NovelToon NovelToon
Super Sistem Pekerjaan Impian

Super Sistem Pekerjaan Impian

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Setelah dipecat dari pekerjaannya dan diputuskan oleh sang pacar di hari yang sama, Bima Aditama mengira hidupnya telah hancur, hingga sebuah "Sistem Pekerjaan Impian" mendadak muncul dan memutarbalikkan nasibnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Pintu lift khusus VIP terbuka dengan suara dentingan pelan.

Bima dan Siska melangkah keluar menuju area parkir bawah tanah Mal Grand Pusat.

Siska masih memegang tongkat kameranya dengan posisi siaran langsung yang terus berjalan.

Jumlah penonton di ruang siarannya kini sudah menembus angka sepuluh ribu orang.

Kabar tentang seorang pria misterius yang memborong puluhan ponsel seharga ratusan juta telah menyebar ke berbagai forum dunia maya.

"Siska, tolong tanyakan siapa nama pria sultan di sebelahmu itu!" baca Siska dari salah satu komentar yang melintas cepat.

"Apakah dia anak dari pemilik mal ini? Atau pengusaha tambang muda?"

Siska melirik ke arah Bima yang sedang berjalan santai menenteng tiga tas belanja kertas berukuran besar.

"Kalian terlalu banyak menebak, Kak Bima ini cuma dosen pengganti di kampusku," jawab Siska ke arah kamera sambil tersenyum geli.

Ruang komentar langsung dipenuhi oleh rentetan emoji tertawa dan tidak percaya.

Mereka menganggap Siska sedang berbohong untuk menutupi identitas asli sang miliarder.

Area parkir VIP bawah tanah malam ini terasa lebih padat dari biasanya.

Deretan mobil mewah seperti Mercedes, BMW, dan Audi tampak berbaris memenuhi setiap slot parkir yang tersedia.

Beberapa mobil bahkan terlihat kesulitan bermanuver di jalur tengah karena ruang yang terbatas.

Suara klakson bersahutan dari beberapa pengemudi yang tidak sabar menunggu giliran keluar atau masuk.

"Minggir sedikit, mobilku ini harganya dua miliar, kalau lecet kamu mau ganti rugi?" teriak seorang pria dari dalam mobil Porsche merah muda.

Pria itu memarahi pengemudi sedan Honda di depannya yang kesulitan mencari celah untuk mundur.

Siska sedikit merapat ke arah Bima saat melihat keributan kecil di antara para orang kaya tersebut.

"Area parkir ini selalu saja penuh drama kalau akhir pekan," bisik Siska pelan.

Bima hanya tersenyum tipis dan terus berjalan melewati deretan mobil yang saling berdesakan itu.

Langkahnya berhenti tepat di sudut area parkir yang paling strategis dan luas.

Di sana, sebuah siluet monster besi berwarna hitam pekat tampak tertidur lelap dalam kegelapan.

Bima merogoh saku celananya dan menekan tombol pada remot kunci di tangannya.

Bip bip.

Lampu depan utama Lamborghini Urus itu menyala terang benderang, menyapu area parkir yang remang-remang.

Suara alarm elektroniknya yang sangat khas langsung menghentikan keributan klakson di sekitarnya.

Kamera ponsel Siska menangkap momen magis itu dengan sangat sempurna.

Ribuan penonton di siaran langsungnya kembali meledak dalam histeria massal.

"Ya Tuhan, itu Lamborghini Urus keluaran terbaru!"

"Pantas saja dia bilang rusak tinggal ganti baru, harga ponsel itu bahkan tidak sampai seharga satu velg mobilnya!"

"Siska, tolong pegang erat-erat pria itu, jangan sampai lepas!"

Pria pengemudi Porsche merah muda yang tadinya berteriak sombong kini mendadak terdiam membatu.

Matanya melotot menatap pemuda berkemeja flanel yang sedang berjalan mendekati monster puluhan miliar tersebut.

Bima membuka bagasi belakang mobilnya dan memasukkan ketiga tas belanja besar itu ke dalam.

Dia kemudian membuka pintu kemudi dan duduk di balik setir.

"Siska, masuklah sebentar, kita pindahkan mobil ini ke dekat lobi lift agar lebih aman," ajak Bima.

Siska mengangguk dan buru-buru masuk ke kursi penumpang di sebelah kiri.

Bima menekan tombol pemantik mesin di konsol tengah.

Vrooom.

Suara mesin V8 twin-turbo mengaum sangat buas, memantul di dinding beton area parkir bawah tanah itu.

Suara mesin itu terdengar seperti auman raja hutan yang sedang memperingatkan hewan-hewan kecil di sekitarnya.

Bima menginjak pedal gas perlahan, membawa SUV raksasa itu keluar dari slot parkirnya.

Kejadian yang sangat lucu dan luar biasa pun terjadi di depan mata mereka.

Mobil-mobil mewah yang tadinya saling berdesakan dan tidak mau mengalah mendadak menyingkir dengan sangat cepat.

Pengemudi Porsche merah muda tadi buru-buru memundurkan mobilnya hingga mepet ke dinding beton.

Sedan BMW dan Mercedes yang berbaris di jalur keluar rela meminggirkan kendaraan mereka hingga nyaris menggores trotoar pembatas.

Tidak ada satu pun dari orang kaya itu yang berani membunyikan klakson atau menghalangi jalan Lamborghini hitam milik Bima.

Mereka semua tahu bahwa menyenggol sedikit saja bodi mobil itu akan membuat mereka bangkrut seketika untuk membayar biaya perbaikannya.

Jalur tengah area parkir yang tadinya macet total kini terbuka lebar seperti lautan yang dibelah dua.

Siska menatap pemandangan itu dari balik kaca jendela dengan mulut sedikit terbuka.

"Kak Bima, mereka semua tiba-tiba mengalah dan memberi jalan untuk kita," ucap Siska takjub.

Bima memutar kemudinya dengan satu tangan secara santai.

"Ini bukan soal memberi jalan, Siska."

"Ini soal hukum alam yang berlaku di dunia mereka."

Bima melirik ke arah kaca spion tengah melihat mobil-mobil yang masih menepi ketakutan.

"Dalam tatanan sosial orang-orang yang mendewakan harta, siapa yang paling kaya adalah raja mutlaknya."

"Mereka bukannya sopan, mereka hanya takut jatuh miskin jika berurusan denganku."

Siska terdiam mendengar filosofi tajam dari pria di sebelahnya ini.

Kata-kata Bima itu terdengar sangat arogan, namun itu adalah fakta telanjang yang tidak bisa disangkal oleh siapa pun.

Siaran langsung Siska menangkap seluruh percakapan dan pemandangan luar biasa itu.

Para penonton yang tadinya meragukan Bima kini benar-benar tunduk pada karisma sang miliarder.

"Pria ini adalah definisi dari Taipan sejati."

"Dia tidak perlu banyak bicara, mobilnya sudah membuat semua orang kaya sombong bertekuk lutut."

"Dosen pengganti macam apa yang punya filosofi sekeren itu?"

Bima memarkirkan kembali Lamborghini Urusnya di slot VIP kosong yang berada persis di sebelah pintu masuk lift.

Dia mematikan mesin lalu menoleh ke arah Siska.

"Nah, barang bawaan sudah aman, kamu masih mau berkeliling mencari sesuatu di atas?" tanya Bima menawarkan diri.

Siska mengangguk antusias.

"Masih ada waktu, aku mau melihat-lihat sebentar ke lantai jam tangan mewah, Kak."

"Para penontonku penasaran ingin melihat koleksi jam tangan mahal yang ada di mal ini."

Bima mengangkat bahunya santai menyetujui rencana tersebut.

"Boleh saja, lagipula jam tanganku yang lama sudah kusam, mungkin ada yang menarik di sana."

Siska tertawa pelan mendengarnya, dia kira Bima hanya sedang bercanda merendah seperti biasa.

Padahal Bima memang tidak memakai jam tangan apa pun di pergelangan tangannya saat ini.

Mereka berdua turun dari mobil dan kembali berjalan menuju pintu lift kaca.

Penjaga keamanan di area lift VIP itu langsung membungkuk hormat sembilan puluh derajat saat melihat Bima.

Aura dominasi yang dipancarkan Bima membuat siapa saja secara naluriah menaruh rasa segan yang sangat besar padanya.

Lift kaca itu meluncur naik membawa mereka menuju lantai tiga mal yang merupakan kawasan khusus butik jam tangan dan perhiasan internasional.

Suasana di lantai tiga ini jauh lebih sepi dan eksklusif dibandingkan dengan lantai lainnya.

Hanya orang-orang dengan kekayaan sejati yang berani menginjakkan kaki ke lantai ini untuk berbelanja.

Bima dan Siska melangkah keluar dari lift dan disambut oleh deretan etalase kaca yang berkilau.

"Kak Bima, kita masuk ke butik Patek Philippe di ujung sana ya," ajak Siska sambil mengarahkan kameranya.

Bima hanya mengiyakan dan mengikuti langkah mahasiswinya itu dengan tenang.

Dia tidak tahu bahwa butik mewah di ujung lorong itu akan menjadi panggung pertunjukan berikutnya untuk menghancurkan mental orang-orang yang merasa superior.

1
Naga Hitam
wahh tidak ada truk tronton
YUI: tidak perlu ketabrak truk dulu🤣🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
bodoh dan arogan x kau vina ..tak sabar mau tau gmn reaksi x saat tau siapa bima 🤣🤣 makin seruuu dan yg pasti up x benar2 bikin puasss 👍👍
Oarashi
gas
Yuliana Tunru
cuma bisa bilang wooow bima ..cslon pacar udaman tuh siska 🤭🤭
Kasma Wati
.🤣🤣🤣🤣🤣
Heri Susanto8246
bodoh
Yuliana Tunru
up x ndk kaleng3 ..ma kasih thorr 💪💪 trs ya 👍👍
aldo
lanjut author semangat terus 🙏🙏🙏🙏
Yuliana Tunru
cerita yg bagus thorr wuka gaya bima yg tenang tp cerdik..bonus vote buat kisah mu
YUI: terimakasih kak☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!