Ye Fan adalah seorang psikopat yang menjadikan orang-orang jahat sebagai target eksekusinya. Ia menikmati perburuan tersebut tanpa rasa bersalah.
Sebelum kematiannya, Ye Fan menghabiskan waktu dengan sebuah game kultivasi yang menurutnya sangat menarik, karena di dalamnya ia bisa memburu dan membunuh para penjahat tanpa batas.
Namun, hidupnya berakhir ketika ia tewas ditembak polisi. Saat membuka mata kembali, Ye Fan mendapati dirinya telah bereinkarnasi ke dalam dunia kultivasi—dunia yang persis seperti game yang pernah ia mainkan, tempat hasrat lamanya kini dapat terwujud sepenuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17: Aliansi dalam Bayangan
Inspektur Lu dan Pejabat Tinggi berjubah ungu tertegun saat memeriksa tumpukan bukti di hadapan mereka. Dokumen-dokumen itu bukan sekadar catatan, melainkan bukti otentik dari kekejian Master Han yang selama ini tertutup rapat oleh kemegahan nama Sekte Pedang Patah.
"Ini... ini melampaui apa yang kami bayangkan," Inspektur Lu berbisik, tangannya sedikit bergetar memegang daftar korban. "Master Han bukan hanya seorang kultivator, dia adalah monster yang bersarang di bawah perlindungan Kekaisaran."
Pejabat Tinggi itu menghela napas panjang, lalu menatap Ye Fan dengan pandangan yang jauh lebih hormat. Ia menyadari bahwa pria di depannya ini telah melakukan pekerjaan kotor yang gagal dilakukan oleh intelijen kerajaan.
"Jika benar kau yang menghentikan semua ini, maka Kekaisaran berutang budi padamu." ucap Pejabat Tinggi itu sambil merapikan jubahnya. "Nama saya adalah Pejabat Yan. Siapa namamu, Ketua Sekte muda?"
"Ye Fan." jawabnya pendek.
"Baiklah, Ketua Ye. Kami akan melaporkan bahwa Sekte Pedang Patah telah dihancurkan oleh pemberontakan internal akibat praktik sesat, dan 'Sekte Pemburu Bayangan' adalah entitas baru yang membantu memulihkan ketertiban. Kami akan melegalkan status sektemu, asalkan kau bersedia bekerja sama dengan pemerintah kota untuk menjaga keamanan wilayah ini."
Ye Fan menyeringai tipis. Ini adalah hasil yang ia inginkan. Memiliki dukungan legal dari pemerintah akan memudahkan perburuannya di masa depan. "Tentu. Selama 'predator' yang kalian maksud adalah orang-orang seperti Master Han, aku tidak keberatan."
Beberapa minggu berlalu, hubungan antara Sekte Pemburu Bayangan dan pejabat kota mulai membaik dengan sangat pesat. Ye Fan sering mengirimkan informasi tentang gembong kriminal atau kultivator sesat yang bersembunyi di kota kepada Inspektur Lu. Sebaliknya, pemerintah memasok sumber daya pembangunan dan bahan makanan untuk menghidupkan kembali sekte yang hampir kosong itu.
Suatu sore, Inspektur Lu mengunjungi sekte dengan membawa beberapa guci arak berkualitas tinggi sebagai tanda persahabatan.
"Kau tahu, Ye Fan? Kota ini jauh lebih tenang sejak kau mengambil alih," ucap Lu sambil menuangkan arak ke cangkir Ye Fan. "Dulu, aku selalu merasa ada yang mengawasi dari balik bayangan di sekte ini. Sekarang, auranya terasa... bersih."
Ye Fan hanya mengangguk kecil, menyesap araknya. Di sampingnya, Xiao Mei tersenyum manis sambil menata camilan. Xiao Mei kini tidak lagi memakai pakaian pelayan, melainkan jubah sutra yang anggun, mencerminkan posisinya sebagai tangan kanan Ye Fan.
"Itu karena Ye Fan tidak membiarkan satu pun noda tersisa di sini." sahut Xiao Mei dengan nada bangga.
Namun, di tengah suasana hangat itu, sistem Ye Fan tiba-tiba memberikan peringatan merah yang berkedip cepat.
[Peringatan! Deteksi Hawa Membunuh dari Jarak Jauh!]
[Target: Pembunuh Bayaran dari "Klan Elang Darah"]
[Status: Dikirim oleh kerabat jauh Master Han yang menuntut balas dendam]
[Estimasi Kedatangan: 3 Menit di Gerbang Belakang]
Ye Fan meletakkan cangkir araknya perlahan. Matanya berkilat dingin, aura psikopatnya yang sempat terkubur mulai merayap naik ke permukaan.
"Inspektur Lu," ucap Ye Fan, suaranya mendadak berubah menjadi berat. "Sepertinya ada beberapa 'tamu' tak diundang yang ingin mengacaukan sore kita yang tenang."
Inspektur Lu meletakkan guci araknya, wajahnya langsung menegang. "Apa maksudmu?"
"Diamlah di sini dan jaga Xiao Mei." perintah Ye Fan. Ia berdiri, dan dalam sekejap, tubuhnya lenyap menjadi kabut hitam lewat teknik Langkah Bayangan Darah.
Ye Fan muncul di gerbang belakang. Di sana, lima orang berpakaian serba hitam dengan topeng elang sedang bersiap menyelinap. Mereka semua berada di ranah Arus Qi Level 10, jauh di atas ranah asli Ye Fan yang saat ini Level 8.
Namun, Ye Fan justru tertawa tanpa suara. Bagi seorang pemburu penjahat, melawan mangsa yang lebih kuat secara level hanyalah masalah teknik dan kekejaman.
"Klan Elang Darah, ya?" Ye Fan melangkah keluar dari bayangan pohon. "Kalian datang di waktu yang tepat. Aku butuh sedikit esensi untuk naik ke ranah Inti Qi malam ini."