NovelToon NovelToon
SHADOW OF DEATH

SHADOW OF DEATH

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Bad Boy
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Kenzo Huang, pria keturunan Jepang&Cina yang terjebak dalam kasus palsu perdagangan barang ilegal, memasuki penjara dengan hati hampa dan sering diintimidasi oleh geng dalam tahanan. Sampai suatu hari, dia diselamatkan oleh Lin Dong – seorang tahanan yang ditangkap karena membela adik perempuannya, Lin Xian Mei. Meski berbeda latar belakang, mereka menjalin persahabatan yang seperti saudara kandung, berbagi cerita tentang keluarga dan harapan masa depan.
Demi membalas kebaikan Lin Dong, Kenzo Huang berjanji untuk mencari jejak dan menjaga adik serta ibu nya.
Dalam perjalanan mencari jejak sang adik Lin Dong, Kenzo Terlibat organisasi dunia bawah Shehua dan menjadikannya pembunuh bayaran yg di kenal dengan sebutan Shadow Of Death

(update setiap hari)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.10 — MISI SELESAI

Liu Xiang mengajaknya ke ruangan kerja miliknya. Ruangan di lantai dua, dengan pemandangan ke kota. Meja mahoni, kursi kulit, lemari anggur.

Kenzo pun mengiyakan ajakan itu dan mengikutinya. Tangan kirinya masih menggenggam tangan Yue Yan, sampai gadis itu melepaskannya dengan senyum.

"Tuan Kenzo, apakah kau tahu siapa para preman tersebut?"

Tanyanya saat berada di ruangan kantornya. Suara tenang, tapi tangan kanannya masih gemetar saat menuangkan anggur.

"Nona Liu, apa kau mengenal mereka?"

"Saat aku melihat tempat kalian didatangi mereka, aku menghampirinya."

"Mereka berkata bahwa mereka anak buah Michel Tang."

"Apa kau serius?"

"Tentu saja. Kenapa aku harus membohongimu."

"Kau bisa bertanya kepada Yue Yan."

"Tidak, aku tak ingin dia terluka."

"Jadi... bagaimana dengan tawaranku."

Ucap Liu Xiang sambil menuangkan anggur merah untuknya. Gelas kristal, cairan rubi, aroma kayu dan buah.

Kenzo terdiam. Sambil mengambil anggur merah itu dan meminumnya. Sekali teguk. Bukan untuk menikmati. Untuk memadamkan api di dalam. Untuk mengembalikan monster ke dalam kandang.

"Aku setuju. Tapi dengan satu syarat."

"Apa itu?"

"Aku ingin tempat tinggal untukku dan orang-orang panti."

"Tentu, tidak masalah."

"Baiklah."

Lalu Liu Xiang mengambil koper yang telah disiapkannya dan memberikan koper tersebut kepada Kenzo. Koper kulit hitam, berat, berisi sesuatu yang mengubah segalanya.

"Aku memberimu 200 juta. Sisanya akan aku berikan setelah kau menyelesaikan tugasmu."

Kenzo pun meraih amplop coklat dan koper tersebut. Lalu meninggalkan ruangan tersebut. Tanpa pamit. Tanpa terima kasih.

"Tunggu."Liu Xiang melemparkan kunci apartemen kepada Kenzo.

"Tinggal lah sementara di sana sebelum aku selesai menyiapkan tempat tinggal untuk kalian."

Kenzo menangkapnya tanpa menoleh. Lalu pergi.

Sesampainya di apartemen yang diberikan oleh Liu Xiang, Kenzo membuka amplop tersebut dan mulai membaca data-data milik Michel Tang. Foto-foto. Jadwal harian. Kebiasaan. Titik lemah.

Dari kebiasaannya, makanan, waktu aktivitasnya, semuanya dipelajarinya. Kenzo duduk di lantai, kertas-kertas berserakan. Mata merahnya sudah kembali normal, tapi tatapannya lebih dingin. Lebih tajam. Lebih mati.

Hingga saatnya tiba. Kenzo pun bersiap-siap untuk menuju ke Kasino milik Michel Tang. Mengenakan jaket hitam bertutup kepala. Sarung tangan karet hitam di telapak tangan kirinya. Menyembunyikan tangannya di saku jaket. Tangan kanannya memegang sesuatu yang kecil. Sesuatu yang mematikan.

Dia pun keluar dari taksi dan berjalan seperti biasa masuk ke dalam kasino. Lampu-lampu neon berkedip-kedip. Suara mesin slot berdenting-denting. Bau parfum, bau rokok, bau keserakahan.

Kenzo memperhatikan sekelilingnya. Mulai dari anak buahnya, lokasi-lokasi meja judi, rolet. Tak luput dari pantauannya. Dia menghitung. Dia mengingat. Dia mencari celah.

Dia pun menuju ke sebuah kasir dan menukarkan 5000 Yuan untuk beberapa koin. Logam-logam kecil yang dingin di telapak tangan. Bukan untuk bermain. Untuk menutupi. Untuk menjadi tidak mencolok.

Setelah dia berkeliling, dia berhenti di sebuah mesin rolet yang posisinya menghadap ke lorong jalan menuju kantor Michel Tang. Bermain layaknya pengunjung lain. Menekan tombol, menarik tuas, menunggu hasil. Tapi matanya tidak melihat mesin. Matanya melihat lorong.

Jarak mesin rolet dan lorong tersebut adalah 20 meter. Lorong tersebut dijaga oleh dua orang pengawal pribadi. Berpostur tegap, tangan di belakang punggung, mata menyelidik.

Setelah bermain beberapa menit, Michel Tang keluar dari kantornya. Berjalan melalui lorong tersebut. Diikuti dua orang pengawal pribadi. Pria itu berpakaian mahal, wajahnya bulat, senyumnya puas. Dia tidak tahu. Dia tidak tahu bahwa maut sudah menunggu.

Dengan cepat, Kenzo menjentikkan koin logam tersebut ke arah Michel Tang. Gerakan tangan yang hampir tak terlihat. Seperti sihir. Seperti ilmu silat terbang.

Dan menancap tepat di titik vital tengkuk kirinya. Bukan mata. Bukan jantung. Titik akupuntur yang dia pelajari di perpustakaan penjara. Titik yang mematikan tanpa darah. Tanpa suara. Tanpa kesakitan.

Membuat Michel Tang terdiam seperti patung. Tubuhnya membeku di tengah langkah. Mulutnya terbuka, tapi tak ada suara. Matanya terbelalak, tapi tak melihat.

Dan Kenzo pun meninggalkan Kasino. Sebelum orang lain menyadarinya. Sebelum alarm berbunyi. Sebelum darah mengalir.

"Tuan... tuan... tuan."wajah pengawalnya terlihat panik di balik kacamata hitam nya

"Anda baik-baik saja?"Tanya pengawal tersebut. Dia menyentuh bahu bosnya. Tubuh itu kaku. Dingin.

Selang beberapa detik, darah segar mancur dari tengkuknya. Seperti mata air merah. Michel Tang pun tergeletak di lantai. Mata terbuka, tapi tak bernyawa.

Semua orang berteriak panik. Meja judi terbalik. Koin-koin beterbangan. Orang-orang berlarian tanpa arah.

("Cepat tutup pintu keluar kasino!!")

("Jangan ada yang boleh meninggalkan kasino seorang pun.")

("Dan panggil ambulan... cepat...!!")

Ucap pengawal pribadinya melalui walkie talkie. Suaranya pecah, penuh panik.

Tapi sudah terlambat. Shadow of Death telah datang dan pergi. Seperti bayangan. Seperti angin. Seperti kematian itu sendiri.

Saat kepanikan melanda di kasino, Kenzo telah berada di luar kasino berjalan menuju sebuah trotoar lalu menutup wajahnya dengan penutup kepala jaketnya dan menghentikan taksi yang melintas.

Di dalam apartemen nya Kenzo membakar amplop coklat target yang di berikan Liu Xiang lalu menghubungi nya.

"(Hallo.)"

"(Target Telah lenyap.)"

Kenzo pun menutup teleponnya dan tertidur pulas di sofa.

Keesokan paginya Yue Yan masuk kedalam apartemen Kenzo.

"(Hah...kak Huang mengapa tidur di sofa?)"

Pikirnya saat menemukan Kenzo terbaring di sofa.

Karena tak ingin mengganggu nya dia pun dengan perlahan menuju dapur dan menyiapkan sarapan.

Setelah beberapa jam Kenzo pun terbangun dari tidurnya,lalu duduk di sofa sambil menata rambutnya.

"Pagi kak Huang..."

Sapa Yue Yan dari arah dapur membuat Kenzo tersentak kaget.

"Yue?!! Sejak kapan kau di sini?"

"Aku baru saja tiba dia jam yang lalu."

"Sarapan lah...aku membuatkan kopi pahit kesukaan mu dan sepotong roti dengan dua butir telur."

Kenzo pun bangkit dari sofa lalu berjalan menuju meja makan lalu menyesap kopinya.

"Kak, kenapa kau tidur di sofa?"Yue Yan memandangi wajah Kenzo.

"Semalam aku ketiduran."Jawabannya dengan santai dan melahap sebutir telur.

Yue Yan memperhatikan Kenzo dan tersenyum.

"Kenapa kau melihatku?"

"Apa ada yang salah?"

"Tidak."

Yue Yan tersenyum lalu bangkit dari duduknya dan mengalungkan tangannya ke kedua pundak Kenzo dari belakang dan berbisik.

"(Aku senang memiliki kakak seperti mu.)"

Kenzo tersentak.

"Yue apa yang kau lakukan."

"Kak apa aku tidak boleh menyukai mu?"

Mendengar ucapannya Kenzo tersedak telur yang di lahapnya, Kenzo buru-buru mengambil kopinya lalu menyesap nya.

"Yue apa yang kau katakan?"

"Kau mengejutkan ku."

Yue Yan tertawa kecil melihat wajah Kenzo yang memerah,entah karena tersedak atau karena perkataan Yue Yan.

"Kenapa?"

"Apa aku salah berkata seperti itu?"

Setelah menyelesaikan sarapan nya Kenzo pun melepas kaos hitam yang di kenakan nya saat melakukan aksinya.

"Jangan berkata konyol."

"Aku ingin mandi."

"Kak...aku ikut dengan mu."

Kenzo mendekati Yue Yan lalu menjentikkan jarinya ke dahi Yue Yan.

"Kau masih kecil diam dan tunggu aku di rumah,aku akan pergi ke Shehua."

"Apa kakak ingin bersenang-senang dengan nona Liu?"

"Apa yang kau bicarakan."

"Aku hanya ingin membicarakan beberapa urusan dengannya."

Ucap Kenzo sambil berlalu masuk ke dalam kamar utama lalu ke kamar mandi.

"Benarkah?"

Yue Yan berlari mengikuti nya hingga di depan pintu kamar utama,lalu bersandar di dinding.

"Kak...kau belum menjawab pertanyaan ku."

"Pertanyaan apa yang kau maksud?"

"Apa aku tidak boleh menyukai mu?"

Kenzo diam tidak membalas ucapannya,dan keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggang nya.

"Yue...kau masih kecil lebih baik kau melanjutkan sekolah mu."

"Aku akan bertanya kepada nona Liu, mungkin dia bisa membantu ku."

Sambil mengambil soda di kulkas,lalu meminum nya.

"Aku tidak ingin sekolah."

Dengan ekspresi cemberut Yue Yan memainkan jari-jarinya.

Setelah meminum nya Kenzo kembali ke kamar utama dan mengenakan pakaian.

"Aku tak ingin mendengar keluhan mu."

Kenzo keluar dari kamar mengenakan setelan jas hitam dan kemeja merah maroon.

"Kak..."

Yue Yan memeluk Kenzo saat Kenzo keluar dari kamar nya.

"Yue kau masih 14 tahun."

"Sedangkan aku telah 24 tahun."

"Sudahlah lupakan obsesi mu."

Yue Yan kembali memasang wajah cemberutnya.

"Aku akan pergi sebentar, setelah itu kita akan pergi berbelanja."

Bujuk Kenzo sambil menjentik hidung Yue Yan.

"Benarkah?!"

"Tentu saja, setelah itu kita jenguk nenek di rumah sakit."

Kenzo pun pergi meninggalkan apartemen dan menuju ke Shehua.

...BERSAMBUNG...

...****************...

1
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
nah loh sapa tuh Kenz, kira-kira mau dibeli baik-baik Xiu nya atau diambil cara paksa?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Kenzo partner Kamu diculik tuh
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
bergabung dengan visi dan misi masing masing, yg pasti gak ada ketulusan. tapi semoga aja Kenzo gak dapat cewek lagi.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
owalah saya kira Buu komandan berbeda ternyata sama kaya sapa itu namanya yg bos nya Kenzo? Liu klu gak salah.
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: sengaja biar nanti pada nebak sendiri di akhir bakal dengan siapa Kenzo 🤭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Udah ada berapa perempuan diantara Kenzo nih? Empat ya
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
kasihan Lin, miris... gak rela Lin sama Kenzo.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
sama Liu kan cuma kebutuhan, bukan cinta.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
ini berbaju gak ceweknya?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Jangan sampe gadis yg diselamatkan Kenzo naksir juga.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
cuma sama Lin Xian Mei Kenzo bisa grogi
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
kenapa cuma mata kiri? kenapa gak dua-duanya. apa ada kelebihan Dimata Kenzo lepas dari penjara.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
jadi sebenernya Kenzo ini jahat atau GK ya
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Liat saja nanti kalau YueYan sedikit lebih dewasa, Kenzo pasti tergoda juga.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
berapa banyak target yg harus dihabisi Kenzo.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Wow Kenzo sama Liu ternyata
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Jarak cuma sepuluh tahun, tunggu saja dewasanya Yueyan
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
bukan permainan Liu kan sabotase panti ini?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
wuih Nenek minum bir? aman? gak apa" gitu?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
oh Kenzo tinggal di panti dgn Yue ya saya kira cuma nginap. awas Yue nanti jatuh hati dgn Kenzo
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
akankah Kenzo dipertemukan kembali dgn Yue
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!