NovelToon NovelToon
SORRY, But I Love You

SORRY, But I Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: Isthiizty

Edelweiss Javanica adalah seorang gadis cantik keturunan Jawa Eropa. El memiliki mata hazel sama seperti ibunya sehingga membuat banyak orang terhipnotis oleh tatapannya.

El juga seorang primadona kampus. Siapapun pasti mengenal si gadis cantik, pintar, kaya, ramah dan baik. Apalagi dia juga mempunyai kekasih yang tampan. Sungguh hidupnya terlihat begitu sempurna hingga banyak gadis yang iri padanya. Bahkan mereka memimpikan hidup seperti dirinya.

Namun ternyata hidupnya tak sesempurna yang terlihat. Kekasih tampannya sering membentak bahkan memukulnya jika ada pria lain yang menatap kagum padanya.

Akankah Edelweiss bertahan dengan kekasih posesif nya? Atau dia akan menemukan tempat bersandar yang baru dan lebih nyaman?

Baca kisah selengkapnya di SORRY, But I Love You.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isthiizty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bad mood

El yang sudah duduk di kursi kerjanya dari tadi terus menatap ke arah lift. Jam sudah menunjukkan pukul 10 tapi Kennan maupun Sean tak kunjung terlihat batang hidungnya.

Apa mereka ada meeting di luar ya? Tapi kenapa tidak ada yang memberi tahuku?

Kenapa disini jadi terasa sepi tanpa pria menyebalkan itu. Biasanya ada dia yang selalu mengangguku. Hey.. ada apa denganku? Kenapa aku malah memikirkan CEO sinting itu.

El menghela nafas panjang. Dia mencoba bodo amat tentang keberadaan ke dua pria itu dan kembali fokus melanjutkan pekerjaannya.

Hingga jam istirahat pun tiba. El merapikan mejanya agar bisa cepat makan di kantin. Dia belum pernah mencoba makanan yang di sediakan perusahaan secara gratis. Perutnya yang lapar membuat El membayangkan akan ada banyak makanan lezat yang disediakan oleh kantin sebuah perusahaan kontruksi terbesar di negaranya.

Namun banyangan makanan itu sirna saat terdengar suara barinton dari depan mejanya.

"Siap kan aku makan siang sekarang." Kennan masuk ke ruang kerjanya di ikuti Sean di belakang.

Sial... aku kira dia gak akan masuk kantor hari ini. Dan apa-apaan dia nyuruh aku nyiapin makan siangnya. Ini kan udah waktunya aku istirahat. Sabar.. sabar.. kamu harus banyak bersabar Edelweiss. Iya lah aku sabar kalau nggak sabar udah aku laporin si Kennan karna melangar Pasal 79 UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan yang berbunyi "Setiap pekerja berhak atas istirahat antara jam kerja dalam sehari, sekurang kurangnya 1/2 jam setelah bekerja 4 jam terus menerus dan waktu istirahat tersebut tidak termasuk jam kerja". Ehh,,sejak kapan aku hafal bunyi pasal ini?

"Edelweiss Javanica!" suara teriakan Kennan dari dalam ruangan membuyarkan lamunannya. El langsung masuk ke dalam ruangan Kennan dengan sedikit berlari.

"Iya tuan ada apa?" tanya El saat sudah berada di ruangan Kennan.

"Mana makananku?" tanya Kennan ketus.

"Ehh,, maaf tuan belum saya pesankan," ucap El terbata karna melihat mata Kennan yang menatapnya tajam. Sepertinya suasana hati pria itu sedang tidak baik-baik saja.

"Lalu apa yang kamu lakukan dari tadi. Hah?" tanya Kennan. Dan benar saja mood Kennan saat ini benar-benar buruk karna tadi pagi dia harus meeting mendadak dan membuatnya tidak bisa mengantarkan Megan ke bandara hingga membuat kekasihnya marah. Walaupun pada akhirnya Megan memaafkannya dengan syarat Kennan harus membelikannya tas kremes limited edition keluaran terbaru.

"Saya......"

"Sudahlah aku tak butuh alasanmu. Cepat pesankan makanan," ucap Kennan.

Sean yang sedang duduk di sofa ruangan tersebut hanya diam tak bergeming karna jika dia menyela saat mood Kennan buruk bisa di pastikan pekerjaannya akan di tambah dua kali lipat oleh bosnya itu. Atau bisa saja bonusnya di cancel bahkan yang lebih mengerikan dari semua itu ialah jika Kennan samapai memotong gajinya. Bisa-bisa istri dan kedua anaknya tidak makan karna gajinya habis untuk membayar cicilan mobil dan rumahnya.

"Baik." El menundukan kepala lalu keluar dari ruangan tersebut.

Gila.. kenapa dia jadi makin nyeremin gitu ya. Mana pak Sean diem aja lagi kayak patung. Tolongin aku kek. Tapi gimana dia mau nolongin tadi aja keliatan banget tegangnya itu orang.

El terkikik mengingat ekspresi Sean saat dia melirik asisten bosnya itu.

El mengambil ponselnya kemudian masuk ke aplikasi gra* food. Dia memesan Lemon herb roasted potatoes dan chicken cordon bleu. Minumnya jus strowbery. Dan semuanya dia pesan 3 porsi.

Tak butuh waktu lama pesanan pun datang. El ke ruangan Sean terlebih dulu untuk memberika masing-masing 1 porsi makanan yang di pesannya. Karna tadi saat menunggu pesanan datang Sean sudah keluar dari ruangan Kennan dan kembali keruangannya.

El kini sedang berada di pantry di samping ruanagan Sean. Dia memindahkan makanan yang dia pesan untuk Kennan ke dalam piring lalu membawanya ke ruangan Kennan.

"Ini makan siang anda tuan." El meletakan nampannya di atas meja kaca. Tak lama kemudian Kennan mendudukan tubuhnya di single sofa.

"Kenapa kau memesan makanan ini?" Bentak Kennan saat melihat Lemon herb roasted potatoes dan chicken cordon bleu. Ke dua makanan ini adalah kesukaan kekasihnya. Sungguh melihat makanan ini justru membuat dia rindu pada Megan dan berhasil membuat mood nya kembali memburuk.

"Maaf tuan tapi anda tadi tidak mengatakan ingin memesan makanan apa. Jadi saya pikir anda mau menikmati makanan yang dulu pernah ingin anda pesan." El memesan ini karna teringat Kennan pernah request di pesankan makanan ini namun di cancel karna anak kurirnya tiba-tiba masuk rumah sakit.

"Tapi aku tidak ingin memakan ini sekarang," ketus Kennan.

"Maaf tuan. Apa saya perlu memesankan makanan lagi untuk anda?" tanya El. Dia sudah hampir kehilangan kesabaran pada Kennan yang terus-terusan marah hanya karna hal sepele.

"Tidak perlu aku sudah tidak lapar. Bawa makanan ini keluar!" Kennan berdiri dari sofa dan kembali ke meja kerjanya.

El akhirnya membawa keluar lagi makanan Kennan. Dia meletakan makanan itu di atas meja kerjanya. Di lihatnya masih ada makanan yang sama miliknya yang juga belum dia makan.

*Dasar pria menyebalkan. Setidaknya ngomong mau pesen makan apa. Dia pikir aku punya indra ke sejuta yang bisa baca pikiran dia dan tau apa yang ingin dia makan. Huft.. gimana cara ngabisi*n semua makanan ini.

El lalu teringat office boy yang pernah dilihatnya di pantry. Dia akhirnya membawa makanan Kennan ke pantry untuk di berikan pada office boy itu. Namun sayang orang yang di carinya tidak ada di pantry, setelah cukup lama menunggu El akhirnya meninggalkan makanan itu di atas meja dan menulis note yang disisipkan di bawah piring.

"Di makan ya mas office boy, ini masih baru kok bukan sisa."

El meninggalkan pantry dan kembali kemejanya untuk makan siang. Namun lagi dan lagi Kennan membuat perintah agar El membawakannya teh madu dan berhasil membuat El yang belum menyelesaikan makan siangnya sangat kesal.

Dengan wajah yang di tekuk El meletakan secangkir teh di meja kerja Kennan dengan sedikit kasar membuat air teh sedikit tumpah.

"Hey apa yang kau lakukan? Kau ingin membuatku berkas-berkas ini hancur?" tanya Kennan. Matanya lagi-lagi menatap tajam pada gadis didepannya.

"Maaf gak sengaja," sahut El dengan santai. Tanpa merasa bersalah sedikitpun.

Kennan yang melihat ekspresi El yang terkesan acuh pun menjadi naik pitam.

"Kalau kau tidak niat bekerja segera berikan surat pengunduran dirimu," uacp Kennan dengan suara tinggi.

"Aku kan sudah bilang tidak sengaja. Apa kau tidak dengar," ucap El dengan suara tak kalah tinggi.

"Kenapa kau berbicara dengan suara tinggi padaku." Kennan melipat kedua tangannya di atas perut dengan mata yang terus menatap tajam pada sekertarisnya.

"Kau yang mulai. Jangan mentang-mentang kau atasanku jadi bisa semaumu. Bahkan aku belum sempat istirahat sama sekali. Asal kau tau saja, aku bekerja disini juga karna permintaan uncle Michael dan papaku. Kalau tidak bahkan aku tidak akan pernah menginjakan kakiku di depan pria menyebalkan sepertimu." El keluar setelah mengeluarkan unek-uneknya selama ini. Dia akan menghargai Kennan sebagai atasannya jika pria menyebalkan juga menghargainya sebagai sekertaris.

"Hey tunggu aku belum selesai bicara," teriak Kennan yang sudah berdiri dari duduknya. Namun El sama sekali tidak menggubris atasannya itu.

1
Harita Ajun
Luar biasa
Erlinda
sumpah kok aq ga suka dgn karakter Shasa yg sok baik rela berlutut hanya demi utk membujuk mantan nya yg suka main tangan ..menjijik kan
Erlinda
duuuh jd cewek kok goblok banget mau ditampar berkali kali
Erlinda
wow baru jd pacar aja udah main gampar gimana klo udah jd istri..?..inilah yg aq benci klo tokoh cewek nya bodoh dan bucin akut.rela disakiti demi cinta..hadeeeeh..awal nya aja udah bikin tensian
Rietha Hadziq
luar biasa
Durrotun Nasihah
good
Wirda Wati
thanks thort
Wirda Wati
lanjuut...
gimn Megan thort
Wirda Wati
so sweeet
Wirda Wati
kejutan
Wirda Wati
visualnya thort
Wirda Wati
gimn dg Megan thort
Wirda Wati
lanjuut thort
Wirda Wati
lanjuut
Wirda Wati
ternyata ortu Leo matre
Wirda Wati
akhirnya
Wirda Wati
mantap
Wirda Wati
lanjuut thort
Wirda Wati
lanjuut
Wirda Wati
semangat leo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!