Pernikahan yang dikira Sarah akan membuatnya bahagia karena dia menikahi seseorang yang menjadi pacarnya selama tiga tahun. Tapi perkiraannya salah ternyata sosok yang selama ini menyandang status suaminya itu telah berkhianat dan berselingkuh dengan wanita yang lebih muda dari dirinya .
Bagaimana nasib pernikahannya? Apakah Sarah mampu mempertahankan pernikahannya atau justru dia harus menyerah .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
Setelah kepergian Sarah bersama pengacranya Pak Rt meminta ustad didaerah untuk segera menikahkan mereka berdua .
" Pak Ustad, silahkan nikahkan mereka sekarang juga Pak, kami tidak mau ikut menanggung dosanya !" Seru Pak Rt dan itu semua dibetulkan sama warga yang hadir .
" Baik, silahkan Pak Arya mau memberikan mahar apa kepada calon istrinya ?" Tanya Pak Ustad kepada Arya dan Arya yang tidak siap cuma membawa uang cash sebesar dua ratus ribu rupiah .
" Maaf Pak Ustad, saya cuma mempunyai uang dua lembar ini saja ." Jawab Arya sambil memberikan uang dua lembar uang seratus ribuan .
" Baik Pak Arya nggak apa apa yang penting bukan uang pinjaman itu lebih baik dan ini siapa nama lengkap kalian kalau yang cewek mohon disertakan nama Ayahnya yang masih hidup maupun sudah meninggal ." Ucap Pak Ustad kepada kedua calon pengatin itu .
" Baik karena sudah lengkap ini saksinya untuk Pak Rt dan tolong salah satu dari mereka ikut jadi saksi pernikahan ." Ucap Pak Ustad menyuruh salah satu warga untuk menjadi saksi .
Pak Ustad menjabat tangannya Arya dan mengucapkan kata ijabnya .
" Saya nikahkan dan kawinkan engkau Arya Pratama dengan Mutia anggraeni binti sholeh almarhum dengan mas kawin sebesar uang dua ratus ribu rupiah dengan tunai ."
" Saya terima nikahnya dan kawinnya Mutia Anggraeni binti Sholeh almarhum dengan mas kawin uang sebesar dua ratus ribu rupiah dibayar tunai ."
" Bagaimana saksi !"
" Sah !"
" Sah !"
" Sah !"
" Selamat kalian sudah menjadi suami istri ." Ucap Pak Ustad setelahnya membawakan doa untuk kedua mempelai .
" Karena kalian sudah resmi menikah kami mohon kalian pergi dari kostan ini dan mohon secepatnya dan mari semua warga kita pulang ke rumah masing masing terima kasih atas kerja samanya ."
Pak Rt membubarkan warganya untuk pergi dari kost an ini sedangkan kedua orang yang baru saja menikah dengan pikirannya sendiri sendiri kalau Arya sangat menyesali apa yang dibuatkan sedangkan Mutia dia tersenyum sangat bahagia karena dia menjadi wanita satu satunya di hidupkan Arya sang atasan hupppzzt suami .
Sedangkan Sarah baru sampai rumahnya dia masuk rumah mencari Mbok Marni .
" Mbok kita bersiap Mbok bawa semua barang barangnya Mbok, kita pergi dari rumah ini. Aku sama Arya sudah cerai Mbok, kita pergi ke butik saja besok baru kita kembali ke Bandung untuk selamanya ." Perintah Sarah kepada Mbok untuk bersiap dia akan pergi sekarang juga dan semoga saja sebelum keluar mantannya belum pulang ke rumah .
Mbok ngikut saja apa yang diucapkan Nyonyanya dia membawa koper yang sudah dipersiapkan Sarah sebelumnya setelah selesai dia membawanya ke ruang tamu dan naik keatas membereskan kamarnya Vania disana sudah ada koper dua untuk barang bangnya Vania dan untuk mainannya juga .
" Nenek kita bersiap siap apa kita mau ke tempatnya Kakek Imam, Nek ?" Tanya Vania yang penasaran karena Mamanya menaruh dua koper besar ke kamarnya Vania .
" Ya benar Nak, kita akan pergi ke rumahnya Kakek Iman sama Nenek Leni . Apa Vania nggak apa apa jika jauh dari Papa mungkin lama lama kan ketemunya ?" Tanya Mbok Marni ingin tau pendapatnya Vania .
" Ya nggak apa apa Nek, lagian kan Papa sudah lupa sama Vania Nek, Vania suka disana banyak temannya . Nek nanti mainannya Vania bawa semua ya Nek , Vania mau ke kamarnya Mama dulu Nek !" Seru Vania bahagia akan ketemu teman temannya di Bandung .
Setelah tiga puluh menit pakaian Vania sudah masuk semua ke koper, tinggal mainannya Vania yang belum masuk .
" Bagaimana Mbok sudah selesai semuanya ?" Tanya Sarah yang baru masuk ke dalam kamarnya Vania.
" Sudah Nak, bajunya Vania Nak tapi bagaimana dengan mainannya Vania ingin membawanya lagian mainannya masih bagus bagus Nak !" Jawab Mbok Marni .
" Sebentar Mbok, kayaknya digudang ada kardus kok dan tadi aku sudah telpon Sasa tak suruh kesini untuk membawakan barang kita ke Butik dulu Mbok ." Ucap Sarah dan langsung pergi ke belakang menuju gudang yang dibuat untuk menyimpan barang barang yang sudah nggak dibutuhkan lagi
Vania disuruh menunggu saja duduk di Sofa keluarga . Sarah membawa beberapa kardus untuk memuat mainannya Vania .
" Mbok, ini ada beberapa Kardus, aku mau ke bawah dulu Sasa sudah sampai Mbok !" Seru Sarah turun ke bawah untuk membukakan pintu pagar untuk Sasa .
" Sa, silahkan masuk dulu ." Perintah Sarah menyuruh Sasa membawa mobilnya ke dekat pintu rumahnya .
" Maaf ya Sa, mungkin tadi kamu sudah dijalan mau pulang ke rumah maaf sekali lagi Sa ."
" Nggak apa apa Bu, lagian tadi juga baru saja mau naik ke mobil jadi aku nggak sah putar balik dan langsung kesini , apa Ibu mau pergi dari rumah ini kan belum ada putusan cerai dari pengadilan Bu?" Tanya Sasa padahal tadi kan baru rencana mau memasukkan surat gugatan cerainya ke pengadilan dan sekarang malah sudah mau pergi saja.
" Nanti aku ceritain semua Sa, tolong kamu bantu angkat koper koper ini ke mobil kamu dulu Sa, Mbok Marni lagi membereskan mainannya Vania dia ingin semua mainannya dibawa ke rumah barunya ." Ucap Sarah yang ingin cepat cepat pergi dari rumah ini .
Sedangkan di kost an nya Mutia terjadi perselisihan antara pasangan suami istri yang baru saja resmi tapi baru nikah siri .
" Apaan sih kamu Mas kok kita malah ingin mencari kontrakkan lagi kan mantan kamu sudah mau pergi dari rumah kamu Mas !" Seru Mutia nggak terima kalau hidup kost an lagi dia sudah memimpikan hidup dan tinggal di rumah mewah .
" Tidak, Jangan masuk ke rumah itu . Rumah itu akan aku kasihkan ke Vania walaupun Mamanya nggak mau terima tapi rumah itu akan tetap akan aku kasihkan ke anak aku titik. Jangan sekali kali kamu
merecoki rumah itu lagi ." Ucap Arya tegas. Walaupun mereka akan bercerai tapi rumah itu akan tetap dikasihkan anak perempuannya .
Mutia yang dipelototi Arya dia menjadi menciut nggak berani membantah ucapan Arya lagi . Dia langsung pergi ke kamarnya untuk membereskan baju bajunya .
Arya memijit keningnya yang sangat pusing sekali, cuma sampai disini saja rumah tangga yang dia bangun bersama dengan wanita yang dicintainya dari dulu . Arya menerawang kehidupannya yang sangat bahagia hidup bersama istri dan anak perempuannya tapi gara gara dia nggak bisa menahan nafsunya semua berantakan dan kini dia sudah secara agama bercerai dengan istrinya .
kembali ke rumahnya Sarah .
" Mbok, ayo kita pergi karena semua barang barang kita sudah masuk ke dalam mobil !" Ajaknya ke Mbok Marni. Sarah melihat rumah yang dari dulu dia tinggali bersama mantan suaminya .
" Lho kalian mau kemana ?" ......