sepeninggal kekasihnya, Citra saat itu dalam kondisi hamil, siapa sangka Citra justru di lamar oleh pria tampan yang meminta Citra menjadi pendamping hidupnya.
karena sang ibu Fatimah tidak ingin putrinya melahirkan seorang anak tanpa suami. Fatimah memaksa Citra untuk menerima pinangan si pria misterius itu.
Pernikahan tanpa cinta, di kondisi Citra sedang mengandung benih cintanya bersama almarhum kekasihnya. Bagaimana kehidupan pernikahan mereka selanjutnya?
Apakah motif sebenarnya pria tampan yang mau menikahi wanita yang sedang hamil?
jangan lupa untuk mampir dan baca kelanjutan ceritanya ya....
jngan lupa juga untuk meninggalkan like dan Vote kalian ya 🥰🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon reinna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 Danau biru
setelah cukup beristirahat Agam mengajak citra untuk turun lebih mendekat ke danau. citra sangat antusias mendengar ajakan Agam. merekapun memutuskan untuk berganti pakaian sebelum ke danau.
langkah kaki mereka menyusuri jalan setapak yang di buat khusus oleh hotel. untuk menuju danau tersebut. setelah berjalan kurang lebih dua puluh menit mereka sampai di tepi danau.
"ini indah Aa. aku sangat suka tempat ini.
"sungguh? Agam memandang lekat wajah cantik itu,
citra mengangguk segera di peluknya kekasihnya itu Agam yang mendapat pelukan itu membuat perasaannya tenang. ketakutan untuk kehilangan citra seolah lenyap sekarang. dalam hatinya ia meyakinkan kalo citra memang di takdirkan untuknya. hingga Agam mempererat peluknya. di kecupnya pucuk kepala citra.
sesaat wajah mereka saling memandang. Agam menagkup wajah citra di dekatkannya wajah itu kemudian cuuupp Agam mencium bibir tipis itu. sesaat hanya saling mengecup sampai Agam membuatnya menjadi ******* yang hangat. menghanyutkan perasaan mereka, seolah terbuai keindahan alam dan kenikmatan bibir lembut kekasihnya. setelah kehabisan nafas mereka menghentikan aktifitas nya.
Agam menundukkan pandangannya mempertemukan kening mereka..
Agam memasukkan tangannya ke salam saku celananya, di raihnya ponsel miliknya, di lihat jam empat sore. akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. di dalm perjalanan citra menyandarkan kepalanya di lengan kiri Agam. Agam melihat nya hanya tersenyum. di fikirnya mungkin citra lelah.
tidurlah.. nanti setelah tiba akan aku bangunkan, ucap Agam. citra tersenyum dan mengangguk. akhirnya ia tertidur juga karena kelelahan.
perjalanan cukup menyita waktu dan tenaga, kini mereka sudah sampai di depan rumah citra. Agam mengecup kening citra. perlakuannya itu berhasil membuat citra membuka matanya. sudah sampai tuan putri. ayo turun ucap Agam.
Agam berpamitan pulang setelah mengantarkan citra ke dalam rumah dan bertemu ibunya citra.
Beberapa minggu kemudian. di depan meja belajar kamarnya citra sedang mencoret salah satu angka di kalender. pikirannya tidak tenang harusnya dua hari yang lalu ia mendapatkan tamu bulanannya. tapi sampai hari ini belum juga tiba. bagaimana kalo aku hamil. itu yang melintas di pikirannya, tapi ia selalu menepiskan pemikiran itu. mungkin hanya telat saya, karena ia beberapa hari ini di sibukkan dengan tugas kuliahnya.
hari sudah semakin malam citra memutuskan untuk tidur. di baringkan tubuhnya di atas kasur. ia beberapa kali mencoba memejamkan mata. tapi pikirannya terbayang lagi dengan pertanyaannya sendri. akhirnya ia memutuskan untuk memberitahu Agam tentang pemikirannya karena ia belum juga datang bulan.
✉
apa kamu sudah tidur?
Agam yang memang belum tidur langsung membalas
belum, ada apa sayang?
citra sedikit ragu untuk mengatakan nya namun setelah di pikirannya lagi akhirnya ia mengatakannya.
tanggal menstruasi ku sudah lewat beberapa hari, aku sangat takut.
tenang lah besok kita memeriksakan ke dokter kandungan.
tidak jangan, aku akan lebih dulu memastikan dengan alat tes kehamilan.
baiklah sayang. sekarang sudah malam kamu tidurlah
I love you.
baiklah I love you to
pagi itu sekitar jam delapan pagi citra pergi ke kampus. saat tiba di kampus Sinta yang lebih dulu tiba segera memanggilnya agar lebih cepat karena jam belajar sudah di mulai. bagaimana mereka tidak buru buru dosen yang satu ini terkenal dengan ketegasannya dan pelit memberikan nilai. jadi wajar mahasiswa di kampus akan lebih di siplin jam pelajaran beliau.