NovelToon NovelToon
MAFIA DAN GADIS CANTIK

MAFIA DAN GADIS CANTIK

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Steve Lim tak pernah menyangka dirinya akan dijebak oleh oknum pemerintah yang bekerja sama dengan organisasi mafia yang dipimpinnya, mereka ingin menjebloskan Steve Lim ke penjara dengan dugaan pemerasan serta pencucian uang atas tanah di wilayah Makau yang terkenal dengan pusat industri kasino globalnya. Dimana Makau dijuluki Las Vegas dari Timur.

Pada saat dia mencoba menyelamatkan dirinya dari jebakan para oknum pemerintah, tak sengaja dia bertemu dengan seorang gadis bernama Ruolan Tan yang membantunya bersembunyi dari kejaran musuhnya.

Bagaimana kisah mereka berdua selanjutnya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 BENCANA DI ATAP GEDUNG

Pria itu menghubungi timnya, dan mereka mulai merencanakan operasi untuk membongkar rencana Menteri Chen. David, Ruolan Tan, dan Steve Lim memandang pria itu dengan mata yang serius, siap untuk melakukan apa saja untuk membersihkan nama Steve Lim.

Tiba-tiba, ponsel pria itu berdering. Dia menjawabnya, lalu memandang ke arah mereka bertiga dengan mata yang serius. "Tim aku telah menemukan sesuatu," katanya. "Menteri Chen memiliki rencana untuk membunuh Steve Lim malam ini."

Steve Lim memandang pria itu dengan mata yang lebar. "Apa?!" serunya.

Pria itu mengangguk. "Aku tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi kita harus bertindak sekarang," katanya. "Kita harus pergi ke tempat yang aman dan menunggu tim aku untuk membongkar rencana Menteri Chen."

Mereka bertiga memandang pria itu dengan mata yang serius, lalu mengangguk. "Baiklah, kita pergi," kata David.

Mereka keluar dari gudang itu, dan menuju ke mobil yang terparkir di luar. Mereka melajukan mobil itu dengan cepat, menuju ke tempat yang aman.

Tiba-tiba, Ruolan Tan memandang ke arah Steve Lim. "Steve, aku ingin memberitahu kamu sesuatu," katanya.

Steve Lim memandang Ruolan Tan dengan mata yang serius. "Apa itu?" tanya Steve Lim.

Ruolan Tan mengambil napas dalam-dalam, lalu berkata, "Aku... aku tidak bekerja sama dengan Menteri Chen."

Steve Lim memandang Ruolan Tan dengan mata yang lebar. "Apa?!" serunya.

Ruolan Tan memandang Steve Lim dengan mata yang serius. "Aku tidak bekerja sama dengan Menteri Chen," katanya lagi. "Aku hanya berpura-pura untuk mendapatkan informasi tentang rencananya."

Steve Lim memandang Ruolan Tan dengan mata yang skeptis. "Mengapa kamu tidak memberitahu aku sebelumnya?" tanya Steve Lim.

Ruolan Tan mengambil napas dalam-dalam. "Aku tidak tahu apakah aku bisa percaya padamu," katanya. "Aku tidak ingin membahayakan kamu."

David memandang Ruolan Tan dengan mata yang serius. "Aku percaya padamu, Ruolan Tan," katanya. "Kita harus bekerja sama untuk menghentikan Menteri Chen."

Pria itu memandang ke arah mereka bertiga dengan mata yang serius. "Kita harus fokus," katanya. "Kita tidak memiliki banyak waktu."

Mereka bertiga memandang pria itu dengan mata yang serius, lalu mengangguk. "Baiklah, apa rencana kita?" tanya David.

Pria itu tersenyum. "Aku memiliki rencana untuk membongkar rencana Menteri Chen," katanya. "Kita akan pergi ke tempat yang aman, dan aku akan memberitahu kamu apa yang harus dilakukan."

Mereka melajukan mobil itu dengan cepat, menuju ke tempat yang aman. Tiba-tiba, ponsel pria itu berdering lagi. Dia menjawabnya, lalu memandang ke arah mereka bertiga dengan mata yang serius.

"Apa yang terjadi?" tanya David.

Pria itu memandang ke arah mereka bertiga dengan mata yang serius. "Menteri Chen telah mengetahui rencana kita," katanya. "Dia telah mengirimkan orang-orangnya untuk membunuh kita."

Mereka bertiga memandang pria itu dengan mata yang lebar. "Apa?!" seru Steve Lim.

Pria itu mengangguk. "Kita harus bertindak sekarang," katanya. "Kita harus pergi ke tempat yang aman dan menunggu tim aku untuk membongkar rencana Menteri Chen."

Mereka melajukan mobil itu dengan cepat, menuju ke tempat yang aman. Tiba-tiba, mobil itu berhenti di depan sebuah gedung tinggi.

Pria itu memandang ke arah mereka bertiga dengan mata yang serius. "Kita harus pergi ke atas," katanya. "Kita akan bertemu dengan tim aku di sana."

Mereka bertiga memandang pria itu dengan mata yang serius, lalu mengangguk. "Baiklah, kita pergi," kata David.

Mereka keluar dari mobil itu, dan menuju ke gedung tinggi. Mereka berempat memasuki gedung tinggi itu, dan menuju ke lift. Pria itu menekan tombol lift, dan mereka menunggu beberapa detik sebelum pintu lift terbuka.

Mereka memasuki lift, dan pria itu menekan tombol untuk menuju ke lantai atas. Lift itu bergerak dengan cepat, dan mereka merasakan tekanan di telinga mereka.

Tiba-tiba, lift itu berhenti, dan lampu-lampu di dalamnya mulai berkedip. Pria itu memandang ke arah mereka bertiga dengan mata yang serius.

"Apa yang terjadi?" tanya David.

Pria itu mengambil napas dalam-dalam. "Aku tidak tahu," katanya. "Tapi aku pikir kita harus siap untuk apa saja."

Tiba-tiba, pintu lift itu terbuka, dan mereka melihat beberapa orang berpakaian hitam berdiri di luar. Mereka semua membawa senjata, dan memandang ke arah mereka bertiga dengan mata yang dingin.

Pria itu memandang ke arah mereka, lalu mengangguk. "Aku pikir kita harus pergi," katanya.

Mereka berempat keluar dari lift, dan menuju ke arah tangga darurat. Mereka berlari menaiki tangga, dengan orang-orang berpakaian hitam itu mengejar mereka.

Tiba-tiba, Steve Lim terjatuh, dan Ruolan Tan berhenti untuk membantunya. David dan pria itu terus berlari, tapi mereka tahu bahwa mereka harus kembali untuk membantu teman-teman mereka.

Pria itu memandang ke arah David dengan mata yang serius. "Kamu harus pergi," katanya. "Aku akan kembali untuk membantu mereka."

David memandang pria itu dengan mata yang skeptis, tapi pria itu sudah berlari kembali ke arah tangga. David tahu bahwa dia harus pergi, jadi dia terus berlari menuju ke atas dengan suara tembakan dan jeritan di belakangnya. Dia tidak tahu apa yang terjadi dengan Ruolan Tan, Steve Lim, dan pria itu, tapi dia tahu bahwa dia harus terus bergerak.

Tiba-tiba, dia mendengar suara langkah kaki di belakangnya. Dia menoleh ke belakang, dan melihat salah satu orang berpakaian hitam itu mengejarnya.

David mempercepat larinya, tapi orang itu tidak menyerah. Mereka berdua berlari menaiki tangga, dengan suara napas yang berat dan jantung yang berdebar.

Tiba-tiba, David mencapai puncak tangga, dan melihat sebuah pintu darurat di depannya. Dia membuka pintu itu, dan melihat sebuah atap gedung yang luas di depannya.

David berlari keluar ke atap, dengan orang itu masih mengejarnya. Dia berlari menuju ke tepi atap, dan melihat jalan di bawahnya.

Tiba-tiba, dia mendengar suara helikopter di atasnya. Dia menoleh ke atas, dan melihat sebuah helikopter hitam mendarat di atap gedung.

Pintu helikopter itu terbuka, dan seorang wanita cantik dengan rambut hitam panjang keluar. Dia memandang ke arah David dengan mata yang tajam, dan mengacungkan pistol ke arahnya.

"Selamat datang, David," katanya dengan suara yang dingin. "Aku telah menunggumu."

Wanita cantik itu memandang ke arah David dengan mata yang tajam, dan mengacungkan pistol ke arahnya. "Selamat datang, David," katanya dengan suara yang dingin. "Aku telah menunggumu."

David memandang ke arah wanita itu dengan mata yang skeptis, dan mengambil posisi defensif. "Siapa kamu?" tanya David.

Wanita itu tersenyum, dan rambut hitam panjangnya terbang di angin. "Aku adalah Luna, tangan kanan Menteri Chen," katanya. "Dan aku ada di sini untuk membawa kamu ke hadapannya."

David memandang ke arah helikopter itu, lalu ke arah wanita itu. "Aku tidak akan pergi ke mana pun dengan kamu," katanya dengan suara yang tegas.

Luna tersenyum lagi, dan mengacungkan pistolnya. "Aku tidak berpikir kamu memiliki pilihan," katanya.

Tiba-tiba, orang berpakaian hitam yang mengejar David itu muncul di belakang Luna, dan mengacungkan pistol ke arahnya. "Tinggalkan dia, Luna," katanya.

1
Tobatos Corp
kemampuan yang meningkat
Tobatos Corp
harus hati hati ini
Tobatos Corp
semakin seru
Faniah Haidar
♥️♥️♥️
Faniah Haidar
💐💐💐
Faniah Haidar
penasaran gimana endingnya 🤭
Tina Andara
mudah mudahan Roulan Tan terbuka matanya ya kan
Vania Andina
Roulan Tan kau kan bisa bela diri napa gak kau hajar dia
Raisa Andriana
semangat tor
Tina Andara
gak ada yang gratis kan Tan
Tina Andara
kan udah tahu kalau Steve tuh mafia Tan
Tina Andara
lari Tan ! lari... !
Tina Andara
nyali juga nih Ruolan Tan
Tina Andara
pasti seru nih ceritanya
Vania Andina
lanjut aja deh thor
Vania Andina
satunya belum kelar thor dah bikin lagi satu karangan film baru thor
Raisa Andriana
lanjut
Yuniar Farah
next thor 👍
Larasati John
bos geng nih ceritanya, laki banget sekarang,,, semangat steven lim,,,
Faniah Haidar
semangat thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!