NovelToon NovelToon
Gawat! Aku Punya Anak Dari Musuh Sendiri!

Gawat! Aku Punya Anak Dari Musuh Sendiri!

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Karena terlalu lelah dengan urusan skripsi, Ayara pingsan dan saat terbangun Ayara mendapati dirinya berada dikehidupan dimasa depan.

Dimasa depan Ayara menikah dan bahkan sudah memiliki seorang anak laki-laki tampan, tetapi yang membuat Aya ingin pingsan kembali adalah Ayara menikah dengan musuhnya saat di bangku kuliah, pria tampan bernama Guzelar adalah suaminya dimasa depan.

Guzelar pria tampan yang suka menghinanya dan mengatainya wanita tidak benar karena saat di bangku kuliah Ayara suka gonta-ganti pacar hampir setiap hari, bagaimana bisa dimasa depan Guzelar menjadi pria yang lembut dan manja serta bucin padanya?.

Bagaimana Ayara bisa mengatasi semuanya dimasa depan? Menghadapi Guzelar versi bucin dan menerima fakta jika mereka sudah memiliki anak? Ikuti terus perjalanan Ayara dimasa depan! Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Uang 300 Juta!

Ayara terdiam seribu bahasa, duduk mematung dengan tatapan kosong menghadap cangkir kopi yang sudah mulai mendingin di atas meja. Pikirannya benar-benar kacau balau, berusaha keras mencerna pengakuan demi pengakuan tidak masuk akal tentang dirinya di masa depan. Entah iblis mana yang merasuki jiwa Ayara versi masa depan sehingga ia nekat menyatakan cinta kepada Guzelar, musuh bebuyutan paling dibencinya tepat di atas podium saat wisuda. Sungguh sebuah skenario terburuk yang bahkan tidak pernah mampir dalam mimpi buruknya.

​"Malah bengong, mikirin apa sih, Yar?" tanya Tiara sambil menyenggol lengan Ayara menggunakan sikunya, membuyarkan lamunan panjang sang sahabat.

​Ayara menoleh dengan mata berkedip-kedip linglung. "Tiara... jujur sama aku, kamu tahu nggak alasan di balik aku nembak Guzelar pas di podium itu?" tanya Ayara penuh harap, berharap sahabatnya itu menyimpan rahasia atau alasan logis di balik tindakan gilanya.

​Tiara menggeleng kuat-kuat. "Nggak tahu sama sekali, sumpah! Aku aja kaget setengah mati pas dengar kamu teriak nembak dia di podium! Dan yang lebih gong dan nggak punya akhlaknya lagi, kamu malah ngancam aku buat nemenin kalian ciuman di lorong! Katanya, kalau aku nggak mau nurutin, kamu bakal ngadu ke papa aku kalau aku pernah nilep uang kuliah buat beli skincare!" omel Tiara sengit, kesal jika harus mengingat masa-masa pemerasan emosional di kampus dulu.

​Ayara meringis dalam hati. Masalahnya, yang melakukan tindakan kriminal pertemanan itu bukanlah dirinya yang sekarang sedang stres memikirkan skripsi di dunianya, melainkan Ayara versi masa depan yang sudah tercemar oleh virus bucin terhadap Guzelar.

​"Tapi ya, Yar... ngomong-ngomong soal kejadian heboh itu, ada satu hal lagi yang aneh," lanjut Tiara dengan nada berbisik, mendekatkan wajahnya ke meja.

"Besoknya setelah aksi nekat mu itu, tiba-tiba kamu punya uang sebesar 300 juta rupiah, dan malamnya kita langsung party-party hura-hura di klub. Aku nggak tahu kamu dapat uang sebanyak itu dari mana, tapi yaudah lah ya, rezeki anak soleh nggak boleh ditolak!"

​Ayara membelalakkan matanya, semakin dibuat tidak percaya oleh rentetan fakta liar tersebut. "Dapat 300 juta? Jangan-jangan aku jual ginjal?!" cicitnya ngeri.

​"Bahkan sejak hari penembakan itu, Guzelar sering neror aku lewat chat maupun telepon buat nanyain keberadaan kamu di mana. Tiap kali ketemu aku, mukanya sangar banget kayak mau makan orang. Aku sampai sempat mikir dulunya kalau Guzelar itu psikopat kampus yang berbahaya! Serem banget, sumpah!" cibir Tiara, bergidik ngeri mengingat teror masa lalu.

​Tanpa disangka-sangka, Gabriel bocah lima tahun yang sejak tadi duduk anteng menikmati kentang gorengnya mendadak menghentikan kunyahannya. Manik bulatnya menatap tajam ke arah Tiara dengan alis bertaut, tidak terima mendengar sang papa difitnah sedemikian rupa.

​"Papa bukan psikopat, Aunty tidak boleh berkata sembarangan begitu!" protes Gabriel dengan suara tegas bernada dingin.

"Itu bisa melanggar hukum atas nama pencemaran nama baik, lho!" sambungnya tanpa ampun.

​Tiara langsung tersedak ludahnya sendiri mendengar ceramah hukum dari bocah berumur lima tahun. Ia meringis salah tingkah.

"Astaga... Ayara, kamu beneran melahirkan anak yang jiwanya adalah versi mini dari Guzelar masa kuliah dulu! Sumpah, aku nggak bohong, galak dan kaku banget!" bisik Tiara ketakutan sambil melirik tajam ke arah Gabriel.

​Tiara kembali menatap Ayara dengan tatapan menyelidik yang penuh rasa curiga. "Aku dari tadi bingung juga kenapa kamu nanyain hal-hal beginian ke aku, seolah-olah kamu lupa dan sama sekali nggak ngerasain kejadiannya. Kamu... nggak sedang amnesia atau lupa ingatan kan, Yar?!" selidik Tiara tajam, matanya menyipit mengamati ekspresi sahabatnya.

​Ayara sontak menegakkan duduknya, tersenyum kaku dengan keringat dingin yang mengalir di pelipis.

"E-enggak kok! Mana ada amnesia! Aku cuma... cuma penasaran aja pengen denger cerita versi kamu, hehehe," jawab Ayara terbata-bata, berusaha menyembunyikan kepanikannya.

​Tiba-tiba...

​Suara dering ponsel berteknologi canggih di atas meja memecah ketegangan. Tertera nama 'Suami Tercinta' di layar ponsel Tiara, membuat wanita hamil itu langsung mendengus sebal begitu melihatnya.

​"Nih suami nggak tahu banget istrinya lagi asyik quality time sama sahabatnya! Ngeselin banget ditelepon pas lagi seru-serunya bergosip!" omel Tiara kesal, namun ia memilih mematikan layar ponselnya tanpa mengangkat panggilan tersebut.

​"Kalau gitu, aku pamit duluan ya, Yar. Suamiku udah ngamuk nyariin di rumah, nanti kita sambung lagi kalau ada waktu senggang. Aunty pergi dulu ya, Boy... dadah, ganteng!" pamit Tiara ramah sambil mengulurkan tangan hendak mengelus pipi gembul Gabriel.

​Namun, dengan gerakan gesit, Gabriel langsung menepis tangan Tiara menjauh dari wajahnya, membuat wanita berhijab itu spontan mengerucutkan bibirnya cemberut.

​"Ih, galak banget sih ponakan aunty ini!" protes Tiara tidak terima.

"Padahal ya, Nak... waktu kamu masih bayi merah dan BAB sembarangan, aunty yang cuciin popok kotor kamu, tahu!" ucap Tiara dengan nada dramatis yang dilebih-lebihkan.

​Mendengar rahasia memalukan masa kecilnya dibongkar di hadapan sang mama, pipi Gabriel langsung merona merah padam karena menahan malu tingkat dewa.

​"Tidak! Aunty pembohong!" teriak Gabriel histeris, langsung melompat dari kursinya dan memeluk tubuh Ayara erat-erat, menyembunyikan wajahnya di balik dada sang mama karena terlalu malu.

​Tiara meledakkan tawa puasnya melihat keponakannya yang cerdas itu sukses dibuat salah tingkah.

"Hahaha! Makanya jangan suka judes sama aunty!" tawanya puas. Setelah puas menggoda Gabriel dan Ayara, Tiara akhirnya bangkit dari kursi, menyambar tas tangannya, dan melenggang pergi meninggalkan ruang privat kafe tersebut.

​Suasana di dalam ruangan mendadak kembali sunyi. Ayara menunduk, mengelus lembut rambut ikal Gabriel yang masih setia menenggelamkan wajahnya di pelukannya.

​"Udah ya, sayang... Aunty Tiara-nya kan cuma bercanda," bujuk Ayara lembut, berusaha meredakan rasa malu sang anak.

​Gabriel perlahan mendongak, memperlihatkan wajahnya yang masih memerah dengan bibir mengerucut kesal. "Aunty Tiara menyebalkan, Mama!" adunya manja, membuat Ayara tersenyum gemas.

​"Iya, nanti mama jewer telinga Aunty Tiara kalau ketemu lagi," hibur Ayara seraya mencubit gemas pipi chubby putranya.

​Meski begitu, di dalam hatinya, Ayara kembali merutuki nasib. Obrolannya dengan Tiara tadi semakin membuka lebar tabir misteri tentang bagaimana bisa ia si mahasiswi independent yang hobi gonta-ganti pacar dan paling anti pada Guzelar berubah menjadi wanita bucin yang nekat menembak musuh bebuyutannya sendiri di podium wisuda, lalu berujung menikah dan melahirkan anak semenggemaskan Gabriel.

​"Sebenarnya apa yang sudah merusak otakku di masa depan?" gumam Ayara pelan pada dirinya sendiri, menggelengkan kepalanya pasrah sambil merangkul Gabriel untuk segera bersiap pulang ke rumah megah yang kini sudah menjadi sangkar emas baginya.

Bersambung...

1
Ita Putri
mike
Hadi Mulyono
biadab banget ayah ayara ..jadi kuat ayara balas dendam .aku kok pingin ayara bisa bela diri .hajar keluarganya yg jahat
mimief
ternyata yg bikin dia hancur bukan mike.
tapi dari orang yg paling dia cintai .
yg dikira jadi pelindung dia
😔🥹🥹🥹
Anbu Hasna
ketiduran di ruang laundry 🫣🫣
mimief
saudara tirinya ya?🥹🥹🥹
mimief
sering Thor...
sayang akal sehat selalu mengalah. Karena jajan nya aku banyak. kalau kabur susah ntar jajan nya🤣🤣🤣🫣
It's me Ri🥕
Wkwkwk... Ayara emang suka benget ngerjain orang, tapi ga boleh ditiru yaa🤭
It's me Ri🥕
Tania nya belom mau cuti kak😭
mimief
dasar Ayana...kasian bapak bapak dikerjain.
nanti suaminya marah besar itu istri kesayangan nya main ditarik ajaa🫣🫣🤣
Anbu Hasna
kirain beneran jadi sekertaris. kasihan Tania lagi hamil besar disuru kerja
Mia Camelia
banyak rahasia ingatan yg belum terungkap nih🤔
Hadi Mulyono
guziler perlu di bawa ke uya kiya biar di hipnotis tar kan jujur ngomongnya😄
mimief
iy kan,laki laki tuh aneh. buat nyari perhatian kita tuh ngelakuin segala cara🤣🤣🤣.
seenggaknya dia inget akyu
eh ..kok cyiin nya kebawa lagi thor🤣🤣
mimief
masa lalu adalah cerminan masa depan kita
mimief
kyk dihipnotis kl yaaa....🥹🥹🥹
biar trauma nya terputus
Mia Camelia
mungkin duanda nyiksa ayara pas lagi hamil muda 🤔🤔🤔
Hadi Mulyono
emang nanti Gabriel mati?
Hadi Mulyono
ayara ayo semangat balas lah dendammu
mimief
pantesan mereka sebegitu benci nya.
anak pertama mereka??🥹🥹🥹
mimief
kalau kata di didrakor fix me..
meminta pertolongan adalah langkah pertama kita mau sembuh
jadi ga usah takut dan malu...
ayo kita sembuh bersama
It's me Ri🥕: Benar kak, semakin bungkam maka akan semakin sulit untuk sembuh 🥺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!