seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17. Kepergok Kirana
Pagi yang begitu cerah, dengan matahari yang bersinar serta sisa embun udara pagi begitu segar seperti wajah Yuda yang baru saja mendapatkan hal yang belum pernah ia rasakan, bagaimana tidak hal itu sangat luar biasa bagi Yuda.
“emm..!” Leni dengan manja memeluk Yuda tanpa mau melepas kan, tubuh nya sudah kehabisan tenaga karena di hajar habis-habisan oleh suami nya, hingga ia kewalahan semalam.
“Cup!, cape ya?” tanya Yuda mengelus wajah istri nya.
tanpa di duga gadis itu mengangguk lalu membuka kata. “tadi malam, mas lama banget, aku sampe kewalahan,” ujar nya masih betah memeluk tubuh suami nya.
“Lagian sih, kamu cantik, dan seksi, jadinya aku lepas kendali..!” jawab Yuda terkekeh pelan.
“ihh.!! Dasar Leni dari dulu gini, mas aja tuh kejam sama Leni,,” keluh manja sambil memukul dada bidang Yuda.
“Emang nya kamu nggak, siapa yang semalam minta terus?” goda Yuda tak mau kalah.
“siapa, aku mah enggak, palingan juga mas,” jawab nya sedikit malu-malu.
Yuda tersenyum tapi diam diam tangan nya, yangdi bawah selimut memegang benda yang sensitif bagi Leni. “mas, gelii.!”
“Heheh, tandain ya, mulai sekarang ini adalah tempat favorit ku, jangan sampai hilang,” canda Yuda mencolek ujung nya.
“Ahh, hih...! Masa hilang mas, aneh-aneh aja kamu ini,” kesal Leni sedikit terangsang akibat ulah suami nya.
“Sayang..! kayak nya aku mau nambah lagi, boleh gak?” tanya Yuda yang malah terpancing, jangkar nya kembali mengeras di bawah selimut bersentuhan langsung dengan lembah yang berwarna, milik istri nya. Yang memang mereka hanya terbalut selimut tanpa sehelai benang pun.
“Tapi ini udah pagi mas..! Aku takut kalau ada yang denger..!” ucap Leni khawatir, ia tak akan tega menolak suami nya lagian suami nya melakukan dengan lembut membuat nya pun nyaman.
Yuda mulai meraba dan menc*um istri nya dengan mesra dan naik, mengambil posisi untuk melakukan hal yang biasa di lakukan suami istri pada umum nya.
Namun baru saja Yuda hendak mulai! Pintu kamar terbuka dan muncul sosok Kirana dengan wajah polos. “Kak udah bangun belum?”
Degh.!!,
Yuda langsung menyembunyikan wajah nya masuk ke dalam selimut, sedangkan Leni dengan wajah merah melotot ke arah adik nya, yang sembarang masuk.
“Ma-maaf kak,, Kirana pergi..!” Kirana juga tak kalah malu, ia tak berpikir lebih dulu kalau kakak dan suami nya sedang melakukan sesuatu yang tidak seharusnya ia lihat begitu saja.
“Astaga, tadi kakak kok kayak kelihatan keenakan ya, apa emang seenak itu!” gumam Kirana melangkah pergi ke luar rumah berpikir ia akan menyapu halaman sekedar mengalihkan rasa malu nya.
Sedangkan di kamar, setelah kepergian Leni Yuda langsung keluar dari selimut lalu bangkit mengambil pakaian nya. “Mas.. Kamu gak marah kan?” tanya Leni khawatir kalau suami nya marah karena terganggu.
Tapi Yuda mendekat sambil menggelengkan kepala. “Masa aku marah cuman kayak gitu doang sayang..! nggak dong.”
“Tapi kok nggak di lanjutkan?” ujar Leni sedikit kecewa karena ia juga sudah terpancing.
“Kita lanjutin nanti ya, takutnya Kirana malah masuk lagi, kamu juga malu kan,” ungkap Yuda.
“Ntar juga mas sama Kirana gitu,” gumam nya pelan, tapi masih terdengar oleh Yuda.
“Bedalah sayang..!”
“Udah jangan ngambek, hari ini aku mau ke kota lagi, mungkin pulang nya akan malam jadi kamu harus jaga diri baik-baik di rumah sama Kirana..!” ujar Yuda sambil berjalan ke arah kamar mandi.
“Iya mas..!” Leni juga mengambil pakaian nya, tapi begitu melihat kalau tanktop yang di pakai nya tadi malam, sudah robek akibat ulah suami nya Leni kembali teringat kejadian semalam saya ia sedang mabuk.
“ syukurlah lah jadi gak perlu pakai pakaian kayak gini, tapi Sayang banget padahal masih baru..!” andai saja Leni tahu kalau Yuda masih punya baju seperti itu, entah apa ekspresi nya saat ini.
Setelah selesai memakai pakaian lengkap Yuda langsung bersiap hendak pergi, bukan ke kota seperti perkataan nya, bukan ke tempat yang ada di sini, melainkan Yuda bersiap untuk mencoba jam pelintas zaman untuk kembali ke zaman modern karena Yuda sedikit merindukan suasana di sana.
"Sayang..! jangan lupa kalian jaga diri, jangan biarin orang asing masuk, kalau gak ada keperluan penting, pokok nya jangan kemana mana, inget itu..!” ucap Yuda menegaskan agar istri nya tidak kemana mana, tentu saja karena Yuda sudah menyiapkan persediaan makanan untuk mereka di rumah.
“Mas kamu nggak makan dulu?” tanya Leni masih tak rela berpisah dengan suami nya, padahal dulu Leni paling takut kalau ada suami nya di rumah.
“Leni, pakai saja uang jika kalian ingin membeli sesuatu, jangan irit, mulai sekarang aku sudah punya uang, jadi kalian bisa belanja..!” Yuda berkata seperti itu, padahal yakin istri nya tidak akan membelanjakan uang yang ia berikan.
“Iya mas, hati-hati, jangan lupa makan, nanti kamu sakit..!” pesan Leni melambaikan tangan tanda perpisahan, Yuda pun sama sambil pergi keluar dari pagar rumah ia menuju ke jalan utama, namun saat sudah jauh dari desa Yuda berbelok masuk ke dalam hutan yang jarang di lewati orang orang yang suka berburu.
Di sana barulah Yuda mengeluarkan jam yang membawa nya ke zaman ini. “Sistem aku siap untuk kembali ke zaman modern.”
“Tuan ingin melakukan perjalanan melintasi zaman, pilihan kata kembali dan pulang..!”
“saat aku terlempar ke sini, itu kembali, jadi kali ini pasti, PULANGG..!”
“Mulaii!!.”
Tubuh Yuda seperti terhisap sesuatu menghilang dari tempat awal nya berdiri entah menghilang kemana.
Berpindah ke zaman modern di bawah jalan tol.
Zeffftt.!!!!
Tubuh Yuda mendarat hanya beberapa detik mengucapkan kata pilihan dari sistem, dan ia menoleh ke sekeliling di mana di sini adalah pertama kali nya, ia bertemu kakek tua yang memberikan nya jam pelintas zaman ini.
“Luar biasa, aku tidak menyangka kalau aku bisa melintasi zaman..!” Yuda menoleh ke arah jam yang ada di tangan nya, jam itu berjalan seperti biasa saat ini menunjukkan pukul 9 pagi.
“**Tuan bisa kembali kapan saja sesuai keinginan, tapi yang perlu di ingat waktu di zaman kuno berjalan seperti di sini**.”
“Ohh, jadi walau aku di sini, waktu akan terus berjalan di zaman kuno sama dengan di sini..!”
“Baiklah kalau begitu lebih baik aku cepat menyelesaikan urusan di sini, aku tidak mungkin harus bermalam di sini, pasti kedua istri ku khawatir..!” ujar nya sambil berjalan menuju satu tempat yang akan pertama kali dirinya datangi. Yaitu tempat menjual rongsokan.