea : Kehidupan Kedua Sang Ratu Mafia

Transmigrasi Alea : Kehidupan Kedua Sang Ratu Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita perkasa / Reinkarnasi / Roman-Angst Mafia
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rs_31

Akibat sebuah kecelakaan, Alea—Ratu Mafia yang ditakuti dunia bawah—bertransmigrasi ke dalam tubuh seorang siswi SMA yang cupu, norak, dan selalu menjadi sasaran perundungan.
Lebih buruk lagi, gadis itu bukan hanya dibenci di sekolah, tetapi juga ditolak oleh keluarganya sendiri. Penampilan lusuh dan tingkahnya yang dianggap memalukan membuatnya hidup tanpa suara, tanpa pembelaan.
Kini, jiwa dingin dan berbahaya milik Alea menempati tubuh yang selama ini diremehkan semua orang.
Sekolah yang dulu penuh ejekan mulai terasa tidak aman.
Keluarga yang dahulu membuangnya perlahan menghadapi perubahan yang tak bisa mereka kendalikan.
Akankah mereka menyesal telah membenci Alea?
Ataukah justru Alea yang tak lagi peduli untuk memaafkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rs_31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Black Mamba

Setelah percakapan panas dengan Helena dan Kenzi, Ara langsung pergi tanpa menoleh lagi.Langkahnya ringan tapi tegas, seolah tidak ingin berlama-lama berada di tempat itu.Dia keluar dari mansion dan langsung menghampiri motornya yang terparkir di halaman.

Tanpa ragu, Ara menaikinya lalu menyalakan mesin.Suara motor itu langsung memecah keheningan pagi di Mansion Kalandra.Ara menarik gas dan melaju pergi meninggalkan tempat itu tanpa sedikit pun rasa ingin kembali.

Angin pagi menerpa wajahnya saat motor melaju di jalanan kota.

Ara menghela napas panjang.

" Keluarga Ara memang problematik semua," gerutunya kesal.

Dia menggelengkan kepala pelan sambil terus mengendarai motornya.

" Semuanya gila. Untung saja gue waras. Kalau enggak, bisa-bisa gue ikutan gila," lanjutnya dengan nada sinis.

Motor yang dia kendarai melaju dengan kecepatan di atas rata-rata, membelah jalanan pagi yang belum terlalu ramai.Bagi Ara, angin yang menerpa wajahnya terasa menenangkan.Sudah lama dia tidak merasakan kebebasan seperti ini.

Sudut bibirnya terangkat tipis.Entah kenapa, hari ini dia sedikit menantikan sesuatu di sekolah.Hal yang dulu tidak pernah benar-benar dia rasakan.

Di kehidupan sebelumnya, Alea tidak pernah menjalani masa remaja seperti orang normal.Tidak ada seragam sekolah.Tidak ada kelas. Bahkan tidak ada kehidupan seperti remaja biasanya.

Yang ada hanya dunia gelap, kekuasaan, dan permainan berbahaya.

Tapi sekarang...

Ara tersenyum tipis.

" Lumayan juga," gumamnya pelan.

" Sekali-sekali ngerasain hidup anak sekolah."

Namun tiba-tiba sesuatu terlintas di pikirannya.

Ara sedikit mengernyit.

" Eh ngomong-ngomong."

Dia sedikit memperlambat laju motornya.

" Selama gue di sini, gue belum pernah lihat ayahnya Ara."

Tatapannya sedikit menyipit.

" Ke mana dia?"

Ara mencoba mengingat-ingat, tapi sejauh ini dia memang pernah melihat ayah Ara, Andrian Kalandra, namun itu hanya satu kali saat Ara membeli motor sport . Selebihnya Ara hanya melihat Helena, si kembar, dan Vania.Hal itu terasa agak aneh.

Tapi Ara akhirnya mengangkat bahu acuh.

" Ah sudahlah," gumamnya.

" Nanti juga ketemu."

Sudut bibirnya kembali terangkat tipis.

" Tinggal nunggu waktu aja."

Motor Ara kembali melaju cepat menuju SMA Pelita Abadi.

Tanpa dia sadari hari ini akan menjadi awal dari sesuatu yang jauh lebih besar. Dan kehidupan sekolahnya tidak akan pernah sesederhana yang dia bayangkan.

Sesampainya di SMA Pelita Abadi, Ara langsung memarkirkan motornya di area parkiran siswa.

Suasana pagi di sekolah itu sudah cukup ramai. Beberapa siswa berjalan menuju kelas, sebagian lagi masih berkumpul di halaman sambil mengobrol.

Ara mematikan mesin motornya lalu turun dengan santai.Dia melepas helmnya, membiarkan rambutnya yang sedikit berantakan tertiup angin pagi.

Namun baru saja dia membuka helmnya, seseorang sudah berdiri di sampingnya.

" Ra," sapa Rafaell sambil melambaikan tangan ke arahnya.

Ara sedikit terkejut saat melihat Rafaell sudah berada di sana.

Dia mengerutkan kening.

" Sejak kapan lo di sini?" tanya Ara.

Rafaell menyeringai santai, memasukkan kedua tangannya ke saku celana.

" Barusan. Pas gue lihat lo masuk parkiran," jawabnya ringan.

" Owh," kata Ara sambil menganggukkan kepala pelan.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Ara langsung melangkah keluar dari area parkiran menuju gedung sekolah.Rafaell berjalan di sampingnya seolah itu hal yang biasa.

Beberapa siswa yang melihat mereka mulai berbisik pelan.Maklum saja, Rafaell dikenal cukup populer di sekolah itu.

Sedangkan Ara. biasanya selalu menyendiri dan tidak ada yang ingin menemaninya karena dia di kenal cewek cupu di sekolah.

Kombinasi itu cukup menarik perhatian.Namun Ara sama sekali tidak peduli.

" Ra," panggil Rafaell tiba-tiba.

Ara masih berjalan santai.

" Apaan?" jawabnya tanpa menoleh.

" Kapan lo kembali ke markas?" tanya Rafaell tiba-tiba.

Langkah Ara langsung terhenti.

Udara di sekitarnya terasa sedikit berbeda.Ara perlahan menoleh ke arah Rafaell dengan tatapan datar.

" Markas?" tanya Ara sambil menaikkan sebelah alisnya.

Rafaell menganggukkan kepala pelan.

" Iya. Markas Black Mamba," jawabnya.

Ara mengulang pelan.

" Black Mamba."

Entah kenapa, saat nama itu terdengar, sesuatu di dalam kepalanya seperti bergerak.Potongan-potongan ingatan perlahan muncul.

Bayangan ruangan gelap.Suara mesin motor dan tawa liar meliputi semuanya.Juga simbol ular hitam yang melingkar.

Napas Ara sedikit tertahan. Dia tidak menyangka ternyata Ara juga sebelas dan seliar itu.Ara menatap Rafaell beberapa detik lebih lama.

Tatapannya perlahan berubah tajam.

" Jadi..." gumamnya pelan.

" Gue juga bagian dari Black Mamba?"

Sudut bibirnya terangkat tipis.

Ada sesuatu yang terasa menarik sekarang.Sepertinya kehidupan sekolah ini tidak akan membosankan seperti yang dia kira.Dan mungkin Ara sudah menemukan permainan barunya.

" Bukan lagi bagian dari Black Mamba? tapi Lo adalah Queen Black mamba Ara," jelas Rafaell kepada Ara.

Tentu saja Ara terkejut dengan pernyataan itu, dia tidak menyangka masih banyak rahasia Ara yang belum dia ketahui.

" Rahasia apa lagi Ara yang belum gue tahu dari kehidupan Lo?"

♧♧♧♧♧

Siang harinya, setelah pulang sekolah Rafaell sengaja menunggu Ara di parkiran untuk mengajaknya pergi.

" Ara cepat sini," kata Rafaell kepada Ara.

Ara yang sedang berjalan ke arahnya hanya bisa memutar bola matanya dengan malas. Namun, dia tetap berjalan menghampiri Rafaell.

" Apa lagi Raffaell," kata Ara dengan jengah menatap ke arah temannya itu.

" Ikut gue," jawabnya sembari menarik tangan Ara. Mengambil kunci motor di tangan sahabat masa kecilnya itu.

" Eh Elo mau ngapain Rafaell,"

Ara benar-benar kesal dengan temannya satu ini. Tapi meskipun begitu dia tetap tidak menyerang ataupun memusuhinya karena dia tahu niat Rafaell itu baik.

" Ck, dasar kekanak-kanakan," umpat Ara dengan kesal.

Rafaell hanya tersenyum tipis sembari geleng-geleng kepala saat melihat tingkah sahabatnya itu.

" Udah ayo naik, jangan kesal begitu," kata Rafaell sembari menaikan sebelah alisnya menatap Ara.

Ara terdiam sembari menelan ludahnya, dia sedikit bingung dengan situasinya saat ini. Rafaell sudah duduk di atas motor miliknya sembari menatap ke arahnya.

Ara menyilangkan kedua tangannya di dada, menatap Rafaell dengan tatapan curiga.

" Bentar," katanya pelan.

" Kenapa jadi lo yang nyetir?"

Rafaell hanya mengangkat bahu santai sambil memutar kunci motor.

" Sekali-sekali gue yang nyetir. Lagian, kita agak jauh perginya," jawabnya ringan.

Ara menyipitkan mata.

" Jauh ke mana?"

Rafaell tidak langsung menjawab. Dia hanya menoleh sedikit ke arah Ara lalu tersenyum tipis, senyum yang entah kenapa terlihat penuh rahasia.

" Ke tempat yang harusnya udah lama lo datangi lagi."

Ara mendecak pelan.

" Ck. Lo mulai misterius lagi."

Namun akhirnya dia tetap naik ke motor itu dan duduk di belakang Rafaell.

" Kalau ternyata tempatnya nggak penting, gue tendang lo dari motor," ancam Ara datar.

Rafaell malah terkekeh kecil.

" Tenang aja, Queen."

Ara langsung menepuk punggung Rafaell dengan keras.

" Jangan panggil gue begitu!"

Rafaell hanya tertawa kecil lalu menarik gas.Motor itu melaju keluar dari area parkiran sekolah.

Beberapa siswa menatap mereka dengan tatapan heran.

Maklum saja.Ara yang biasanya menyendiri sekarang pergi bersama Rafaell yang dikenal cukup populer di sekolah.Bisikan-bisikan langsung terdengar di antara para siswa.

" Itu Ara kan?"

" Sejak kapan dia dekat sama Rafaell?"

" Bukannya dia anak cupu?"

Namun motor itu sudah melaju jauh meninggalkan area sekolah.

Sekitar tiga puluh menit kemudian.Motor Rafaell berhenti di sebuah kawasan tua di pinggiran kota.Bangunan-bangunan di sana terlihat seperti gudang lama yang jarang digunakan.

Ara turun dari motor sambil menatap sekeliling dengan kening berkerut.

" Kita ngapain ke tempat beginian?" tanyanya.

Rafaell mematikan mesin motor lalu turun.Dia berjalan beberapa langkah ke depan menuju sebuah gudang besar dengan pintu besi yang tampak berat.Di atas pintu itu ada simbol besar yang dilukis dengan cat hitam.

Seekor ular.Melilit membentuk huruf M.Tatapan Ara langsung berubah.Ada sesuatu yang terasa sangat familiar.

Seperti ingatan yang lama terkunci tiba-tiba mulai terbuka.

Rafaell berhenti di depan pintu gudang itu lalu menoleh ke arah Ara.

" Selamat datang kembali," katanya pelan.

" Di markas Black Mamba."

Ara terdiam beberapa detik.

Entah kenapa jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.

Rafaell lalu mengetuk pintu besi itu tiga kali.

Tok.

Tok.

Tok.

Beberapa detik kemudian pintu besar itu terbuka perlahan.

Dan saat pintu terbuka…

Suara mesin motor langsung terdengar dari dalam.

Beberapa pria dan wanita berdiri di sana.Sebagian sedang memperbaiki motor.Sebagian lagi duduk santai sambil merokok.

Namun begitu mereka melihat sosok Ara berdiri di belakang Rafaell…Semua suara langsung berhenti.

Sunyi.

Tatapan puluhan pasang mata tertuju pada satu orang.Ara.

Seorang pria bertubuh besar yang berdiri di dekat meja kerja perlahan melebarkan matanya.

" Gila."Dia berdiri perlahan.

" Itu." Seorang gadis berambut pendek di sudut ruangan sampai menjatuhkan kunci inggris dari tangannya.

" Queen?"

1
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Tinta_Hitam: cus lanjut baca. jangan kupa saran dan keritikannya ya guys
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!