NovelToon NovelToon
Meluluhkan Hatimu

Meluluhkan Hatimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: ibu ditca

Menjadi korban keegoisan orang tuanya pasca perceraian, membuat Auri lebih memilih mantan ART nya untuk menjadi walinya.

Perjalanan hidup Auri sejak masih kanak-kanak memang tak mudah. Bahkan kehidupan cintanya pun seolah tak berpihak padanya.

Namun sosok pemuda yang tak pernah ia sangka, hadir dalam hidupnya. Dan perlahan mengubah alur hidup Auri.

Ikuti perjalanan hidup Auri yukkk
Welcome di tulisan receh Mak Othor. Semoga Mak Othor bisa konsisten menulis lagi yakk...
Yang kemarin terpaksa hiatus.
terimakasih semua...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ibu ditca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Candra merasa bosan karena papanya berada di kota yang sama dengannya. Ia pikir jika papanya ada di sini, ia bisa kembali ke ibu kota. Tapi ternyata....

"Sebelum proyek ini selesai, kamu jangan pulang ke kota!" ujar Mahesa.

"What? Yang bener aja Pa! Aku ngga boleh ketemu sama mama? Sama mba Lintang, mba Kirana?" cerca Candra.

"Sejak kapan kamu merindukan mereka? Heum?" tanya Mahesa dengan mimik wajah meremehkan. Pasalnya, si bungsu ini memang tak terlalu dekat dengan kedua kakaknya. Apalagi kedua kakaknya sudah menikah dan punya kehidupan masing-masing.

Bahkan mungkin bertukar pesan saja tidak pasti seminggu sekali saking jarangnya.

"Pa...ayolah...di sini ngga ada mall, ngga ada kafe..."

"Ngga ada club?" tanya Mahesa. Candra menggaruk kepalanya yang terasa sedikit gatal.

"Ada mall di pusat kota, bahkan banyak kafe di sana. Bahkan di beberapa tempat ada kafe aesthetic yang banyak di gandrungi anak muda seperti kalian."

Candra tak tahu harus mengelak apa lagi. Setelah berseteru dengan papanya, ia kembali memeriksa laporan dari bawahannya. Rino pun turut membantu Candra agar pekerjaan mereka cepat selesai dan pulang tepat waktu.

"Kalian pulang dulu saja, papa masih ada urusan sebentar!" kata Mahesa.

Candra mengernyitkan alisnya.

"Urusan apa? Papa ngga punya selingkuhan di sini kan? Papa ngga khianati mama kan?" tanya Candra.

Mahesa mendelik lebar pada sang bungsu. Melihat ekspresi papanya seperti itu, ia pun bersiap lari.

Ya...ya...! Candra tahu seperti apa kesetiaan papanya itu. Sejak dulu ia tahu cerita papanya yang sangat susah mendapatkan hati mamanya. Jadi rasanya tidak masuk akal jika sampai papanya mengkhianati mamanya.

Candra dan Rino keluar dari kantor sementara itu. Keduanya memasuki mobil untuk bersiap pulang.

Mobil berwarna hitam itu pun melesat di jalan raya yang ramai namun lancar.

Di lampu merah, mobil itu berhenti. Candra menoleh ke samping. Sosok yang sudah menamparnya dua kali kemarin sedang duduk manis di bangku penumpang.

Candra menurunkan kaca.

Auri pun spontan menoleh. Matanya membelalak lebar melihat orang yang ada di dalam mobil itu.

"Cewek galak!" celetuk Candra.

"Cowok gila!" Auri tak mau kalah. Awan yang duduk di depan Auri pun menoleh ke belakang. Tapi ia pun sempat menoleh pada Candra.

Rino menggeleng pelan. Sahabat plus bosnya itu memang kadang-kadang tidak bisa di prediksi. Kadang tegas, kadang konyol!

"Hati-hati pak guru, cewek model begitu kalo marah berujung kekerasan!"

Auri mendengus kecil.

"Dari pada cowok gila plus aneh. Tampang kota, kelakuan kaya ngga pernah makan bangku sekolah!" sahut Auri gak mau di kalahkan oleh Candra.

Beberapa pengendara menggeleng pelan mendengar ucapan keduanya yang saling lempar.

"Sudah Bu Auri...." Awan mengingatkan.

"Di sekolah mana yang bangku nya boleh di makan? Cewek galak, sadis!"

Candra semakin kesal mendengar ocehan Auri.

Rino mencoba membujuk Candra agar menyudahi pertengkaran itu. Bahkan ia berdoa semoga lampu segera hijau. Tapi entah kenapa menunggu lampu hijau terasa begitu lama.

"Seperti nya kalian berjodoh! Muka mirip, kelakuan juga mirip!" celetuk salah seorang pengendara yang ada di antara mereka namun agak ke belakang.

"Ogah! Amit-amit!" kata Candra.

"Dih...sapa juga yang mau sama situ!" sahut Auri lagi.

Candra akan membuka suara, namun Rino berhasil menutup kaca itu dan bersamaan juga lampu hijau menyala.

"Arggg! Rino! Gue belum puas ngatain tuh cewek! Pantes aja dia jadi guru di sana. Biar bisa ngatain muridnya seenaknya itu pasti!" kata Candra.

Rino membuang nafas pelan.

"Tolong jaga kelakuan anda calon CEO! Please...ngga ada wibawanya sama sekali! Dan yang harus Lo inget pak bos, dia...anaknya pak Estu! Investor terbesar di proyek ini. Heum!?"

Candra menyandarkan kepalanya.

"Tapi dia menyebalkan!"

Rino menoleh ke samping.

Awalnya menyebalkan, siapa yang akan tahu di masa yang akan datang nanti kalau ternyata kalian berjodoh??? Batin Rino.

.

.

Awan menghentikan motornya tepat di halaman rumah Auri.

"Terima kasih sudah mengantar saya pak Awan."

"Sama-sama Bu Auri. Tolong jangan sungkan-sungkan begitu. Kita ini rekan sejawat kan?"

Auri mengangguk dan tersenyum.

Umi yang mendengar suara motor asing pun turun dengan pelan dari tangga bambu itu.

"Neng, tos uih?" sapa Salamah.

"Atos Mi. Assalamualaikum "

"Walaikumsalam" sahut Salamah. Ia pun menyalami Awan yang tampak cukup tampan dengan tubuhnya yang tinggi tegap.

"Umi, ini pak Awan. Teman guru neng di sekolah."

"Ah...iya, terimakasih pak Awan sudah mengantar Auri."

"Sama-sama umi..." kata Awan yang ikut memanggil perempuan itu dengan sebutan umi.

"Mari mampir ke dalam dulu, umi buatkan teh sebentar."

"Ah...tidak usah Mi, terimakasih. Saya..."

"Eh...ngga boleh nolak dong! Pak Awan sudah mengantar Auri, sebagai ucapan terimakasih cuma bisa menyajikan teh saja. Pasti masih lelah kan? Pegel itu tangan."

Awan menatap Auri seperti meminta persetujuan pada gadis itu. Auri mengangguk pelan dan tersenyum tipis.

Karena di paksa, akhirnya Awan pun mengekor di belakang dua perempuan beda usia itu.

Semoga ini awal yang baik! Batin Awan.

💗💗💗💗💗

Terimakasih 🫰🏻

1
Asriani Rini
Semsngat mak author semoga suaminya cepat sembuh
indy
Semangat kakak💪
Endang 💖
menarik,tp plisssss up tiap hari y thor
sakura
...
Asriani Rini
Aku kasih buga biar rajin up tiap hari
Asriani Rini
Lanju thor banyak banyakup nya biar kita enggak penasaran trrus 🙏🏻
Dhina Dindin
next yuk semangat ya Bun...selalu dinanti😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!