Alina Grace tumbuh sebagai putri keluarga Kalingga. Hidup dalam kemewahan, pendidikan terbaik, dan masa depan yang tampak sempurna.
Namun semua itu runtuh seketika begitu kebenaran terungkap.
Ia bukanlah anak kandung keluarga Kalingga
Tanpa belas kasihan, Alina dikembalikan ke desa asalnya, sebuah tempat yang seharusnya menjadi rumah, tetapi justru menyisakan kehampaan karena kedua orang tua kandungnya telah lama meninggal dunia.
Dari istana menuju ladang, dari kemewahan menuju kesunyian, Alina dipaksa memulai hidup dari nol.
Di tengah keterpurukan, sebuah Sistem Perdagangan Dunia Pararel terbangun dalam dirinya.
Sistem misterius yang menghubungkan berbagai dunia, membuka peluang dagang yang tak pernah dibayangkan manusia biasa.
Dengan kecerdasan, kerja keras, dan tekad yang ditempa penderitaan, Alina perlahan bangkit, mengubah hasil bumi desa menjadi komoditas bernilai luar biasa.
Dari gadis yang dibuang, ia menjelma menjadi pemain kunci dalam perdagangan lintas dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berburu Poin Sistem
“Selamat, Nona mendapatkan hadiah satu juta Poin Sistem karena berhasil menyelesaikan misi! Sekarang ketiga asisten pribadi Nona tengah menjalankan pekerjaan mereka dengan sangat baik.”
“Setelah ditambah satu juta Poin Sistem, sekarang Nona memiliki dua setengah juta Poin Sistem. Dibutuhkan lima ratus ribu Poin Sistem tambahan untuk menaikkan Level Sistem!”
Alina secepatnya ingin meningkatkan Level Luna, sebab dengan meningkatkan Level Luna, ia bisa mendapatkan informasi dan barang bukti tentang orang-orang yang terlibat dalam kematian kedua orangnya.
“Kuran sedikit. Sebentar lagi ladang ini akan panen besar-besaran, tapi karena yang panen duluan sisi dalam ladang, aku bisa menjual hasil panen langsung ke Pasar Sistem, dan mendapatkan bayaran berupa Poin Sistem!” ucap Alina lirih, dimana saat ini ia tengah istirahat di bawah pohon besar yang tumbuh rindang di ujung ladangnya.
Ditemani minuman dan camilan yang sebelumnya ia beli di warung, ia menikmati waktu istirahat setelah bekerja merawat tanaman di ladang sampai waktu menunjukkan pukul sebelas siang.
Alina tidak berencana pulang lebih dulu ke rumah, tapi cukup istirahat sampai matahari sedikit condong ke barat, baru setelahnya ia akan kembali bekerja.
Pekerjaannya memang tidak berat, tapi jika di lakukan dengan setengah hati, sekalipun itu pekerjaan ringan, rasanya akan sangat berat untuk dilakukan.
Sambil istirahat, Alina menerima pesan balasan dari Putri Althea, dimana pesan itu berisikan kepuasan, dan juga sebuah permintaan pembelian barang selanjutnya, dimana Putri Althea ingin membeli banyak camilan yang akan ditukarkan dengan dua ratus ribu Poin Sistem.
Mengetahui pesanan Putri Althea, Alina menjadi sangat bersemangat, tapi ia baru bisa memenuhi pesanan itu esok hari.
Bagaimanapun juga toko yang menjual camilan di Desa sangat terbatas, tak cukup untuk memenuhi permintaan sang Putri.
Oleh karena itu, Alina perlu pergi ke kecamatan untuk mendapatkan jenis camilan yang lumayan lengkap.
“Begitu memenuhi pesanan Putri Althea, artinya aku tinggal memerlukan tiga ratus ribu Poin Sistem untuk meningkatkan Level Luna!” ucap Alina.
“Nona tetap semangat! Tinggal sedikit lagi untuk bisa meningkatkan Level Sistem!” ucap Luna memberi semangat kepada Alina.
“Iya, aku harus bersemangat!” balas Cahaya, dan begitu menyaksikan matahari mulai bergeser ke barat, ia pun kembali bekerja di ladang yang bukan hanya ditanami sayuran, ada juga buah-buahan serta tanaman biji-bijian seperti jagung dan kedelai.
Pekerjaan perawat dilakukan dengan sangat baik oleh Alina, dan ia sudah menandai apa saja yang akan dipanen saat ini juga, lalu malam nanti ia akan berdagang di Pasar Sistem.
Panen dilakukan dengan cepat oleh Alina, dimana hasil panen langsung disimpan ke dalam ruang penyimpanan Sistem, membuat apapun yang dimasukkan ke tempat itu terjaga kesegarannya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore saat Alina menyelesaikan panen, dan ia membawa beberapa sayur segar untuk diolah menjadi makanan untuk makan malam.
Tiba di rumahnya. Tepat di teras depan ia melihat Elena sedang makan bersama Rafael, dimana dengan penuh perhatian pria itu mengambilkan makanan untuk adiknya, sesuatu yang dulu tak pernah dirasakan Alina, membuatnya semakin yakin jika selama ini keluarga itu tahu dirinya tertukar.
Bukan rasa iri, tapi ia dibuat muak oleh segala kebohongan keluarga Kalingga, dan begitu kebenaran terungkap disertai dengan barang bukti, ia bersumpah tak akan pernah melepaskan keluarga Kalingga.
Kalau hukum tidak bisa membuat mereka tunduk. Alina akan menggunakan semua kekuatannya untuk membuat mereka hidup, tapi itu hidup yang jauh lebih buruk dari kematian.
Mengabaikan dua orang yang menurutnya tidak penting.
Setelah meletakkan sayuran yang dibawanya dari ladang di dapur. Alina bergegas mandi, membuat tubuhnya kembali terasa segar, dan setelah berganti pakaian, ia mulai memasak untuk makan malam dirinya sendiri.
Ada sayuran, ada buah-buahan, ada juga daging.
Dengan bahan yang ada Alina ingin memanjakan lidahnya sendiri, dan ia mulai masak tanpa mempedulikan dua orang yang sesekali memperhatikannya dari jauh.
“Nona, di Toko Sistem besok akan ada diskon barang besar-besaran. Manfaatkan diskon itu untuk membeli apa saja yang Nona inginkan, tunda saja dulu rencana peningkatan Levelku!”
Siapa yang tidak suka dengan diskon besar, terutama para wanita pecinta diskon seperti Alina.
Asalkan bisa membeli apa saja yang berguna untuknya, ia tak akan menyesal menunda sebentar rencana peningkatan Level Luna.
“Kalau begitu malam nanti aku akan menjual barang-barang dengan harga sedikit lebih tinggi, itung-itung ngumpulin modal buat acara besok!" ucap Alina tak sabar menunggu dimulainya acara diskon besar di Toko Sistem.
Sambil menyunggingkan senyuman kecil, Alina lanjut masak dengan perasaan senang, dan ia benar-benar sudah tak sabar dengan hari esok.
Setengah jam kemudian Alina selesai dengan urusan dapur, tapi baru juga ingin menikmati makanannya, tiba-tiba Rafael datang menghampirinya.
“Malam ini aku mau menginap disini! Kalau kamu malam ini tidak ingin satu rumah dengan pria, aku sarankan kamu pindah sementara waktu ke rumah Kepala Desa. Aku yakin kamu bisa tinggal di tempat itu untuk sementara waktu!” ucap Rafael tak tau malu.
“Ini rumahku, kenapa juga aku harus pindah, meski itu hanya berlaku sementara?” ujar Alina, “lagipula aku tidak mengijinkanmu bermalam di rumahku, dan kalau kamu memaksa, aku tak akan ragu mengusir kalian berdua dari rumahku!!” lanjutnya sembari tersenyum miring.
“Aku tidak memerlukan ijin siapa-siapa untuk tinggal di sini! Bagaimanapun juga masih ada kak Elena atas rumah ini!” ucap Rafael.
“Oh, hak seperti apa yang Tuan Muda Rafael maksudkan ?” tanya Alina tenang.
Seketika saja Rafael bingung ingin mengucapkan apa, dimana saat ini tiba-tiba pikirannya buntu.
Jika ngomongin tentang Hak, ia tau pasti Alina tidak membawa serta seluruh barang berharga miliknya mulai dari sepatu dan tas bermerk, perhiasan serta aksesoris yang harganya tentu tidak murah.
Semuanya ditinggalkan padahal ia berhak memiliki semua itu, sebab sebagian besar barang merupakan pembelian neneknya, sama sekali tak menggunakan uang keluarga Kalingga.
“Tuan Muda Rafael. Semua ini sekarang adalah milikku, sama sekali tidak ada hak milik Elena yang tersisa di tempat ini. Jadi, silahkan anda pergi dari tempat ini sebelum aku juga mengusir adik anda!!” ucap Alina begitu datar dan dingin.
‘Sial! Kalau saja semua miliknya sudah berhasil diambil alih keluargaku, aku pastikan dia membayar penghinaan ini dengan tubuhnya, juga dengan penderitaannya!’ batin Rafael yang sudah kalah debat, dan pada akhirnya ia pergi sebelum malam semakin larut.
Kemarin Rafael sudah mendapatkan rumah sewa di Desa yang berjarak dua Desa dari tempat tinggal Alina. Jadi sekarang ia tak perlu jauh kembali ke kecamatan, cukup mengemudi kendaraan selama 15 menitan ia sudah sampai di rumah sewa yang diam-diam selalu dipantau oleh anak buah Raka selama 24 jam.
Alina yang telah menyaksikan kepergian Rafael, ia cepat menghabiskan makan malamnya, lalu pergi ke kamar untuk mulai berjualan di Pasar Sistem, dimana ia ingin berburu Poin Sistem.