NovelToon NovelToon
SURAT HATI

SURAT HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mengubah Takdir / Bad Boy
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah langit California yang selalu cerah, keluarga Storm adalah simbol kesempurnaan. Namun, di dalam kediaman megah mereka, dua badai yang berbeda sedang bergolak.
Luna Storm adalah anak emas. Cantik, lembut, dan selalu menempati peringkat tiga besar dalam daftar pesona konglomerat kota. Hidupnya adalah rangkaian jadwal ketat antara balet dan piano, sebuah pertunjukan tanpa henti untuk memuaskan ambisi sang ayah. Di balik senyum porselennya, Luna menyimpan rahasia patah hati dari masa SMA dengan Zayn Karl Graciano, satu-satunya lelaki yang pernah membuatnya merasa hidup, namun pergi karena Luna lebih memilih tuntutan keluarga daripada cinta.
Di sisi lain, ada Hera Storm. Kembaran tidak identik Luna yang mewarisi fitur wajah tajam ibunya dan jiwa pemberontak sejati. Hera adalah antitesis dari Luna, ia jomblo sejati, penunggang motor sport, dan lebih suka bergaul di bengkel daripada di aula dansa. Ia bebas, sesuatu yang sangat dicemburui oleh Luna.
.
.
SELAMAT BACA DEAR 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#32

Gereja tua dengan arsitektur klasik itu dihiasi oleh ribuan bunga lili putih, bunga favorit Luna, yang aromanya memenuhi setiap sudut ruangan. Suasana sakral begitu terasa saat pintu besar terbuka, menampakkan Luna yang tampil memukau dengan gaun pengantin berwarna broken white.

Meskipun perutnya yang sudah memasuki bulan kelima terlihat membuncit sempurna, Luna tetap tampak anggun. Gaun itu dirancang khusus dengan potongan empire waist yang mempercantik lekuk tubuhnya yang kini lebih berisi.

Di sampingnya, Alexander Storm berjalan dengan kepala tegak, namun matanya berkaca-kaca. Ia tidak lagi memegang tangan anaknya dengan paksa, melainkan dengan kelembutan seorang ayah yang benar-benar telah menyerahkan hatinya untuk kebahagiaan putrinya.

Di depan altar, Zayn berdiri dengan setelan tuksedo hitam yang elegan. Rambutnya tertata rapi, dan wajahnya yang biasanya dingin kini memancarkan cahaya kebahagiaan yang tak terbendung. Saat Luna sampai di hadapannya, Zayn mengulurkan tangan, menyambut jemari Luna yang sedikit gemetar.

"Jaga dia, Zayn," bisik Alexander pelan sebelum melangkah mundur. Zayn mengangguk mantap, sebuah janji tanpa kata yang ia sampaikan lewat tatapan mata.

Suasana mendadak riuh rendah dengan tawa kecil saat Zella, sang Golden Retriever, berjalan menyusuri altar dengan dasi kupu-kupu merah di lehernya. Ia membawa sebuah keranjang kecil berisi kotak cincin di mulutnya. Zella berhenti tepat di antara Zayn dan Luna, menggoyangkan ekornya dengan semangat seolah tahu bahwa hari ini adalah hari kemenangan bagi tuannya.

Zayn mengambil cincin itu, lalu ia berhadapan dengan Luna. Pendeta mulai menuntun mereka untuk mengucapkan sumpah suci.

Zayn menarik napas panjang, menatap dalam ke mata cokelat Luna yang kini berkilauan karena air mata bahagia.

"Aku, Zayn Graciano, mengambil engkau, Luna Storm, menjadi istriku yang sah. Aku berjanji di hadapan Tuhan dan semua yang hadir di sini, untuk mencintaimu, menghormatimu, dan menjagamu dalam suka maupun duka, dalam kelimpahan maupun kekurangan, dalam sakit maupun sehat."

Zayn meremas lembut tangan Luna, suaranya sedikit bergetar namun penuh penekanan.

"Dulu aku pernah berbohong karena takut kehilanganmu, tapi mulai detik ini, tubuhku, jiwaku, dan setiap detak jantungku adalah milikmu. Aku berjanji tidak akan pernah membuatmu merasa sendirian lagi. Aku akan menjadi pelindungmu, dan ayah yang hebat bagi anak-anak kita yang sedang tumbuh di rahimmu. Kau adalah rumahku, Luna. Selamanya."

Luna terisak pelan, ia mengusap air matanya sebelum mulai mengucapkan sumpahnya.

"Aku, Luna Storm, mengambil engkau, Zayn Graciano, menjadi suamiku yang sah. Aku berjanji untuk selalu mendampingimu, menjadi sandaranmu saat kau lelah, dan menjadi cahaya saat duniamu terasa gelap. Aku memaafkan semua masa lalu kita, dan aku menyerahkan seluruh sisa hidupku untuk mencintaimu."

Luna tersenyum tipis sambil mengusap perutnya yang membuncit.

"Terima kasih telah menemukanku kembali, Zayn. Terima kasih telah mencintai 'anak-anak' ini bahkan sebelum mereka melihat dunia. Aku berjanji akan menjadi ibu yang baik dan istri yang selalu setia di sampingmu, sampai maut benar-benar memisahkan kita."

Zayn memasangkan cincin emas putih itu ke jari manis Luna, begitupun sebaliknya.

"Dengan ini, kalian resmi menjadi suami istri. Silakan cium mempelai wanita," ucap Pendeta dengan senyum hangat.

Zayn menarik pinggang Luna perlahan, mendekatkan wajahnya, dan mendaratkan ciuman lembut namun penuh kepemilikan di bibir Luna. Tepuk tangan meriah menggema di dalam gereja. Hera bersorak paling keras, sementara Isabella dan Alexander bersalaman, menghapus dendam sepuluh tahun dengan sebuah ikatan keluarga yang baru.

Zella menggonggong sekali dengan ceria, seolah ikut memberikan restu. Di depan altar suci itu, kebohongan soal Zella, rasa cemburu yang menyakitkan, dan amarah yang meledak-ledak telah menguap, digantikan oleh komitmen abadi yang akan mereka jaga seumur hidup.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
durrotul aimmsh
i just can say...wow
shabiru Al
apa yang akan terjadi ya jika ayahnya luna tau kehamilan ini
shabiru Al
mampir ya thor,, kayaknya menarik nih ceritanya
ros 🍂: Happy Reading 🥰
total 1 replies
Nurhasanah
ini fl nya luna apa hera ?? lebih suka hera sih badas nggak menye2 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!