NovelToon NovelToon
Bernafas Tanpamu

Bernafas Tanpamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:515
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

Udara terasa berbeda hari itu lebih berat, lebih sunyi. Ia mengucapkan sebuah kalimat yang telah lama ia simpan, berharap waktu masih cukup untuk mendengarnya kembali.

Tak ada balasan.

Hanya diam yang terlalu lama untuk diabaikan.

Detik demi detik berlalu tanpa perubahan, seakan sesuatu telah bergeser tanpa bisa dikembalikan. Kata cinta itu menggantung, tidak jatuh, tidak pula sampai, meninggalkan pertanyaan yang tak terjawab.
Apakah kejujuran memang selalu datang terlambat?

Atau ada perasaan yang memang ditakdirkan untuk tak pernah didengar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25 The Ghost of a Savior

Lampu merah di atas ruang operasi akhirnya padam setelah belasan jam yang menyiksa. Dokter keluar dengan wajah yang menunjukkan kelelahan luar biasa, namun ada binar lega di matanya. Prosedur transplantasi itu berhasil. Eleanor Caelum telah mendapatkan kehidupan keduanya.

​Namun, di ruangan sebelah, seorang gadis terbaring tak berdaya dengan wajah sepucat salju, detak jantungnya sangat lemah, berjuang melewati masa kritis akibat kehilangan sebagian besar organ vitalnya.

​Beberapa hari kemudian, Eleanor mulai sadar. Meski tubuhnya masih dipenuhi selang, warna di wajahnya mulai kembali. Namun, bukannya tersenyum bahagia karena telah selamat dari maut, Eleanor terus-menerus menangis. Air matanya mengalir tanpa henti setiap kali ia melihat putranya masuk ke ruangan.

​Leo, yang duduk di samping ranjang ibunya, merasa sangat terusik. Ia mengira ibunya menangis karena rasa sakit fisik.

​"Ibu, kenapa menangis terus? Dokter bilang operasinya sukses. Hati yang baru itu bekerja dengan sempurna di tubuh Ibu," ujar Leo sambil mengusap tangan ibunya dengan lembut. "Ibu harus kuat. Kita sudah melewati masa sulit ini."

​Eleanor hanya memalingkan wajah, terisak pelan. Dadanya terasa sesak setiap kali ia membayangkan Liora yang mungkin sedang berjuang antara hidup dan mati di ruangan tersembunyi rumah sakit ini, sementara putranya—penyebab semua luka ini masih berdiri dengan keangkuhan yang sama.

​"Siapa dia, Leo?" bisik Eleanor parau.

​"Siapa maksud Ibu? Pendonor itu?" Leo menghela napas. "Pihak rumah sakit tetap merahasiakannya. Mereka bilang itu permintaan mutlak dari sang donor. Aku sudah mencoba menyuap dokter untuk memberi tahu identitasnya agar aku bisa memberikan imbalan yang pantas, tapi mereka tetap bungkam."

​Leo mendengus sinis, lalu melanjutkan dengan nada meremehkan. "Mungkin dia hanya orang miskin yang butuh uang untuk keluarganya, atau seseorang yang ingin menebus dosanya. Tapi sudahlah, yang penting Ibu selamat. Aku akan memastikan yayasan kita memberikan donasi besar atas nama 'anonim' itu."

​Tangisan Eleanor pecah seketika. Ia terisak hingga bahunya berguncang. "Berhenti, Leo... Cukup..."

​"Ibu, ada apa?" Leo panik, ia mendekat untuk membetulkan posisi bantal ibunya. "Apa Ibu merasa sakit? Aku panggilkan dokter?"

​"Siapa orang itu, Leo... kau benar-benar ingin tahu?" Eleanor menatap putranya dengan tatapan yang penuh dengan rasa duka dan kekecewaan yang mendalam. "Dia adalah seseorang yang kau injak-injak harga dirinya. Seseorang yang kau sebut sampah. Seseorang yang kau tuduh akan senang melihat kita menderita..."

​Leo mengerutkan kening, jantungnya berdegup sedikit lebih kencang. "Maksud Ibu apa? Ibu tahu siapa dia? Beritahu aku, Bu. Aku akan membayarnya dengan apa pun yang dia mau."

​Eleanor menutup matanya rapat-rapat. Suara Liora yang memohon agar rahasia ini tetap dijaga terus terngiang di telinganya. 'Jangan biarkan dia tahu, Nyonya. Saya tidak ingin dia mengasihani saya.'

​"Aku tidak bisa mengatakannya," tangis Eleanor meledak lagi. Ia tidak sanggup. Ia tidak sanggup melihat wajah Leo yang masih belum menyadari bahwa separuh nyawa yang kini berdetak di dalam tubuhnya adalah pemberian dari orang yang paling ia benci.

​"Ibu! Kenapa Ibu melindungi orang asing itu?" seru Leo frustrasi. "Apa dia mengancam Ibu? Apa dia meminta sesuatu yang aneh?"

​Eleanor hanya menggeleng lemah, ia membelakangi Leo dan menarik selimutnya tinggi-tinggi. Keheningan ibunya membuat Leo merasa gila. Ia berdiri di tengah ruangan, menatap punggung ibunya yang gemetar karena tangis. Ada teka-teki besar yang menggantung di udara, sebuah kebenaran yang begitu dekat namun tak terjangkau oleh akal sehat Leo yang tertutup kabut kebencian.

​Di luar ruangan, Leo melihat Jacob yang sedang menatap melalui jendela kaca dengan ekspresi yang sangat sulit diartikan.

​"Jacob, apa kau tahu sesuatu yang tidak aku ketahui?" tanya Leo dengan nada mengancam.

​Jacob menunduk, menghindari kontak mata. "Saya tidak tahu apa-apa, Tuan. Saya hanya berpikir... terkadang kebenaran adalah obat yang terlalu pahit untuk ditelan oleh orang seperti Anda."

​Leo mengepalkan tangannya. Ia merasa semua orang di sekitarnya sedang merahasiakan sesuatu yang besar. Ia merasa seperti orang bodoh di tengah-tengah drama yang ia ciptakan sendiri.

 Sementara itu, di sayap rumah sakit yang berbeda, seorang perawat masuk ke ruangan Liora, mengganti kantong infus, dan menatap sedih pada gadis yang mungkin tidak akan pernah bangun lagi untuk melihat dunia yang telah ia selamatkan.

​"Air mata Eleanor adalah hujan yang mencoba membasuh dosa putranya, namun api kesombongan Leo terlalu besar untuk dipadamkan."

​"Leo mencari pahlawannya di antara tumpukan uang, tanpa menyadari pahlawan itu sedang sekarat karena memberikan semua yang ia miliki."

​"Keheningan Eleanor adalah hukuman paling lambat bagi Leo; membiarkannya hidup dalam ketidaktahuan yang mematikan."

​"Di dalam tubuh Eleanor, hati Liora berbisik tentang sebuah cinta yang tak terbalas, sementara di luar sana, mulut Leo masih menyumpah tentang kebencian yang tak beralasan."

1
brawijaya Viloid
Thorr update setiap harii bintang 6 untuk author 🥰🥰
Ra H Fadillah: "Wow, terima kasih atas rating bintang 5 nya 💞! 🙏 Rasanya senang banget ceritanya bisa menyentuh hati kamu. Kalau penasaran dengan kisah lain yang penuh emosi dan drama, aku baru saja merilis ‘Breathing Without You’. Siap-siap terbawa perasaan, ya!"
total 1 replies
Anonymous
mo nangiss bgt wajib baca sihh 😢
Anonymous
jgn ngagantung dong authro plis 😭
Anonymous
awas menyesal leo 🥺
Anonymous
seru bgt mo nangisss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!