NovelToon NovelToon
RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3.6M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Dewasa
Follow My Instagram @Mae_jer

Dami tidak menyangka dia akan menghadapi Jeremy yang menggila padahal statusnya sudah menjadi istri dokter Bima. Walau status itu hanya sebatas pernikahan kontrak, tetap saja tidak dapat dibenarkan. Namun, siapa yang akan menyangka Dami akan terlibat dengan permainan panas Jeremy, serta Bima yang ikut-ikutan menggila, yang membuatnya berada di situasi yang membingungkan.

Terjebak di antara dua pria yang sama-sama menginginkannya, situasi semakin rumit saat Dami hamil. Karena ia tidak tahu siapa ayah dari anak yang dikandungnya. Jeremy atau Bima? Lebih gilanya lagi, baik Bima maupun Jeremy, sama-sama tidak mau melepaskannya.

Ketiganya harus merahasiakan hubungan gila mereka sampai akhirnya salah satu dari kedua pria itu mengalah, dan merelakan Dami dengan laki-laki yang dia cintai.

Apakah masih Jeremy cinta pertamanya yang menjadi pemenang? Atau Bima, dokter tampan yang juga mencintai Dami dengan tulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jatuh

Dari balik jendela kaca bening, Dami bisa melihat dengan jelas hamparan danau yang membentang luas, airnya berkilau bagaikan cairan perak terkena sinar matahari yang mulai menembus sela-sela kabut tipis. Di tepiannya tumbuh rerumputan hijau lembut dan pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi, menciptakan pemandangan yang begitu tenang dan memukau, seolah waktu berjalan lebih lambat di tempat ini.

Namun perlahan, pandangannya teralihkan dari keindahan alam itu. Matanya tanpa sadar melayang kembali ke arah tempat tidur, menatap sosok Bima yang terlelap di dalam sana. Ia menatapnya lama sekali, membiarkan pandangannya menjelajahi garis wajah yang tegas namun kini tampak lebih santai saat tertidur, turun ke leher yang kekar, lalu ke bahu dan dada bidang yang terbuka bebas.

Di bawah cahaya lembut ruangan itu, setiap lekuk ototnya terlihat jelas dan terawat, membuatnya terlihat jauh lebih gagah dan seksi dari biasanya. Jantung Dami kembali berdegup kencang, ia juga bingung kenapa.

Kemudian, pikirannya kembali bekerja. Ia merasakan hembusan udara dingin dari pendingin ruangan yang berhembus cukup kencang, dan ditambah lagi suhu alam luar yang rendah, ia khawatir Bima akan masuk angin atau kedinginan. Tidak baik membiarkan tubuh terbuka seperti itu di tempat sedingin ini.

Dami pun bangkit perlahan, melangkah hati-hati mendekati sisi tempat tidur untuk mencari remot pengatur suhu. Ia melihat benda itu tergeletak di meja kecil tepat di samping kepala Bima. Dengan gerakan sangat pelan agar tidak membangunkan, ia menjulurkan tangannya. Namun tepat saat jarinya hampir menyentuh benda itu, kakinya tanpa sengaja tersangkut ujung karpet tebal yang ada di lantai.

Tubuhnya kehilangan keseimbangan seketika. Ia tidak sempat berteriak atau menahan diri, tubuhnya langsung jatuh tepat menindih dada bidang Bima yang masih terlelap.

BUKK!

Dami kaget luar biasa, wajahnya menempel tepat di dada suaminya, bisa merasakan detak jantung yang kuat dan teratur di bawah telapak tangannya. Dalam hati ia langsung mengutuk dirinya sendiri,

Sialan! Kenapa bisa ceroboh sekali? Malu sekali rasanya!

Pikirnya, wajahnya seketika terasa panas membara, bahkan mungkin lebih panas dari suhu tubuhnya sendiri.

Bima yang tadinya tidur nyenyak langsung terkejut dan terbangun. Matanya terbuka lebar, dalam sepersekian detik ia menyadari ada beban yang menindih tubuhnya. Saat pandangannya fokus, ia melihat Dami yang tergeletak di atasnya, wajahnya memerah padam, matanya terbelalak ketakutan dan malu, seolah ingin segera menghilang masuk ke dalam tanah.

Keduanya terdiam sejenak, hanya mendengar suara napas mereka yang mulai memburu. Posisi mereka sangat dekat, terlalu dekat, hanya beberapa senti saja yang memisahkan wajah mereka. Dami bisa mencium aroma khas tubuh Bima, membuat kepalanya terasa sedikit pusing.

"Kau ... sedang apa?" tanya Bima dengan suara serak, masih setengah sadar namun tatapannya kini terfokus tajam namun ada kilatan kejutan dan rasa geli yang tak bisa disembunyikan di balik matanya. Tangannya secara refleks menahan pinggang Dami agar wanita itu tidak tergelincir.

Dami tersentak kaget, segera berusaha bangkit dan menjauh, namun tangannya malah tergelincir dan membuat posisinya semakin canggung.

"Maaf! Maafkan aku, kak Bima! Aku tidak sengaja! Kakiku tersandung ..." ucapnya terbata-bata, suaranya nyaris tak terdengar karena malu yang meluap-luap. Matanya tidak berani menatap lurus, hanya menunduk melihat dada bidang yang baru saja ia injak.

Akhirnya ia berhasil bangkit dan mundur beberapa langkah, berdiri dengan punggung sedikit membungkuk, tangannya meremas ujung bajunya dengan gugup. Wajahnya masih terasa sangat panas, dan ia merasa seluruh tubuhnya terbakar karena kecerobohannya sendiri.

Bima masih berbaring, menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan, ada rasa terkejut, tapi juga senyum tipis yang perlahan terukir di sudut bibirnya, sesuatu yang jarang sekali terlihat sejak ketegangan yang terjadi di antara mereka. Ia mengangkat satu alisnya, lalu berkata dengan nada yang sedikit menggoda namun tetap tenang.

"Jadi begini caramu membangunkan seseorang? Atau memang sengaja ingin menindihku?"

Mendengar kalimat itu, wajah Dami makin memerah, ia. menunduk malu dan kesal pada dirinya sendiri.

"Bukan! Benar-benar tidak sengaja! Aku hanya ingin menurunkan suhu AC-nya, takut kak Bima kedinginan bertelanjang dada begini di tempat sedingin ini..." jelasnya tergesa-gesa, berusaha meyakinkan.

Bima terdiam sejenak, lalu menatap tubuhnya sendiri yang masih terbuka, kemudian kembali menatap Dami yang terlihat sangat gelisah. Ia terus menatap wanita itu dengan mata besarnya yang tajam dan indah. Sungguh, Dami malu sekali dan merasa tidak sanggup di tatap seperti itu.

Kalau itu Bima yang dulu, dia tidak perlu canggung karena hubungan mereka masih sangat baik dan sikap pria itu padanya begitu lembut. Tapi yang ada di depannya sekarang adalah sosok yang berbeda. Yang masih menganggapnya jijik dan menjaga jarak dengan dirinya.

Bima tidak mengatakan apapun, lelaki itu turun dari kasur dan mengenakan kembali kemeja yang ia letakkan di sofa tadi sambil menatapnya lekat-lekat. Pria itu menghela napas panjang, lalu raut wajahnya perlahan kembali menjadi datar dan dingin seperti biasa, seolah ingin menutupi reaksi geli yang tadi sempat terlihat.

"Lain kali hati-hati. Kalau kau jatuh di lantai, dampaknya tidak main-main." akhirnya pria itu angkat suara.

Nadanya datar, tanpa nada lembut maupun keras, hanya sekadar peringatan biasa yang terdengar dingin. Bima mengancingkan kemejanya satu per satu dengan gerakan tenang, matanya tidak lagi menatap Dami seolah kejadian tadi hanyalah hal sepele yang tidak perlu dipikirkan lebih jauh. Dami hanya mengangguk pelan.

"Aku akan mengikuti pembukaan pelatihan sore ini. Kau bisa jalan-jalan kalau bosan, kegiatanku selesai jam enam sore. Setelah itu kita makan bersama." katanya lagi.

Dami lagi-lagi mengangguk. Ia menatap kepergian laki-laki itu hingga punggungnya benar-benar menghilang dari hadapannya. Begitu pintu tertutup rapat, Dami segera menjatuhkan diri ke kursi dekat jendela sambil menepuk-nepuk dadanya yang masih berdebar kencang.

Rasanya napasnya baru bisa kembali normal setelah kehadiran Bima tidak lagi terasa begitu dekat. Wajahnya masih terasa hangat, dan bayangan insiden tadi terus terlintas di pikirannya, membuatnya menggeleng-gelengkan kepala sendiri karena merasa sangat ceroboh.

"Dasar bodoh, kenapa harus tersandung begitu?" gumamnya pelan, tersenyum malu sendiri. Meskipun sikap Bima kembali dingin, setidaknya ia tidak memarahi atau menjauhinya seperti beberapa minggu terakhir ini, itu sudah cukup membuat hatinya sedikit lega.

Ia memandang keluar jendela lagi, menikmati keindahan danau yang kini mulai terlihat lebih jelas seiring kabut yang menghilang perlahan. Udara sejuk yang masuk lewat celah jendela membuatnya merasa tenang. Ia lalu berdiri, seperti yang dikatakan Bima tadi, dia akan jalan-jalan di sekitar tempat ini.

1
Rizky Manik
aduh damiiii
⭐️asteri
Sampe sini aku belum melihat kelanjutan karakter Dami. apakah masih garang tapi lembut kayak dulu atau berubah total
~Hartwyn_Dee~
itu ulah anak mu Dami, dan pasti Dami cerita sama Bima dan pasti malah nyuruh Mason jagain Naya ,,, jangan mau Nay kl di ajak pulang kerumah om bima pokoknya harus tolak ingat kata" langit molen berbahaya pasti makin menjadi" nanti
Oma Gavin
pasti nanti dami cerita ke bima dan mason akan datang ke RS tempat naya dirawat blm lagi molly yg akan memanfaatkan sakit naya untuk balaa dendam otak molly cuma ingin naya lenyap
🍒WINA🍒
Dami itu semua ulah anak kamu sangat jahat sampai naya terluka, langit sampai menyalahkan diri sendiri terbawa emosi. sampai berkelahi sama mason naya terjatuh... langit sangat panik dan khawatir sama naya membawa kerumah sakit, tenang langit naya sangat kuat tidak terjadi apa-apa.

langit so sweet dan romantis bingit memperlakukan naya bak tuan putri🥰 naya sangat berarti buat langit kedua saling mencintai selalu bersama apa yg terjadi...

Tante dami meminta maaf sama naya atas perbuatan jahat simolly, telah melukai punggung naya sampai dirawat rumah sakit. Molly sudah keterlaluan dami menyesal telah memanjakan molly jadi sombong dan arogan...
naya bicaralah yg baik mumpung tante dami dan pamit sekali ucapin terimakasih, telah diijinkan tinggal dirumahnya...
sebaik jujur mau mandiri ngekost, naya memaksakan diri tinggal rumah tante dami dan om bima. Molly akan terus memusuhi naya dan iri dan dengki telah mendarah daging dihati molly...
LANY SUSANA: Naya lbh baik km pamit untuk keluar dari rmh tante dami ya
dan telp ayahmu kl km opname gara2 Molly guk guk ya
biar ayahmu tau kl ank mereka terutama si guk guk jahat
total 1 replies
Abeng Abeng
luar biasa bagus banget tau.
Abeng Abeng
masomm lebih baik kamu pergi dari naya. naya itu nggak suka sama kamu. kamu di angap kakak sendiri ya jangan nampak muka lagi. urus tuh adikmu se molly. hahahaha.😄😄😄😄😄😄😄
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 💪
Tuti Tyastuti
𝘩𝘢𝘥𝘦𝘦𝘩𝘩 𝘮𝘢𝘴𝘰𝘯
Aida Kamil
pokokx ya thor jgan afa lg drama moly mnyajiti naya baik mental atw fsik krna naya kluar dr rmh mereka ga ada alasan moly mnyakiti naya. dan bkin naya mnikah sma langit fix jgan sma mason ga suka bgt karakterx
Aida Kamil
gmna mw tinggal drumah mu mason klo drmh mu afa ular betina yg sangat jahat dan licik pying victim... bisa mati naya klo terus diam drmh bima dan dami. krna anak mereka anak iblis
Ita rahmawati
orang udah dijelasin juga masih ngotot aja ya si samson ini 🤦🙄
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Fitria Syafei
KK cantik mantaf 🥰 kereen 😍 terimakasih 😘
⭐️asteri
Mason harusnya malu bilang,ortu Naya nitipkan naya ke keluarganya. tapi bukanya di lindungi malah dibikin celaka dan terlukai. tanggungjawab apa itu namanya. apakah dia dan keluarganya ga malu menghadapi ortu Naya nanti
Dian Rahmawati
wah Langit gentle man
Ilfa Yarni
bagus pergilah kau mason
Vtree Bona
dih mason ke PD an parah
Lis mania
Telpon papamu aja Naya, biar papamu datang mengobati kamu. Klo nggak diobati,
Lis mania: nanti tambah parah sakitnya. Laporin jg si Molly ke polisi biar dipenjara sekalian, supaya ada efek jera si Molly
total 1 replies
~Hartwyn_Dee~
good Naya....👍👍👍 jawaban yg tepat😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!