Apa yang terjadi jika lelaki yang menjadi calon suami melarikan diri bersama sahabatmu sendiri tepat di hari pernikahan ?
Setelah terlambat satu setengah jam dari jadwal akad nikah, akhirnya seseorang menjemput Sabina dari kamar hotelnya untuk menemui lelaki yang baru saja membacakan ijab kabulnya.
Sabina terkejut luar biasa ketika yang berada disana bukanlah Andre yang menjadi kekasihnya selama ini. Melainkan Gibran yang merupakan sahabat dari calon suaminya dan juga kekasih Amanda sahabatnya. Bahkan Minggu lalu Sabina membantu Gibran untuk memilihkan cincin yang akan digunakan Gibran untuk melamar Amanda.
Tapi sekarang cincin pilihannya itu melingkar indah di jari manisnya sendiri, tak ada nama Gibran dalam lingkarannya. Mungkin memang sudah takdir ia terikat dengan lelaki yang tidak mencintainya.
Bagaimana nasib pernikahan yang tak diinginkan keduanya ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MeeGorjes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tentang Rasa
Happy reading ❤️
"Mereka terlihat bahagia ya?" Tanya Andre dengan suara yang begitu terdengar sinis.
Amanda diam tak menjawab, suara bergetar menahan tangis akan Andre dengar jika ia membuka mulutnya saat ini.
Sakit, itu yang Amanda rasakan ketika melihat Gibran tertawa di sana dengan wanita yang paling ia benci.
Bukan hanya karena tak rela Gibran jadi milik musuhnya tapi juga karena perasaan cinta untuk lelaki itu belum juga padam.
Andre bangkit dari tempat tidurnya dan duduk di tepian ranjang. Terdiam untuk beberapa saat hingga ia putuskan untuk berdiri dan keluar dari kamarnya.
Andre mengambil sebotol b*r dingin dari lemari esnya. Ia berjalan mendekati jendela apartemennya dan menatap gelapnya malam yang berhias cahaya lampu ibukota dari ketinggian.
Seharusnya Sabina lah yang merasa marah bukan dia, seharusnya Sabina yang merasakan patah hati bukan dirinya. Tapi kenapa yang terjadi malah sebaliknya ? Itulah yang sedang memenuhi kepala Andre saat ini.
Andre ingat 10 tahun yang lalu saat usianya masih 15 tahun dan duduk di kelas 9 Sekolah Menengah Pertama, sedangkan Sabina berada 2 tahun di bawahnya. Karena prestasinya Andre bisa memasuki sekolah elite di ibu kota tentu juga karena pendapatan kedua orang tua Andre yang sedikit di atas rata-rata membuat ia mampu bersekolah di situ.
Sabina remaja mendapatkan perundungan dari siswi lain yang merasa lebih kaya dan berkuasa padahal mereka tidak tahu siapa Sabina sebenarnya. Mereka melakukan itu karena mereka tak suka Sabina yang memiliki kekurangan pada fisiknya tapi bisa menjadi salah satu siswi populer karena kecantikan juga kecerdasannya.
Sabina di hina dengan makian kata kasar, malah ada beberapa siswi yang menarik rambut panjangnya dan mendorong tubuhnya ke dinding. Andre yang melihat itu segera menghampiri dan menolong Sabina dari kerumunan siswi nakal itu.
Sabina melindungi wajah juga kepalanya dengan kedua lengan. Ketika para siswi itu pergi ia pun menurunkan lengannya dan mendongakkan kepala untuk melihat siapa yang menolongnya.
"Terimakasih," ucap Sabina sembari tersenyum padahal matanya masih menangis.
'Malaikat' itulah yang pertama terlintas dalam pikiran Andre ketika pertama kali melihat Sabina.
Andre pun membantu Sabina untuk berdiri dan membersihkan roknya yang terkena debu.
"Terimakasih banyak, Kak. Aku benar-benar menghargainya tapi maaf aku harus pulang. Em... Jemputan aku sudah menunggu." Ucap Sabina.
Bagai terhipnotis Andre terdiam membeku tak menjawab semua ucapan Sabina saat itu.
Merasa tak ditanggapi, Sabina pun mulai berjalan menjauhi namun sedetik kemudian Andre tersadar dan berjalan menyusul gadis yang baru saja ia tolong.
"Andre," ucap Andre sembari mengulurkan tangannya.
Sabina pun menghentikan langkahnya, "Sabina, tapi boleh panggil aku Bina saja." Jawab Sabina tersenyum dan meraih tangan Andre untuk menjabatnya.
Sejak hari itu senyuman Sabina tak pernah hilang dari kepalanya namun sayang setelah hari itu Sabina tak pernah terlihat lagi di sekolah.
Hingga 1 Minggu kemudian Andre mendapatkan kabar bahwa Sabina telah mengundurkan diri dari sekolah dan beberapa siswi yang melakukan perundungan di berikan skors dan bagi siswi yang melakukan kekerasan fisik di keluarkan tanpa hormat padahal mereka adalah anak orang-orang kaya pada masanya.
Pada suatu waktu Andre mengikuti pesta amal bersama ke dua orangtuanya di sebuah rumah yang sangat mewah dan terkejut luar biasa ketika melihat Sabina berada di sana dan ia lebih terkejut lagi mengetahui Sabina adalah putri kesayangan dari sang pemilik rumah.
Singkat cerita mereka pun begitu senang karena bisa bertemu lagi dan Sabina memperkenalkan Andre sebagai penolong dirinya pada ayahnya.
Ayah Sabina begitu senang bertemu Andre dan mengucapkan banyak terimakasih.
Semenjak saat itu...
semenjak mengenal keluarga Sabina, bisnis orangtua Andre meningkat dengan pesat. Dan sejak saat itu pula Andre berhubungan dengan Sabina.
Pada awalnya mereka hanya berteman baik namun seiring berjalannya waktu Andre jatuh cinta pada Sabina yang lembut dan rendah hati.
10 tahun lamanya mereka berhubungan dekat hingga Andre memutuskan untuk meninggalkan Sabina demi wanita lain karena naf*su.
10 tahun bersama, Sabina memperlakukannya dengan baik meskipun secara status sosial Andre pun berada di bawahnya, tapi semua keluarga Sabina menerima Andre dengan tangan terbuka.
Sabina begitu lembut dan pengertian. Bahkan ia sangat menyesali beberapa orang yang merundungnya harus di keluarkan dari sekolah, karena sebenarnya Sabina tidak menceritakan semua itu pada ayahnya juga kedua kakak laki-lakinya. Tapi entah bagaimana ayahnya bisa tahu dan begitu marah pada Sabina karena telah menyembunyikan sesuatu darinya.
Bukan niat Sabina untuk menyembunyikannya, namun ia tahu bagaimana rasa khawatir yang berlebihan dari ayah juga kedua kakaknya dan Sabina tak mau menyusahkan mereka. Ya hanya karena itu saja. Pada akhirnya Sabina mendapatkan pendidikan di rumah dan Andre lah satu-satunya lelaki yang dekat dengan Sabina.
Begitupun sebaliknya, bagi Andre hanya ada Sabina seorang sampai Amanda dengan sengaja mendatanginya menawarkan kehidupan yang lebih panas dan menantang. Impian liar bagi setiap laki-laki.
Amanda hadir diantara keduanya dua tahun sejak kejadian itu. Pertama kali berteman dengan Amanda, Sabina terlihat begitu ceria. Bahkan Sabina menganggap Amanda seperti saudaranya sendiri bukan sebagai pelayan ataupun anak pelayan.
Tak ada yang aneh hingga Andre memutuskan untuk melamar Sabina dan dari sana lah Amanda mulai mendekati dirinya dengan gencar padahal waktu itu Amanda telah menjadi kekasih Gibran sahabatnya.
Kedatangan Amanda yang terus menerus dan penuh godaan membuat pertahanan Andre melemah dan memutuskan untuk meninggalkan Sabina yang telah 10 tahun dekat dengannya.
Cinta... Itulah yang Andre rasakan pada Sabina dahulu. Cinta yang lembut dan mendamaikan.
Sedangkan pada Amanda ia merasakan tantangan, godaan dan gair*h menggelora. Hal yang setiap lelaki inginkan.
Andre tersenyum kecut menyadari cinta untuk Sabina ternyata belum hilang semuanya, itu terbukti dengan perihnya hati ketika melihat Sabina tertawa dengan pria lain. Padahal itu hanya sekedar tertawa, tapi ia tak rela melihat Sabina berbagi bahagianya dengan lelaki lain.
Lalu apa yang ia rasakan pada Amanda saat ini ? Bagaimanapun ia telah memilih Amanda karena naf*u dan tak mungkin meninggalkan Amanda begitu saja walaupun sebenarnya Andre ragu apakah dia lelaki pertama bagi Amanda atau bukan. Andre dalam keadaan mabuk ketika pertama kali meniduri Amanda tapi bisa diingat dengan jelas bahwa ia melakukan hubungan terlarang itu dengan mudahnya.
Amanda pun menepati janjinya, wanita itu memberikan kehidupan di atas ranjang yang luar biasa. Sehingga Andre begitu candu pada tubuhnya, tapi apa Andre jatuh cinta padanya ? Untuk saat ini Andre sendiri pun tak bisa menjawabnya.
Apa Amanda pun mencintainya ? Andre meragukan hal itu. Reaksi Amanda melihat Gibran sama dengan dirinya ketika melihat Sabina tadi.
Amanda terlihat begitu emosional ketika melihat Gibran dengan Sabina begitu dekat. Bahkan isakkan tangis Amanda terdengar samar olehnya. Andre kembali tersenyum kecut.
"Masih mikirin dia ( Sabina ) ?" Tanya Amanda dingin yang kini berdiri di sebelahnya.
Andre tersenyum masam tanpa menolehkan wajahnya pada Amanda. Ia kembali menenggak minumannya hingga habis.
"Gak beda sama kamu yang ternyata masih mikirin dia (Gibran)" Jawab Andre tak kalah dinginnya.
"Apa maksudmu ?" Amanda kembali bertanya dengan gusar.
"Kamu pikir aku gak tahu kamu nangis karena liat dia sama Sabina ?" Jawab Andre lirih dan kemudian pergi meninggalkan Amanda sendirian.
To be continued...
Thanks for reading ❤️
tlong hilangkan rasa percya dirimu. sabina jauh sempurna dari yu. wanita murahan
dan kedua dia mencintaimu dg tulus tanpa sadar kau sdh memanipullasi sikap dan sifat aslimu yg sesungguhnya.
serasa aku yg lg menjalanin...keren Thor....bikin aku terbawa suasan
Andre g smp sentuhan fisik intim lho sm Bina